CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 25


__ADS_3

Alarik menyadari jika dirinya hanya dikerjai oleh Kaysa, tapi dia merasa terpancing dan merasa gerah.


“Kaysa ini sikapnya masih saja suka iseng, dia tidak sadar jika kelakuannya itu bisa menyiksaku,” batin Alarik sambil mengerjakan pekerjaannya.


Kemudian Alarik teringat sesuatu, seminggu lagi adalah ulang tahun Kaysa dan Syadev.


“Mumpung hari ini ada waktu, sebaiknya aku mencari hadiah untuk mereka berdua,” bisik Alarik pada dirinya sendiri.


Kemudian terdengar suara pintu diketuk, lalu muncul sosok Orlin dengan senyuman yang indah.


“Bos, tadi kamu belum makan siang kan?” tanya Orlin.


Karena berjam-jam tadi Alarik mengobrol dengan Kaysa, dirinya sampai lupa makan.


“Iya, kamu sudah makan belum?” ucap Alarik balik bertanya.


“Belum,” jawab Orlin tertawa, karena gadis itu memang sejak tadi menunggu bosnya.


“Ayo kalau begitu, kita makan sama-sama,” ajak Alarik.


Dengan senang hati Orlin mengikuti Bosnya dan berjalan beriringan.


Meskipun Alarik baru beberapa hari menjabat sebagai pemimpin, rupanya dalam waktu singkat itu sudah membuat bawahannya merasa segan dan hormat. Sebab Alarik memiliki wibawa dan kharisma yang kuat.


Saat Alarik dan Orlin berjalan keluar, semua menganggap jika mereka berdua memiliki hubungan yang khusus.


“Mereka sangat cocok, tampan dan cantik.”


“Katanya mereka adalah sahabat dari kecil dan pernah tinggal bersama saat Bos kita sekolah di London.”


“Mungkin sebentar lagi akan ada pengumuman pernikahan mereka.”


Alarik sama sekali tidak peduli dengan bisikan-bisikan karyawannya, sedangkan Orlin merasa sangat senang.


Di kantin pun Alarik dan Orlin juga menjadi pusat perhatian, mereka menganggap jika Alarik dan Orlin memiliki hubungan khusus. Karena setiap makan selalu berdua.


“Setelah ini aku tidak ada jadwal pertemuan kan?” tanya Alarik.


“Tidak, memangnya ada apa?” tanya Orlin penasaran.


“Seminggu lagi ulang tahun Kaysa dan Syadeva, aku ingin membeli kado untuk mereka,” jawab Alarik santai.


“Aku ikut ya? Aku juga mau membeli kado untuk mereka,” pinta Irlin semangat.


Alarik hanya bisa mengiyakan, karena dia tidak punya alasan untuk menolak.


Setelah pulang dari kantor mereka segera menuju Mall terbesar di kota itu.


“Kamu mau beli apa?” tanya Orlin.


“Aku ingin kalung permata untuk Kaysa dan jam tangan untuk Syadev,” jawab Alarik.


“Syadev suka olah raga, aku ingin memberi dia sepatu. Tapi kalau Kaysa apa ya? Aku bingung,” ucap Orlin sambil melihat-lihat sekelilingnya.


“Kaysa suka sekali dandan, bagaimana kalau seperangkat alat make up saja,” ujar Alarik memberi saran.


“Itu ide bagus,” jawab Orlin senang.


Semua sudah terbeli kecuali kalung untuk Kaysa. Alarik ingin memilih hadiah terbaik bagi kekasihnya itu.


“Selamat datang Tuan, Nyonya. Perhiasan di sini adalah model terbaru, silahkan pilih sesuai selera Anda,” ucap penjaga toko dengan ramah.


“Aku ingin kalung terbagus dan hanya ada satu model saja,” jawab Alarik.


“Kebetulan, pagi ini ada kalung Impor dari Paris. Hanya ada satu model sesuai keinginan Anda,” jawab pelayan itu sembari memperlihatkan kalung tersebut.


Alarik langsung merasa cocok karena bandulnya berbentuk hati yang tengahnya ada permata.


“Apa bandulnya bisa di ukir nama? Di bagian sisinya,” tanya Alarik.


“Sepertinya masih bisa, coba saya tanyakan dulu,” jawab pelayan itu.


Beberapa saat kemudian penjaga itu kembali sambil membawa kalung yang disukai Alarik.


“Masih bisa, tapi jadinya menunggu tiga hari lagi,” jawab pelayan itu tersenyum ramah.


“Tidak apa-apa, beri nama Alkay ya!” perintah Alarik tersenyum puas.


Alarik langsung menyelesaikan administrasinya, dia tidak peduli jika harus mengeluarkan uang yang besar. Baginya kebahagiaan Kaysa tidak ternilai harganya.


Setelah itu Alarik mengajak sahabatnya pulang. Di perjalanan Orlin tertawa sendiri membuat Alarik merasa heran.


“Kamu kenapa?” tanya Alarik heran.


“Tidak, kamu ini sebagai Kakak tapi sangat romantis pada adik sendiri,” kata Orlin masih tertawa.


Alarik sama sekali tidak ikut tertawa, karena dia bingung sendiri mau menjelaskan bagaimana.


“Orlin, sebenarnya Kaysa sudah tahu sejak lama jika aku bukan kakak kandungnya,” jawab Alarik pelan-pelan.


“Iyakah? Syukurlah kalau begitu, meskipun bukan saudara kandung tapi hubungan kalian masih baik,” ungkap Orlin ikut bahagia.


Baru saja Alarik ingin memberi tahu jika hubungan dia dan Kaysa bukan sebatas kakak adik. Namun niatan itu terpotong karena ada telepon masuk di ponsel Orlin.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Mengenai rancangan pesta ulang tahun semua diatur oleh Kaysa sendiri, karena saudara kembarnya itu sama sekali tidak tertarik.


“Semua terserah kamu, yang terpenting jangan merencanakan sesuatu yang konyol. Aku tidak mau dipermalukan,” ujar Syadev.


“Iya, kali ini pestanya bikin kamu puas,” jawab Kaysa riang.


Syauqi dan Zhia juga hanya diam sebab percuma memberi saran karena pada akhirnya tetap keputusan Kaysa sendiri yang dipilih.


“Mau mengundang berapa orang?” tanya Zhia penasaran.

__ADS_1


“Teman sekelas SD, SMP dan untuk Teman SMA seluruh angkatan mau aku undang,” jawab Kaysa antusias.


“Teman sekelas saja, aku tidak mau terlalu ramai. Lagi pula kita juga tidak kenal mereka,” sergah Syadev.


“Baiklah, kalau begitu untuk teman SMA hanya sekelas saja. Tapi kalau semua guru tidak apa-apa kan?” ucap Kaysa.


“Terserah, urus saja sendiri,” jawab Syadev langsung beranjak pergi keluar rumah.


“Dasar pemalas,” umpat Kaysa kesal.


Kaysa langsung beralih menatap kedua orang tuanya.


“Bolehkan?” rayu Kaysa.


“Iya,” jawab Syauqi dan Zhia tersenyum ramah.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Satu Minggu kemudian Acara yang sudah dirancang Kaysa tiba, pestanya sangat mewah dan berkelas sesuai keinginan Kaysa.


Teman-teman sekelas Kaysa di SMA tidak menyangka jika Si kembar itu anak dari orang yang sangat kaya raya.


Bahkan guru-guru juga senang bisa bertemu dengan Tuan Syauqi Malik yang namanya terkenal di publik sebagai pengusaha tersukses secara langsung.


Darren hadir bersama Zahra, mereka terlihat lebih akrab dibanding sebelumnya.


Gio juga datang bersama Yuki. Kali ini senyuman manis Ketua OSIS itu lenyap karena malam ini adalah hari terakhir dirinya bertemu Kaysa.


Sedangkan Yuki juga tidak kalah terkejut, kakak kelas Kaysa itu tidak mengira jika Kaysa adalah anak orang terkaya. Yuki semakin bersemangat supaya bisa mendapatkan Alarik.


Malam semakin larut, setelah acara pemotongan kue selesai semua sibuk dengan obrolan masing-masing sambil menikmati hidangan.


Acara dilangsungkan di halaman belakang rumah yang dekat dengan Kolam renang.


Tidak ada lampu yang menyala, penerangan hanya dari lentera yang dipasang di pinggir kolam renang, ada sebagian yang gantung di langit-langit sehingga suasana terlihat syahdu.


Di atas kolam juga ditaburi bunga mawar dengan ribuan lilin yang berjejer membentuk huruf Kaysa dan Syadev.


Semua sangat takjub menghadiri pesta tersebut. Karena hidangannya juga enak-enak.


“Putrimu memang sangat berbakat dalam hal perencanaan,” puji Dony.


“Kamu harus lihat dulu siapa Ayahnya dong!” balas Syauqi bangga.


Dony hanya membenarkan, karena sahabatnya itu memang hebat dalam segala hal. Jadi tidak heran jika keturunannya juga sama hebatnya.


Malam semakin larut, acara selanjutnya diisi band yang sedang populer di masa itu.


Semua orang fokus ,menikmati hiburannya tersebut.


Darren sedang berduaan dengan Zahra, sedangkan Syadev di pojok kursi bersama Anggun.


“Syadev, padahal kamu yang ulang tahun. Tapi kenapa malah kamu yang memberikan gaun ini kepadaku,” ucap Anggun tersenyum senang.


“Itu dari Kaysa, aku hanya membantu mengantarkannya saja “ jawab Syadev berbohong.


“Aku tahu, Syadev. Kamu sebenarnya memang orang yang baik. Hanya saja kamu malu mengakuinya,” batin Anggun.


Syadev memandang ke arah lain, berharap kegugupannya tidak terlihat oleh Anggun.


“Cara terbaik mencintainya hanya dengan perhatian secara diam-diam. Mengungkapkan perasaanku padanya secara langsung juga percuma, karena aku tahu dia sedang fokus belajar. Jadi aku berharap dia bisa menyadari perasaanku lewat sikapku,” bisik Syadev dalam hatinya sendiri.


Kaysa yang sedang bersama Orlin juga ikut tertawa melihat Syadev yang mulai berani mendekati gadis.


“Di antara banyak gadis cantik tapi Syadev pemilih gadis sederhana,” ucap Orlin.


“Mungkin karena Anggun cerdas dan pendiam, lebih tepatnya tidak menyebalkan seperti aku,” balas Kaysa yang langsung disambut tawa renyah sahabat Alarik itu.


“Pestamu sangat megah, sayang Alarik tidak datang ke sini,” ucap Orlin sedih.


“Iya, kado saja juga tidak memberi,” sungut Kaysa kesal.


“Kalau soal Hadiah kamu jangan khawatir, karena kemarin sudah menyiapkan,” jawab Orlin menghibur.


“Kenapa tidak dititipkan kepada Kak Orlin saja?” tanya Kaysa yang cemberut.


“Entahlah! Mungkin dikasihkan sendiri besok,” jawab Orlin mengira-ngira.


“Mana mungkin Kak Al akan ke sini,” ujar Kaysa tak percaya.


Orlin sendiri juga merasa heran, Alarik bilang tidak bisa ke sini tapi hadiahnya juga tidak di titipkan padanya.


Tiba-tiba Gio dan Yuki mendatangi Kaysa, dia tahu jika ada sesuatu penting yang akan diucapkan oleh Ketua OSIS tersebut.


“Kak Orlin, aku tinggal dulu ya?” ucap Kaysa.


“Iya,” jawab Orlin ramah.


Kaysa dan Gio berjalan ke taman depan rumah yang tidak ada orang di sana.


Sedangkan Orlin tinggal berduaan dengan temannya Kaysa tersebut.


“Kamu teman kelasnya Kaysa?” tanya Orlin.


“Tidak, Kak. Saya kakak kelasnya,” jawab Yuki ramah.


“Pemuda tadi itu juga Kakak kelas?” tanya Orlin penasaran.


“Iya, namanya Gionino. Pacarnya Kaysa,” jawab Yuki santai.


“Oalah, baru tahu kalau Kaysa sudah punya pacar,” cetus Orlin tertawa lirih.


“Anda ini saudaranya Kaysa, Kak?” tanya Yuki yang gantian penasaran.


“Sebenarnya tidak, tapi keluarga kita dekat sudah seperti saudara,” jawab Orlin ramah.

__ADS_1


“Kenapa Kakaknya Kaysa tidak terlihat ya?” tanya Yuki malu-malu.


“Maksudmu Alarik? Dia tidak bisa datang. Apa kamu juga mengenalnya?” tanya Orlin heran.


“Sebatas tahu, dulu saat ulang tahunku Kaysa datang bersama Kakaknya. Tapi waktu itu Kaysa bilang jika Kak Alarik adalah tunangannya,” cerita Yuki panjang lebar.


Orlin yang mendengarnya langsung tertawa, gadis itu tahu jika Adik Alarik memang suka sekali iseng dan mengerjai orang.


Orlin dan Yuki terus Asyik membicarakan tingkah Kaysa yang membuat heboh di sekolah dari MOS sampai waktu jadian dengan Ketua OSIS.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Di taman sangat sepi, hanya ada Kaysa dan Gio yang sedang duduk di ayunan.


“Terima kasih, Kaysa. Karena selama seminggu ini sudah memberikan kenangan indah bagiku. Sekarang aku ingin berpamitan padamu, semoga di masa depan kita bisa bertemu lagi,” ucap Gio.


“Jangan bilang terima kasih, seharusnya aku yang meminta maaf karena sudah menyakitimu. Semoga kelak Kak Gio bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik dariku,” jawab Kaysa merasa bersalah.


“Tidak ada wanita yang lebih baik darimu Kaysa, dan aku masih ingin tetap menantimu. Jika suatu saat kamu terluka, datanglah padaku. Aku akan selalu menyambutmu dengan hati yang bahagia,” kata Gio serius.


Kaysa hanya terdiam karena tidak tahu apa yang harus dikatakan, ucapan Gio barusan sudah cukup membuat dirinya tidak berkutik.


“Selamat tinggal, Kaysa. Ini hadiah terakhirku padamu,” kata Gio sambil memberikan kalung dan memakaikannya pada Kaysa.


Saat itu Kaysa tidak bisa menolak, dia tidak tega melihat Gio yang meneteskan air mata sambil berlalu pergi.


“Maafkan aku,” lirih Kaysa.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Alarik tahu jika dia sudah berjanji untuk tidak menemui Kaysa sampai gadis itu lulus sekolah. Namun Alarik tahu jika persyaratan itu di berikan Bundanya sebenarnya agar mereka berdua terhindar dari dosa.


Alarik berniat datang ke pesta ulang tahun Kaysa secara diam-diam. Namun kedatangannya hanya sekedar memberi hadiah secara langsung kemudian langsung pulang.


Alarik memberikan sepucuk surat untuk diberikan pada Kaysa lewat pelayan, sedangkan dirinya sendiri bersembunyi di balik pohon.


Tapi dia kaget karena ternyata Kaysa tidak datang seorang diri, melainkan bersama pacarnya.


“Gadis kecil ini memang luar biasa, setiap kali aku ingin memberi kejutan tapi justru aku yang dibuat terkejut,” batin Alarik kesal.


Alarik bisa mendengar semua perbincangan Kaysa dan Gio, dia sangat sakit dan cemburu jika ternyata Kaysa masih berhubungan dengan pacarnya.


Setelah Kepergian Gio, Alarik langsung muncul di belakang Kaysa.


“Tidak ku sangka aku diselingkuhi oleh anak kecil. Eh salah, akulah yang dijadikan kedua,” ucap Alarik dingin.


Kaysa sangat terkejut, karena tiba-tiba mendengar suara Alarik.


“Kak Al, katanya tidak bisa datang?” pekik Kaysa yang merasa cemas.


“Aku jauh-jauh datang ke sini, sampai melanggar janjiku pada Bunda demi dirimu, tapi kamu malah memperlakukan aku seperti ini,” kata Alarik masih dingin.


Alarik sosok yang rasional dan pembawaan tenang, tapi entah kenapa hatinya yang dilukai Kaysa membuat dirinya tidak bisa berpikiran waras.


Alarik berniat pergi, tapi Kaysa mengejar pemuda tersebut.


“Aku belum menjelaskan apa-apa, kenapa Kak Al sudah mau meninggalkan aku?” tanya Kaysa menangis.


“Apa yang mau dijelaskan? Kamu mau mengatakan jika kamu dan Gio belum putus dan sering jalan berduaan?” Sergah Alarik kesal, tapi masih mengontrol suaranya supaya tidak meledak.


Kaysa sendiri tidak tahu lagi harus menjelaskan dari mana, yang dia pikirkan hanyalah langsung memeluk tubuh gagah Kekasihnya dan mencium bibir Alarik dengan penuh perasaan.


Alarik terkejut, walaupun dalam hatinya sudah bertekad untuk tidak menyentuh gadis itu, tapi di saat yang seperti ini tubuhnya tidak bisa menolak.


Alarik diam, tapi Kaysa semakin mempererat pelukannya dan mencium Alarik lebih dalam lagi.


Alarik kalah, kenikmatan yang diberikan Kaysa membuat dirinya terlena dan terbius. Dia langsung membalas ciuman Kaysa penuh gairah, kelembutan dan rasa manis bibirnya Kaysa membuat Alarik sangat ketagihan.


Cukup lama mereka berciuman, sampai akhirnya Alarik bisa menguasai dirinya sendiri.


Takkk....


Alarik menjitak kepala Kaysa lumayan keras, dan gadis itu hanya meringis saja.


“Anak nakal,” umpat Alarik kesal.


“Percayalah, aku hanya mencintai Kak Al. Tentang Kak Gio memang keadaannya sulit untuk kuhindari. Tapi setelah hari ini dia akan pergi dari kehidupanku,” rengek Kaysa.


Alarik langsung luluh dengan tatapan iba dan suara manja Kaysa. tanpa menjawab apapun, Alarik menarik kalung dari Gio sampai putus, kemudian melemparnya ke pepohonan.


Kaysa diam tanpa melawan, tapi kemudian Alarik memakaikan kalung darinya ke leher Kaysa.


“Kamu hanya boleh memakai sesuatu dariku, bukan dari lelaki lain,” kata Alarik lembut.


“Iya, aku janji,” jawab Kaysa terharu.


“Aku pulang dulu ya?” kata Alarik kemudian.


“Apa ?” pekik Kaysa kaget.


“Iya, niatku ke sini hanya memberi hadiah ini lalu pulang,” jawab Alarik.


“Tidak!” Kaysa langsung memeluk Alarik dengan erat.


Alarik hanya mengatur napasnya supaya bisa mengendalikan dirinya sendiri, sesungguhnya dia juga berat berpisah dengan Kaysa.


“Cepat tumbuh besar, Kaysa. Agar aku bisa secepatnya menghalalkanmu,” batin Alarik sambil melepaskan pelukannya.


“Sabar ya? Kak Al harus pulang sekarang, takut nanti ketahuan Ayah dan Bunda,” kata Alarik mengusap lembut kepala Kaysa. Kemudian meninggalkan gadis itu seorang diri.


Kaysa masih berdiri mematung untuk waktu yang lama, sampai pundaknya di tepuk lembut oleh seseorang dari belakang.


“Kak Orlin, bikin kaget saja,” pekik Kaysa.


Tapi Orlin justru tercengang saat melihat kalung Kaysa.

__ADS_1


**Terima kasih sudah Like dan Vote, dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.


Bagi yang belum janga lupa ya🙏**


__ADS_2