CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Anak Angkat yang tampan


__ADS_3

Polisi yang dihubungi Syauqi segera datang. Syauqi tidak ingin ada lagi korban penculikan anak selanjutnya.


"Terimakasih, Tuan Syauqi. Berkat bantuan Anda Kami bisa menangkap pelaku yang sering menculik anak dan memaksa mereka menjadi pengemis di jalanan," ucap salah satu polisi itu.


"Sama-sama,Pak. Karena ini sudah malam saya pamit pulang. Mengenai anak yang menjadi korban akan saya bawa pulang karena dia adalah keponakan saya," jawab Syauqi berbohong. Dia merasa kasihan jika nanti anak kecil itu menjadi sasaran balas dendam, karena dia yakin jika masih ada komplotan lain.


Syauqi langsung masuk ke dalam mobil dan menjalankannya.


"Paman, Anda hebat sekali. Terimakasih sudah menolongku," kata anak kecil itu polos.


Syauqi hanya tersenyum bangga.


"Di mana orang tuamu? Kenapa kamu bisa di kejar-kejar preman?" tanya Zhia khawatir.


"Sepulang sekolah rumahku sudah terbakar. Kedua orang tuaku dan seluruh pembantu meninggal. Semenjak itu aku tinggal bersama om ku, tapi tante sama sepupuku selalu bersikap buruk padaku. Kemudian aku berniat kabur ke rumah kakek. Tapi di perjalanan hujan, aku terpaksa berteduh di truk sampai tertidur. Saat aku terbangun sudah sampai di sini. Selanjutnya aku di kejar preman tadi," ucap anak itu lancar.


Syauqi bisa melihat jika anak yang ditolongnya bukan dari keluarga biasa, karena meskipun pakaian anak itu sudah Kumal tapi jika melihat dari merk-nya harganya mahal. Selain itu dari cara bicara anak itu menunjukkan dia dari keluarga berpendidikan khusus.


"Kasihan sekali, ikut pulang bersama bibi ya?" ucap Zhia trenyuh.


"Terimakasih, Bibi. Apa nanti aku boleh minta makanan? Karena dari kemarin saya belum makan," jawab anak kecil yang berada di pangkuan Zhia.


"Tentu saja boleh, nanti kamu bisa makan sepuasnya," jawab Zhia ramah.


"Anak kecil, nama kamu siapa? Berapa umur kamu?" tanya Syauqi penasaran.


"Nama saya Alarik, Paman. Umur saya 7 tahun." jawab Alarik.


"Kelas berapa?" tanya Syauqi lagi.


"Kelas dua SD, Paman," jawab Alarik.


Melihat ada toko baju yang masih buka, Syauqi menghentikan mobilnya.


"Sayang, kamu di sini saja jagain Alarik. Aku mau beli pakaian dulu," pamit Syauqi.


"Iya, Mas," jawab Zhia patuh.


Sepuluh menit kemudian Syauqi sudah kembali ke dalam mobil.


Sampai di vila sudah pukul 23.00.


Syadev dan Kaysa sedang digendong Bik Mus dan Bik Tri di ruang keluarga.


"Anak ayah ngajak begadang ya?" sapa Syauqi langsung mencium kedua anaknya.


Bik Mus dan Bik Tri merasa penasaran dengan anak lelaki yang dibawa Tuannya. Tetapi mereka berdua tidak berani untuk bertanya.


"Alarik, ayo Bibi bantuin mandi," kata Zhia ramah.


"Aku bisa sendiri, Bibi Zhia," tolak Alarik halus.

__ADS_1


Zhua tertawa lirih, karena Alarik memerah wajahnya.


"Baiklah kalau memang mau sendiri," ucap Zhia sambil mencubit pelan wajah Alarik.


"Bik Mus, antar Alarik ke kamar tamu. Bungkusan di atas sofa itu pakaian gantinya," ucap Syauqi.


"Bik Tri, tolong siapkan makanan untuk Alarik juga ya," timpal Zhia sambil mengambil alih Kaysa dari gendongan Bik Tri.


Lima belas menit kemudian Alarik keluar dari kamarnya, setelah mandi anak lelaki itu terlihat sangat tampan.


"Tampan sekali kamu, Alarik. Ayo segera makan dulu!" ucap Zhia.


Setelah Alarik pergi ke ruang makan, Zhia dan Syauqi menidurkan kedua bayinya di tempat tidur box masing-masing.


Mereka segera keluar menemui Alarik yang masih duduk di ruang keluarga bersama Bik Tri dan Mus.


"Alarik, rumah kamu di daerah mana?" tanya Syauqi.


"Di kota A, Paman. Tapi aku tidak mau kembali ke sana. Karena rumahku sudah hangus. Aku ingin ke rumah kakek saja. Di daerah B," jawab Alarik.


"Jauh sekali itu, apa kamu punya nomer telephon kakek kamu?" tanya Zhia.


"Punya, Bibi Zhia. Tapi ponselku jatuh saat aku di kejar para preman," jawab Alarik sedih.


"Nama kakek kamu siapa? Nanti Paman Syauqi akan mencoba mencari informasinya " pinta Syauqi senang karena Alarik cerdas dan fasih berbicara.


"Kakek Mandala. kata Papa, kakekku adalah CEO dari Perusahaan Mandala" jawab Alarik.


Setelah Alarik kembali ke kamarnya. Zhia merasa ada sesuatu yang aneh dari raut wajah Syauqi.


"Ada apa, Mas Syauqi?" tanya Zhia cemas.


"Ini tidak sesederhana yang kita pikirkan," jawab Syauqi.


"Ada apa?" tanya Zhia semakin penasaran.


"Aku tahu perusahaan Mandala adalah perusahaan yang besar. Keluarga Mandala tidak bisa diremehkan, aku yakin orang tua Alarik adalah anak pertama dari keluarga Mandala yang tiga bulan lalu meninggal karena kebakaran. Aku curiga kebakaran itu bukanlah hal yang wajar, karena anak pertama dan anak kedua dari keluarga Mandala saling bersaing. Sebaiknya besok aku Dony untuk mencari informasi lebih dalam. Saat ini yang aku khawatirkan Alarik dalam bahaya," kata Syauqi serius.


"Seandainya Alarik kita angkat jadi anak, apakah om nya Alarik berani menyinggung kamu, Mas Syauqi?" tanya Zhia penasaran.


"Perusahaan aku memang lebih besar dari Mandala, tapi mungkin saja mereka bisa menggunakan trik licik untuk mengalahkan aku. Semua orang tahu, kelemahan aku yang paling terbesar adalah kamu dan kedua anakku. Aku tidak ingin gegabah sampai membuat kalian tersakiti," jawab Syauqi sambil memeluk istrinya.


"Baiklah, kita pikirkan jalan keluarnya besok saja. Sekarang sebaiknya kita tidur dulu," ucap Zhia lembut.


Syauqi segera menggendong istrinya masuk ke dalam kamar. Mereka langsung terlelap dalam pelukan.


*****************************


Selama setengah sebulan ini Alarik masih tinggal bersama Orang Tua angkatnya. Namun keberadaannya di rahasiakan dari orang luar.


Alarik sangat bahagia, karena dia mendapat kasih sayang dan juga memiliki dua adik kembar. Bahkan alarik juga di sekolahkan bersama Orlin.

__ADS_1


Pagi ini Keluarga Syauqi dan Rendra sedang bercengkrama di tepi danau.


Di sana Syauqi sengaja membangun bangunan seperti rumah tanpa dinding, Di lengkapi sofa panjang supaya bisa buat bersantai menikmati keindahan danau. Saat sore hari mereka juga sering mancing ikan kemudian dibakar.


Zhia berharap, jika selamanya bisa bersama dengan Nayla seperti ini. Namun sayangnya dua Minggu lagi Keluarga Rendra akan kembali ke London.


Tiba-tiba Dony yang baru raja memarkirkan mobilnya di depan vila Syauqi berlarian menuju danau.


"Tumben Don pagi-pagi sudah ke sini?" tanya Syauqi.


"Aku sudah menemukan informasi penting mengenai keluarga Mandala," jawab Dony merasa puas.


"Katakanlah!" perintah Syauqi yang sudah merasa tidak sabar.


Mandala yang tadinya sedang bermain dengan Orlin dan kedua bayi kembarnya langsung mendekat dan duduk di samping Ayah angkatnya.


"Mengenai kebakaran orang tua Alarik dari pihak kepolisian menyatakan murni karena peledakan gas tabung. Akan tetapi sebelum kejadian itu CEO perusahaan Mandala sudah di serahkan posisinya kepada Papanya Alarik. Karena Papanya Alarik meninggal, maka sahamnya diturunkan atas nama Alarik sebagai anak tunggal. Namun karena Alarik masih terlalu kecil untuk sementara ini diserahkan dulu kepada om nya alarik sampai Alarik dewasa," kata Dony.


"Apa mungkin ini semua memang rencana om nya Alarik? Karena sudah sebulan ini Alarik menghilang, akan tetapi mereka seperti tidak mencarinya. Bukankah Alarik adalah penerus Mandala?" tanya Rendra.


"Iya, Mereka tidak mungkin berani membunuh Alarik. Karena nanti seluruh saham di berikan kepada panti asuhan. Akan tetapi jika Alarik menghilang, om nya Alarik bisa mengambil Alih sementara dan memanfaatkan untuk memperkuat posisinya," jawab Dony mantap.


"Tapi saat ini kita juga tidak bisa membantu Alarik. Kecuali jika dia sudah dewasa, maka akan dengan mudah dia mengambil alih," timpal Syauqi tenang.


Meskipun Alarik masih kecil, tapi kecerdasannya bisa menangkap seluruh pembicaraan ketiga orang dewasa di depannya.


"Tuan Syauqi, bagaimana kalau Alarik ikut saya ke London. Dia bisa fokus belajar tentang bisnis tanpa di ketahui om nya," saran Rendra.


Orlin yang mendengar suara Papanya langsung heboh dan berlari ke arah Alarik.


"Hore... Alarik, kamu mau ya? Kita nanti bisa sekolah dan bermain bersama," bujuk orlin.


Alarik hanya menatap ke arah orang tua angkatnya.


"Alarik, apa kamu mau mengambil kembali peninggalan orang tuamu?" tanya Syauqi.


"Iya, Ayah. Karena aku yakin sebenarnya penyebab meninggalnya kedua orang tuaku adalah om aku," jawab Alarik.


"Kalau begitu kamu harus menjadi kuat dulu, Belajarlah di London dengan serius. Ayah yakin kamu lebih baik sekolah di London karena kamu sangat cerdas. Bagaimanapun juga kamu akan selalu menjadi anak Ayah dan Bunda. Dan kamu juga harus sembunyikan identitas aslimu kepada orang lain," tutur Syauqi tegas, walaupun dia sendiri juga berat.


Zhia berlari dan memeluk Alarik sambil meneteskan air matanya.


"Bunda, Alarik bukan pergi untuk selamanya. Alarik pasti bisa menjaga diri dengan baik. Alarik akan rajin belajar agar bisa lulus dengan cepat. Bunda, jangan bersedih ya?" ucap Alarik seperti orang dewasa.


"Sayang, semua demi kebaikan Alarik. Karena saat om nya Alarik sudah berhasil merebut Perusahaan Mandala, dia pasti akan mencari Alarik dan membunuhnya," bujuk Syauqi sambil mengelus lembut kepala istrinya.


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like dan Vote ya🙏


Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.


Mohon kritik dan sarannya juga semoga novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik🤗

__ADS_1


__ADS_2