CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 43


__ADS_3

Saat makan siang Alarik bersikap biasa seolah tidak terjadi apa-apa, sebab jika dirinya merasa canggung atau malu pasti Kaysa akan merasa puas.


Selesai makan Anggun segera berpamitan pulang, karena besok pagi sudah mulai sekolah, gadis itu ingin bersiap-siap terlebih dahulu.


"Biar di antar Pak Sopirku yah?" saran Zahra.


"Iya, terima kasih," jawab Anggun senang.


"Aku ikut, sekalian aku mau mampir ke rumah juga mengambil sesuatu," timpal Kaysa.


"Aku juga, aku ingin mengambil mobilku," sela Alarik.


Sedangkan Zahra memilih di rumah saja, sebab gadis itu hari ini akan diajak Darren jalan-jalan.


"Kaysa, kalau mau menuju rumah kamu duluan tidak apa-apa," ucap Anggun.


"Tidak, aku juga ingin mengantar kamu," jawab Kaysa ramah.


Sebenarnya jaraknya memang lebih dekat rumah Kaysa di banding Panti, tapi Kaysa ingin jalan-jalan sebentar untuk menenangkan hatinya yang terasa kosong. Jauh dari Syadev bukanlah sesuatu hal yang mudah baginya. Jiwanya seperti hilang sebelah.


Begitu juga dengan Anggun, gadis itu hanya melamun di sepanjang perjalanan.


Sampai di panti, di sana ada mobil hitam yang tengah membagikan sebuah kotak bungkusan kado untuk anak-anak.


"Anggun, aku pulang dulu ya?" ucap Kaysa.


"Iya, terima kasih banyak ya, Kaysa, Kak Al," ucap Anggun sambil keluar dari mobil.


Mobil milik keluarga Zahra segera berbelok kembali menuju rumah Kaysa.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Anggun mendekati mobil hitam itu, jumlah kotaknya ada banyak. Bahkan di setiap kotak ada sebuah nama.


Anggun jadi teringat saat dulu dirinya dan Syadev membagikan kotak-kotak yang sama seperti itu.


"Anggun," ucap seorang perempuan yang tidak dikenali Anggun. perempuan itu mengenakan sebuah seragam yang sepertinya dari nama toko.


"Anggun... Mana yang namanya Anggun?" ucap perempuan itu berteriak.


"Saya," jawab Anggun.


"Ini untuk kamu," ucap perempuan itu tersenyum ramah.


"Maaf, kiriman ini dari siapa ya?" tanya Anggun penasaran.


"Dari toko kami, pemilik toko menyumbangkan peralatan sekolah kepada anak panti," jawab perempuan itu.


Anggun sedikit kecewa, tadinya dia sempat berharap jika semua itu dari Syadev. Kemudian dia sadar jika Syadev bahkan sudah tidak mengingatnya lagi, apalagi ingat tentang panti ini.


Dengan gontai Anggun membawa bingkisan kado itu ke dalam kamar, setelah di buka isinya adalah bermacam-macam buku pelajaran tentang Ujian Nasional untuk kelas tiga SMA, bahkan ada sepasang sepatu hitam serta tas sekolah yang modelnya sangat bagus.


"Kenapa bisa tahu apa yang aku butuhkan sekarang? Sepatuku sudah rusak, tasku juga jelek, dan aku juga sedang butuh buku-buku ini untuk menghadapi UN?"


Anggun terus bertanya-tanya, tapi dia tidak lagi berani memikirkan jika semua barang itu dari Syadev. Dia hanya beranggapan pasti orang dermawan itu sudah meneliti data diri setiap anak-anak yang akan diberi sumbangan.


Anggun membuka buku-buku tersebut, mencoba memahami isi mata pelajaran. Namun sama sekali dia tidak bisa konsentrasi karena terus terbayang wajah Syadev.


Anggun menangis, hatinya tidak tahan lagi menanggung kerinduan dan rasa bersalah dalam dirinya. Andaikan waktu bisa diulang mungkin dulu dia ingin lebih percaya diri untuk dekat dengan Syadev.


Karena sebenarnya dari pihak keluarga Syadev juga tidak pernah memandang rendah dirinya, apalagi Kaysa yang senantiasa mendukungnya. Namun dirinyalah sendiri yang menolak mengatakan kebenaran isi hatinya sebab minder.

__ADS_1


"Syadev... Aku merindukanmu," rintih Anggun sambil memeluk bantal guling yang sudah usang.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Syadev merasakan lara yang tiada terkira. Bayangan Kaysa yang murung juga Anggun yang tengah menangis terus berputar-putar dalam pikirannya.


Syadev baru saja menyuruh seseorang kenalannya untuk membeli barang-barang yang dia tulis lewat email.


Syadev masih ingat dengan jelas nama-nama dan apa saja yang sekiranya di butuhkan oleh anak-anak panti. Termasuk Anggun, perempuan yang dia cintai.


"Semangat Anggun, semoga kamu bisa lulus Ujian Nasional dengan nilai sempurna. Agar kamu bisa masuk ke Universitas yang kamu impikan," bisik Syadev pada diri sendiri.


Hanya itu yang bisa dia lakukan untuk memberi dukungan pada orang yang dicintainya, tapi dirinya juga tidak ingin Anggun tahu jika dia yang memberinya hadiah.


Syadev sebenarnya merindukan kedua gadis itu, yang satunya si perusuh yang selalu membuat hari-harinya menjadi heboh. Yang satunya lagi Anggun yang membuat dirinya menjadi damai.


"Apa aku egois? Dengan kepindahanku ke sini membuat banyak orang bersedih. Tapi setelah lulus aku juga akan pergi, jadi sebaiknya sekarang aku harus belajar lebih giat agar nanti bisa menyelesaikan kuliah dengan cepat," gumam Syadev meyakinkan dirinya sendiri.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Sesampainya di rumah Kaysa langsung menuju kamar Syadev yang berwarna serba hitam putih. Berbeda dengan kamar miliknya yang penuh warna cerah dan feminim.


Dengan iseng Kaysa membuka laci meja belajar milik Syadev, di sana Kaysa menemukan banyak sekali album foto masa kecil sampai besar. Bahkan foto saat kontes Mos ketika Kaysa dan Syadev menjadi pasangan yang memakai pakaian dari dedaunan dan Bunga juga ikut terpajang di sana.


Kaysa tertawa sambil terisak menangis. Dia tidak menyangka jika diam-diam saudaranya menyimpan album kenangan tentang mereka berdua.


"Dasar jaim, gayanya nggak suka foto bareng tapi kenyataannya justru mengoleksi foto-foto itu," umpat Kaysa kesal.


"Siapa yang jaim?" tanya Alarik yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Syadev.


"Nih," jawab Kaysa sambil memperlihatkan semua foto-foto.


Alarik tersenyum, kemudian mengelus kepala Kaysa dengan penuh kasih.


Kaysa diam, tapi hatinya membenarkan jika dirinya memang terlalu keras kepala.


Kaysa tiba-tiba memeluk Alarik dengan erat, rasa nyaman dan damai dari kehangatan tubuh pemuda yang tampan itu membuat Kaysa merasa sedikit tenang.


"Kak, bantu aku untuk mengirimkan semua foto-foto ini pada Syadev," ucap Kaysa tersenyum lebar.


Alarik tidak bisa menebak apa niat Kaysa yang sebenarnya, untuk membuat Syadev merasa malu atau ada alasan lain. Namun Alarik pasti memenuhi permintaan calon istrinya ini.


"Kamu ke sini mau mengambil apa?" tanya Alarik.


"Tidak mengambil apa-apa, aku hanya ingin membongkar kamar Syadev saja. Selama ini aku selalu di larang masuk ke dalam kamarnya, membuat aku jadi penasaran," jawab Kaysa jujur.


"Lalu apa yang kamu temukan?" tanya Alarik.


"Foto-foto ini dan hadiah ulang tahun dariku sejak kecil ternyata di simpan dengan rapi di lemari khusus," jawab Kaysa tertawa.


Alarik ikut tertawa, tidak menyangka lelaki secuek Syadev bisa melakukan hal seperti itu.


"Kaysa, besok pagi aku sudah balik ke kotaku ya? Kamu jangan nakal dan jaga diri baik-baik," pinta Alarik.


Kaysa merengut, hatinya merasa tidak rela berpisah dengan kekasih yang sangat dicintainya itu.


"Sebentar lagi kamu lulus ujian, setelah itu kita langsung menikah. Kak Al pasti akan buatkan pesta semeriah mungkin," hibur Alarik untuk menyemangati gadisnya.


"Apalah guna pesta yang mewah kalau Syadev tidak ada?" rengek Kaysa pilu.


"Saat pernikahan kita, pasti Syadev sudah sembuh, kita doakan saja," ucap Alarik lembut.

__ADS_1


"Aku mau gaun perancang yang terkenal dari Itali, dan acara pestanya aku yang mengaturnya," kata Kaysa tiba-tiba.


Alarik langsung tertawa, karena itulah sikap Kaysa yang sebenarnya.


"Iya, sayang. Selama aku mampu pasti semua kemauanmu akan aku turuti," jawab Alarik menenangkan Kaysa.


"Makanya kerja yang giat, pokoknya kalau ada pertemuan istri-istri dari para pengusaha aku ingin menjadi wanita yang tercantik dan paling keren," kata Kaysa berapi-api.


Alarik semakin tertawa lebar, kepercayaan diri Kaysa memang luar biasa. Tapi itulah yang membuat Kaysa terlihat semakin menarik.


"Dan besok pagi aku ingin Kak Al mengantarku berangkat sekolah, aku ingin pamer pada teman-teman kalau pacarku sangat tampan dan keren," kata Kaysa bangga.


Alarik yang dewasa hanya diam saja sambil tersenyum geli, tidak mungkin bagi dirinya untuk menolak permintaan hcalon istrinya yang mudah tersinggung.


"Ayo kita kembali ke rumah Zahra, takutnya nanti Tante Elly khawatir," ajak Kaysa.


Saat gadis itu keluar dari kamar, Alarik berniat memeluk dari belakang dan mencium bibir yang merekah bagai mawar merah yang ranum. Namun Alarik menahan gejolak hatinya.


"Sabar Al, kamu tidak boleh gegabah," batin Alarik pada diri sendiri.


Alarik segera mengambil kunci mobilnya yang disimpan di dalam kamarnya sendiri.


Sebenarnya Alarik bukan tipe pemuda yang royal atau suka pamer, tapi karena kekasihnya adalah seorang Kaysa Malik jadi dia membeli mobil keluaran terbaru yang hanya orang tertentu bisa membelinya. Bahkan mobil itu lebih mahal dari milik Kaysa sendiri.


Saat melihat mobil itu matanya Kaysa langsung terbelalak.


"Waw, pokoknya kalau besok aku kuliah mau pakai mobil ini," ucap Kaysa antusias.


"Iya, tapi aku yang antar jemput. Mulai sekarang kamu tidak diizinkan menyetir mobil sendiri, terlalu berbahaya," jawab Alarik serius.


"Ah tidak asyik," jawab Kaysa cemberut.


"Kalau ini bagaimana?" tanya Syadev mengeluarkan skincare super mahal dan gelang berlian.


Kaysa yang awalnya merengut kembali berbinar menatap barang-barang itu.


"Masih kurang satu," ucap Kaysa pura-pura ngambek.


"Apa?" tanya Alarik.


"ATM unlimited," jawab Kaysa dengan memasang wajah seimut mungkin.


"Wah, kalau itu aku lupa. Pakai punyaku dulu juga sama saja," ucap Alarik.


"Iya-iya, yang penting besok sepulang sekolah aku bisa shopping," jawab Kaysa bersemangat.


"Iya, ayo masuk dulu," ajak Alarik.


Alarik membukakan pintu untuk kekasihnya dengan tatapan mesra. Setelah Kaysa duduk manis Alatik menyusul masuk lewat pintu samping.


"Kapan Kak Al membeli barang-barang ini?" tanya Kaysa baru menyadarinya.


"Sebenarnya aku sudah pesan saat kita di Amarika, tapi aku meminta untuk dikirim setelah kita sampai di sini," jawab Alarik.


Kaysa memang tidak tahu, karena sejak tadi mengurung diri di kamar Syadev.


"Aku belum berterima kasih pada Kak Al," ucap Kaysa.


"Silahkan berterima kasih. tapi jangan mencium aku," jawab Alarik.


Kaysa merasa tersindir, tapi bukan dirinya kalau menyerah begitu saja.

__ADS_1


Terima kasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like dan Vote sebanyak-banyaknya ya🙏 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author. Jangan lupa baca juga Novel Scorpio ya🤗 Ceritanya romantis dan asyik loh👍


__ADS_2