CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Ketegangan sebelum ijab kabul


__ADS_3

Dalam sebuah pernikahan, salah satu moment yang paling mendebarkan adalah ijab kabul. Karena saat itu adalah detik-detik penentuan mempelai perempuan dan mempelai pria menjadi halal hubungannya.


Syauqi memilih ruangan yang terpisah dengan calon istrinya saat di rias pengantin.


Sedari tadi dia terus mengucapkan kata ijab kabul berkali-kali, padahal dia sudah hafal jauh-jauh hari. Namun hati Syauqi terus merasa gugup dan cemas.


"Kau payah, bro. Cuma mengucapkan satu kalimat saja tegang seperti itu," ejek Dony.


Mendengar ejekan Dony, Syauqi langsung memanahkan tatapan mematikan.


"Bukan begitu maksudku, bro. Aku hanya heran saja. Kamu kan sudah terbiasa berbicara di depan rekan kerja bahkan di Podium. Lha ini cuma sebaris kalimat saja kamu harus menghafalkan terus -menerus," timpal Dony membela diri sendiri.


"Kau belum pernah mengalami, mana mungkin tahu bagaimana rasanya," balas Syauqi jutek.


"Kalau begitu biar aku saja yang menggantikan saat ijab nanti," goda Dony.


"Bosan hidup ya?" sentak Syauqi emosi, dia merasa disepelekan oleh temannya.


Dony langsung tertawa terbahak-bahak. Tangan kanan Syauqi itu tak menyangka jika bos besarnya bisa merasa grogi saat hendak ijab kabul.


"Kamu belum melihat calon istrimu ya? Aku jadi penasaran. Pasti Zhia sangat cantik sekali," puji Dony mengalihkan percakapan. pemuda itu merasa ngeri kalau Syauqi sudah emosi.


"Belum, empat hari ini aku sama sekali belum bertemu dengannya," jawab Syauqi.


"Kenapa?" tanya Dony penasaran.


"Sebenarnya aku sangat rindu,Don. Tapi aku ingin selalu tampil keren di depan istriku. Mana mungkin aku tunjukkan wajah resahku yang seperti ini," jawab Syauqi yang membuat Dony ingin tertawa lagi, tetapi kali ini ditahan. Dony tak ingin dipukul Syauqi.


Tak berapa lama Kakak Iparnya Syauqi muncul sendirian.


"Assalamu'alaikum" ucap salam Fauzi.


"Wa'alaikumsalam," jawab Syauqi dan Dony bersama.


"Bro, aku cabut dulu ya? Sekarang sudah ada Mas Fauzi yang menemani. Aku juga mau menjemput Nindy dulu," Kata Dony sampil menepuk bahu sebelah Syauqi.


"Mas Fauzi, aku pamit dulu ya," kata Dony kemudian pada Fauzi. Namun kali ini temannya Syauqi itu sangat sopan sambil menundukkan kepalanya tanda hormat.


"Kakak mana, Mas?" tanya Syauqi cemas.


"Dia masuk ke ruangan Zhia, kamu ini kenapa tidak seperti biasanya?" tanya Fauzi sangat heran, karena memang baru pertama kali ini pak ustad itu melihat adik iparnya gelisah seperti ini.


"Aku juga tidak tau, Mas. Biasanya aku sangat percaya diri. Tapi sekarang saat mau ijab kabul aku merasa cemas," jawab Syauqi jujur. Dia merasa kalau Kakak iparnya ini lebih pengalaman diajak sharing dari pada Dony yang sialan itu.


"Apa kamu masih ragu menikah dengan Zhia?tanya Fauzi lagi memastikan.


"Bukan, bukan begitu maksudku," jawab Syauqi terkejut mendengar pertanyaan Fauzi.


"Mana mungkin aku ragu,pernikahan ini adalah yang aku harapkan," batin Syauqi.

__ADS_1


Fauzi tersenyum lembut, Kakak Ipar Syauqi itu juga tak mengira, sosok Syauqi yang terkenal hebat, tangguh dan keras kepala ini juga bisa merasa takut.


"Oalah, Mas kini tau yang kamu maksud. ya memang seperti itu rasanya seorang mempelai pengantin pria saat mau ijab kabul. Mas dulu juga merasakan hal yang sama. Padahal Mas sering ceramah di depan umum," ucap Fauzi setelah tahu jika yang dirasakan Syauqi adalah grogi.


Mendengar jawaban Kakak Iparnya Syauqi merasa lega, dia kira hanya dirinya yang payah.


"Lalu bagaimana cara mengatasinya, Mas Fauzi? Kalau cemas aku sering lupa, aku tak mau mengulang berkali -kali saat ijab. Nanti dikira aku tas serius menikahi Zhia," tanya Syauqi meminta pendapat.


"Kamu ingat saja seberapa besar cintamu pada calon istrimu dan bagaimana perjuanganmu untuk mendapatkan cinta tulusnya!" tutur Fauzi.


Syauqi merenung, dia mencoba mengingat apa yang dikatakan Kakak iparnya.


"Seberapa besar cintaku pada Zhia?


Sangat besar, melebihi nyawaku sendiri.


Perjuangan?


hemm, tentu juga besar. Aku bahkan sampai merelakan perjakaku demi Zhia."


Syauqi tersenyum nakal dalam lamunannya.


*************************************


Zhia baru selesai dirias, karena pengantin wanita lebih rumit dan membutuhkan waktu lebih lama.


"Mas Iyas, akhirnya aku akan menikah.


Aku tak tahu apakah aku bisa membuka hatiku sepenuhnya untuk Mas Syauqi?" batin Zhia sambil menatap dirinya lewat cermin besar.


Zhia tidak tau harus merasa bersedih atau bahagia.


Seseorang yang dicintai baru saja meninggal, bahkan kuburannya belum kering.


Dan kini dia sendiri terpaksa menikah karena sudah hamil duluan.


Meskipun rasa kebencian Zhia pada Syauqi mulai sedikit meluntur namun dia juga belum bisa sepenuhnya membuka hatinya.


Elly masuk keruangan, bersama seorang Wanita separuh baya yang berparas cantik,dan tinggi semampai.


"Assalamu'alaikum," sapa Elly.


"Wa'alaikumsalam," jawab Zhia tersenyum ramah.


Wanita separuh baya yang di samping Elly langsung memeluk Zhia, sedangkan Zhia sendiri merasa heran karena baru pertama kali bertemu.


"Terimakasih, Anakku sayang. Karena kamu bisa meluluhkan hati Syauqi yang sekeras batu," ucap perempuan itu kemudian melepaskan pelukannya, lalu menggenggam kedua tangan Zhia.


"Zhia, ini Mama aku," ucap Elly.

__ADS_1


Zhia menyalami Mamanya Syauqi dan tersenyum senang, karena akhirnya bisa bertemu dengannya yang selama ini menjadi misteri.


"Senang bertemu dengan Anda, Tante. Hohon do'a restunya," jawab Zhia sopan.


"Jangan panggil Tante, tapi Mama saja! Mulai sekarang kamu adalah anakku juga," jawab Mama Syauqi.


"Apa Mama sudah bertemu Mas Syauqi?" tanya Zhia penasaran.


Namun Mamanya Syauqi hanya menggeleng -gelengkan kepalanya dan menunduk sedih.


"Kenapa?" tanya Zhia lagi.


"Mama takut, Nak Zhia. Dulu Mama pernah diusir waktu Mama ke sini saat pemakaman Papanya Syauqi. Sejak saat itu Mama nggak berani lagi menemuinya," tutur Mamanya Syauqi menangis terisak.


"Sabar, Ma. Aku akan mencoba membujuk Mas Syauqi nanti. Semoga Mas Syauqi bisa memaafkan Mama," hibur Zhia pada calon mertuanya.


Zhia ikut bersedih juga. Bagaimanapun sifatnya seorang Ibu, dia akan selalu mencintai Anaknya.


"Semua memang salah Mama, anak-anaklah yang menjadi korban," kata Mamanya Syauqi pilu.


"Kenapa Mama dulu bisa cerai?" Zhia memberanikan diri untuk bertanya tentang masa lalu keluarga Syauqi, siapa tahu nanti ada jalan keluarnya.


"Mama dan Papanya Syauqi dulu menikah karena perjodohan, tetapi keluarga kami bahagia dan harmonis. Sampai kami memiliki Dua anak yaitu Elly dan Syauqi. Akan tetapi setelah Syauqi memasuki SMA, mantan pacar Papanya muncul dan mereka mulai dekat lagi. Mama sangat cemburu dan marah, kita selalu bertengkar terus sampai akhirnya kita bercerai. Setelah cerai Mama menikah dengan Orang Jerman. Dan Saat pernikahan Elly Mama pulang, Papanya Syauqi meminta maaf dan ingin kembali lagi. Namun saat itu Mama sudah memiliki anak yang masih bayi dan Mama juga sudah memiliki kehidupan baru. Akhirnya Syauqi marah karena Mama lebih memilih keluarga baru di Jerman," jelas Mama Syauwi panjang lebar.


Mamanya Syauqi menangis, Zhia dan Elly juga ikut menitikkan air matanya.


"Walaupun aku sudah berjanji untuk tidak menangis karena kesedihan, akan tetapi melihat orang lain menderita aku juga ikut merasakan lara," batin Zhia yang memiliki hati mudah trenyuh.


"Zhia, tolong bujuk Syauqi, ya? Hanya kamu yang bisa. Kakak memaklumi Syauqi marah karena waktu itu dia belum dewasa dan masih berpikiran sempit," pinta Kak Elly.


"Iya, Kak Elly. Zhia akan berusaha," kata Zhia.


Zhia tak tahu mana yang benar mana yang salah. Dilihat dari sisi Mamanya pasti sakit ketika suaminya selingkuh, menolak diajak kembali karena sudah memiliki keluarga baru.


Sedangkan Syauqi juga hancur, karena Mamanya meninggalkan dirinya demi keluarga barunya.


"Seringkali kehidupan ini mempermainkan perasaan insan.


Seperti aku yang terpaksa melukai Mas Iyas demi anak yang ku kandung.


Dan aku juga tak bisa selamanya membenci Mas Syauqi yang sebentar lagi menjadi suamiku.


Aku tak ingin menjadi seorang istri durhaka yang dimurkai Alloh."


"Maaf, Nyonya. Riasan di wajah Anda harus segera diperbaiki. Sebentar lagi acara akan dimulai," tegur perias pengantin yang membuat Zhia tersadar dari lamunannya.


"Maafin saya ya, jadi merepotkan," jawab Zhia merasa bersalah. Air matanya menyebabkan Make up-nya sedikit berantakan.


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri Bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya juga, semoga novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗


__ADS_2