
Visual Ayah Syauqi ππ
Visual Bunda Zhia π€π€
Visual Alarik ππ
Visual Kaysa πΉπΌ
Visual Syadev ππ
**************************************
Semester pertama sekolah dasar baru di mulai, Keysa dan Syadev bersemangat untuk menempuh ilmu di SD Nusantara.
Di sana hanya murid unggul yang bisa masuk, dan kebanyakan wali murid mereka dari keluarga menengah ke atas.
Kaysa dan Syadev baru saja turun dari mobil Ayahnya, tak lupa mereka berdua berpamitan sambil mencium punggung tangan Ayahnya.
"Ingat, belajar yang rajin ya!" tutur Syauqi lembut.
"Iya, Ayah," jawab Kaysa dan Syadev serempak.
Selepas kepergian mobil Ayah mereka. Kaysa dengan mengajak saudaranya untuk melewati belakang sekolah. Karena di sana banyak tanaman bunga- bunga yang sedang bermekaran indah.
Syadev selalu menuruti Kakak perempuannya. Bukan karena patuh, hanya saja sebagai anak lelaki Syadev merasa berkewajiban untuk melindungi Kaysa.
Di bawah pohon, mereka berdua melihat seorang anak lelaki sebaya mereka yang sedang di bully tiga anak yang ukuran badannya jauh lebih besar.
Kaysa yang memiliki jiwa pemberani tidak terima melihat temannya ditindas di depan matanya.
"Hey, tidak tahu malu! Beraninya melawan yang lebih kecil. Keroyokan lagi," ejek Kaysa dengan suara lantang.
Ketiga murid nakal itu tertawa lebar. Salah satu dari mereka mendekati Kaysa dan Syadev.
"Anak manis, sepertinya kalian murid baru ya di sini. Aku adalah ketua, jadi semuanya wajib menyetor uang padaku! Kalau tidak setiap hari aku dan teman-temanku akan mengganggu kalian," ancam anak lelaki itu.
"Memangnya aku takut. Kalian ini hanya segerombolan pengecut yang hanya bisa menindas yang lebih kecil," ejek Kaysa.
__ADS_1
Anak yang lebih besar itu merasa geram karena ditertawakan teman-temannya.
Syadev hanya berdiam diri, karena adik Kaysa itu tidak suka ikut campur urusan orang lain.
Kaysa melangkah maju mendekati temannya yang di bully.
"Daren, ayo ikut bersamaku. Jangan takut, aku akan selalu melindungimu," ucap Kaysa.
Anak sebaya Kaysa yang bernama Daren itu memandang wajah gadis di depannya dengan tersenyum senang.
Ketua dari kelompok anak nakal itu tidak terima, tangannya langsung menarik rambut panjang milik Kaysa.
Kaysa yang emosi segera menendang perut lawannya dengan keras.
Melihat ketuanya terjatuh, kedua anak buah yang badannya lebih besar ikut maju untuk mengeroyok Kaysa.
Syadev yang sedari tadi hanya menonton tidak akan membiarkan Kakak Perempuannya tersakiti. Syadev mengambil bongkahan batu, kemudian di lempar mengenai kepala musuhnya sampai bocor dan berdarah.
Kaysa terkejut, karena biasanya adiknya selalu pendiam. Ternyata kalau malah malah lebih mengerikan.
Murid- murid lain yang melihat langsung melapor satpam penjaga gerbang. Mereka yang berkelahi segera dibawa ke ruang kantor.
Kedua anak yang terluka langsung ditangani penjaga UKS.
Daren ketakutan, sedangkan Kaysa dan Syadev sama sekali tidak merasa bersalah.
"Kalian ini adalah murid pilihan, kenapa baru pertama kali masuk sekolah sudah membuat masalah," bentak Ibu Kepsek.
***********************************
Syauqi yang masih di perjalanan menerima telepon dari sekolah, mendengar kabar kalau anak-anaknya berkelahi Syauqi malah tertawa.
"Baru beberapa menit masuk sekolah, mereka sudah bikin onar. Aku dulu berharap memiliki anak perempuan supaya bisa seperti Bundanya yang penurut. Tapi tak ku sangka anak itu malah mirip denganku."
Syauqi memutar mobilnya kembali ke sekolahan, dia tidak merasa kaget karena ini bukanlah kejadian yang pertama. Peristiwa itu sering terjadi karena Putrinya memiliki watak keras kepala dan mudah emosi, sehingga saat masih TK sering berkelahi. Entah dengan perempuan atau lelaki anak itu tidak memiliki rasa takut.
Sesampainya di kantor sekolahan, di sana dia juga bertemu dengan Dony.
"Tak ku sangka kedua anakmu jagoan juga," sindir Dony menyeringai.
"Anakmu tidak jauh berbeda," balas Syauqi.
Salah seorang Guru BK mengantarkan Wali murid yang berkelahi ke ruangan BK.
"Selamat pagi. Maaf, karena sudah mengganggu waktu kalian. Tapi ini terpaksa harus ditindak lanjuti supaya kedepannya tidak terulang lagi. Dan bagi murid yang lainnya juga merasa takut untuk berkelahi. Sekarang saya akan mulai memberi pertanyaan kepada anak- anak Anda semua," kata IBu Kepsek berwibawa.
"Bagas, sebagai anak yang paling besar. Coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, tidak boleh berbohong! Karena nanti hukumannya akan lebih berat," tanya Ibu Kepsek pada ketua berandalan itu.
__ADS_1
Bagas hanya diam menunduk tidak berani menjawab.
Kaysa dengan berani mengangkat tangannya.
"Maaf Ibu Kepala Sekolah, Karena Bagas tidak berani menjawab bolehkah saya yang menjelaskan?" tanya Kaysa percaya diri.
"Silahkan!" jawab Ibu Kepala sekolah memberi kesempatan.
"Saya dan Saudara saya sedang berjalan di belakang sekolah, kami melihat kakak kelas bertiga itu sedang menindas Daren. Karena kami berdua membatu Daren, Bagas tidak terima dan menarik rambutku. Saya kesakitan dan reflek menendang Bagas sampai terjatuh. Kemudian kedua teman Bagas ikut maju untuk mengeroyok saya. Kemudian Syadev langsung melempari mereka dengan batu karena berusaha melindungi saudara perempuannya. Ibu Kepsek, saya tidak takut di hukum. Tapi saya tidak mau di salahkan," kata Kaysa lantang tapi sopan.
Semua terbengong mendengar ucapan Kaysa yang seperti orang dewasa.
"Astaga, Anak perempuan sekecil itu sama menakutkannya dengan Syauqi," batin Dony.
Sedangkan Syauqi tersenyum bangga, karena dia seperti melihat dirinya sendiri dalam tubuh putrinya.
"Apakah yang dikatakan Kaysa barusan benar?" tanya Ibu Kepsek kepada anak lainnya.
Mereka berlima hanya mengangguk tanda mengiyakan.
"Bagas, kenapa kamu dan teman-temanmu menindas adik kelas? Kalian ini sebagai contoh kenapa malah melakukan perbuatan buruk dan tidak terpuji?" Bentak Ibu Kepsek menahan kecewa.
Bagas dan teman-temannya tidak berani menjawab, karena mereka mengakui kesalahan.
"Daren, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ibu Kepsek kepada Daren.
"Mereka meminta saya untuk menyetor uang saku setiap hari, kalau tidak maka akan di ganggu," jawab Daren gugup.
Daren adalah Putra tunggal Dony, semenjak kecil kondisi tubuhnya lemah dan mudah sakit-sakitan.
Daren juga baru pertama kali masuk sekolah umum, karena dulu waktu TK putera Dony itu sekolah khusus di rumah. Akan tetapi karena Kaysa dan Syadev sering main ke rumah Dony, mendengar cerita tentang sekolah luar membuat Daren ingin seperti teman lainnya.
"Baiklah, sekarang kita semua sudah tahu siapa yang bersalah. Sebagai hukumannya, Bagas dan kedua temannya harus membersihkan seluruh kantor selama sebulan! Kalau sampai kalian menindas adik kelas lagi terpaksa kalian akan di keluarkan dari Sekolah. Karena Sekolah Ini adalah Sekolah favorit, jangan sampai tindakan kalian mencemarkan nama baik SD Nusantara," tegas Ibu Kepsek.
"Maaf, Bu. Tapi kenapa mereka tidak ikut di hukum?" tanya salah satu wali murid.
"Ini namanya tidak adil,Bu. Anak saya kepalanya sampai bocor karena mereka," timpal yang lainnya.
"Saya rasa Mereka tidak bersalah, karena mereka berniat membatu temannya," jawab Ibu Kepsek.
"Kalian mau minta kompensasi? Lima juta? Sepuluh juta? Ini saya kasih cek dua puluh juta untuk kalian sebagai biaya pengobatan. Tapi jika sampai putera kalian berani menyentuh sehelai rambut anakku, maka aku tidak segan-segan menghancurkan perusahaan kalian," ancam Syauqi dengan tatapan tajam sambil memberikan selembar cek.
Para wali dari anak-anak yang nakal itu terkejut, karena siapa sebenarnya wali murid barusan yang memberikan cek dua puluh juta seperti memberi uang recehan.
"Sekarang kalian kembali ke dalam kelas! Karena pelajaran segera dimulai," Perintah Ibu Kepsek.
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like dan Vote yaπ
__ADS_1
Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik sarannya juga semoga novel CINTA YANG TERPAKSA berkembang lebih baik lagiπ€