
Kaysa dan Bundanya baru saja pulang ke rumah. Mobilnya berpapasan dengan mobil milik Syadeva.
Setelah turun, Flora langsung memeluk Bundanya erat.
“Habis dari mana sama Kak Syadev?” tanya Zhia penasaran.
“Tadi nganterin Kak Anggun,” jawab Flora polos.
“Cie... Ada yang mulai bisa perhatian sama cewek ni ye...” goda Kaysa.
Syadev sama sekali tidak merespons, pemuda itu langsung berjalan menuju lantai dua.
Malam harinya ketika sekeluarga sedang bercengkerama di ruang tau. Tiba-tiba ada sosok tinggi yang berdiri di depan pintu. Pemuda yang sangat tampan itu memegang koper yang sangat besar.
“Assalamualaikum,” suara pemuda itu.
“Wa ’alaikumsalam,” jawab sekeluarga bersamaan. Namun ketika mereka menyadari siapa yang datang mereka langsung berteriak.
“Kak Alarik!”
Sedetik kemudian mereka langsung berlari dan memeluk tubuh gagah Alarik. Bahkan Zhia sampai menangis tersedu-sedu.
“Kenapa Kakak tidak bilang dulu kalau mau pulang?” rengek Kaysa manja.
“ Iya, jadi aku bisa menjemputmu,” timpal Syadev.
“Dasar anak nakal!” Kata Syauqi dengan nada lembut.
“Ayo masuk, sudah makan belum?” tanya Zhia keibuan.
“Sudah, Bunda,” jawab Alarik penuh haru.
Alarik tidak ada ikatan darah dengan mereka, akan tetapi kasih sayang yang sudah terjalin sangat erat seperti awan dan hujan.
“Ayo duduk dulu! Pasti capek,” kata Syauqi tidak bisa menyembunyikan kebahagiaanya.
“Ayah tidak marah?” tanya Alarik.
“Mau marah juga percuma, karena kamu sudah sampai di sini. Tapi kamu akan mendapat hukuman,” kata Syauqi.
“Hukuman apa?” tanya Kaysa dan Syadev penasaran.
“Bantu-bantu Ayah di kantor. Saat ini pekerjaan sedang banyak sekali,” ucap Syauqi.
Syadev dan Kaysa merasa lega. Sedangkan Alarik tersenyum, akhirnya apa yang menjadi keinginannya selama ini untuk berkumpul dengan keluarganya dapat terwujud.
“Karena kamu tidak bilang sebelumnya, jadi kami belum mempersiapkan kamar kamu. Untuk sementara tidur di kamar tamu dulu tidak apa-apa ya?” ucap Zhia yang sedang bergembira.
“Tidak apa-apa, Bunda,” jawab Alarik sopan.
“Tidur denganku saja, Kak,” ucap Syadev.
“Jangan! Tidur di kamarku saja, malam ini biar aku tidur dengan flora,” cetus Kaysa tidak mau kalah.
“Kamar Kaysa bau pesing, soalnya dia masih mengompol,” ejek Syadev.
“Mulut kamu ini berbisa, sebaiknya aku sterilkan dulu biar tidak membahayakan orang lain!” balas Kaysa tidak mau kalah.
“Cukup! Kalian ini, kakaknya baru pulang sudah di suguhi pertengkaran,” tegur Syauqi.
“Kalian ini hanya tubuhnya saja yang bertambah tinggi, tapi kelakuan kalian masih seperti anak-anak,” ucap Alarik menahan tawa.
“Siapa bilang anak-anak? Syadev sekarang sudah dewasa, buktinya tadi sudah bisa mengantar cewek, perhatian sekali kan?” sindir Kaysa dengan senyuman puas.
“Itu juga gara-gara kamu! Bawa teman ke rumah malah ditinggal pergi. Dasar tidak tanggung jawab,” balas Syadev kesal.
“Bunda, Syadev menyalahkan aku. Berarti itu sama saja dengan menyalahkan Bunda. Tadi kan Bunda yang meminta aku mengantar ke rumah Darren,” jawab Kaysa mulai kumat.
“Jangan berantem lagi, sebaiknya kalian segera tidur. Alarik kamu juga istirahat ya!,” Kata Syauqi.
Tapi sebelum bubar, Alarik membagikan kotak hadiah pada semua orang terlebih dahulu.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Kaysa belum bisa tidur, sedangkan semua rumah sudah sepi dan lampunya redup.
Kaysa berjalan ke kamar Alarik, setelah di ketuk satu kali pintunya langsung terbuka.
Kaysa tanpa berpikir panjang langsung berlari ke dalam dan memeluk Alarik dengan erat.
“Anak ini... Selalu sembarangan saja. Tidak tahukah perbuatan cerobohmu itu membuat hatiku bergetar?” batin Alarik dalam hati.
Alarik segera melepaskan pelukan adiknya dan memegang kedua pundak Kaysa.
“Kamu kenapa?” tanya Alarik perhatian.
“Aku marah dengan Kak Alarik,” jawab Kaysa manja. Gadis itu langsung memeluk erat tubuh kakaknya.
Alarik tersenyum karena tingkah manja Adik angkatnya.
“Dasar kaysa, bilang marah tapi memeluk terus. Bocah konyol,” bisik Alarik dalam hati.
Tapi semakin lama di peluk Kaysa, perasaan Alarik semakin tidak karuan. Seandainya Kaysa yang sedang memeluknya ini sudah dewasa, juga sudah mengetahui tentang hubungan mereka yang sebenarnya, pasti Alarik ingin membalas pelukannya dengan erat dan tidak akan melepaskannya.
Alarik melepaskan dirinya lagi karena pikirannya sudah kacau.
__ADS_1
“Sekarang tidurlah dulu! Besok kan harus sekolah, Kak Alarik juga mau istirahat karena besok membantu Ayah di kantor “ kata Alarik ramah.
“Tapi aku masih rindu Kak Alarik, peluk satu kali lagi “ pinta Kaysa manja.
Alarik tidak pernah bisa berkata tidak untuk Kaysa, dia pun segera mempersilahkan Kaysa melakukan apapun yang di mau.
Tanpa malu-malu Kaysa memeluk erat tubuh Alarik.
“Kak, jangan pergi lagi ya? Tetaplah di sini,” ucap Kaysa.
“Iya, sana tidur dulu!” jawab Alarik yang mulai gugup.
Kaysa segera keluar dan Alarik langsung merasa lega.
Entah kenapa saat Kaysa mengucapkan kata-kata terakhirnya gadis itu terlihat dewasa dan sangat menawan.
Alarik segera menampar pipinya sendiri supaya bisa cepat sadar.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Pagi harinya Alarik sudah berpakaian rapi seperti Ayahnya Kaysa. Alarik terlihat dewasa dan tampan.
Kaysa seperti biasanya, tersenyum dengan ceria sedangkan Syadev wajahnya datar tanpa ekspresi.
“Kak Al, aku antarkan ke kantor ya?” ucap Kaysa.
“Tidak usah, nanti Kak Alarik sama Ayah saja,” jawab Alarik ramah.
“Dasar Bodoh! Kalau mau apa-apa di pikir dulu,” ejek Syadev.
“Apa alasanmu mengatakan aku bodoh?” tanya Kaysa ketus.
“Jelas-jelas satu kantor dengan Ayah, untuk apa di anterin kamu segala? Nanti malah sial,” jawab Syadev.
“Kak Al, padahal aku hanya berniat baik. Tapi Syadev malah mengatakan hal yang buruk tentang aku,” ucap Kaysa dengan wajah memelas.
“Syadev! Kamu tidak boleh seperti itu, bagaimanapun juga dia tetap Kakakmu. Jadi belajar hormati dia juga ya!” tegur Alarik.
Kaysa melirik ke arah Syadev dengan tatapan kemenangan, sedangkan Syadev yang sudah kesal langsung menuju mobilnya dan pergi.
Sebenarnya Alarik tahu kelicikan adik perempuannya itu, tapi hati kecilnya masih saja ingin membela dia.
“Flora, ayo sayang! Nanti bisa telat,” kata Alarik sambil menuntun adik terkecilnya itu menuju mobil Ayah mereka.
“Hati-hati semuanya,” ucap Zhia pada semuanya.
Syauqi yang baru keluar rumah langsung mencium kening istrinya dengan mesra.
Kemudian dia duduk di belakang bersama Flora. Karena sudah ada Alarik yang menyetir.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Sedangkan Kaysa sedang berbunga-bunga karena ada Kakak pertamanya. Dengan begitu setiap dia bertengkar dengan Syadev, Alarik pasti akan membelanya.
Saat makan siang di kantin. Kaysa melihat Gio yang baru masuk, mata mereka berdua bertemu tanpa disengaja.
Gio menjadi salah tingkah, sedangkan Kaysa bersikap biasa saja.
Setelah selesai makan, Kaysa dan kawan-kawan berniat pergi. Namun langkah Kaysa terhenti karena di hadang Gio.
“Kaysa, tunggu!” ucap Gio.
“Apa?” tanya Kaysa datar.
“Boleh aku bicara sebentar denganmu?” tanya Gio grogi.
“Silahkan!” jawab singkat.
“Tapi jangan di sini, ikutlah bersamaku,” kata Gio.
Kaysa setuju dan mengikuti Ketua OSIS itu.
“Apa kamu tidak khawatir dengan Kaysa?” tanya Darren cemas.
“Yang harus di khawatirkan itu justru Gio, apa kamu pikir Kaysa itu mau ditindas?” sergah Syadev.
Darren diam saja, karena apa yang dikatakan Syadev itu benar.
Akan tetapi Darren masih merasa cemas, karena dia takut jika Kakak kelas itu berniat buruk pada Kaysa.
Darren langsung menyusul Kaysa.
Sedangkan Zahra jadi bersedih melihat kepergian Darren.
Sebenarnya Syadev selalu peka, tentang cinta yang berantai di antara temannya ini. Tapi Syadev tidak pernah mau ambil pusing, dia memilih untuk diam dan pura-pura tidak tahu.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Darren Akhirnya menemukan Kaysa. Seketika hatinya langsung hancur saat ikut mendengar ucapan dari Ketua OSIS itu.
“Kaysa, kamu masih ingat saat MOS? Apa yang aku katakan saat kita drama Romeo dan Juliet itu jujur apa adanya," kata Gio.
“Apa maksud Kak Gio?” tanya Kaysa.
“Aku menyukaimu, maukah kamu jadi pacar aku?” tanya Gio mesra seperti saat di MOS dulu.
__ADS_1
Kaysa terkejut, tapi hatinya sama sekali tidak tertarik.
“Maaf Kak, aku menolak,” jawab Kaysa tegas.
“Kenapa?” tanya Gio penasaran.
“Aku masih kelas satu SMA. Aku tidak pernah berminat untuk memikirkan hal-hal seperti itu,” jawab Kaysa tanpa ragu.
Kaysa segera pergi, sedangkan Gio justru tersenyum.
Bel berbunyi, Kaysa segera berlarian supaya tidak telat masuk ke kelas.
Sesampainya di kelas, Syadev sama sekali tidak bertanya ataupun menyapa, ekspresinya biasa saja. `
Saat pulang sekolah Darren sudah menghilang duluan, Kaysa merasa heran. Karena biasanya Darren selalu meminta Kaysa untuk mengantarkannya.
Tiba-tiba Yuki datang, Wakil ketua OSIS itu menyapa Kaysa dan Syadev.
“Hay, sebelumnya di antara kita selalu terjadi kesalah pahaman. Sebagai perwujudan permintaan maafku, aku ingin mengundang kalian berdua di acara ulang tahunku malam ini. Kalau kalian tidak datang berarti kalian tidak memaafkan aku,” ucap Yuki sambil memberikan dua kartu undangan.
Kaysa menerimanya dengan senang hati, sedangkan Syadev tidak peduli dan langsung masuk ke mobilnya sendiri.
Saat Kaysa hendak masuk ke mobilnya, Anggun yang napasnya terengah-engah mencegahnya.
“Ada apa? Kenapa kamu berlarian?” tanya Kaysa heran.
“Sebentar, ada hal penting yang harus aku beritahukan,” jawab Anggun.
“Baiklah, bicaranya di mobil saja! Sekalian aku antar kamu pulang,”`
Anggun langsung bergegas masuk ke mobil Kaysa.
“Apa tadi Kak Gio menyatakan cinta padamu?” tanya Anggun hati-hati.
“Kok kamu bisa tahu?” Kaysa balik bertanya karena merasa heran.
“Saat aku pulang tadi, tidak sengaja aku mendengarkan percakapan antara Siska dan Maya. Mereka berdua mengatakan kalau Kak Gio pura-pura menyukaimu, dan nanti malam saat acara ulang tahun Kak Yuki, mereka akan mempermalukan kamu untuk membalas dendam “ kata Anggun cemas.
Tapi Kaysa justru tertawa. Dan menganggap semua ini hanyalah permainan yan menyenangkan.
Tadi dia juga curiga, kenapa sikap Ketua OSIS dan Wakilnya berubah aneh.
“Karena aku sudah diundang. Jadi aku harus datang dong untuk menghormati mereka,” kata Kaysa tersenyum licik.
Sedangkan Anggun yang ikut khawatir dan cemas itu menjadi heran dengan tingkah temannya.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
“Acara di mulai pukul sembilan malam, berarti selesainya bisa tengah malam. Tidak baik jika anak perempuan keluyuran sampai larut malam seperti itu,” tutur Zhia menasihati putrinya.
“Tapi aku ingin datang, Bunda,” rayu Kaysa.
“Baiklah, Ayah izinkan pergi asal dengan Syadev atau Darren. Ayah tidak mau kalau kamu datang sendirian!” timpal Syauqi yang tidak pernah bisa tega menolak permintaan putrinya itu.
Kaysa ceria, setidaknya masih ada harapan. Dia bertekad untuk datang, karena dia ingin membalikkan keadaan supaya mereka yang berniat buruk merasa malu sendiri.
Tapi Syadev yang ingin di ajak malah sudah mengunci diri di kamar tidur. Kaysa lalu mencoba menghubungi nomor Darren, tapi tidak aktif.
“Tumben si Darren tidak aktif. Biasanya setiap hari dia hubungi aku. Apa yang terjadi dengannya?” Gumam Kaysa.
Kaysa kesal, dia tidak peduli bagaimanapun caranya malam ini harus datang di acara ulang tahun Kakak kelasnya.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Alarik sedang di kamar mengobrol dengan Orlin lewat telepon.
“Alarik, malam ini ada film bagus di Bioskop. Kita nonton yuk?” ajak Orlin bersemangat.
“Aku lelah sekali, karena hari ini banyak pekerjaan di kantor Ayah. Lain kali saja ya? Sekarang aku mau tidur dulu, karena besok harus berangkat ke kantor pagi,” tolak Alarik secara halus.
“Iya, tidak apa-apa. Assalamualaikum,” ucap Orlin.
“Wa ’alaikumsalam,” jawab Alarik kemudian mematikan ponselnya.
Alarik memang merasa lelah dan mengantuk. Saat memulai memejamkan matanya. Tiba-tiba terdengar suara pintu yang di ketuk secara terus menerus.
Alarik merasa terganggu dan keluar dari kamar. Dia melihat Kaysa yang sedang berdiri di depan kamar Syadev.
“Kenapa kamu meneror Syadev? Mungkin dia sudah tidur,” kata Alarik.
“Aku yakin Syadev sebenarnya belum tidur,” jawab Kaysa kesal dan cemberut.
“Memangnya ada apa?” tanya Alarik bersikap dewasa.
“Aku ingin pergi ke acara ulang tahun temanku. Tapi Ayah dan Bunda tidak mengizinkan jika datang sendirian,” rengek Kaysa seperti anak kecil.
Alarik tertawa lirih, karena wajah Kaysa yang sangat menggemaskan itu.
“Baiklah, Kak Alarik akan menemani kamu,” hibur Alarik lembut.
Wajah cemberut Kaysa langsung berubah ceria. Karena terlalu senang kedua tangannya refleks memeluk tubuh Alarik dan mengecup pipi Kakaknya.
Setelah itu Kaysa segera berlari masuk ke dalam kamar tanpa rasa bersalah.
Alarik diam mematung seperti orang bodoh, kecerobohan adik angkatnya barusan membuat IQ Alarik yang sangat tinggi langsung turun di titik nol.
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Vote ya🙏 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author🤗