
Pesta ulang tahun pemimpin Perusahaan Mandala berada di sebuah rumah yang besar dan mewah. Rumah itu sengaja dibeli Alarik atas nama Kaysa.
Namun sengaja sebelumnya tidak diberitahukan terlebih dahulu karena ingin membuat kejutan pada Kaysa.
“Nanti setelah menikah kita akan tinggal di sini ya?” ucap Alarik.
“Kalau sudah punya rumah kenapa masih tidur di hotel?” tanya Kaysa tidak mengerti.
“Tinggal di rumah yang luas seorang diri aku merasa kesepian, lebih baik di hotel karena dekat dengan kantor juga,” jawab Alarik tersenyum manis.
“Terima kasih, Kak Al,” ucap Kaysa sambil memeluk Alarik.
“Katanya takut make up dan bajunya berantakan?” sindir Alarik.
“Tuan putri hanya sedang menunggu pangerannya membukakan pintu,” jawab Kaysa kesal.
“Apa perlu pangeran gendong juga sampai di dalam rumah?” goda Alarik.
“Nggak mau, nanti dikira aku penyakitan,” jawab Kaysa jutek.
“Tersenyum dong, nanti kalau orang-orang melihat kamu cemberut seperti itu dikira aku menyiksamu,” ejek Alarik riang.
“Tanpa disuruh aku juga tahu, malam ini aku akan tebar pesona pada semua orang. Agar nanti para karyawan perempuan tidak akan punya keberanian menggoda Bos mereka,” balas Kaysa penuh percaya diri.
“Oke, tunjukkan pesonamu pada mereka. Agar mereka berhenti menggodaku lagi,” ucap Alarik senang.
“Jadi selama ini mereka menggodamu!” kata Kaysa marah sambil memukul pundak lengan Alarik.
“Aduh... Sakit... Sakit...”teriak Alarik yang beneran kesakitan, karena tenaga Kaysa kuat.
“Tunjukkan padaku mana perempuan-perempuan genit itu! Akan aku jadikan perkedel malam ini,” umpat Kaysa kesal.
Alarik justru merasa senang karena kekasihnya marah dan cemburu seperti itu, tapi tentunya Alarik tidak mungkin memberitahukan karena pasti Kaysa akan membuat kekacauan dipestanya.
“Tidak ada, selama ini aku menjadi bos yang garang. Jadi semua karyawan melihatku saja sudah takut, apalagi untuk menggodaku. Mereka mana mungkin mempunyai keberanian,” kata Alarik menenangkan Kaysa.
Alarik segera keluar dari mobil dan membuka pintu untuk kekasihnya. Kaysa berjalan dengan Anggun layaknya seorang Puteri.
Alarik mengakui jika Kaysa memiliki postur tubuh yang bagus, tinggi semampai dengan kecantikan yang tiada Tara. Penampilannya juga keren dan sopan.
Semua tamu undangan mulai terpikat melihat sepasang pemuda tampan dan wanita cantik itu saat mereka berdua mulai memasuki rumah.
Kaysa sama sekali tidak merasa malu ataupun minder, kepercayaan dirinya membuat aura kecantikannya semakin bersinar.
Syauqi dan Zhia yang sudah ada di dalam juga tertegun melihat Kaysa.
“Putri kita memang luar biasa,” ucap Syauqi bangga.
“Iya, aku saja sebagai Bundanya merasa kalah,” jawab Zhia merendah.
“Tapi kecantikan dia diperoleh darimu,” balas Syauqi menghibur istrinya.
“Dan kurasa wataknya juga menurun darimu,” timpal Zhia tertawa lirih.
“Sungguh perpaduan yang sempurna,” decak Syauqi.
“Semoga saja Alarik bisa menjadi imam yang baik, karena Kaysa keras kepala dan suka bersikap sembarangan “ kata Zhia.
“Tunggu dulu! Jangan bilang kedua sifat itu juga menurun dariku,” sergah Syauqi.
“Lalu siapa lagi? Apa aku keras kepala? Semena-mena dan susah di atur?” sindir Zhia lembut, tapi langsung menusuk Syauqi.
“Tapi itu bagus, biar tidak mudah ditindas orang lain,” jawab Syauqi membela diri sendiri.
__ADS_1
“Tapi aku yakin setelah anak itu menikah secara perlahan wataknya akan lebih lembut,” kata Zhia penuh harap.
“Seperti aku, iya kan?” tanya Syauqi dengan senyuman puas.
“Watakmu yang mudah merasa bangga itu masih saja belum luntur sampai sekarang,” jawab Zhia.
“Karena aku orang yang hebat, tampan, sukses, istriku cantik dan baik. Anak-anakku juga sama hebatnya dan tampan cantik. Pantas saja aku merasa bangga pada hidupku ini,” balas Syauqi.
Zhia hanya tertawa saja melihat kenarsisan suaminya, karena kalau diladeni pasti akan semakin menjadi besar kepala.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Tamu undangan sangat banyak, Kaysa di ajak Alarik ke sana ke sini untuk menemui para tamu.
“Selamat ulang tahun Tuan Alarik, Semoga Anda selalu sehat dan semakin sukses,” ucap seorang wanita yang berpakaian sexi.
Kaysa sangat kesal, karena wanita tersebut terlihat genit.
“Terima kasih banyak atas kehadiran dan do'a Anda.” jawab Alarik ramah.
“Sama-sama, selama ini kita sudah bekerja sama dengan baik. Semoga kedepannya juga semakin baik,” ucap wanita tersebut.
“Iya, silahkan dinikmati hidangannya. Saya akan menemui tamu yang lain.
Kemudian Orlin datang seorang diri, Kaysa segera melepaskan tangannya dari lengan Alarik. Dia takut menyakiti perasaan hati seseorang yang selama ini sudah dianggap kakak sendiri.
Orlin tersenyum tegar dan mencoba menghadapi kenyataan. Dengan penuh keberanian gadis itu meraih tangan Alarik dan Kaysa, kemudian menyatukannya.
“Kalian tidak perlu sungkan padaku. Karena cinta hadir tanpa bisa kita duga. Kaysa, kamu juga jangan merasa bersalah! Selama ini Alarik tidak pernah bilang jika dia menyukaiku. Tapi aku sendirilah yang salah sangka mengartikan kebaikannya. Aku hanya bisa mendoakan semoga kalian bisa hidup bahagia.”
“Kak Orlin, terima kasih. Semoga kelak Kak Orlin bisa menemukan seseorang yang mencintaimu setulus hati,” ucap Kaysa sambil memeluk Orlin.
“Iya, dunia ini luar. Kak Orlin masih muda dan cantik,” jawab Orlin dengan gurauan.
Orlin tersenyum, kemudian bergabung bersama Syauqi dan Zhia.
Di sana kedua orang tua Kaysa memeluk Orlin supaya diberi kekuatan dan ketegaran.
Alarik merasa lega dengan ketabahan Orlin, pemuda itu berharap semoga kelak sahabatnya bisa segera bertemu orang baik yang mencintainya sepenuh hati.
Tiba-tiba Gio dan Mamanya juga datang, tapi Kaysa dan Alarik heran kenapa Om Faisal tidak ikut hadir.
“Terima kasih sudah mengundang kami, selamat ulang tahun ya. Semoga kamu selalu panjang umur dan semakin sukses,” ucap Mama Gio.
“Selamat ulang tahun ya, Kak Al. Semoga selalu sehat dan bahagia,” ucap Gio tulus.
“Iya, terima kasih atas kehadiran kalian. Bagaimanapun kalian adalah saudaraku juga. Di mana Om Faisal? Kenapa tidak ikut?” ucap Alarik.
“Papa tidak enak badan, katanya tidak bisa hadir ke sini. Dan Papa memintaku untuk mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya,” jawab Gio sopan.
Alarik hanya tertawa lirih, karena dia tahu jika Omnya itu tidak punya keberanian untuk muncul karena malam ini istri pertama dan putranya juga hadir.
Beberapa saat kemudian orang yang sedang di batin Alarik muncul, dengan senyuman yang kecut Tante dan Reki mendekatinya.
“Selamat ulang tahun Alarik,” ucap Reki dan Mamanya.
“Iya, terima kasih,” jawab Alarik tertawa puas.
“Ah sayang sekali Om Faisal tidak datang ke sini,” batin Alarik agak kecewa, tapi dia sudah punya rencana sendiri.
Alarik segera menyuruh tamu-tamunya untuk duduk di kursi yang sudah disiapkan.
Waktu berjalan begitu cepat. Setelah acara pemotongan kue, Alarik dengan lantang mengumumkan sesuatu.
__ADS_1
“Di hari ulang tahun saya yang ke 25 tahun, Saya juga ingin membagikan kebahagiaan saya. Wanita tercantik yang berdiri di samping saya adalah seseorang yang sangat berarti bagi hidup saya, seseorang yang selalu membuat saya termotivasi untuk bisa sukses seperti sekarang ini.”
Semua terdiam dan sangat penasaran, apalagi untuk para karyawan perempuan mereka siap-siap untuk patah hati.
“Di hadapan kalian semua saya ingin melamar seorang wanita yang sangat saya cintai melebihi apapun,” kata Alarik tersenyum bahagia.
Kemudian Alarik memandang wajah cantik gadis di dekatnya, kemudian mengeluarkan sesuatu dari sakunya.
“Kaysa, apakah kamu bersedia hidup bersamaku sampai ajal menjemput?” ucap Alarik sambil membuka kota berisi cincin indah dengan berlian yang besar dan kemilau.
Kaysa terkejut, karena gadis itu pernah melihat di internet jika cincin yang di bawa Alarik sebagai lamaran adalah cincin model terbaru dari perancang terkenal di Prancis. Bahkan harganya juga sangat mahal sekali.
“Apa ini cincinnya asli?” tanya Kaysa memastikan.
Alarik tertawa, semua para tamu juga ikut tertawa. Bahkan Syauqi sendiri sampai sakit perutnya melihat tingkah putrinya yang konyol itu.
“Tentu saja asli, seperti cintaku padamu,” jawab Alarik serius.
“Aku mau... Aku mau...” jawab Kaysa riang.
Syadev merasa malu sekali dengan sikap Kaysa yang suka berterus terang itu, tapi bagi Alarik justru itulah keistimewaannya.
Alarik segera melingkarkan cincin tersebut di jari manis Kaysa. Dalam hatinya tidak bisa berhenti bersyukur atas anugerah yang begitu indah.
Semua orang memandang Alarik dan Kaysa sebagai pasangan yang sangat cocok dan serasi. Apalagi keduanya memiliki paras yang mempesona juga mereka keturunan dari orang hebat.
Syauqi dan Zhia sampai menangis karena terharu, mereka bahagia karena putrinya bertemu dengan seseorang yang tepat.
“Aku kalah romantisnya dengan Alarik,” ucap Syauqi pada istrinya.
“Tentu saja, karena dulu kamu melamarku secara paksa,” jawab Zhia.
“Masa sih? Bukannya dulu kamu yang menggodaku terlebih dahulu?” balas Syauqi sambil mengecup kepala istrinya.
Zhia kesal, tapi dirinya tidak suka berdebat. Paling-paling tangannya langsung mencubit suaminya supaya diam dan berhenti menggoda.
Semua bertepuk tangan, tapi ada sebagian orang yang menatap penuh kebencian dengan kebahagiaan Alarik malam ini.
“Ma, Alarik sudah merebut perusahaanku. Dan sekarang dia mendapatkan wanita cantik. Beruntung sekali hidupnya,” kata Reki geram.
“Sepertinya Alarik sangat mencintai gadis itu, nanti akan aku buat Alarik memilih antara Perusahaan atau gadis itu,” jawab Mama Reki tertawa licik.
Malam semakin larut, semua tamu sibuk mengobrol.
Kaysa sudah merasa lelah karena sepatunya terlalu tinggi.
“Duduklah bersama Syadev dan Anggun saja sana! Biar aku mengobrol dengan para tamu,” ucap Alarik lembut.
“Iya,” jawab Kaysa patuh.
Kaysa segera meninggalkan tunangannya, tapi kemudian ada seseorang yang menghadangnya.
“Salam, Calon Kakak ipar,” sapa Reki yang terpesona dengan kecantikan Kaysa.
“Salam, Anda siapa?” tanya Kaysa tersenyum ramah.
“Saya Reki, dan ini Mama saya. Saya putranya Om Faisal," jawab Reki.
Kaysa terkejut, karena setahu dia Gio adalah anak tunggal. Dan istri Om Faisal juga bukan wanita di depannya.
“Tante boleh minta tolong padamu? Tante punya hadiah kejutan untuk Alarik. Bisakah Nak Kaysa ikut dengan Tante?” tanya Mama Reki memohon.
“Baiklah, dengan senang hati,” jawab Kaysa mengikuti langkah Reki dan Mamanya keluar dari pesta.
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Vote ya🤗 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author🙏