CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 14


__ADS_3

Sudah cukup lama keluarga Syauqi dan keluarga Rendra tidak bertemu. Zhia dan Nayla sangat bahagia karena bisa berjumpa lagi.


"Zhia, tidak ku sangka kamu masih secantik ini!" puji Nayla tersenyum riang


"Kamu juga sama saja," jawab Zhia tak kalah riang.


Syauqi hanya melirik istrinya dengan senyum ceria karena Zhia yang memang masih terlihat masih muda dan cantik itu.


"Kamu sudah besar, Orlin" sapa Syauqi pada putri Rendra.


"Terima kasih, Om Syauqi," ucap Orlin tersipu malu.


Keluarga Syauqi langsung di ajak makan siang bersama.


"Ayo silahkan di makan, ini semua yang memasak adalah Orlin," kata Nayla bangga.


"Wah, benarkah? Kamu hebat sekali, rasanya juga enak," puji Zhia.


"Orlin terinspirasi dari kamu, dari kecil katanya pengen bisa seperti Tante Zhia yang anggun dan pandai memasak. Aku sendiri malah tidak bisa memasak seenak ini," kata Nayla tertawa.


"Wah! Berarti wanita idaman Kak Alarik tuh. Kak Al kan pernah bilang pengen punya istri seperti Bunda," celetuk Kaysa tanpa rasa dosa.


Semua yang mendengar tertawa, kecuali Alarik yang menundukkan kepalanya.


"Gadis bodoh, tidak tahukah akibat candaanmu ini nanti bisa membuatku terjerat dalam masalah?" batin Alarik kesal.


"Benarkah Alarik? Kalian sudah dekat dari kecil. Ayah dan Bunda tentu setuju jika kamu nanti menikah dengan Orlin," kata Syauqi.


"Seandainya itu terjadi kita akan menjadi keluarga beneran," pekik Nayla yang tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.


"Bagaimana Alarik?" tanya Zhia penuh harap.


"Maaf Ayah, Bunda. Aku masih terlalu muda untuk memikirkan hal seperti itu, karena aku masih punya misi yang harus aku selesaikan," jawab Alarik tegas.


Orlin sedikit kecewa, tapi dia tahu masalah yang tengah di hadapi Alarik. Putri tunggal Rendra itu tetap bersabar untuk menanti.


"Alarik dan Orlin baru saja selesai kuliah, jangan di goda lagi! Kalau berjodoh nanti pasti mereka akan menikah. Ayo sekarang kita makan dulu," kata Rendra menyudahi obrolan mereka.


Setelah makan Rendra berbicara dengan Syauqi tentang bisnis. Zhia dan Nayla mengobrol tentang masa lalu.


Sedangkan anak-anak dari dua keluarga tersebut berada di luar rumah. Mereka sedang duduk di taman.


Kaysa dan Orlin sebelumnya sudah saling mengenal, bahkan Orlin menganggap Kaysa seperti adik kandung sendiri.


"Kaysa, kamu semakin cantik saja. Bahkan tinggi badan kamu lebih dariku," ucap Orlin jujur.


"Tapi sayangnya dia tidak pandai memasak sepertimu, Kak Orlin" catus Syadev.


"Biarin, kata Kak Al tidak bisa memasak juga tidak apa-apa. Nanti tetap akan ada yang menyukaiku," jawab Kaysa tidak mau kalah.


"Siapa? Paling-paling hanya Darren saja yang menyukaimu," sindir Syadev.


"Apa? Akan aku buktikan besok. Meskipun aku tidak bisa memasak tapi akan aku buat seluruh sekolahan menyukaiku," jawab Kaysa sengit.


Alarik yang dari tadi mendengar langsung kaget, karena Kaysa tidak main-main dengan ucapannya.


"Syadev, sudah! Kamu jangan mengompori Kaysa lagi. Kamu juga tahu kalau saudaramu keras kepala. Apa kamu mau Kakakmu membuat ulah di sekolah hanya candaan barusan?" sergah Alarik tegas.


"Kak Al selalu membela Kaysa saja," jawab Syadev iri.


"Bukan begitu, karena kamu yang lebih mudah di beritahu," ucap Alarik.


"Oh, jadi maksud Kak Al aku ini susah di beritahu gitu?" sela Kaysa ngambek.


"Ya ampun..." ucap Alarik memukul jidatnya sendiri.


"Kak Al, aku marah padamu. Ayo Darren kita jalan-jalan berdua saja," ucap Kaysa sambil menarik tangan Darren.

__ADS_1


Darren selalu menuruti perintah Kaysa. Apalagi jika diajak jalan-jalan, Darren pasti dengan sedang hati mengikutinya.


Kaysa tidak beneran marah, dia hanya mengerjai Kakaknya saja. Karena dia tahu jika Kakak pertamanya itu mudah merasa cemas padanya.


"Kita mau ke mana?" tanya Darren.


"Jalan-jalan saja," jawab Kaysa.


Mereka berdua berjalan kaki menyusuri jalan gang sambil melihat-lihat perumahan.


Di depan sekolah Paud, Kaysa melihat ada anak kecil yang hendak menyebrang. Namun dari arah belakang ada mobil yang berjalan geal geol. Kaysa sangat cemas, dia langsung berlari hendak menyelamatkan anak kecil tersebut.


Kaysa sampai tersungkur karena keseleo, tapi untungnya Mobil itu bisa ngerem mendadak. coba setengah meter saja telat mengerem, mungkin anak kecil dan Kaysa bisa tertabrak.


Kaysa merasakan perih di bagian lututnya, tapi dia tidak menghiraukan rasa sakit itu. Yang dia pikirkan adalah segera melabrak pengemudi mobil.


"Kaysa, apakah kamu terluka? Mana yang sakit?" tanya Darren cemas.


"Tidak apa-apa, yang terpenting anak ini selamat," jawab Kaysa meringis menahan perih.


Beberapa detik kemudian datang seorang ibu yang berlari tergopoh-gopoh.


"Anakku, kamu tidak apa-apa, Nak?" tanya seorang ibu yang ketakutan.


Si anak kecil hanya geleng-geleng kepala. Beberapa orang mulai berkerumun melihat kejadian itu.


"Bu, lain kali dijaga anaknya. Ini jalan raya, kasihan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Kaysa.


"Iya, saya memang teledor. Tadi anakku minta dibelikan es, tidak taunya malah berlari ke jalan raya," jawab ibu itu sambil menggendong anaknya.


Tiba-tiba sopir mobil keluar, gadis itu seusia Kaysa. Penampilannya sangat sexi dan terlihat arogan.


"Lain kali kalau punya anak dijaga!" bentak gadis itu pada seorang ibu yang di samping kaysa.


Kaysa sangat marah dan tidak terima, karena bukannya meminta maaf malah membentak orang lain.


"Aku memang sedang belajar," jawab gadis itu tanpa rasa bersalah.


"Dasar bodoh! Kalau belajar itu jangan di jalan umum yang banyak anak sekolah. Itu sama saja kamu berniat mencelakai orang lain," bentak Kaysa.


Gadis itu sudah tidak bisa berkata apa-apa. Apalagi Ibu-Ibu yang lainnya mendukung ucapan Kaysa.


Dengan penuh amarah gadis itu masuk ke mobil dan segera pergi.


"Terima kasih, Nona. Dan saya minta maaf telah menyusahkan Anda," ucap ibu tersebut.


"Iya, tidak apa-apa. Kejadian ini bisa menjadi perhatian untuk Anda dan Ibu-Ibu lainnya. Lain kali jangan biarkan anak Anda sendirian!"


ucap Kaysa sopan.


Setelah itu Kaysa dan Darren pamit pulang. Namun baru beberapa langkah Kaysa merasa kesulitan berjalan, Darren sudah menawarkan menggendong tapi Kaysa menolaknya.


"Bagaimana Kalau kamu tunggu di sini, aku akan segera pulang mengambil mobil dan menjemput kamu," ucap Darren.


"Iya," jawab Kaysa.


Mereka memang tidak terlalu jauh dari rumah Orlin. Berjalan sepuluh menit saja sudah sampai.


Tapi baru saja Darren mau melangkah, tiba-tiba muncul mobil dan berhenti di depan mereka berdua.


"Dia Kak yang tadi sudah menghina aku!" teriak gadis tadi yang hampir menabrak Kaysa.


Gadis itu turun dari mobil dengan tiga pemuda yang sudah dewasa.


"Sita, kamu memanggil kakak hanya untuk mengurus gadis kecil ini?" tanya seseorang yang di panggil sita Kakak.


"Tapi gara-gara dia tadi aku dimarahi ibu-ibu, mana mungkin aku mau dikeroyok ibu-ibu paud itu," jawab sita marah.

__ADS_1


"Tapi tidak rugi juga aku ke sini, setidaknya bisa bertemu gadis yang sangat cantik," ucap Kakak sita.


Kaysa takut, bukan karena menghawatirkan diri sendiri. Namun Kaysa takut jika Darren di keroyok tiga pemuda itu. Karena Kaysa sendiri sulit menggerakkan kaki kanannya, apalagi untuk melawan.


"Gadis cantik! Maukah kamu jadi pacarku? Kalau menjawab iya pasti aku akan memaafkanmu," tawar Kakak Sita dengan tatapan menjijikkan bagi Kaysa.


Darren sangat kesal karena pemuda itu menggoda Kaysa.


"Jangan bermimpi! Kamu sangat tidak pantas untuknya," jawab Darren berani.


"Jadi kamu pacarnya? Karena aku tidak memukul perempuan jadi aku akan membalaskan adikku pada pacarnya saja," ucap Kakak Sita menyeringai.


Tiga pemuda itu langsung menyerang Darren sekaligus, meskipun Darren sejak kecil berlatih bela diri tapi jika dikeroyok Putra tunggal Dony itu tetap kewalahan, beberapa kali ada pukulan yang mengenai dirinya.


Kaysa menjerit minta tolong, kemudian ada dua satpam penjaga Paud yang mendengar. Mereka segera melerai dan mengamankan ketiga pemuda itu.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Satu jam lebih Kaysa dan Darren belum kembali, Alarik sangat gusar dan pikirannya kacau.


"Sudahlah Kak, nanti mereka juga kembali. Namanya juga sepasang kekasih yang sedang pacaran pasti mereka lagi bersenang-senang," gurau Syadev.


Alarik sangat kesal dengan candaan itu, tapi hati dan pikirannya mengatakan jika Kaysa tidak baik-baik saja.


Tanpa berkata apa-apa Alarik langsung masuk ke mobil dan pergi dari pekarangan rumah Orlin untuk mencari adiknya.


Setelah berjalan cukup lama, pemuda tampan itu melihat adiknya yang sedang duduk di emperan jalan.


Alarik segera berhenti dan keluar dari mobil, dia mengkhawatirkan adiknya itu karena celana bagian lututnya koyak. Sedangkan sudut bibir Darren lebam.


"Ada apa ini?" tanya Alarik cemas.


"Mereka bertiga ingin melukai aku dan Darren," rengek Kaysa.


Alarik langsung mendidih, emosinya memuncak karena tidak terima adiknya disakiti.


Dua satpam tidak mampu menghalangi kemarahan Alarik, bahkan mereka berdua sampai terjungkir karena ditabrak tubuh alarik.


Kakak Kaysa itu langsung menghajar ketiga pemuda yang berniat buruk pada Adiknya.


Kaysa sampai terbengong, karena Kakaknya yang biasanya bersikap lembut tapi bisa ganas seperti itu jika berkelahi.


"Terus Kak, hajar mereka!" teriak Kaysa senang.


Orang-orang mulai berdatangan, mereka segera memisahkan perkelahian satu lawan tiga itu.


"Sudah, jangan berkelahi lagi, atau saya akan membawa kalian semua ke kantor polisi" kata Pak Satpam.


"Ayo kita berangkat sekarang, Pak. Aku tidak takut! Aku punya banyak saksi jika yang bersalah adakah gadis itu," jawab Kaysa masih menantang.


Alarik yang melihat kondisi Kaysa langsung menggendong adiknya itu.


"Maaf, Pak. Sudah membuat masalah di sini. Tapi adik saya terluka. Saya harus segera mengobatinya dulu," kata Alarik.


Pak satpam masih menahan, karena belum ada kejelasan mengenai perkelahian tersebut, tapi kemudian ada ibu-ibu paud yang menjelaskan tentang masalah tadi.


"Baiklah, silahkan Anda pergi terlebih dahulu," ucap satpam pada Alarik.


Alarik langsung masuk ke mobil di susul Darren.


"Nakal sekali! Tidak bisakah kamu diam tanpa membuat orang lain cemas?" kata Alarik sedikit marah.


"Aku tadi hanya berniat menolong anak yang hampir tertabrak mobil saja," jawab Kaysa lembut dan manja.


Hati Alarik langsung luluh.


Jangan lupa Like dan Vote yaπŸ™ Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi AuthorπŸ€—

__ADS_1


__ADS_2