CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Flora And Daichi - BAB 1


__ADS_3

Semua murid yang memakai seragam sekolah menengah dengan simbol SMA Nusantara saling bertepuk tangan riuh ketika kepala sekolah mengumumkan jika tahun ini kelulusan mencapai seratus persen.


Kabar gembira itu tidak membuat kaget bagi para guru di sana, sebab sekolah itu merupakan sekolah bergengsi yang hanya bisa dimasuki oleh murid pandai. Jadi kelulusan seratus persen itu justru menjadi sebuah keharusan.


Di bagian yang paling belakang berdiri seorang gadis cantik bak dewi yang tak henti - hentinya mengucapkan puji syukur. Gadis itu adalah Flora Maliki, putri bungsu dari keluarga Syauqi Malik yang terkenal kaya dan masih keturunan darah biru.


Flora kecil itu kini sudah menginjak usia 18 tahun, memiliki paras yang menawan perpaduan antara Ayah dan Bundanya. Walaupun dia tidak sejenius kakak - kakaknya tapi Flora termasuk murid pintar yang masuk ranking sepuluh besar.


Flora tumbuh menjadi gadis alim yang lembut tapi berpenampilan modern, dia juga menjadi idola di sekolah sebab hatinya juga secantik parasnya.


Tak hanya teman - teman lelaki yang menyukainya, tapi teman perempuan juga menyayangi Flora karena dia penuh kasih serta dermawan. Flora tak segan - segan membantu siapapun yang sedang kesusahan.


Setelah upacara bubar, tiba - tiba datang seorang lelaki yang juga tampan. Pemuda itu adalah Rendy, teman sekelas sekaligus pemuda populer yang diam - diam sudah lama menyukai Flora. Hanya saja Flora terkenal tidak pernah mau pacaran, sebab sudah puluhan cowok yang mencoba tapi selalu gagal total.


"Flora, kamu setelah ini mau melanjutkan ke Universitas mana?" tanya pemuda itu.


Flora terdiam, dia sendiri tidak tahu apakah nanti bisa melanjutkan kuliah atau tidak.


"Kok diam?" tanya Rendy.


"Aku tergantung Ayah dan Bunda," jawab Flora ramah.


Oalah, kalau nanti sudah ada keputusan langsung hubungi aku ya!" pinta Rendy.


"Kenapa memangnya?" tanya Flora tak mengerti.


"Karena aku ingin kuliah dimana ada kamu," jawab Rendy sambil berlari pergi.


Flora hanya tersenyum dengan temannya itu. Flora sudah terlalu sering mendapatkan berbagai macam rayuan. Tapi Flora benar - benar tidak tertarik.


Dia segera pulang ke rumah kakak laki - lakinya, yaitu Syadev.


Sesampainya di rumah yang pertama Flora lakukan adalah langsung menguntip kamar si kembar. Putra Syadev itu sekarang sudah berumur empat tahun. Mereka berdua sejak kecil sudah terlihat bakatnya.


Yudistira sang kakak pertama dalam usia empat tahun sudah mulai menyukai bermain musik. Dari piano, drum dan gitar.


Sedangkan Sagara hobi membaca buku Ensiklopedia anak. Terutama tentang sains. Sagara sangat menyukainya.


Kedua orang tua si kembar itu selalu mendukung apapun pilihan mereka, jadi semenjak kecil mereka sudah memiliki bakat masing - masing.


Tak hanya si kembar, cucu pertama Syauqi Malik, yaitu Arkananta dalam usia empat tahun juga sudah hobi sendiri. Dari Renang, basket dan berbagai macam olah raga.


"Flora, bagaimana hasil pengumumannya?" tanya Anggun yang selama bertahun - tahun ini masih tak berubah. Yaitu selalu lembut.


"Alhamdulillah, lulus semua," jawab Flora senang.

__ADS_1


"Alhamdulillah, kalau begitu kamu ganti baju dan segera makan siang," bujuk Anggun.


"Iya, Kak," jawab Flora patuh.


Akan tetapi begitu masuk ke dalam kamarnya sendiri dia menjadi merenung. Ini adalah tahun ke empat, sedangkan satu tahun lagi sudah sampai pada perjanjian pernikahan dengan pemuda yang tidak dikenalnya.


Dulu sewaktu kecil Flora tidak begitu peduli dengan semua ini, tapi begitu dirinya menginjak dewasa semua keadaaan berubah. Dia mulai memikirkan impian dan juga masih ingin melanjutkan sekolah. Flora menjadi tidak siap untuk menikah.


Tiba - tiba saja ada perasaan takut, apalagi Flora tidak mengenali calon suaminya itu. Bahkan melihat saja juga belum pernah.


"Apakah sudah tua? Muda? Tampan atau jelek?" batin Flora sedih.


Kemudian datang Anggun, kakak iparnya itu begitu khawatir kenapa lama sekali Flora di dalam kamar.


"Flora, kenapa tidak turun juga? Ayo kita segera makan. Kakakmu juga sudah pulang dan menunggumu," ucap Anggun lembut.


"Iya, kak," jawab Flora bergegas mengganti bajunya.


Setiap makan siang Syadev selalu memilih pulang bersama keluarga, sebab jarak kantor dengan rumahnya tidak begitu jauh.


"Kenapa lama sekali?" tanya Syadev yang masih memakai baju kantor.


"Maaf, Kak," jawab Flora lemas.


Syadev bisa mencium gelagat aneh pada adiknya itu.


"Kak, apa aku masih bisa kuliah?" tanya Flora pelan - pelan.


"Tentu saja bisa, kamu masih bisa melakukan apapun juga. Sudahlah jangan mikir yang macam - macam, tenangkan saja hatimu! Sekarang mari kita makan," ajak Syadev yang tahu isi hati adiknya.


Begitu mendengar jawaban dari kakaknya Flora sedikit tenang, sebab apa yang dikatakan oleh Syadev itu akan menjadi sesuai kepastian. Selama kakaknya itu sudah melindungi Flora dengan baik.


"Mana Yudistira sana Sagara?" tanya Syadev pada istrinya.


"Ketiduran, mungkin mereka kelelahan. Pulang sekolah langsung makan dan mengurung diri di kamar," jawab Anggun.


"Tidak apa - apa, selagi hobi mereka positif aku kan mendukungnya," balas Syadev


Makan siang hari ini menjadi sepi tanpa si kembar, di tambah Flora yang hanya diam merenung itu.


Syadev tidak tahan juga melihat kemurungan adiknya itu, setelah makan dia sempatkan waktunya untuk mengobrol sebentar dengan Flora.


"Kamu mau masuk ke Universitas mana?" tanya Syadev perhatian.


"Masih belum tahu kakak, aku bingung," jawab Flora.

__ADS_1


"Bagaimana kalau di Universitas terdekat sini, lumayan bagus. Kalau yang paling bagus di Universitas A di kota Kak Alarik," timpal Syadev.


"Universitas di kota Kak Al keren sekali, banyak juga teman - teman aku yang ke sana. Memangnya tidak apa - apa jika nanti aku pindah ke rumah Kak Kaysa?" tanya Flora.


"Tidak apa - apa, adikku sayang. Kakak hanya ingin kebahagiaanmu saja. Apapun yang kamu inginkan Kakak tidak akan melarang selagi itu baik untukmu," ucap Syadev jujur


Flora senang sekali memiliki seorang kakak yang pengertian itu.


"Berarti sudah yakin ke sana ya? Nanti akan kakak daftarkan sekalian biar tidak telat. Sebab universitas itu banyak sekali yang berharap bisa sekolah di sana," bujuk Syadev.


Flora langsung memeluk kakaknya itu dengan erat.


"Makasih kakak," ucap Flora.


Anggun pun tersenyum melihat Flora kembali ceria lagi.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Empat tahun sudah Daichi tinggal di jepang. Dua bulan sekali dia akan pulang ke Aceh untuk menengok orang tua angkatnya.


Tepat dengan kelulusan Flora, Daichi juga sudah berhasil menyelesaikan pendidikannya.


Kemudian Daichi mengingat tentang pernikahan, entah kenapa dia ingin sekali bertemu secara langsung dengan Flora.


Selama ini dia hanya melihat dari selembar foto saja.


Sore ini Daichi mendapatkan kabar jika Flora mendaftarkan diri ke Universitas A. Tiba - tiba saja ada perasaan rindu yang mendalam.


"Flora, sepertinya kita memang harus bertemu," batin Daichi.


Daichi langsung mengirimkan lamaran juga sebagai Dosen di sana atas nama Dewa. Sebab jika menggunakan nama itu Daichi bisa dengan mudah mendekati Flora.


"Aku hanya penasaran dengan si kecil itu, apakah dia sudah bertambah tinggi?" batin Daichi yang tak mau mengakui perasaan yang sebenarnya.


Sebenarnya sudah lama Daichi terjatuh dalam cinta pada Flora, tapi dia selalu mengelak sebab dia merasa dendam pada Syauqi Malik. Setiap kali mengingat kematian orang tua kandungnya setiap saat juga dia menjadi marah tak terkendali.


Daichi kemudian menghubungi Ayah angkatnya, dia meminta izin satu tahun untuk mencari pengalaman. Baru setelah itu dia mau menggantikan usaha Ayahnya.


Untung saja Ayahnya itu sosok yang pengertian dan tidak pernah memaksakan kehendak Daichi. Paginya Daichi langsung meluncur ke kota Alarik dan berniat tinggal di sana selama satu tahun.


Terima kasih sudah membaca karya saya, jangan lupa Like dan Vote ya🤗🤗


Ah... senangnya akhirnya sudah mulai masuk ke kisah Flora and Daichi. Di sini Daichi jahat banget, dia ingin membuat Flora jatuh cinta pada Dewa, sedangkan nanti Flora harus menikah dengan Daichi😭


walaupun dengan orang yang sama tapi Flora tidak tahu.

__ADS_1


"


__ADS_2