CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Kenakalan Remaja


__ADS_3


Valerio malam harinya menyelinap ke asrama SMA hanya demi untuk menemui kakak-kakaknya, ternyata di dalam kamar kakak sepupunya memiliki ruangan rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain. Bahkan termasuk Om Syadev, yang sudah merancang bangunan itu.


Setiap kamar bisa di huni oleh tiga orang, dan mereka di larang untuk menggunakan ponsel. Jika ada kepentingan khusus untuk menghubungi keluarga maka harus lewat kantor yang sudah disediakan.


Akan tetapi, meskipun begitu ketiga jagoan Syauqi tetap bisa membawa ponsel dan peralatan canggih lain hasil dari penyelundupan. Apalagi Sagara yang pandai dalam penemuan juga bisa meretas. Jadi mereka kalau malam pun bisa bermain game dan bahkan keluar dari area sekolah tanpa ketahuan.


"Kak, penemuan terbaru kak Saga apa?" tanya Valerio penasaran.


"Nih, namanya pistol tipu daya," jawab Saga bangga.


"Ini untuk membunuh orang?" tanya Valerio kaget.


"Bukan, hanya saja pistol ini terlihat seperti mainan. Tapi begitu di tembakkan ke tubuh orang atau hewan, maka akan mengeluarkan sinar laser yang rasanya seperti di gigit tawon. Dalam beberapa detik orang tersebut akan pingsan," jawab Saga antusias.


"Wih, keren sekali kak. Kalau begitu bolehkan aku minta satu? Kakak kan punya tiga," pinta Valerio.


"Kamu mau buat apa? Ini bukan mainan untuk anak kecil," tolak Sagara.


"Benar, kamu belajar saja yang rajin," sela Arka yang baru selesai dari kamar mandi.


"Lagian pistol ini juga tidak akan bisa digunakan oleh orang lain, tapi hanya pemilik saja," balas Yudis.


"Loh kok bisa?" tanya Valerio semakin penasaran.


"Karena di setiap pistol sudah mendeteksi sidik jari, kalau tidak percaya coba kamu tekan," sela Sagara.


"Baiklah, aku mau menembak Kak Yudis," jawab Valerio senang.


Akan tetapi apa yang dikatakan oleh kakak-kakaknya benar juga, setelah ditekan tidak terjadi apa-apa.


Di kamar yang lumayan besar itu sudah ada kamar mandi pribadi, hanya saja dengan kehebatan ketiga generasi Syauqi mampu membuat ruang bawah tanah yang tersimpan berbagai alat canggih penemuan milik Sagara. Jadi sejak pertama kali mereka masuk ke kamar itu mereka bertiga sudah langsung beraksi.


Valerio yang sangat menyukai penemuan Sagara sampai lupa waktu melihat-lihat dan memainkannya.


"Sudah malam, Valerio. Nanti jika kamu ketahuan masih berkeliaran di luar kamu akan di hukum loh. Jangan harap karena kamu cucunya kakek Syauqi jadi bisa seenaknya!" perintah Arka.

__ADS_1


"Iya, Kak. Aku tahu. Kalau begitu aku permisi dulu, Assalamu'alaikum," pamit Valerio.


"Wa'alaikum salam,"


Setelah Valerio kembali ke tempatnya, ketiga generasi Syauqi bergegas untuk tidur.


Mereka termasuk anak yang malas belajar, dan lebih suka bermain-main. Namun, mereka memiliki bakat masing-masing.


Arkananta sang juara di bidang olah raga, Yudistira pandai bermain musik dan membuat seni lukis yang luar biasa. Sedangkan Sagara memiliki kejeniusan yang mampu membuat barang-barang aneh di luar nalar.


"Aku kok tidak bisa tidur ya? Penasaran ingin mencoba pistol terbaru ini," gumam Arka.


"Aku juga sama," jawab Sagara.


"Ini sudah jam berapa? Kalau kita besok bangun kesiangan bisa mampus nih. Aku nggak mau kalau disuruh membersihkan toilet lagi," sergah Yudistira.


"Baru jam sembilan," sela Arka.


"Iya, aku dengar sekarang lagi heboh penjual obat terlarang di wilayah ini. Hanya saja polisi belum berhasil menemukan bandarnya. Bagaimana kalau malam ini kita bersenang-senang di luar?" ajak Sagara.


"Bagaimana Yudis?" tanya Arka meminta pendapat.


Mereka segera berganti pakaian, memakai kaca mata hitam, topi dan juga masker. Tak lupa jaket tebal dan juga ransel yang berisi berbagai alat canggih.


Jam sembilan lebih seperempat memang di luar asrama sudah sepi, sebab mereka di wajibkan untuk belajar di dalam kamar.


Secara mengendap-endap mereka berjalan perlahan, sebab setiap saat selalu ada penjaga yang bertugas berkeliling untuk mengecek. Akan tetapi hal ini tidak membuat ketiga generasi Syauqi gentar, mereka justru menganggap sebagai tantangan yang mengasyikkan.


Di belakang asrama mereka ada tembok yang tingginya sekitar lima meter, akan tetapi dengan tali panah mereka bisa dengan mudah melewatinya. Sudah seperti maling yang handal, mereka naik dengan tali yang di luncurkan ke atas. Entah kenapa setiap kali melewati tembok tersebut ada perasaan kebebasan yang sulit dikatakan.


Di hutan belakang ada ruang bawah tanah lagi, yang hanya bisa di buka oleh sidik jari ketiga generasi Syauqi.


Di sana juga tersimpan motor, dan lagi-lagi itu merupakan motor canggih yang sudah dirancang oleh Sagara yang setara dengan motor milik pembalap internasioanal. Terkadang saja Arkananta dan Yudistira sampai heran, terbuat dari apakah otak Sagara itu. Karena dia satu-satunya yang mampu membuat hal-hal di luar akal dan jangkauan orang lain.


Dengan sepeda motor yang tanpa bunyi, mereka bertiga berhasil keluar dari Vila tanpa ketahuan. Tentu saja mereka harus putar arah dan tidak melewati jalan Vila yang di tempati kakek mereka, sebab di sana terdapat banyak penjaga.


"Apa kamu sudah mendapat info?" tanya Saga.

__ADS_1


"Ikuti aku," balas Yudistira.


Soal jaringan informasi apapun adalah keahlian Yudistira, selain memiliki kegemaran tentang seni dia memiliki Indra pelacak yang kuat. Jadi sesulit apapun akan mampu dipecahkan olehnya.


Arkananta dan Sagara terbengong sebab mereka di giring menuju tempat bunga malam berada.


"Gila, kenapa di sini?" pekik Sagara.


"Iya, kita ini dibawah umur, walaupun aku nakal tapi juga bukan pemuda yang suka maksiat," balas Arkananta.


"Kalian ini jangan terlalu banyak berpikir yanh enggak-enggak. Katanya kalian mau menangkap bandar narkoba itu," sergah Yudistira kesal.


Dengan menggunakan KTP palsu mereka yang masih pelajar bisa masuk tanpa kendala, apalagi tubuh ketiga generasi Syauqi tersebut sama-sama tinggi gagah dan terlihat sudah dewasa.


Pertama masuk pintu, mereka langsung di serbu oleh gerombolan wanita penggoda yang begitu cantik dan seksi.


"Astaga... Mataku ternoda," ujar Sagara kesal.


"Minggir kalian, jangan berani menyentuhku!" gertak Arkananta.


Sedangkan Yudistira fokus menatap satu gadis yang berdiam diri dan tampak gugup.


"Kamu, aku mau kamu," ucap Yudistira.


"Apa?" pekik Sagara dan Arkananta terkejut.


Terima kasih sudah membaca karya saya, karena ini dunia remaja jadi ceritanya yang ringan-ringan saja ya.


Oh iya, Author ada karya baru, Judulnya My Hot Husband.


Mari mampir, di aplikasi Noveltoon kok. Jangan lupa di pencet tombol love ya, biar author semangat publishnya.


Kisah cinta membara dan penuh ketegangan.


Saiko terlahir dengan wajah rupawan membuat dia diculik dan dijadikan Gigolo di masa remajanya. Untung saja ada orang baik yang menyelamatkannya. Akan tetapi semenjak itu Saiko sangat benci terhadap wanita.


Di sisi lain ada Nastya yang baru pulang sekolah dari luar negeri. Dia terkejut hotel Bimasakti milik keluarga yang sudah berjaya selama puluhan tahun kalah saing dengan hotel Andromeda yang baru dibangun. Bahkan papanya juga jatuh sakit. Akhirnya Nastya menyamar sebagai Array dan bekerja menjadi OB lelaki di hotel rival untuk menyelidiki penyebabnya.

__ADS_1


Bagaimana kisah selanjutnya ketika tubuh Saiko bereaksi saat melihat lelaki yang lebih cantik dari perempuan itu?


__ADS_2