
Selesai mandi Syauqi hanya menonton televisi.
Meskipun perutnya sudah keroncongan tapi dia tetap masih ingin menunggu istrinya.
Hatinya mulai gelisah karena Zhia tak kunjung pulang, jiwanya seperti mendengar Zhia menangis dan memanggil namanya.
Mungkin karena cintanya yang tulus dan sangat dalam membuat Syauqi memiliki ikatan batin dengan Zhia.
"Ada sesuatu yang tak beres ini."
Syauqi langsung berlari menyambar kunci mobil, dengan kecepatan penuh dia akhirnya bisa melihat kedua pembantunya yang sedang ketakutan ditodong tiga preman dengan senjata tajam.
Syauqi tak melihat istrinya, membuat darahnya mendidih, akal sehatnya hilang dan emosinya memuncak.
Dia keluar dari mobil, mengambil tiga batu seukuran kepalan tangannya.
Syauqi langsung melempar batu itu tepat mengenai jidat ketiga preman itu, seketika darah segar mengalir deras ke wajah mereka.
Senjata tajam di pegang para preman juga terlepas dari genggaman.
Kedua pembantunya dengan sigap mengambil senjata tajam dan gantian menodong ketiga preman itu.
"Di mana Zhia, Bik?" teriak Syauqi kalap. Dia sudah tak bisa menguasai emosinya.
"Ditarik ke sana Tuan" jawab kedua pembantunya merasa lega akhirnya Tuannya datang.
Syauqi berlari, tak jauh dari jalan dia melihat Zhia sedang menangis di bawah pohon besar. Rambutnya sudah terurai acak-acakkan.
Preman yang hendak memperkosa Zhia rupanya habis tersungkur karena didorong Zhia.
Preman itu sangat marah, tangan kirinya mau menampar Zhia tapi dengan sigap tangannya di tangkap Syauqi lalu dipelintir.
Tanpa ampun, Syauqi membanting tubuh preman sampai kepalanya membentur pohon besar.
"Beraninya Kau menyentuh istriku," Bentak Syauqi dengan wajah garang.
Syauqi sangat marah dan terus memukul preman yang sudah tidak berdaya.
"Akan kupatahkan tangan dan kakimu sampai kau akan mengingat kesalahanmu seumur hidup" bentak Syauqi kasar.
Syauqi tak main-main dengan perkataanya, dia mematahkan tangan kirinya yang tadi hendak digunakan untuk menampar istrinya.
Kemudian terdengar jeritan yang sangat keras sampai kedua pembantu dan ketiga anak buahnya bergidik ngeri.
Syauqi sudah berniat mematahkan kakinya, tapi dia tertahan karena dari belakang Zhia memeluk tubuhnya erat.
"Cukup suamiku! Dia sudah tak berdaya. Aku juga belum sempat diapa-apakan dia. Aku tak ingin kamu masuk penjara jika dia mati," bujuk Zhia lembut dia masih menangis.
Suara lembut Zhia dan pelukan hangatnya menyadarkan Syauqi kembali. Emosinya mulai surut dan dia bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Syauqi membalikkan badan dan mencium kening istrinya.
"Syukurlah kau tak apa-apa, jangan takut lagi!" bisik Syauqi sambil menghapus air mata Zhia.
Dia memeluk istrinya erat.
Kemudian Syauqi mengambil jilbab Zhia yang terlempar jauh dan memakaikan di kepala istrinya.
"Ku gendong ya?" tawar Syauqi lembut.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, Mas Syauqi. Terimakasih karena selalu melindungiku," balas Zhia lalu dia mencium bibir Syauqi.
Syauqi terpana karena mendapat serangan nikmat dari istrinya.
"Aku baru sadar jika suamiku sangat keren ketika tadi marah," batin Zhia.
Setelah mencium Suaminya, Zhia merasa malu, Dia sendiri heran kenapa bisa mencium Suaminya duluan.
"Sini sembunyikan wajah merahmu ke dadaku" goda Syauqi memeluk istrinya.
"Mas, bagaimana dengan Bik Mus dan Bik Tri?" sela Zhia yang baru ingat mereka.
"Oh iya, karena dicium istriku aku jadi lupa segalanya," sindir Syauqi masih menggoda istrinya.
Syauqi menggenggam jemari Zhia dan mereka berjalan bergandengan tangan.
Mereka masih di posisi tadi. Ke tiga preman itu memegang jidatnya yang bocor, sedangkan kedua pembantu Syauqi menodongkan senjata tajam kearah mereka.
"Mau menyerahkan diri ke polisi sendiri atau kupatahkan tangan dan kaki kalian ?" tanya Syauqi sangar. Suara dan tatapan matanya sudah membuat orang lain bergetar ketakutan.
Mereka bertiga sujud mohon ampun.
"Maafkan kami, Tuan. Ini yang pertama kalinya kami merampok karena terpaksa, kami butuh makan," kata mereka memelas.
"Lepaskan mereka saja, Mas. Aku yakin mereka sudah jera," bujuk Zhia bergelayut manja dilengan suaminya.
Syauqi langsung meleleh seperti tersihir.
"Baiklah, karena Istriku yang meminta akan ku turuti. Bik Mus, ambil kartu nama di mobil dan berikan pada mereka!" perintah Syauqi yang langsung di laksanakan pembantunya.
"Datanglah ke kantor alamat ini dan sebut namaku, kalian pasti akan mendapat pekerjaan. Dan ambil teman kalian yang sekarat itu. Katakan jika berani mendekati istriku kurang dari sepuluh meter saja, maka akan kupatahkan lehernya," kata Syauqi tegas.
Kemudian Syauqi mengajak istri dan kedua pembantunya pulang.
Kejadian hari ini membuat Zhia sadar, dia wanita beruntung pendapat suami yang perhatian, tanggung jawab dan selalu, melindungi. Kini Zhia bisa menerima suaminya dengan segenap hatinya.
Dia sudah tidak ragu-ragu lagi menyerahkan jiwa dan raganya.
Malamnya selesai Sholat Isya' berjamaah Syauqi tampak gusar.
"Kenapa, Mas Syauqi" tanya Zhia penasaran.
"Rasanya aku belum ikhlas melepaskan preman yang tadi mau memperkosamu, aku saja yang jadi suamimu masih menahan diri," kata Syauqi sebal.
Zhia mengerti, suaminya tak bermaksud menyindirnya. Akan tetapi Zhia sadar dan tahu diri.
"Tapi wajar sih, semua lelaki normal jika melihatmu pasti jatuh hati.mAku saja dulu sampai menggunakan cara licik untuk mendapatkanmu," timpal Syauqi cengengesan mengingat kelakuan nakalnya dulu.
Zhia hanya diam dan mandang suaminya yang berbicara.
"Sekarang aku suamimu, aku yang harus lebih bisa menjaga dan melindungimu. Mulai sekarang kemanapun aku pergi kamu harus bersamaku ya? Aku juga tak akan membiarkan kamu berpergian sendiri lagi," kata Syauqi mesra.
"Terimakasih, Mas Syauqi," jawab Zhia senang.
"Sewaktu sekolah apakah dulu kamu juga sering diganggu lelaki?" tanya Syauqi penasaran.
"Iya, tapi ada Mas Iyas yang selalu melindungiku. Karena Mas Iyas pintar bela diri jadi tak ada lagi yang berani mengangguku," jawab Zhia jujur.
"Lebih keren Iyas apa Suamimu?" tanya Syauqi dengan raut wajah yang cemburu.
__ADS_1
"Keren siapa ya... mungkin Mas Iyas sedikit," goda Zhia.
Namun siapa Sangka Syauqi menganggapnya serius.
Syauqi langsung berdiri dan melepaskan baju sholatnya, kemudian dia ganti kaos lengan pendek dan celana pendek. Pemuda itu langsung berbaring di ranjang karena marah.
Zhia tersenyum lucu melihat tingkah suaminya, dia melepas mukena dan mengganti bajunya dengan baju tidur hadiah dari Nindy.
"Dasar Nindy, dia sengaja mengerjaiku ya.Tapi boleh juga aku coba. Lagian aku hanya memakai untuk suamiku saja," batin Zhia.
Setelah mengganti baju Zhia naik keranjang dan memeluk suaminya dari belakang.
"Mas Syauqi dan Mas Iyas keduanya sama - sama keren, Mas Iyas adalah Sahabat yang aku sayangi Sedangkan Mas Syauqi adalah Suami yang sangat aku cintai," bisik Zhia di telinga Syauqi.
Mendengar suara mesra istrinya Syauqi langsung berbalik, dia terpana melihat istrinya memakai pakaian terbuka.
Dada Syauqi berdetak kencang, tubuhnya panas dan hasratnya memuncak.
Zhia melihat suaminya yang tertegun langsung mencium Suaminya mesra.
Syauqi yang kegirangan tak menyia-nyiakan kesempatan.
Tangan nakalnya berpetualang ke seluruh tubuh istrinya.
"Kau yakin tidak takut lagi?" tanya Syauqi.
Zhia hanya tersenyum dan bersembunyi dibalik selimut.
Syauqi langsung ikut masuk dan melepas semua pakaiannya.
Tidak seperti pertama kali yang terasa menyakitkan. Kali ini Zhia menikmati karena melakukannya dengan suka rela.
Tubuhnya sampai panas karena sensasi yang luar biasa. Apalagi Syauqi yang pintar bermain dan barangnya besar panjang membuat Zhia mendesah.
Syauqi semakin bernafsu mendegar rintihan istrinya.
Sepanjang malam keduanya merasa di surga dunia. Sampai akhirnya mereka di puncak kenikmatan bersamaan.
Syauqi memeluk istrinya dengan erat.
"Makasih sayang, aku sangat mencintaimu."
Zhia hanya tersenyum mengatur nafasnya.
Sepanjang malam mereka tidur masih bertelanjang.
Jam tiga malam Syauqi membangunkan istrinya.
"Sayang aku membaca dibuku terjemahan Fathul izar katanya selesai hubungan baiknya mandi bersama, tapi sebelumnya kita main dulu ya?" ajak Syauqi.
Zhia tersenyum kenapa Suaminya pintar sekali mengambil kesempatan.
Syauqi menggendong istrinya ke kamar mandi.
Dibawah air yang mengalir seperti hujan Syauqi merangsang istrinya lagi.
Permainan terus berlanjut.
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri rating Bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.
__ADS_1
Mohon kritik dan sarannya semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗