
Pagi ini Syauqi berangkat lebih awal karena akan ada rapat mendadak, tapi saat dia mau memasuki mobilnya niatnya diurungkan karena ada mobil lain yang berhenti di depan rumahnya.
Rem ban mobil tersebut berdesit dengan keras.
Keluar sosok pemuda yang langsung Memukul wajah Syauqi.
Karena kondisi yang tak terduga dan tanpa persiapan wajah tampannya Syauqi terkena bogem mentah.
Syauqi jatuh tersungkur dan mengalir darah segar dibagian sudut bibirnya.
"Dasar Brengsek! Kamu kira dengan cara licik itu bisa merebut Zhia dariku hah?" umpat Iyas kasar.
Kekasih Zhia itu sangat marah dan ingin meluapkan segala emosinya. Dia tidak terima karena wanita yang paling dicintainya disakiti orang lain.
Syauqi berdiri dan tersenyum sinis.
"Hey anak kecil, jangan pernah main-main sama orang yang suka main-main," balas Syauqi dingin.
"Ingat baik baik, jangan pernah berani mendekati Zhia lagi! Karena dia hanya mencintaiku dan sebentar lagi kita akan menikah," ancam Iyas tanpa rasa takut.
Namun mendengan ancaman dari rivalnya justru Syauqi tertawa mengejek.
"Hanya mencintaimu? Berapa lama kamu mengenalnya? Sudahkah kamu pernah menyentuh kulit mulusnya? Mencium bibir manisnya? Dan merasakan kenikmatan tubuh seksinya? Apa yang sudah menjadi milikku tidak mungkin bisa lepas dari tanganku." ejek Syauqi dengan tatapan tajam.
Syauqi sengaja memancing Iyas agar semakin emosi dan cemburu. Baginya itu sangat menyenangkan.
"Biadab, kamu tak pantas hidup di dunia ini apalagi untuk memiliki Zhia!" bentak Iyas.
Iyas langsung maju dan melayangkan tinjunya,namun kali ini Syauqi sudah siap menantangnya... mereka saling berduel,memukul,menendang,dan saling menghindar.
Iyas sejak kecil sudah belajar ilmu bela diri, kekasih Zhia itu selalu mendapat juara perlombaan.
Begitu juga dengan Syauqi, keahlian dalam berkelahi sangat hebat. Karena dia semasa sekolah menjadi Ketua dari kelompok berandalan, bahkan preman pun sangat hormat padanya.
Hampir lima belas menit mereka beradu kekuatan. Namun keduanya masih seimbang.
Bik inah dan tukang kebun tak berani melerai mereka, dalam kecemasan Bik Inah menelpon Zhia, karena pembantu Syauqi itu tahu jika Iyas adalah temannya Zhia.
**************************
Zhia tengah bercanda sambil menyuapi makan Alifya. Ketika ponselnya berbunyi Zhia langsung mengangkatnya.
Kemudian terdengar suara panik dari Bik Inah, lutut Zhia seketika terasa lemas dan tubuhnya bergetar.
Tia yang baru saja datang membawakan minuman untuk Anaknya langsung heran kenapa wajah Zhia pucat lagi, padahal tadi sudah mulai membaik.
"Kamu sakit lagi, Dek Zhia?" tanya Tia cemas.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Mbak Tia. Aku ada urusan sebentar."
Zhia menyerahkan piring makan pada Tia, dia langsung berlari kejalan raya dan mencegat taxi.
Tia khawatir dan langsung bilang ke Rian namun Zhia sudah terlanjur pergi.
Rian mencoba telpon Zhia namun panggilan tak terjawab terus.
Sesampainya di rumah mantan bosnya, Zhia merasa takut dan bingung.
Dia melihat Iyas dan Syauqi tengah berkelahi hebat, wajah keduanya lebam dan banyak darah.
Sementara Elly dan Fauzi berusaha memisahkan mereka di bantu tukang kebun.
Melihat wajah Iyas dan tubuh tak berdayanya membuat Zhia menangis histeris.
karena terlalu syok kepala Zhia terasa melayang, pandanganya gelap dan tubuhnya lemas.
Zhia sayup-sayup masih bisa mendengar suara Iyas, Syauqi dan Elly yang berteriak memanggil namanya. Namun akhirnya dia tak sadarkan diri.
Entah berapa lama Zhia pingsan, setelah sadar Zhia masih belum bisa membuka matanya, karena pandangannya masih kabur.
Namun kupingnya masih bisa mendengar jelas ada suara tamparan yang keras diluar ruangan kemudian disusul suara Elly yang sedang memarahi adiknya.
"Sadarkah dengan apa yang sudah kamu lakukan? Tidakkah kamu memikirkan perasaan Iyas dan Ishika? Jujur saja kakak sangat menyukai Zhia dan berharap dia menjadi adik iparku. Namun caranya tidak seperti ini, kamu justru menyakiti dirinya!" bentak Elly.
"Lalu sekarang bagaimana? Zhia hamil dan Iyas juga tak mau melepaskannya?" tanya Elly mulai menurunkan nadanya.
"Aku ayah dari anak yang dikandungnya. Hanya aku yang bisa menikahinya, bukan orang lain!" jawab Syauqi tegas.
Mendengar dirinya hamil, Zhia langsung menangis.
"Tenanglah, Dek Zhia. istighfar... semua ini adalah ujian dari alloh," ucap Fauzi menenangkan Zhia.
Iyas menggenggam tangan Zhia yang tertutup selimut, dia juga ikut menangis.
"Tak apa, jangan bersedih lagi, sejak awal sudah kubilang apapun yang terjadi tidak akan ada yang memisahkan kita, karena aku tulus sangat mencintaimu," ucap Iyas.
Saat masuk ruangan Syauqi melihat Iyas memegang tangan Zhia, walaupun tak secara langsung tapi membuat hati Syauqi mendidih, dia ingin segera menghajar Iyas.
Namun Elly dengan cekatan menarik tubuh Syauqi keluar ruangan.
"Kakak tau kamu mencintai Zhia. Namun belajarlah untuk lebih dewasa, jika kamu ingin mendapatkan Zhia bukan dengan paksaan dan kekerasan seperti ini. Kakak pasti akan membantu kamu, karena bagaimanapun juga Zhia hamil darah dagingmu. Sekarang kamu pulanglah biar semua kakak yang urus, kali ini coba dengarkan kakak!" pinta Elly tegas dan meyakinkan adiknya.
Syauqi melangkah pergi dan pulang ke rumah.
Sedangkan Elly kembali masuk keruangan.
__ADS_1
"Mas Fauzi tolong antarkan Iyas pulang ke rumahnya," pinta Elly pada suaminya.
Awalnya Iyas Menolak pergi, tapi Elly terus membujuk semua demi kebaikan Zhia.
Karena saat ini Zhia dalam kehamilan tahap awal sedangkan tubuhnya lemah dan pikirannya stres, Zhia butuh ketenangan.
Kemudian Elly juga mengantarkan Zhia pulang dan menyuruhnya istirahat.
***************************
Elly tahu jika Zhia lebih dekat dengan kakak iparnya dibanding kakak kandungnya sendiri.
Jadi dia mengajak Tia kesuatu tempat yang sepi di mana tak ada orang yang bisa mendengar.
"Sebaiknya kita bicara didalam mobil saja," kata Elly berwibawa.
Dia memang sudah mengalami banyak asam manisnya kehidupan membuat dia semakin bijaksana.
Tia yang merasa penasaran hanya diam saja mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi.
"Sebelumnya saya sebagai Kakak Syauqi mau meminta maaf sebesar-besarnya. Saya mengatakan ini hanya kepada Anda karena saya tak ingin masalah ini menyebar dan menjadi aib keluarga.
Syauqi sangat mencintai Zhia. Sedangkan adik ipar ada sendiri mencintai Iyas. Saya memohon sangat supaya anda bisa membujuk Zhia untuk menikah dengan Syauqi, karena dia sedang mengandung anaknya Syauqi. Semua ini demi kebaikan anak nanti dan juga Zhia sendiri," kata Elly mencoba menjelaskan.
Tia langsung menangis, tanpa mampu berkata apa-apa dan meminta untuk segera diantarkan pulang.
"Ya Alloh... kenapa engkau memberi cobaan yang begitu berat, semoga engkau memberi kekuatan dan ketabahan untuk adikku dan engkau juga memberi akhir yang bahagia".
Dalam perjalanan Tia merasa bimbang, haruskah dia memberi tahu suaminya? Namun nanti justru akan berujung ribut karena pasti dia tak terima adik satu-satunya dihancurkan masa depannya.
Kemudian Jika ibu mertuanya tau maka darah tingginya akan naik dan stroknya bisa kambuh.
Tia bertekad menyimpan rapat rapat rahasia ini.
"Maafkan aku mas.. maafkan aku ibu... ini demi kebaikan semuanya."
Tia juga memikirkan bagaimana dengan Iyas...?
"ya Alloh.... berilah hamba Mu ini petunjuk."
Tak henti hentinya Tia berdoa dalam tiap butiran air matanya.
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan Lupa Like dan Vote ya🙏
Karena dukungan dari kalian semua angat berarti bagi Author.
Mohon kritik sarannya juga semoga novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗
__ADS_1