
Sepulang makan malam diluar, Syauqi memastikan kedua anaknya tidur terlelap. Setelah itu dia mengajak istrinya untuk segera tidur, karena dirinya sendiri juga merasa sangat kelelahan.
"Mas Syauqi capek ya?" tanya Zhia.
"Iya, pundakku terasa berat," jawab Syauqi.
"Berbaringlah! Biar aku pijitin," pinta Zhia.
Syauqi segera memposisikan tubuhnya senyaman mungkin.
"Pijatan istriku enak sekali," puji Syauqi menikmati setiap sentuhan tangan istrinya.
"Mas, ada yang mau aku bicarakan," kata Zhia malu-malu.
"Apa?"tanya Syauqi mesra.
"Aku ingin punya anak lagi," jawab Zhia pelan.
"Hah?" tanya Syauqi terkejut, dia sampai bangkit dan duduk di depan Zhia.
"Iya, aku ingin punya anak lagi. Mumpung aku masih muda," timpal Zhia tersenyum manis.
"Tidak!" jawab Syauqi tegas.
"Kenapa?" tanya Zhia heran.
"Kita sudah memiliki tiga anak. Itu sudah cukup bagiku," jawab Syauqi tegas.
"Tapi aku pengen lagi," pinta Zhia mulai manyun.
"Sudah cukup satu kali aku melihatmu merasakan sakit saat melahirkan. Sampai sekarang jika aku membayangkan persalinan dulu hatiku terasa nyeri," kata Syauqi lembut.
"Mas, itu sudah tujuh tahun yang lalu. Bahkan sekarang aku sudah lupa bagaimana rasanya. Karena kebahagiaan seorang ibu ketika memiliki anak mampu mengalahkan segalanya," tutur Zhia meyakinkan.
Tapi Syauqi sudah kekeh pada pendiriannya. Walaupun dia sebenarnya juga pengen punya anak lagi tapi dia juga tidak ingin istrinya sampai menderita.
"Sudah malam, kamu pasti sangat kelelahan. Ayo sekarang kita tidur," bujuk Syauqi lembut sambil menarik istrinya dalam pelukannya.
Zhia menurut, meskipun begitu hatinya terasa ada yang mengganjal.
"Apa Mas Syauqi merasa kelelahan mengasuh Kaysa dan Syadev ya?" tanya Zhia.
"Siapa bilang? mengasuh anak sepeti mereka sepuluh pun aku masih mampu," jawab Syauqi yang kedua matanya sudah terpejam.
"Kalau begitu kenapa tidak mengizinkan aku hamil lagi? Bukankan Mas Syauqi senang kalau punya anak banyak?" tanya Zhia heran.
Syauqi menghembuskan nafasnya.
"Istriku ini tidak paham-paham juga," batin Syauqi.
"Sayang, aku memang suka mempunyai anak banyak. Tapi aku tidak mau melihat kamu merasa kesakitan lagi," tutur Syauqi lembut.
"Oh, jadi Mas Syauqi pengen punya anak banyak? Bukan dariku tapi dari wanita lain?" cetus Zhia merasa emosi.
"Apa? Kamu ini bicara apa. Siapa yang mau punya anak dari wanita lain?" kata Syauqi tersentak kaget.
"Istriku ini terlalu polos apa bagaimana, kenapa jadi salah paham begini?" gumam Syauqi yang juga mulai merasa kesal.
Zhia marah, wanita yang biasanya lembut itu melepaskan dirinya dari pelukan Syauqi dengan kasar. Kemudian tidur membelakangi suaminya.
"Sayang, kamu marah? Sumpah aku tidak punya wanita lain dan bahkan tidak pernah kepikiran," bujuk Syauqi.
Zhia hanya diam, perempuan itu merasa kesal kemudian tertidur dengan sendirinya.
Syauqi yang merasa sangat kelelahan akhirnya juga ikut tertidur.
******************************************
Pagi hari ini Zhia melakukan aktifitas banyak karena belum memiliki pembantu. Sikapnya terhadap anak-anaknya sangat lembut dan perhatian seperti biasanya. Namun terhadap suaminya, Zhia acuh dan enggan untuk tersenyum.
"Kaysa, Syadev. Makan yang banyak ya. Supaya kalian tumbuh sehat dan kuat," ucap Zhia sambil memberikan lauk pauk ke piring mereka.
Syauqi merasa aneh sendiri, biasanya istrinya selalu melayaninya dengan senyuman manis tapi sejak pagi ini dia selalu diabaikan.
"Bunda, kenapa bekal makannya cuma dua. Punya ayah mana?" tanya Kaysa.
"Bahan makanan habis, cuma cukup untuk kalian berdua," jawab Zhia tersenyum manis.
"Apa-apaan ini? Kenapa Istriku memperlakukan aku seperti ini?" batin Syauqi yang merasa dikacangin.
__ADS_1
"Yee, aku habis duluan," teriak Kaysa.
"Baca alhamdulillah, Sayang. Bukan malah teriak-teriak seperti itu," tegur Zhia halus.
Kaysa kecil tertawa lirih. Sedangkan Syadev hanya melirik kakak perempuannya kemudian mengalihkan pandangan lagi.
"Susunya harus di habiskan ya! Nanti di sekolah kalian tidak boleh nakal. Sekarang ibu mau ke dapur dulu. Masih banyak pekerjaan," tutur Zhia sambil mencium kedua anak-anaknya.
"Iya, Bunda," jawab Kaysa dan Syadev secara bersamaan.
Syauqi merasa nyeri, hatinya sakit dicuekin istrinya seperti itu. Biasanya istrinya sangat perhatian padanya.
"Kenapa Zhia marah? Apa salahku?" batin Syauqi merasa frustasi.
Zhia segera berlalu pergi tanpa memandang ke arah suaminya.
Syauqi semakin merasa bingung. Karena sesibuk apapun Zhia takkan pernah absen mengantar anak-anak dan suaminya saat mau berangkat sekolah dan bekerja.
"Ayah, ayo kita berangkat," ucap Syadev.
"Baiklah," jawab Syauqi lemas tak bertenaga.
Sampai di luar vila, Syauqi baru ingat percakapan mereka semalam.
"Istriku marah apa karena ingin meminta anak lagi?" pikir Syauqi tersenyum.
"Ayah, kenapa tidak segera masuk ke mobil," protes Kaysa merasa kesal karena menunggu lama.
"Sayang, pagi ini kalian berdua diantar Pak Ahmad ya. Ayah ada urusan sebentar," ucap Syauqi pada ke dua anaknya.
"Urusan apa, Ayah?" tanya Syadev datar.
"Ayah mau mencari pembantu baru, kasian Bunda kalian nanti kelelahan kalau mengurus semuanya sendiri," jawab Syauqi sambil membuka pintu mobil. Kemudian menggiring kedua anaknya memasuki mobil yang satunya.
"Pak Ahmad, antar mereka ke sekolah ya?" perintah Syauqi tegas.
"Siap, Tuan," jawab Pak Sopir itu mantap.
Setelah kepergian mobilnya. Syauqi segera masuk ke rumah lagi mencari istrinya.
***************************************
Zhia merasa marah dan kecewa karena kejadian semalam. Zhia melampiaskan kekesalannya dengan membersihkan semua ruangan sampai kinclong. Setelah semua selesai Zhia berniat mandi. Saat mau menaiki tangga dia melihat suaminya yang baru masuk di depan pintu.
Syauqi segera berlari mengejar istrinya dan memeluk tubuhnya dengan erat dari belakang.
"Jangan perlakukan aku seperti ini. Baiklah aku menyerah, kamu mau minta anak berapa? Empat? Atau enam lagi?" bisik Syauqi mesra di telinga istrinya.
Mendengar ucapan suaminya Zhia langsung tersenyum sumringah, dia membalikkan tubuhnya dan mencium pipi suaminya.
"Terimakasih, Mas," ucap Zhia tersenyum malu-malu.
"Ayo kita buat sekarang," kata Syauqi bersemangat.
"Apa? Sekarang? Tidak, aku bahkan belum mandi," tolak Zhia tersentak.
"Ayo kita mandi bersama," jawab Syauqi sambil mengangkat tubuh istrinya menuju kamar.
"Tapi Mas Syauqi harus kerja dulu kan?" tanya Zhia merasa heran.
"Aku adalah bos, masuk atau tidak suka-suka aku," jawab Syauqi santai.
Meskipun Syauqi masih merasa takut, tapi jika istrinya sendiri sudah yakin Syauqi tidak bisa berbuat apa-apa. Dari pada sepanjang hidupnya di salahkan istrinya Syauqi merasa tidak tahan.
Syauqi mulai melepas jas kantornya dan menyeret tubuh istrinya ke kamar mandi.
Di bawah aliran air dari shower, tubuh Syauqi dan Zhia sudah mulai basah, mereka saling berciuman dan menanggalkan pakaiannya satu persatu.
"Kamu sexi sekali," bisik Syauqi pada istrinya.
Meskipun sudah punya anak tapi tubuh Zhia masih terlihat indah.
Selesai mandi Syauqi langsung mengajak istrinya bermain di ranjang yang empuk.
Ponsel Syauqi terus berdering, rupanya panggilan dari Dony.
Syauqi tahu jika saat ini ada rapat penting. Dia segera mengirim pesan pada Dony.
To: Dony
__ADS_1
Kuserahkan semua urusan padamu, aku ada kepentingan mendadak.
Syauqi langsung mematikan ponselnya. Karena dia tahu jika Doni akan terus melakukan panggilan.
Syauqi langsung menerjang istrinya yang sedang mengeringkan rambut dengan handuknya.
"Ah lama," ucap Syauqi sambil mengambil pengering rambut.
Dengan telaten Syauqi mulai mengeringkan rambut Zhia yang panjang.
Setelah selesai Syauqi menciumi punggung Zhia. Daddy tampan itu kemudian menarik handuk yang di pakai istrinya.
Zhia tak kalah bersemangat. Ibu beranak dua itu juga langsung merangkul leher suaminya dan menariknya sampai mereka berdua terjatuh di ranjang.
Syauqi sudah hilang kendali, dia tidak memperdulikan lagi dengan urusan kantor. Bibirnya tertawa membayangkan Doni membereskan kekacauan pagi ini.
***************************
Di kantor Dony sangat cemas, karena ponsel Syauqi tidak aktif.
"Lama-lama aku bisa gila! Pagi ini ada rapat penting sedangkan aku belum melakukan persiapan apapun, bagaimana ini? Bisa-bisanya Syauqi selalu seenaknya sendiri seperti ini" kata Syauqi uring-uringan.
Tiba-tiba pintu kantornya diketuk seseorang dari luar.
"Masuklah," kata Dony yang menahan kesal.
Kemudian masuk seorang wanita cantik.
"Pak, barusan ada telepon kalau rapatnya di tunda setengah jam lagi. Karena penerbangan dari Singapura ada sedikit masalah," kata asisten cantik itu.
"Iya," jawab Doni tegas.
"Untung saja, kali ini aku selamat," batin Dony merasa lega.
Dony langsung membuka laptopnya. Dia yakin dalam waktu setengah jam sudah bisa menguasai materi.
********************************
Selesai bercinta Syauqi tersenyum puas. Dia membelai rambut istrinya sambil berbaring.
"Sayang setelah ini kita mencari pembantu lagi yuk. Aku tidak tahan melihat kamu kelelahan," ucap Syauqi manis.
"Mas, tadi Pak Ahmad bilang kalau istrinya ingin bekerja di sini," kata Zhia lembut.
"Usianya berapa?" tanya Syauqi.
"Sekitar empat puluhan," jawab Zhia.
"Tak masalah, biar supir tua itu tidak kesepian lagi," cetus Syauqi.
Zhia langsung mencubit pinggang suaminya.
"Aw... sakit," teriak Syauqi.
"Makanya jangan berbicara sembarangan tentang orang tua," ucap Zhia tertawa.
"Hari ini kita pergi kencan berdua yuk?" kata Syauqi tersenyum nakal.
"Tidak, mana mungkin aku bersenang-senang tanpa anak," jawab Zhia ketus.
"Ayolah, sekali ini saja. Besok-besok kita bisa mengajak anak-anak juga," rengek Syauqi manja.
"Baiklah kalau begitu. Aku mandi dulu," jawab Zhia.
"Aku ikut," ucap Syauqi bersemangat.
Zhia sudah mengira, jika mandi bersama suaminya tidak mungkin akan sebentar. Karena di dalam kamar mandi Syauqi terus dan terus menikmati setiap lekuk tubuh Zhia.
"Kamu seperti narkoba, selalu membuatku kecanduan," bisik Syauqi.
"Mas..." rintih Zhia
"Apa...?" tanya Zhia.
Zhia tidak menjawab lagi, tapi bibirnya langsung menyerang dada suaminya yang kekar.
Syauqi sangat menikmatinya. Karena di balik kelembutan sikap istrinya, perempuan yang paling dicintai itu sangat agresif ketika bercinta.
"Kamu nakal istriku," bisik Syauqi.
__ADS_1
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri rating Bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik dan sarannya juga, semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi.