
Syauqi dari tadi hanya memandangi istrinya yang sedang makan sate, dia sama sekali tidak tertarik karena dia sendiri sudah kenyang.
"Mas, kenapa tidak makan?" Zhia merasa heran.
Syauqi tersenyum manis, tangannya membelai kepala istrinya penuh kasih sayang,
"Makanlah sayang! aku sudah kenyang," jawab Syauqi lembut.
"Mana mungkin aku bisa menghabiskan semuanya?" protes Zhia.
"Baiklah, nanti punyaku dibungkus saja! kita berikan kepada satpam di kantor," jawab
Syauqi santai.
Zhia tersenyum, bahagianya dia memiliki suami yang sangat perhatian padanya,
"Mas, kalau malam begini apa masih ada toko baju yang masih buka ya? aku tadi tidak membawa baju ganti," ucap Zhia cemas.
"Tenang saja! semua biar aku yang urus," jawab Syauqi mesra.
Syauqi kemudian mengambil ponselnya,
"Jangan ditutup sebelum aku kesana!"`perintah Syauqi tegas pada seseorang lewat ponselnya.
Zhia tak mengira jika suaminya bersikap lembut hanya padanya saja,
"Mas, jika sikapmu seperti itu apa tidak membuat orang lain ketakutan?" tanya Zhia.
"Aku hanya ingin mendisiplinkan saja, jika aku tegas mereka bisa waspada dan berhati-hati dalam bekerja," jawab Syauqi tenang.
Zhia mengangguk mengerti, memang tak mudah menjadi pemimpin banyak orang di perusahaan. Akan tetapi Syauqi mampu membawa perusahaannya menjadi berkembang pesat sampai cabangnya tersebar diberbagai negara.
Setelah Syauqi meminta penjual sate untuk membungkus 4 porsi, dia mengajak istrinya ke sebuah mall, disana masih lumayan ramai.
"Zhia, ambilah sesuka hatimu!" Syauqi juga ikut memilihkan baju muslim untuk ibu hamil.
Melihat suaminya yang mengambil banyak, Zhia langsung menghentikannya,
"Ini kebanyakan, Mas Syauqi!"
"Tidak apa-apa, sebentar lagi perut kamu besar, lebih baik mempersiapkan dulu!"
Syauqi juga memilih jilbab, dan jaket hangat untuk istrinya.
Zhia hanya mengikuti suaminya dibelakangnya, dia tahu tak mungkin bisa membantah suaminya.
Kemudian Zhia melihat sandal yang tidak terlalu tinggi, simpel dan elegan. Zhia merasa tertarik dan mendekatinya.
Zhia mengambilnya, namun tiba-tiba ada dua orang wanita dibelakangnya.
Salah satu dari mereka memanggil pelayan,
"Apa masih ada model yang seperti itu?" tanya wanita berbaju hitam.
__ADS_1
"Maaf Nyonya, disini modelnya cuma satu saja," jawab pelayan tersenyum ramah.
Tanpa permisi, wanita berbaju hitam itu merebut sandal yang sedang dipegang Zhia,
"Aku bayar dua kali lipat!" perintah wanita itu dengan nada angkuh, dia menyerahkan sandal itu pada pelayan.
Pelayan itu terdiam merasa bingung.
Zhia sama sekali tidak marah, dia malah berbalik memutar arah mencari suaminya. Namun siapa sangka, Syauqi sudah ada dibelakangnya, dia menghentikan langkah Zhia.
"Pelayan, siapa yang pertama ambil itu yang dilayani! Aku bayar sepuluh kali lipat," perintah Syauqi pada pelayan dengan nada tajam.
Kedua wanita bergaya sosialita itu terkejut, karena harga sandalnya saja sudah mahal.
Zhia segera memeluk lengan suaminya, dia takut kalau suaminya marah mungkin mall ini bisa diruntuhkan,
"Aku tidak begitu berminat, Mas Syauq. Lagipula masih banyak yang lebih bagus kok," bujuk Zhia lembut.
Syauqi langsung meleleh jika suara lembut Zhia merayunya,
"Pelayan, berikan pada wanita itu. Biar aku yang bayar!" ucap Syauqi, dia langsung menggandeng istrinya keruang ganti baju.
Pelayan yang dari tadi sudah ketakutan itu langsung mematuhi, karena dia tahu siapa yang barusan memberi perintah.
Sementara kedua wanita yang masih berdiri disitu saling berbisik,
"Sepertinya dia sangat kaya," kata wanita berbaju hitam.
"Aku harus mendapatkan dia," bisik wanita tersebut penuh percaya diri.
"Jangan nekat, bukankah dia sudah punya istri yang cantik?" sergah temannya yang memakai baju merah.
"Jaman sekarang meskipun sudah punya istri cantik, dibelakang mereka masih punya simpanan. Aku sangat rela kalau jadi simpanan orang setampan tadi," jawab wanita berbaju hitam.
Wanita itu memang cantik dan sexi, dia memberanikan diri menyapa Syauqi yang sedang duduk disofa sendirian,
"Terimakasih ya, Tuan. Karena sudah memberi hadiah kepada saya."
"Bukan masalah," jawab Syauqi sekenanya.
"Apa ada yang bisa saya lalukan untuk membalas kebaikan Tuan?" kata Wanita tersebut dengan senyum menggoda.
Syauqi bukannya tertarik, dia malah merasa jijik dengan wanita yang genit seperti itu.
Dengan senyuman mengejek Syauqi menjawabnya,
"Mudah saja jika kamu ingin membantuku, segeralah pergi dari hadapanku! dan yang tadi bukan hadiah, tapi benda buangan yang tidak disukai istriku."
Wanita tersebut langsung memerah karena malu, dia segera pergi mendengar para pelayan yang menertawakan dia.
Zhia yang baru keluar dari ruang ganti merasa heran,
"Ada apa, Mas Syauqi? kenapa kamu tertawa?"
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang. Bagaimana bajunya?" tanya Syauqi.
"Semuanya cocok," jawab Zhia.
Syauqi merasa bangga pada dirinya sendiri. Kemudian dia mengajak Zhia berkeliling,
"Apa kamu mau beli perhiasan? biasanya wanita suka mengoleksi benda seperti itu," tawar Syauqi memanjakan istrinya.
"Tidak, Mas Syauqi. Aku sudah memakai kalung hadiah darimu, cincin pernikahan, bahkan gelang yang hanya ada satu di dunia ini" jawab Zhia sambil menunjukkan gelang yang dipakainya.
Syauqi tersenyum, karena gelang itu pemberian ibunya.
"Ayo mau apa lagi? apapun yang kamu mau tinggal dibeli saja?" tawar Syauqi lagi, namun Zhia menolaknya.
"Kita pulang aja, Mas Syauqi," ajak Zhia.
"Tidak sabar mau menggodaku diranjang ya?" bisik Syauqi.
Zhia merasa kesal, karena mereka sedang ditempat umum. Dia langsung mencubit pinggang suaminya lumayan keras.
"Ah,ah,ah"desah Syauqi seperti suara orang yang sedang bercinta di ranjang.
Zhia reflek menutup kedua telinganya karena menahan malu.
Sementara di negara lain, Jesika sedang mengendap-endap keluar dari kamarnya. Dia keluar dari hotel supaya bebas berbicara lewat telepon.
Jesika merasa puas, dia tidak menyesal telah kehilangan uang banyak untuk mencari informasi tentang gadis cacat yang ada di taman.
Kini dia merasa tenang, karena gadis yang bernama Nayla bukanlah kekasih Rendra.
Namun dia berpikir, jika Nayla bisa dimanfaatkan untuk membuat hidup keluarga Syauqi tidak tenang.
Dia Segera mengirim pesan kepada Nayla,
**To: Nayla
Jika ingin mendapatkan informasi tentang Iyas, besok segera temui aku! tempatnya aku beri tahu besok**.
Jesika tidak langsung memberi tahu, karena dia juga harus mencari cara dulu supaya tidak ketahuan suaminya.
Jesika kembali ke kamarnya dengan wajah sumringah.
"Rendra, ternyata kamu masih sendiri."
Jesika sendiri tidak sadar jika suaminya hanya pura-pura tidur, dia tadi ikut terbangun saat Jesika keluar dari kamar hotel.
Suaminya menjadi penasaran, kenapa istrinya gerak-geriknya mencurigakan. Dia saat mengikuti Jesika tadi tidak bisa mendengar pembicaraan mereka lewat telepon.
Jesika, aku tidak tahu apa yang sebenarnya kamu lakukan.
Baiklah, besok aku akan mengikuti permainanmu!
Suami Jesika merasa kecewa, karena dia telah memperlakukan istrinya dengan baik. Bahkan dia juga membantu bisnis keluarganya supaya bisa bangkit lagi. Dia tidak akan memaafkan jika diselingkuhi.
__ADS_1