CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 5


__ADS_3

Jerman


Alarik Mandala sekarang sudah dewasa, usianya genap 23 tahun. Karena keadaan dia tumbuh menjadi sosok pemuda yang kuat dan bijaksana.


Alarik tidak pernah merasa sebatang kara, karena kasih sayang yang dicurahkan dari keluarga Syauqi Malik lebih dari cukup. Mereka selalu menganggap Alarik seperti darah daging sendiri.


Diusianya yang terbilang muda, Alarik sudah menyelesaikan pendidikannya di Jerman. Otaknya sangat cerdas, ditambah sejak kecil pikirannya hanya fokus pada pelajaran saja. Sehingga dia selalu mendapatkan nilai sempurna dan menjadi yang terbaik.


Sudah sebulan ini Alarik di sibukkan mengajar di tempat sekolahnya dulu, tapi setelah pulang ke rumah hatinya merasa hampa.


Alarik merindukan sesuatu yang tidak bisa dia ketahui.


"Gadis kecil itu masih saja suka sembarangan. Hampir setahun tidak bertemu, Apakah tubuhnya sudah semakin tinggi? Tapi jika dilihat dari layar ponsel, wajahnya semakin bertambah cantik seperti bidadari. Hanya sayangnya kelakuannya itu sangat konyol tapi menarik," batin Alarik tersenyum sendiri.


Alarik sekarang sudah sadar, setelah barusan mengobrol dengan adik angkatnya perasaannya menjadi hangat, ada kebahagiaan yang menjalar ke seluruh aliran darahnya.


"Aku sayang Kak Alarik,"


Kata-kata manja yang terucap dari bibir Kaysa tadi selalu terngiang di telinganya. Membuat Alarik tidak bisa tidur. Padahal di Jerman sudah menunjukkan jam empat pagi.


"Kaysa, kamu selalu bersikap sembrono. Aku tahu rasa sayangmu padaku hanya sebagai seorang kakak. Tapi kenapa hatiku bergetar, apakah aku mencintaimu?"


Alarik menjadi sakit kepala memikirkan Kaysa, apalagi saat gadis itu tadi membuka jilbabnya. Wajahnya yang cantik dan lehernya yang putih mulus membuat jantungnya berdetak kencang.


Alarik teringat masa lalu, pertama dia bertemu dengan Kaysa saat gadis itu masih bayi. Setiap tahun keluarga angkatnya selalu mengunjungi dirinya di luar negeri.


Dalam setiap bertemu dengan Kaysa, gadis itu semakin tumbuh menjadi gadis remaja. Kecantikannya juga semakin terlihat nyata.


Alarik merasakan kasih sayangnya yang tumbuh berbeda sejak Kaysa lulus sekolah dasar.


Waktu itu Alarik masih berumur 19 tahun sedangkan Kaysa baru 12 tahun. Karena dia tahu jika Kaysa tipe seseorang yang mudah bosan, kemudian dia mengajak kedua adik kembarnya berjalan-jalan di pantai.


Namun di setiap detik si kembar itu selalu bertengkar. Karena Syadev sudah hilang kesabarannya, dia membuang topi Kaysa yang baru saja di belikannya.


Kaysa langsung berlari mengejar topi yang sudah tersapu ombak, tanpa pikir panjang sikap cerobohnya itu membuat gadis itu terseret ombak yang kuat.


Alarik yang melihat lambaian tangan kecil Kaysa langsung terjun untuk menyelamatkannya. Namun ombak yang kuat itu membuat dia kesulitan untuk kembali ke daratan.


Saat itu dia bisa melihat kepanikan syadev yang sedang berlarian mencari pertolongan. Hingga akhirnya ada beberapa orang bule yang ikut membantu.


Alarik panik, karena tubuh kecil Kaysa terbaring lemah tak sadarkan diri. Kemudian salah satu dari bule itu menyuruhnya untuk memberikan napas buatan, Alarik langsung melakukannya.


Itulah ciuman pertama Alarik, dan ternyata kenangan indah itu bersama adik angkatnya.


"Kaysa, ternyata aku memang jatuh hati padamu. Perasaanku ini tidak bisa aku kendalikan. Entah kenapa saat tadi kamu bercerita tentang Gio, hatiku merasa takut jika aku kehilanganmu," bisik Alarik pada dirinya sendiri.


"*Aku ingin pulang, tidak tahu apa yang akan terjadi nanti tapi aku harus memberanikan diriku sendiri. Aku tahu, untuk mendapatkan Kaysa aku harus bisa menjadi orang kuat. Karena Ayah Syauqi takkan mungkin merelakan putrinya pada seseorang yang lemah. Aku bukan Kakak kandungnya, jadi aku masih punya kesempatan."


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜*


Di sekolah


Hari ini adalah hari ke tiga kegiatan MOS. Acara terakhir yaitu peragaan busana yang dibuat sendiri dari bahan alam.


Setiap kelas di wajibkan mengeluarkan sepasang putra putri untuk menjadi modelnya.


"Pembuatan kostum diberi waktu tiga jam. Nanti tepat pukul sepuluh siang, jadi atau tidak jadi kostumnya perwakilan dari kelas harus maju. Waktu di mulai dari sekarang!" Perintah Ketua OSIS dengan suara tegas


Semua murid baru segera bubar dan kembali ke kelas masing-masing.


Di kelas 10 A, Kaysa yang paling dominan. Dia bertindak sebagai pemimpin.


"Aku yakin di kelas ini akulah yang tercantik, jadi hanya aku yang pantas menjadi model wanita. Apakah ada yang berani mengaku lebih cantik dariku?" tanya Kaysa lantang.


Di ruangan itu tidak ada yang berani bicara, karena kecantikan Kaysa memang tidak tertandingi.


Para wanita juga menciut nyalinya jika disejajarkan dengan Kaysa.


Sedangkan Syadev hanya berpaling menatap tembok, dia sangat malu dengan sikap Kakak perempuannya yang kepercayaan dirinya terlalu tinggi.


"Memalukan sekali, kenap aku memiliki saudara kembar seperti itu," keluh Syadev dalam hati.


"Kita adalah kelas 10 A, kelas terpandai, kelas terunggul, dan juga kelas terbaik. Pokoknya kita jangan sampai kalah dengan kelas yang lain," kata Kaysa menyemangati teman-temannya.


"Setuju..." jawab Seluruh anak kelas 10 A kecuali Syadev.


"Dan sekarang kita harus mencari kandidat untuk model putra, menurut kalian siapa di sini cowok yang paling tampan?" tanya Kaysa bersemangat.


Seluruh orang yang ada di ruangan menjawab secara kompak dan keras.


"Syadeva.."


Syadev yang merasa namanya di sebut langsung melotot pada Kaysa, Putra Syauqi Malik itu tidak pernah tertarik dengan kegiatan yang menurutnya konyol.


Kaysa sendiri tahu, jika yang tertampan di antara kelasnya adalah saudara kembarnya sendiri.


Dan Kaysa juga tahu, tidak akan mudah membujuk Syadev untuk melakukan hal-hal seperti ini. Tapi jangan sebut dia Kaysa kalau menyerah.


"Syadev, kamu harus mau," rayu Kaysa dengan lembut.


"Tidak," jawab Syadev datar.


"Syadev..." ucap Kaysa nadanya mulai naik.


"Ti... dak," jawab Syadev tegas.

__ADS_1


Kaysa menarik napas perlahan, setelah itu dia maju mendekati saudara kembarnya.


Bruaakkk...


"Pokoknya jika dalam perlombaan ini aku kalah, semua adalah kesalahan kamu! Dan setiap hari aku akan meneror hidupmu," teriak Kaysa sambil menggebrak meja milik Syadev.


Semua penghuni 10 A merasa ngeri melihat amarah Kaysa cantik yang membara.


Syadev juga terkejut, karena sudah lama dia tidak pernah mendengar teriakan Kaysa yang keras dan nyaring seperti ini.


Syadev membayangkan, hari-hari biasa saja Kaysa sudah membuat hidupnya tidak tenang, apalagi jika gadis itu berniat menerornya? Syadev merasa jika neraka itu pasti masih lebih baik.


"Baiklah... " jawab Syadev terpaksa.


Semua merasa senang, karena mereka yakin jika pasangan Kaysa dan Syadev sangat cocok.


"Bagaimana dengan kostumnya?" tanya salah satu dari mereka.


"Kita sekelas ada lima puluh orang. Jika kita semua bekerja bersama itu pasti bukan hal yang sulit. Sekaran di sini siapa yang bisa menjahit? acungkan tangan kalian tinggi-tinggi!"


Ada enam perempuan yang bisa, kemudian kaysa menyuruh mereka untuk memisah.


"Lima belas anak lelaki petiklah daun mangga sebanyak mungkin, jangan terlalu tua ataupun terlalu muda."


"Lima belas perempuan berpencarlah menjadi tiga kelompok dan cari bunga apapun yang kalian temui!"


"Dalam lima belas menit kalian harus kembali."


ketiga puluh orang yang mendapat tugas dari Kaysa langsung keluar dari kelas.


Di dalam kelas hanya ada sisa dua puluh orang.


"Dari OSIS cuma di kasih satu set jarum, benang dan gunting saja. Kita harus mencari sesuatu," ucap Kaysa.


"Mencari apa?" tanya Anggun, gadis sederhana yang mendapat urutan nomor dua saat tes pendaftaran.


"Kain sebagai dasaran," jawab Kaysa.


"Di sini tidak ada yang punya," jawab Anggun kalem.


Mata Kaysa mulai berpetualang ke seluruh ruangan kelas, matanya mulai berbinar saat menemukan sesuatu.


"Kaysa, jangan nekat!" tegur Syadev yang sudah bisa membaca jalan pikiran saudara kembarnya itu.


"Hey, kalian para laki-laki, cepat copot gorden itu!" perintah Kaysa.


Tapi tidak ada yang berani mengambilnya.


"Pengecut semua," umpat Kaysa dalam hati.


Syadev sangat mengenal baik saudaranya itu, dia tahu jika Kaysa selalu terobsesi menjadi sang juara. Apapun akan selalu di lakukan sampai melupakan keselamatannya sendiri.


Ketika Kaysa mau naik ke meja, Syadev langsung mencegahnya.


"Biar aku saja!" ucap Syadev cuek.


Syaudara kembar Kaysa itu langsung mengambil gorden jendela dan menyerahkan pada Kaysa.


Kaysa menerima dengan senang hati.


"Jangan kepedean! Aku melalukan semua ini karena nanti Ayah sama Bunda akan menyalahkan aku jika membiarkan kamu bertindak ceroboh," kata Syadev dingin.


" Terima kasih, adikku manis," ucap Kaysa yang tidak bisa berhenti tersenyum.


Beberapa menit kemudian teman-teman yang mencari daun dan bunga sudah kembali. Kaysa segera menyuruh mereka untuk duduk istirahat. Sedangkan tadi yang ada di dalam kelas di suruh membuat kostumnya.


Diam-diam Syadev mengakui jika Kakak perempuannya itu punya bakat menjadi pemimpin. Karena mantra apa,sehingga semua ucapan Kaysa selalu di patuhi.


Dua jam setengah kemudian kostum sudah jadi. Kaysa dan teman-teman yang lainnya sangat puas dengan hasilnya.


"Siapa di sini yang membawa make ?" tanya Kaysa.


Cukup banyak murid sekolah yang membawa alat make up. Kaysa segera mulai dandan terlebih dahulu.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Syadev merasa risih dengan kostum yang terbuat dari daun dan bunga. Tapi dia terlihat sangat tampan, seperti seorang peri dari negeri dongeng.


Sedangkan Kaysa sudah tidak diragukan lagi. Kecantikannya yang sudah dipoles make up


juga gaunnya yang seperti seorang ratu membuat dirinya terlihat lebih mempesona.


Darren juga menjadi perwakilan kelasnya, dan yang menjadi pasangannya adalah Siska.


Ketua OSIS dan wakilnya menjadi pembawa acara. Saat sepasang anak kembar naik ke pentas, semua mata terpukau karena mereka berdua sangat serasi.


Syadev yang jarang tersenyum, hanya demi kakak perempuannya dia menjadi orang lain saat di panggung kesenian.


Syadev tersenyum manis dan tangannya juga menuntun Kaysa dengan mesra. Jika tidak ada yang tahu jika mereka bersaudara, Pasti semua orang mengira bahwa Kaysa dan Syadev adalah sepasang kekasih yang turun dari surga.


Penonton bukan hanya dari kalangan kakak kelas, tapi seluruh guru juga karyawan SMA Nusantara ikut menonton karena merasa penasaran.


Dari kejauhan, Gio diam-diam mencuri pandang pada murid baru yang kecantikannya paling mencolok itu.


Di sisi lain, Darren yang menjadi pasangan Siska justru matanya menatap ke arah Kaysa.

__ADS_1


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Syauqi sedang di kantor bersama istrinya, akhir-akhir ini kepalanya sering mengeluh sakit. Jadi Zhia dengan setia menemani Syauqi sambil memijit pelipis suaminya.


"Kata Dokter Mas Syauqi di suruh istirahat dulu!" bujuk Zhia.


"Pekerjaanku ini sangat banyak, kalau aku tinggal sebentar pasti akan semakin menumpuk. Dony juga sudah mengerjakan tugas yang berat, tidak mungkin aku menambahkan lagi," jawab Syauqi.


Tiba-tiba ponsel Syauqi bergetar, ada beberapa pesan yang masuk.


"Lihatlah! Kepala sekolah mengirim foto anak-anak kita," ucap Syauqi pada istrinya.


"Benarkah ini Syadev? Wah, tumben dia bisa tersenyum seperti itu," timpal Zhia seolah tidak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya.


"Syadev sangat tidak tertarik dengan kegiatan seperti itu, pasti dia melakukan demi Kaysa," kata Syauqi.


"Iya, Karena Kaysa selalu ingin menjadi yang terbaik dalam hal apapun," jawab Zhia ikut tertawa.


Foto anak-anaknya membuat Syauqi semangat lagi, bahkan rasa sakit di kepalanya mulai berkurang.


"Istriku, mari kita pulang! Aku sangat penasaran dengan mereka ," kata Syauqi meninggalkan pekerjaannya begitu saja.


Zhia tersenyum senang. Karena tingkah anak kembarnya yang sering bertengkar itu membuat keras kepala suaminya runtuh.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Mobil mewah Kaysa dan Syadev baru saja memasuki pekarangan rumah.


Syauqi dan Zhia sengaja menunggu di ruang tamu. Mereka berdua berpura-pura tidak tahu.


"Ayah... Bunda..." teriak Kaysa.


"Assalamu'alaikum," salam Syadev.


"Wa'alaikumsalam," jawab kedua orang tua anakan kembar itu.


Kaysa nyengir karena merasa tersindir sebab lupa salam.


"Apa yang membuat kamu sebahagia ini sayang?" tanya Syauqi.


"Aku terpilih jadi Ratu MOS," jawab Kaysa antusias.


"Aku yang jadi Raja MOS saja merasa biasa," sindir Syadev.


Kali ini Kaysa tidak ingin berdebat, dia sedang terlalu bahagia karena menjadi sang juara.


Kaysa langsung menuju kamarnya untuk menghubungi Kakaknya yang diluar negeri.


Karena dari kecil Kaysa selalu curhat pada Alarik dalam hal apapun.


Syadev yang masih di ruang tamu hanya duduk tanpa ekspresi.


"Syadev, Kesinilah!" perintah Syauqi.


"Ada apa, Ayah?" tanya Syadev sambil mendekati Ayahnya.


"Ayah mau menunjukkan sesuatu padamu," jawab Syauqi santai.


Zhia hanya diam, dia sendiri tidak sabar menunggu respons putranya.


Kemudian Syauqi memperlihatkan foto Syadev yang sedang menuntun Kaysa mesra dan wajahnya tersenyum manis.


Seketika Syadev merasa jijik melihat dirinya sendiri.


"Tidak... ! Hapus, Ayah!" pinta Syadev kesal.


"No.. no.. no..." jawab Syauqi menggoda.


Syadev panik, dia tahu jika Kaysa mengetahui foto itu pasti akan langsung dipamerkan pada seluruh dunia.


"Tidak, Ayah! Ku mohon hapuslah," teriak Syadev frustasi.


Syadev berusaha merebut ponsel Ayahnya, tapi tubuhnya masih kalah tinggi.


Kaysa yang baru turun dari tangga langsung mengambil ponsel Ayahnya dari atas.


"Wah, keren sekali! Ayah, fotonya di cetak yang besar ya? Nanti kita pajang di rumah tamu," ucap Kaysa riang.


"Tidak... ! Kalau mau di cetak fotomu saja! Dan potong bagian aku," teriak Syadev.


"Kenapa? senyumanmu sangat tampan kok. Mirip Tarzan di hutan riba yang sedang menuntun Tuan Puteri," jawab Kaysa puas.


"Menyesal tadi aku menolongmu," umpat Syadev marah.


"Terlambat. Wek..." ejek Kaysa.


"Pokonya hapus foto itu, menjijikkan!" teriak Syadev mengejar Kaysa.


Tapi Kaysa lincah dan langsung berlari ke atas kembali ke dalam kamarnya.


Dari bawah, Syauqi dan Zhia mendengar suara pintu yang di gedor-gedor.


Tapi kedua orang itu justru tertawa ngakak.


Jangan lupa like dan Vote ya🙏 Karena dukungan dari kalian membuat Author semangat Up terus🤗

__ADS_1


__ADS_2