
Sesampainya Zhia dan Nayla di rumah sakit. Di sana ada Abah dan uminya Iyas yang sedang membujuk putera semata wayangnya untuk makan.
"Assalamu'alaikum," salam Zhia dan Nayla.
"Wa'alaikum salam," jawab kedua orang tua Iyas bersamaan.
Wajah mereka berubah cerah melihat kedatangan Zhia, karena mereka tahu jika gadis cantik ini adalah orang yang paling disayangi Iyas.
"Nak Zhia, akhirnya kamu datang juga. Cobalah bujuk Iyas supaya mau makan," pinta uminya Iyas.
"Iya, Umi."
Zhia langsung mendekati Iyas yang sedang berbaring dan melamun.
"Mas Iyas, ini Zhia."
Mendengar suara lembutnya Zhia, Iyas menolehkan wajahnya, kemudian mata kosongnya berpaling lagi.
Zhia merasa sedih, dia menyalahkan dirinya sendiri telah membuat orang yang selama ini selalu melindunginya menjadi terpuruk.
Zhia membuka tempat buburnya mencoba membujuk Iyas lagi.
"Mas Iyas, buka mulutmu... biar Zhia suapi ya," ucap Zhia lembut.
Iyas tak menoleh. Namun mulutnya terbuka membuat semua orang merasa senang. Zhia menyuapi pemuda itu sedikit demi sedikit .
Setelah makan lumayan banyak Iyas berbaring dan tidur.
"Nak Zhia, Abah dan Umi sangat berterimakasih karena bisa membuat Iyas mau makan. Abah bolehkan minta tolong lagi supaya Nak Zhia bisa sering kesini. Biar Iyas bisa kembali seperti semula lagi," pinta Abahnya Iyas.
Usianya seumuran dengan Ayahnya Zhia.
Mereka dulunya adalah sahabat semasa mencari ilmu di pesantren. Mendengar Suara Abahnya Iyas membuat Zhia teringat akan almarhum ayahnya.
"Insyaalloh Zhia usahain, Abah. Setiap jadwal makannya Mas Iyas, Zhia akan ke sini," jawab Zhia menenangkan orang tua Iyas.
Nayla sedari tadi hanya menyimak, gadis itu melihat hubungan Zhia dan kedua orang tua Iyas sangat baik. Nayla menjadi minder karena keluarga Iyas alim dan santun sedangkan dirinya sendiri sama sekali tidak tau ilmu agama.
"Abah... Umi... Zhia pamit pulang dulu ya, takut ibu khawatir karena tadi belum sempat minta Izin kesini," kata Zhia.
Walaupun terasa berat meninggalkan Iyas, Namun dia juga menghawatirkan ibunya.
"Iya nak, hati-hati di jalan ya," jawab Uminya Iyas.
"Assalamu'aikum," ucap Zhia.
"Wa'alaikum salam," jawab kedua orang tua Iyas bersamaan.
Selepas Zhia dan Nayla berpamitan mereka segera keluar.
"Aku merasa sangat minder," cetus Nayla.
"Minder kenapa?" tanya Zhia penasaran.
__ADS_1
"Keluarga Iyas sangat alim sedangkan aku...?" raut wajah Nayla tampak kecewa.
"Masih ada kesempatan untuk berubah dan belajar ilmu agama," ucap Zhia memberi semangat.
Dia tersenyum senang jika melihat seseorang yang punya niat untuk menjadi lebih dekat dengan Alloh.
Sesampainya di parkiran Nayla dan Zhia kaget karena ada seorang pemuda sangat tampan sedang bersandar di mobil Nayla.
Pemuda memakai celana pendek selutut warna hitam dipadu kaos putih. Di tambah kaca mata hitam yang membuat pemuda itu semakin keren.
Pemuda itu tersenyum sangat manis membuat Nayla terpesona.Namun tidak dengan Zhia, dia justru merasa ketakutan.
"Tidakkah kamu kenalkan aku pada temanmu?" kata Syauqi menggoda Zhia.
"Nayla, perkenalkan dia adalah Syauqi Malik, calon suamiku," ucap Zhia tersenyum canggung.
"Calon suami? Apakah barusan aku mengatakannya?" batin Zhia yang langsung memerah wajahnya ketika menyadari.
Syauqi menahan tawa bahagia, karena Zhia yang lugu dan polos ini selalu memerah wajahnya ketika merasa malu.
"Perkenalkan saya Nayla, teman barunya Zhia," ucap Nayla.
Mata gadis itu hampir tak berkedip menatap ketampanannya Syauqi. Hidung mancung, bibir sexi. kulitnya putih bersih dan tubuhnya juga gagah tinggi.
"Baiklah, Nayla. Biar Zhia pulang bersamaku ya, kamu hati-hati di jalan," ucap Syauqi.
Tangan Syauqi menarik lembut tangan Zhia masuk kemobil mewahnya.
"Busyett... gantengnya kelewatan, beruntung amat ya nasib Zhia jadi cewek cantik direbutin cowok cakep-cakep," gumam Nayla pada dirinya sendiri.
kemudian gadis itu masuk ke mobilnya sendiri dan pergi melewati mobil Syauqi yang masih berhenti.
Di dalam mobil Zhia dan Syauqi sama-sama diam. Lima menit kemudian Syauqi baru menjalankan mobilnya. Namun bukan kearah rumah Zhia.
Zhia merasa heran karena tadi Syauqi terlihat riang di depan Nayla kenapa sekarang jutek lagi? Zhia memang tak pernah bisa menebak hati Syauqi yang sering berubah- rubah.
Zahia berusa membiasakan diri karena sebentar lagi mereka akan menikah.
Lima belas menit kemudian Syauqi mendengus kesal dan menghentikan mobilnya.
"Tidakkah kamu mau menjelaskan sesuatu?" tanya Syauqi dengan wajah dinginnya.
"Apa yang perlu aku jelaskan jika Mas Syauqi sendiri sudah tahu jawabannya dari penguntit yang dikirim," balas Zhia tak kalah merasa sebal.
"Aku tak mengirim penguntit, aku hanya menyuruh seseorang melindungimu dari jauh ketika aku tak di sini," ujar Syauqi.
Pemuda itu tidak menyangka jika ternyata Zhia sudah mengetahui.
Zhia hanya diam, karena dia tak pandai untuk berdebat. Apalagi melawan Syauqi yang ahli dalam berbicara.
"Selama tiga hari aku di Singapura sama sekali kamu nggak menghubungiku, ku telpon tidak diangkat. aku mengirim pesan juga tidak dibaca. Bahkan aku malah mendapat kiriman video kamu sedang bermesraan dengan Iyas," cetus Syauqi melirik ke Zhia.
Zhia mulai marah karena dituduh bermesraan.
__ADS_1
"Siapa yang bermesraan? Aku menyuapinya karena Mas Iyas Sakit gara-gara aku. Selama ini dia selalu melindungi, membantuku saat aku kesusahan. Dan apa yang bisa kubalas, melainkan sebuah luka?" teriak Zhia mulai habis kesabarannya.
"Aku tahu jika Iyas sakit, tapi setidaknya kamu menghubungi aku. Tidak taukah aku sangat merindukanmu?" ungkap Syauqi.
Zhia merasa Syauqi sangat aneh, sudah tahu alasannya masih saja menuduh. Namun Zhia mencoba mengalah menghadapi sifat Syauqi yang sedikit temperamen.
"Maafkan aku, Aku sungguh tidak tau karena aku tidak punya nomor Mas Syauqi. Aku hanya berpikir itu dari orang iseng, karena hampir setiap hari aku selalu mendapat telepon dan pesan seperti itu," jelas Zhia supaya wajah Syauqi mencair.
"Apa...?"pekik Syauqi.
"ya Alloh... aku salah jawab lagi," bisik Zhia dalam hati.
dia memang harus bersabar ketika menghadapi Syauqi, karena wataknya sangat berbeda dengan Iyas.
"Ganti kartumu dan hanya menyimpan nomorku!" perintah Syauqi.
"Tidak, kita bahkan belum menikah tapi Mas Syauqi sudah seperti ini. Kenapa sih sedikit saja tidak bisa seperti Mas Iyas yang tenang dan Tidak emosian begini?" sergah Zhia.
Syauqi semakin emosi dan tidak terima dirinya dibandingkan dengan Iyas.
Syauqi menarik lengan Zhia kemudian pemuda tampan itu mencium paksa bibir manis Zhia.
Zhia marah dan memukul dada bidang Syauqi. Namun Syauqi semakin berani memeluk erat tubuh Zhia sampai dadanya menempel pada payudara Zhia yang bertambah montok.
"Lepaskan!" bentak Zhia yang sudah tak berkutik lagi.
"Berteriaklah! Karena semakin membuatku berhasrat ingin menghisap seluruh tubuhmu " bisiK Syauqi di telinga Zhia.
Zhia bergidik merinding mengingat kejadian malam berkelabu itu.
Baginya Syauqi sangat menakutkan, karena pemuda itu berani melakukan apapun supaya tujuannya terpenuhi.
"Baiklah maafkan aku, aku tak akan membandingkan Mas Syauqi dengan Mas Iyas lagi,"pinta Zhia merendah.
"Kamu bisa dengan mudah minta maaf, tapi hatiku sudah terlanjur sakit," jawab Syauqi.
Pemuda itu masih memeluk Zhia, bahkan sampai menekan bagian payudara Zhia dengan dadanya, membuat Zhia memerah malu dan memejamkan matanya.
Melihat Zhia yang seperti itu membuat Syauqi tak tahan langsung mencium bibir Zhia dengan penuh perasaan. Zhia bisa merasakan dada Syauqi yang berdetak kencang, seketika tubuh Zhia merasa dialiri listrik bertegangan tinggi. Zhia langsung menggigit bibir Syauqi.
Syauqi melepaskan ciuman dan pelukannya, calon suami Zhia itu memegang bibirnya yang terasa sakit. Namun Syauqi tertawa senang dengan kelakuan nakal Zhia.
"Sudah berani menggigit yaa... baiklah gigitlah aku dibagian manapun kamu suka," sindir Syauqi.
"Kita masih belum halal Mas Syauqi, jika berani macam-macam aku akan keluar," sergah Zhia marah. Membuat wajahnya yang cantik semakin menarik.
"Baiklah... aku akan sabar menunggu hari itu" balas Syauqi bahagia.
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like dan Vote ya🙏
Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik sarannya juga, semoga novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗
__ADS_1