CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Kecerdikan Tuan Syauqi


__ADS_3

Penyesalan yang takkan pernah hilang ketika menyia-nyiakan seseorang yang tulus mencintai kita.


Karena terkadang kita menyadari betapa berharganya seseorang itu setelah dia tiada disisi kita.


Seperti yang tengah dirasakan Nindy.


Nindi mengajak Zhia ke Cafe. Setelah memesan minuman Nindy malah menangis.


"Hey, kamu ini kenapa?" tanya Zhia merasa heran.


"Lihatlah! Kamu yang lebih muda dariku sekarang sudah bahagia dengan suamimu dan akan segera punya anak, sedangkan aku? Seperti perawan tua," curhat Nindy sedih.


"Aku kira selama ini kamu cuek saja tanpa memikirkan hal seperti itu," jawab Zhia.


"Itu kan dari luarnya saja, sebenarnya aku tertekan karena keluargaku sudah memaksaku untuk menikah. Beberapa hari yang lalu aku dilamar seseorang tapi aku tolak," ucap Nindy sedih.


"Kenapa ditolak? Bukankah kamu juga pengen segera punya suami?" tanya Zhia tak mengerti.


"Saat aku mau bilang iya rasanya hatiku tidak menerima, justru malah aku terbayang terus wajah playboy si Dony," jawab Nindy kesal.


Zhia tertawa lirih, membuat Nindy semakin cemberut.


"Kamu mengejekku ya?" tanya Nindy marah.


"Bukan begitu, dulu aku pernah bilang, kan?Kalau kamu juga sayang Mas Dony kenapa tidak diterima saja. Sekarang kamu baru menyesal. Lalu bagaimana dengan Mas Dony? Apa dia masih mengejarmu ?" tutur Zhia lirih.


Nindy menggelengkan kepalanya merasa putus asa.


"Setelah kita menginap di Vila milikmu satu bulan yang lalu itu dia tak pernah lagi menghubungiku. Bahkan beberapa hari yang lalu kita tanpa sengaja bertemu di Indomaret tapi dia sama sekali tak menyapaku. Dia menganggap ku seperti orang asing," kata Nindy Lemas dan malu pada diri sendiri, karena dia mulai merindukan kekonyolan Dony.


"Apa dia sudah punya kekasih baru?" tanya Zhia.


"Aku tidak tahu, maka dari itu aku mau minta tolong coba kamu tanyakan sama Syauqi ya?Dia kan teman terdekatnya Dony" pinta Nindy.


"Iya santai saja, nanti aku bantu kamu. Semoga Mas Dony belum punya kekasih," jawab Zhia memberi semangat.


Zahia hanya tersenyum getir.


"Kamu sekarang kenapa kurusan begini?" tanya Zhia khawatir.


Nindy hanya menunduk diam.


Cukup lama mereka mengobrol sampai Syauqi tiba-tiba sudah datang.


"Mas Syauqi, kok bisa tahu kita di sini?" tanya Zhia heran.


"Mau bersembunyi di sarang cacing pun aku bisa menemukanmu," jawab Syauqi dengan senyuman menggoda.


"Mas Syauqi, duduklah dulu! Mau minum apa?" tanya Zhia ramah.


"Mau minum susu punyamu," jawab Syauqi lirih di kuping Zhia.


Nindy masih bisa mendengarnya dan perempuan itu jadi canggung sendiri.


Zhia kesal dan malu, kemudian dia mencubit paha suaminya.


"Jangan di sini sayang nakalnya. Ayo kita segera kembali ke Vila," goda Syauqi lagi membuat Istrinya merona pipinya karena merasa malu.


"Nin, aku bawa pulang Istriku dulu ya?" kata Syauqi.


"Iya aku juga mau segera kembali ke butik," jawab Nindy.


"Nin, kalau masih ada yang mau dibicarakan dilanjutkan lewat telepon saja ya? Assalamu'alaikum," pamit Zhia berlalu pergi sambil bergandengan tangan dengan suaminya.


"Wa'alaikumsalam," jawab Nindy yang juga pergi meninggalkan kafe.


Nindy yang berjalan di belakang bisa melihat Kemesraan Syauqi yang selalu menggoda Zhia.

__ADS_1


"Zhia memang wanita yang baik, dia pantas mendapatkan semua kebahagiaan ini," batin Nindya.


"Silahkan masuk, Permaisuriku!" ucap Syauqi sambil membukakan pintu mobil.


Zhia merasa tersanjung dengan sikap suaminya yang selalu manis dan perhatian.


Namun setelah mereka di dalam mobil Syauqi langsung mencium pipi Zhia.


"Aku ambil sendiri tip nya," kata Syauqi tertawa puas dan menjalankan mobilnya.


"Berarti tadi nggak ikhlas?" protes Zhia sambil mencubit lengan Suaminya.


"Sayang, kenapa cubitanmu terasa enak ya?Aku sampai ketagihan" sindir Syauqi.


"Baiklah, karena Istrimu ini baik hati akan ku beri banyak," balas Zhia mencubit pipi,lengan,perut,dan paha Syauqi.


"Aww, sudah...sudah, aku takkan menggodamu lagi," teriak Syauqi merasa kesakitan.


Setelah suasana tenang Zhia seperti memikirkan sesuatu.


"Mau tanya Dony sudah punya kekasih apa belum? Kenapa Dony menghindari Nindy? Apakah Dony masih mencintai Nindy?"


kata Syauqi melirik ke istrinya yang terlihat terkejut karena tebakannya tidak meleset.


"Mas Syauqi ini dukun ya?" tanya Zhia polos.


"Apa yang Isriku rasakan, pikirkan dan yang sedang dilalukan saat jauh dariku aku bisa tahu," jawab Syauqi serius.


Zhia ingin menyangkalnya, tapi apa yang diucapkan suaminya memang benar adanya.


Zhia sampai merasa merinding karena terharu betapa besarnya cinta Syauqi padanya.


Syauqi melirik Istrinya yang melamun, kemudian dia menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Sayang, bahkan pakaian dalammu yang sedang kamu pakai aku juga tahu," bisik Syauqi di telinga Zhia.


Zhia kaget dan reflek mendorong dada Suaminya.


"Aku tidak pernah mengintip, tapi karena istriku yang sengaja memperlihatkan padaku untuk menggodaku," balas Syauqi yang membuat Zhia memerah wajahnya.


Zhia memang sensitif dengan kata - kata yang berbau mesum, dia sangat pemalu.


Syauqi selalu senang dengan sifat Zhia yang lugu ini, dia merasa gemas kemudian dia tak tahan segera mencium bibir Zhia yang manis. Zhia hanya memejamkan matanya karena masih merasa malu.


"Apa yang kau lakukan padaku Zhia, sampai aku tergila-gila padamu seperti ini," bisik Syauqi pada dirinya sendiri.


"Mas Syauqi, kalau begini terus kapan kita sampai rumah? "protes Zhia setengah berteriak, tapi tetap terdengar manis di telinga Syauqi.


"Kenapa? Sudah tidak sabar untuk bercinta dengan suamimu yang bisa membuatmu mabuk kepayang ini ya?"goda Syauqi lagi semakin girang.


Zhia kupingnya sudah tak tahan lagi mendengar ocehan suaminya, wanita anggun itu segera mengalihkan pembicaraan sebelum dia sendiri berubah menjadi kepiting goreng.


"Mas Syauqi, belum jawab tadi yang tentang Mas Dony," rengek Zhia.


"Sebenarnya Dony masih mencintai Nindy. Dia sengaja menghindar supaya Nindy menyadari perasaannya sendiri," jawab Syauqi dengan wajah serius.


"Benarkah? Syukurlah kalau begitu," ucap Zhia merasa senang.


"Ide licik ini pasti dari Mas Syauqi."


************************************


Malam harinya Zhia sudah mengirim pesan, supaya setelah selesai bekerja Nindya menelponnya.


Sekarang baru jam 9 kurang 10 menit.


Zhia teringat tadi siang suaminya mengerjainnya habis-habisan di dalam mobil.

__ADS_1


Dalam waktu sepuluh menit itu Zhia berniat untuk balas dendam. Dia sengaja memakai baju tidur mini yang tipis dan dia juga menggerai rambutnya.


Tak lupa Zhia memakai make up dan parfum kesukaan suaminya.


Syauqi sedang sibuk memeriksa laporan yang tadi dikirim bawahannya. Dia duduk di ruang kerja yang masih satu ruangan dengan kamar tidur.


mencium aroma parfum Syauqi langsung menghentikan aktifitasnya, Istrinya datang dengan senyuman menggoda.


Tak disangka Zhia memutar kursi Suaminya, dia segera menduduki paha Syauqi dan mencium bibirnya dengan mesra.


Zhia menyibakkan kaos suaminya. Kemudian dia memainkan ****** Syauqi juga menggoyangkan pantatnya membuat milik Suaminya mengeras.


Syauqi hanya menikmati kejutan dari istrinya. Dia menghirup aroma wangi istrinya yang sangat memikat.


Di saat Syauqi sedang asyik-asyiknya ada bunyi panggilan yang volumenya sengaja tadi dikeraskan dari ponsel Zhia.


"Aku angkat telepon dulu ya? Mas Syauqi segera selesaikan pekerjaannya." ucap Zhia lembut.


Syauqi sebenarnya sudah sangat ingin mengangkat istrinya di ranjang. Namun dia sendiri masih banyak pekerjaan.


Syauqi menuruti istrinya dan melepaskan pelukannya.


Zhia segera mengambil ponselnya yang dia taruh di depan televisi. Setelah dia mengangkatnya kemudian berbincang dengan Nindya sambil duduk di sofa dekat ranjang.


************************************


Tiga puluh menit berlalu, Syauqi sudah selesai dari tadi dan dia menunggu istrinya sambil tiduran di ranjang.


Namun Istrinya yang ditunggu masih asyik ngobrol dengan Nindy lewat ponselnya.


Syauqi tak sabar lagi, pemuda itu bangkit dan menjilat tengkuk Zhia. Namun Zhia mengabaikan dan mengisyaratkan supaya Syauqi menunggu sebentar lagi.


Syauqi sangat kesal sekali, dia tahu jika Istrinya tadi sengaja memancingnya kemudian meninggalkannya.


Syauqi segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Dony.


To: Dony


Dalam waktu 5 menit tidak menemui Nindy kau akan menyesal.


Sepuluh menit kemudian Syauqi mendapat pesan dari Dony.


From: Dony


Thanks bro, aku datang dapat sambutan peluk dari Nindy. Besok aku traktir minum.


Syauqi tersenyum melihat sahabatnya akhirnya berhasil.


Dia sendiri segera mendekati istrinya yang masih mengobrol di ponsel.


Syauqi memeluk istrinya dan berbisik mesra di telinga Zhia.


"Sayang, kamu teleponan dengan siapa lagi?Nindy sekarang sedang asyik bermesraan dengan Dony."


Zhia sangat kaget sekaligus malu karena ketahuan bohongnya.


"Bagaimana ini? Aku memang bukan tandingannya Mas Syauqi. Sebaiknya aku kabur saja," batin Zhia cemas.


Akan tetapi Zhia mengurungkan niatnya, bagaimana mungkin dia keluar kamar dengan pakaian yang terbuka seperti itu.


Zhia kemudian berlari ke ranjang dan menyembunyikan dirinya di bawah selimut yang tebal.


Syauqi tertawa puas, dia seperti serigala yang siap menyergap mangsanya.


"Berani sekali kamu ya? tunggu balasanku!" ucap Syauqi menyeringai.


Syauqi langsung meloncat dan menarik paksa selimut istrinya.

__ADS_1


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri rating bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.


Mohon kritik dan sarannya juga, semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗


__ADS_2