CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 133


__ADS_3

Tiga mobil mewah mulai memasuki Villa di daerah perbukitan. Ketiga mobil tersebut adalah milik keluarga Syauqi Malik.


Tak lama kemudian mereka turun dari mobil tersebut.


Syauqi melihat pemandangan yang tak pernah berubah itu dengan perasaan yang berbeda. Beberapa tahun yang lalu dia dengan hati yang putus asa pernah


menculik Zhia dan menodainya demi mendapatkan wanita tersebut. Tapi Kini dengan segenap jiwa istrinya itu mau menggandeng lengannya dan masuk ke dalam Villa sambil tersenyum riang.


Apalagi kini keluarganya semakin ramai dengan kehadiran ketiga cucunya. membuat Syauqi semakin bahagia.


"Kak Kaysa mau balik kapan?" tanya Flora.


"Besok pagi, kamu mau ikutan dulu buat ngurus surat pindah sekolah?" tanya Kaysa.


"Iya, sekalian nganterin Arkananta tampanku," jawab Flora.


"Nanti pulangnya bagaimana?" tanya Zhia.


"Tenang Bunda, nanti aku bisa ngajak sopirnya Kak Syadev. Jadi nanti tak perlu merepotkan Kak Alarik," jawab Flora.


"Pokoknya dimana pun kalian berada jangan pernah lupa sholat, walaupun sesibuk apapun itu tetap mencari kesempatan untuk membaca Al - Qur'an ya?" Tutur Zhia.


"Iya, Bunda," jawab anak - anak Syauqi.


"Karena mulai besok kalian sudah menjalani aktifitas masing - masing bagaimana kalau malam ini kita bakar ikan di depan rumah?" ajak Syauqi.


"Siapa yang mancing? Aku malas sekali," sela Syadev.


"Biar Ayah saja, aku juga sibuk mengasuh Arkananta," canda Alarik.


"Apalagi aku, mengasuh dua bayi sekaligus," balas Syadev.


"Aish… Kalian ini minta di pukul kepalanya!" jawab Syauqi kesal.


Alarik dan Syadev langsung tertawa berhasil mempermainkan Ayah mereka.

__ADS_1


"Kalian berdua yang mancing. Biar ketiga cucuku itu aku yang jaga!" Perintah Syauqi dengan nada tegas.


Sore ini cuacanya terasa dingin karena memang berada di dataran tinggi. Demi memenuhi Ayah mereka yang sedang ngidam ayam bakar, Alarik dan Syadev terpaksa mancing ikan.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Semenjak kepulangan Syadev kini Darren juga naik jabatan, dia menggantikan papanya untuk menjadi tangan kanan sang pemimpin. Posisi itu berada di urutan tertinggi untuk para karyawan.


Zahra juga sudah semakin berkembang dengan usaha butiknya, berkat bantuan modal dari hasil kerja Darren selama ini maka mereka berdua membangun cabang - cabang di berbagai daerah.


Kehidupan rumah tangga Darren dan Zahra juga berjalan normal, apalagi mereka sudah tidak saling malu - malu lagi untuk bermesraan.


Kini satu - satunya yang mereka harapkan adalah kehadiran bayi untuk memberi warna dalam rumah mereka berdua yang masih terasa sepi.


Zahra baru saja melakukan tes, dan hasilnya masih saja negativ.


"Kenapa aku masih belum hamil juga ya?" tanya Zahra resah.


"Sabar, semua itu Alloh yang menentukan. Kita jangan putus berdo'a," jawab Darren menenangkan istrinya.


"Boleh, kita ajak papa dan mama juga. Mereka pasti bersemangat," jawab Darren.


Darren segera menghubungi kedua orang tuanya, tanpa basa - basi Dony langsung mengiyakan. Sedangkan Orang tua Zahra sedang berada di luar kota menghadiri acara.


Sesampainya mereka di sana jadi seperti reuni mengenang masa lalu.


"Syadev kamu hebat, dalam sekali tembakan dua anak sekaligus," goda Dony.


"Siapa dulu, aku memang top cer," jawab Syadev bangga.


"Tuh si Darren dan Zahra sudah menikah tapi masih malu - malu saja, makanya sampai sekarang belum jadi - jadi," sindir Dony yang membuat anak serta mantunya malu.


"Jangan dengarkan papa Kalian! Orang ini memang tidak tahu malu," sergah Nindya menatap Zahra dan Darren yang sudah seperti kepiting rebus.


Alarik yang baru saja keluar rumah merasa kecewa karena ikannya habis.

__ADS_1


"Wah… wah… Aku berdiri di tepi danau selama dua jam tapi satu ekorpun aku tidak dapat bagian?" protes Alarik.


"Kak Al, bagianmu itu sudah di makan istrimu. Lihat saja perutnya seperti orang hamil enam bulan," sela Syadev.


Kaysa langsung berdiri tak terima jika perutnya dikatakan hamil enam bulan.


"Matamu sudah rusak? Lihatlah perutku yang langsing ini seperti anak SMA enak saja saja dikatain hamil enam bulan," sergah Kaysa.


"Sudah… Jangan bertengkar lagi. Dan untuk Alarik tadi Bunda sudah menyisakan dua kok, sini ambil," ucap Zhia lembut.


"Ah.. Bundaku memang yang terbaik," puji Alarik.


"Ehmn…" dehem Kaysa.


"Tentunya terbaik nomor dua setelah istriku," timpal Alarik nyengir.


Setelah puas makan mereka melanjutkan mengobrol di ruang tamu.


"Setelah ini apa rencanamu, Don?" tanya Syauqi.


"Aku? Aku mau menanam saham saja. Aku sudah lelah bekerja seperti orang gila di masa muda. Jadi masa tuaku ini aku mau istirahat dan bulan madu dengan istriku," jawab Dony dengan gayanya yang suka ngebanyol.


"Kamu juga mau berhenti kerja?" tanya Zhia pada sahabatnya.


"Aku sudah lama berhenti, mungkin hampir sebulan ini. Tapi karena hobiku aku masih buat desain di waktu santai. Dan Alhamdulillah banyak sekali peminatnya," jawab Nindya.


"Memang sudah saatnya kita ini istirahat dan biarlah anak - anak muda yang berkarya," balas Syauqi yang tak perlu memikirkan lagi soal uang. Sebab simpanannya itu sudah menggunung.


Setelah malam semakin larut kelaurga Dony berpamitan pulang, sebab mereka juga masih ada urusan masing - masing.


"Don, kalau kamu sedang jenuh datang saja ke villa ini!" pinta Syauqi.


"Siap, Bos. Selamanya kamu akan menjadi bosku," jawab Dony.


Syauqi menatap kepergian Dony dengan perasaan yang agak kehilangan, sebab sahabatnya itu sudah menemaninya berjuang sedari muda. Bahkan tak jarang keduanya menghadapi hal yang berbahaya karena dalam persaingan dunia bisnis terkadang ada yang berbuat curang. Walaupun dulu Dony itu Playboy dan terlihat konyol tapi papa Darren itu adalah pemuda yang selalu bisa diandalkan dan terpercaya.

__ADS_1


**Terima kasih sudah membaca karya saya ya🤗 Jangan lupa Like dan Vote sebanyak - banyaknya. Dan jangan Lupa juga mulai 1 Juli Novel Scorpio akan dilanjutkan lagi. Mungkin ada Readers yang sudah membaca, tapi masih banyak yang belum tahu😭😭😭


__ADS_2