CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 17


__ADS_3

Kaysa merasa kesepian karena terkurung di kamarnya seorang diri.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi karena ada panggilan video masuk dari Kakak pertamanya.


"Assalamu'alaikum," ucap Alarik manis.


"Wa'alaikumsalam," jawab Kaysa dengan wajah masam.


"Kenapa wajahmu jelek seperti itu?" goda Alarik.


"Aku bosan, serasa di dalam penjara," jawab Kaysa manja.


"Bunda di mana?" tanya Alarik.


"Katanya nenek sakit, jadi Bunda segera ke sana dengan Ayah. Sedangkan aku di larang ikut " jawab Kaysa dengan tampang memelas.


"Maafin Kakak ya, karena tadi pagi terpaksa ninggalin kamu?" ucap Alarik tulus.


"Tidak apa-apa, Kak Alarik juga punya kewajiban sendiri," jawab Kaysa ceria.


"Ya sudah Kak Alarik kerja dulu ya, biar nggak bosan sebaiknya belajar saja!" tutur Alarik lembut.


"Kaysa langsung mematikan ponselnya tanpa mengucapkan salam.


"Aku baru sadar kalau ternyata Kak Alarik sangat tampan. Sikapnya juga hangat membuat aku merasa nyaman. Tapi sayang bagaimanapun juga dia sekarang tetap menjadi Kakakku. Apalagi Kak Al dan Kak Orlin terlihat saling menyukai. Aku tidak mau menjadi orang bodoh di antara mereka," batin Kaysa.


Ponsel Kaysa berbunyi lagi, kali ini ada pesan masuk dari Darren.


Darren


Aku tahu kamu pasti bosan🀣 sepulang sekolah aku akan ke rumah kamu. Mau dibawain apa?


Kaysa


ice cream rasa coklat dan Vanila


Darren


Siap! Ada lagi?


Kaysa


Keripik singkong di kantin yang rasa balado


Darren


oke-okeπŸ€—


Beberapa detik kemudian juga masuk satu pesan dari Kakak pertamanya.


Kak Alarik


Kalau Kakak pulang mau minta oleh-oleh apa?


Kaysa


Pangeran yang tampan


Alarik


Apakah ada yang lebih tampan dari Kakak?


Kaysa


Ada,


Ayah yang paling tampan di dunia.


Alarik


Kalau itu Kakak menyerah😭


Kaysa


Aku ingin Skincare dari produk Guerlain Paris sajaπŸ€—


Alarik

__ADS_1


Wah, itu harganya mahal sekali! Bahkan Kak Al belum dapat gajian karena belum mulai bekerja di kantor.


Kaysa


Ya sudah


Kaysa senyum-senyum sendiri mendapat pesan dari Kakaknya.


"Aku berharap kelak bisa bertemu dengan seseorang yang memiliki kepribadian sabar seperti Kak Al," batin Kaysa sambil mengambil buku paket sekolah.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Alarik tersenyum sendiri, karena tumbenan adiknya itu meminta barang padanya. Biasanya hanya sekedar makanan.


Alarik tahu jika harga scincare itu mahal, tapi baginya tidak masalah untuk membuat bahagia adiknya itu.


"Kaysa dari kecil sudah terbiasa hidup mewah. Kelak untuk membahagiakannya aku harus bekerja lebih keras lagi supaya bisa mendapatkan kembali hakku yang di curi," batin Alarik dengan tekad yang kuat.


Hari ini Alarik sudah bersiap ke kantor Mandala.


Seperti yang sudah diduga, kedatangannya ke perusahaan tersebut membuat Omnya sangat terkejut.


"Selamat siang, Om Faisal. Kita akhirnya bertemu lagi setelah sekian tahun tidak berjumpa," sapa Alarik dengan nada yang sopan.


"Kamu Alarik? Wah kamu sudah sebesar ini, selama ini kamu kemana saja?" tanya Faisal berpura-pura ramah dan senang.


"Aku belajar di luar negeri, Om Faisal," jawab Alarik santai.


Kemudian datang seorang pemuda yang usianya beberapa tahun lebih tua dari Alarik.


"Reki, sambut adik sepupumu. Dia adalah Alarik yang selama ini kita cari," ucap Faisal pada putranya.


"Dicari untuk disingkirkan? Tapi sekarang aku tidak selemah dulu saat masih kecil, Om," batin Alarik menyeringai.


"Oh, Kamu. Ternyata masih hidup! Aku kira kamu sudah mati karena bertahun-tahun tidak pulang," jawab Reki tanpa basa-basi.


"Tentu saja aku harus tetap hidup, karena aku satu-satunya penerus Ayahku untuk menjalankan perusahaan Mandala ini," sindir Alarik.


Reki tersenyum jahat, pemuda itu tidak bisa menyembunyikan kebenciannya pada Alarik.


"Tapi kamu harus ingat! Saham milikmu tidak sebanding denganku, jadi akulah yang lebih berkuasa," tegas Reki.


"Kalian ini bersaudara, sama-sama keturunan Keluarga Mandala. Tidak baik jika bertengkar seperti ini. Lagi pula ini pertemuan pertama setelah Alarik menghilang, sebaiknya Alarik mampir ke rumah dulu yuk? Tantemu sangat merindukanmu," bujuk Faisal.


"Bukankah justru Tante Sulis seseorang yang paling ingin menyingkirkan aku? Sungguh akting yang buruk," batin Alarik tersenyum kesal.


"Maaf, Om Faisal. Hari ini ada perkumpulan pemilik saham, dan aku akan hadir dalam rapat. Permisi," jawab Alarik berlalu pergi.


"Pa, tidak ku sangka dia datang lagi," cetus Reki penuh amarah.


"Kamu jangan khawatir! Papa sudah bertahun-tahun memegang kekuasaan di dini. Itu tidak akan mudah baginya untuk menggeser posisi Papa," jawab Faisal tertawa puas.


Sepuluh menit kemudian acara rapat di mulai, hampir semua orang merasa asing dengan kehadiran Alarik.


"Perkenalkan, nama saya adalah Alarik Mandala. Saya putra dari Pemilik sah Perusahaan Mandala, tapi karena orang tua saya meninggal secara mendadak dan pada saat itu saya masih kecil jadi saya di kirim ke luar negeri untuk belajar dulu. Karena saya sekarang sudah kembali maka Saya akan mengambil apa yang sudah menjadi hak saya!" Kata Alarik tegas dan berwibawa.


"Tidak semudah itu, waktu sudah berlalu dan sekarang Tuan Faisal memiliki saham yang lebih besar dari Anda. Dan usia Anda juga terlihat masih muda, kami semua ragu jika perusahaan ini di pimpin oleh Anda," jawab salah satu pemegang saham yang berpihak pada Faisal.


Reki tersenyum mengejek, sedangkan Alarik duduk dengan tenang.


Kemudian Syarif berdiri dan menyuarakan pendapatnya.


"Mohon tenang semuanya! Sebenarnya saham 25 persen atas nama saya adalah milik Tuan Syauqi Malik. Beliau mengutus saya untuk menyerahkan semuanya pada Putra angkatnya, yaitu Tuan Alarik Mandala. Jadi sekarang Tuan Alarik memiliki saham sebesar 55 persen," kata Syarif tegas.


Semua terkejut, apalagi Faisal dan Reki.


"Tapi Alarik masih muda! Bagaimanapun juga dia belum bisa dipercaya untuk memimpin perusahaan Mandala," kata Faisal yang mulai emosi.


"Bagaimana menurut Anda Dewan Direksi?" tanya Syarif pada sesepuh yang dari tadi hanya menyimak.


"Semua tahu siapa Tuan Syauqi Malik. Saya sendiri sangat mengagumi kinerjanya dalam dunia bisnis. Karena Alarik sejak kecil di asuh Tuan Syauqi Malik maka saya percaya jika Alarik pasti mampu mengemban tanggung jawab ini," jawab Dewan Direksi dengan senyuman tulus.


Faisal menggebrak meja dan keluar dari ruangan rapat, sedangkan Reki menantap tajam ke arah Alarik.


"Mari kita sambut pemimpin baru kita," ucap yang lainnya, mereka lebih memilih mengamankan diri sendiri dari pada mencari masalah. Apalagi di belakang Alarik ada dukungan dari Syauqi Malik.


"Terima kasih, Ayah. Karena sudah membantuku sampai sejauh ini. Papa, Mama. Akhirnya perusahan ini menjadi milik kita lagi, aku akan menjaganya karena ini adalah satu-satunya peninggalan dari kalian. Aku bersyukur, karena perjuanganku selama bertahun-tahun ini tidak sia-sia," bisik Alarik dalam hati. Air matanya sampai menetes mengingat luka hatinya di masa lalu yang sangat pedih.

__ADS_1


Namun ketika muncul bayangan Kaysa yang lincah dan manja membuat Alarik bisa tersenyum lagi.


"Terimakasih, Adik kecilku. Karena kamu aku selalu termotivasi untuk menjadi sukses," batin Alarik bahagia.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Di sekolah


Bel tanda jam pelajaran berakhir berbunyi. Semua murid SMA Nusantara berhamburan seperti burung merpati yang terlepas dari sangkarnya.


Ponsel Syadev bergetar karena ada pesan masuk dari Darren.


Darren


Aku dan Zahra pulang duluan, karena harus mencari oleh-oleh untuk Kaysa dulu. Tolong belikan Keripik singkong rasa balado di Kantin ya! Tadi aku lupa😜


Syadev


ok


Kemudian Syadev mendatangi Anggun yang masih memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.


"Aku ke kantin dulu, kamu tunggu di parkiran ya!" kata Syadev sedikit lembut.


"Iya," jawab Anggun yang mulai gugup.


Syadev memang berwajah tampan, dengan rambut pirangnya membuat penampilannya semakin menarik. Namun Anggun selalu sadar diri, gadis itu tidak ingin terjebak dalam cinta yang bertepuk sebelah tangan.


"Aku tidak boleh memikirkan sesuatu yang hanya membuat aku menjadi lemah. Aku harus fokus belajar agar kelak menjadi orang sukses dan tidak diremehkan orang lain lagi," gumam Anggun pada diri sendiri.


Namun di saat gadis itu mau keluar dari ruang kelas, tiba-tiba datang Siska dan Maya.


Kedua gadis tersebut langsung menyeret Anggun masuk ke dalam kelas lagi. Kemudian Maya menutup pintu kelas dari dalam.


"Rupanya kamu punya keberanian ya! Dulu merebut pacarku dan sekarang merebut gebetanku," sindir Siska sambil mencengkeram dagu Anggun.


"Aku tidak pernah merebut siapapun! Dulu Kak Teguh adalah teman aku di panti, kami seperti kakak adik. Mengenai dia memutuskanmu itu bukan salahku. Tapi dirimu sendiri yang berkelakuan buruk," jawab Anggun sambil melepaskan tangan Siska.


"Wah, sekarang sudah berani melawan. Apa karena punya teman Kaysa kamu jadi berlagak?" bentak Siska.


"Selama ini aku mengalah karena aku tidak mau bermasalah, tapi perbuatanmu kali ini sudah sangat keterlaluan!" jawab Anggun.


Maya yang dari tadi hanya menonton ikut tidak tahan dengan sikap Anggun yang melawan, gadis itu langsung maju dan menampar wajah Anggun dengan keras.


Anggun memegangi wajah sebelah kirinya yang terasa panas.


"Gadis rendahan sepertimu memang pantas mendapatkannya," bentak Maya tersenyum puas. Siska ikut tertawa.


"Aku tidak peduli lagi dengan masa lalu. Yang terpenting mulai sekarang jangan pernah dekati Syadev lagi! Kalau kamu masih berani kamu akan tanggung sendiri resikonya," ancam Siska.


"Aku tidak pernah mencoba mendekati Syadev, tapi karena aku memang bekerja sebagai guru les Adiknya syadev," jawab Anggun membela diri.


"Apa? Berani-beraninya kamu..." Siska sudah mengangkat tangannya untuk melayangkan tamparan lagi, tapi tangannya terhenti karena suara tendangan dari pintu luar.


"Dasar sampah!" ejek Syadev dengan tatapan dingin.


Siska dan Maya sangat ketakutan, kedua gadis itu tidak mengira jika Syadev kembali ke kelas.


"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan," ucap Siska terbata.


"Aku tidak punya waktu untuk berurusan denganmu! Lebih baik aku serahkan saja pada guru," jawab Syadev dingin.


"Tapi aku menyukaimu, Syadev! Aku melakukan semua ini karena cemburu padanya," ucap Siska memohon.


"Aku tidak tertarik pada mahluk mengerikan sepertimu! Dan dengarkan baik-baik, Anggun adalah pacarku! Jika kamu berani menyentuh rambutnya saja aku akan membalas seratus kali lipat," ucap Syadev sambil menarik lengan Anggun.


Seperti tersambar petir di siang bolong, Siska dan Maya sangat kaget. Terlebih lagi Anggun yang hatinya menjadi berdebar-debar karena ucapan Syadev barusan.


Sampai di luar kelas, Syadev melepaskan genggamannya. Kemudian menyerahkan bungkusan plastik yang cukup besar itu pada Anggun.


"Bawakan ini! Dan apa yang aku ucapkan barusan jangan dipikirkan!" kata Syadev dingin.


"Iya, aku tahu niatmu hanya menolong aku. Karena aku sadar siapa diriku ini," jawab Anggun gugup.


Syadev hanya diam dan berjalan selangkah mendahului Anggun.


"Bodoh sekali, kenapa tadi mulutku sampai berkata seperti itu. Dan anehnya saat aku di kantin hatiku seakan menyuruhku kembali ke dalam kelas," batin Syadev yang sedang kebingungan.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah Like dan Vote. Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.


Bagi yang belum jangan lupa yaπŸ™ Beri rating bintang 5 jugaπŸ€—


__ADS_2