
Alex dan Anna sudah berada di dalam mobil. Sejak meninggalkan kantor ayahnya tadi, Anna terlihat banyak diam dan melamun.
Tanpa Anna sadari sejak tadi Alex terus memperhatikannya.
"Apa kau baik-baik saja??" tanya Alex lembut.
Seketika Anna tersadar dari lamunannya dan menatap Alex,
"Ya... Aku baik-baik saja" jawab Anna sedikit gugup.
Anna pun kembali terdiam dan menghela nafasnya pelan,
"Aku hanya sedikit heran dengan perubahan sikap ayah hari ini. Dia terlihat berbeda dari biasanya" ujar Anna.
Alex pun menggenggam tangan Anna dan mengusapnya pelan,
"Berbeda seperti apa?? Apa karena dia tidak bersikap keras kepala dan dingin lagi??" tanya Alex.
Anna pun dengan cepat mengangguk sambil menatap Alex,
"Benar, aku sedikit terkejut saat tadi pagi dia mengajakku sarapan bersama, lalu mengajakku ke kantornya... selama ini dia tidak pernah bersikap seperti itu padaku" ujar Anna.
Alex pun menatap Anna sekilas dan kembali memfokuskan pandangannya pada jalanan di depannya,
"Bukankah itu bagus, sepertinya dia sudah menyadari sesuatu dan mulai berubah" ujar Alex.
Anna pun mengarahkan pandangannya pada Alex dan menatap pria itu sedikit curiga,
"Kemarin... bukankah kau berbicara sesuatu dengan ayahku?? Apa yang kalian bicarakan??" tanya Anna penasaran.
Alex menatap wajah penasaran Anna dengan senyum yang tertahan di wajahnya. Entah mengapa wajah gadis itu begitu manis dan lucu. Rasanya Alex ingin mencium bibir merah muda itu dengan rakus. Namun Alex menahannya karena dia ingat sedang menyetir sekarang.
"Ekhem.. Bukan apa-apa, hanya pembicaraan pria dewasa saja" ujar Alex datar.
Anna mendelik kesal dan melepaskan genggaman tangan Alex di tangannya,
"Baiklah kalau kau tidak mau cerita tidak apa-apa!!" ujar Anna dengan wajah cemberutnya.
Alex pun menatap Anna dan mencoba kembali meraih tangan gadis itu. Namun, Anna melipat tangannya kuat di depan perutnya.
Alex pun menghela nafasnya dan menyerah,
"Baiklah... Aku akan ceritakan padamu. Sekarang berikan dulu tanganmu. Jika tidak aku tidak bisa berkonsentrasi menyetir" ujar Alex memohon.
Anna pun menatap Alex sambil menahan senyumannya,
"Benarkah???" tanya Anna memastikan.
Alex pun menatap Anna dan mengangguk pelan. Anna pun tersenyum dan memberikan tangannya pada Alex. Dengan cepat Alex menggenggam tangan Anna dan mengecupnya.
"Ayo sekarang ceritakan" bujuk Anna.
Alex pun mengecup tangan Anna berulang dan menggenggam tangan gadis itu dengan erat,
"Baiklah sayang.... Jadi... Kemarin aku menanyakan alasan ayahmu membunuh kedua orang tuaku. Lalu, ayahmu berkata bahwa dia tidak membunuh ibuku, dia bilang dia tidak mungkin membunuh orang yang dia cintai..." ujar Alex serius.
__ADS_1
Anna sedikit membelalakkan matanya karena terkejut mendengar ucapan Alex. Jadi.... ayahnya tidak membunuh ibu Alex?? pikir Anna.
Alex menggertakan giginya kuat mencoba tenang dan menahan emosinya. Perlahan dia menghela nafasnya dan kembali bercerita pada Anna,
"Dia bilang, ayahku yang telah menembak ibu terlebih dahulu.. Awalnya aku berpikir itu hal yang tidak mungkin. Tapi.... Aku juga tidak bisa menampik, bahwa hubungan mendiang ayah dan ibuku memang tidak pernah harmonis sejak dulu. Jadi, mungkin saja perkataan ayahmu itu benar. Tetapi tetap saja, kemunculan William mungkin menjadi pemicu kejadian mengerikan itu terjadi!!" ujar Alex yang tanpa sengaja menggenggam tangan Anna terlalu kuat untuk menahan emosinya.
Anna menggigit bibirnya mencoba untuk menahan rasa sakit dari genggaman Alex. Dia tau pria ini sedang menahan rasa sakit di hatinya. Anna bisa merasakan kepedihan yang Alex rasakan. Pria ini pasti sudah banyak mengalami hal yang sulit sejak dulu.
"Akh...." rintih Anna pelan saat tangan Alex semakin kuat mencengkram tangannya.
Seketika Alex pun sadar saat mendengar rintihan Anna. Dan dengan cepat pria itu menepikan mobilnya untuk berhenti.
"Maafkan aku.... Apakah aku menyakitimu????" ujar Alex panik.
Pria itu menyentuh tangan Anna dengan lembut dan mengusapnya perlahan,
"Apakah sakit???" tanya Alex cemas.
Anna pun menatap wajah Alex yang terlihat merasa bersalah dan menggenggam tangan pria itu,
"Aku tidak apa-apa" ujar Anna pelan.
Alex menatap wajah Anna dalam dan mengecup kedua tangan Anna cukup lama,
"Maaf..." ujar Alex tulus.
Perlahan Anna menarik tangannya dan menyentuh pipi Alex dengan lembut,
"Hey, aku tidak apa-apa Alex" ujar Anna pelan.
"Aku berusaha untuk melupakan masa laluku... Aku ingin memulai hidup baruku tanpa di bayangi rasa sakit hati dan dendam. Aku ingin memulai hidup baruku denganmu Anna" ujar Alex lembut.
Perlahan tangan Alex menyentuh pipi Anna dan mendekatkan wajahnya pada gadis itu,
"Aku mencintaimu.... Dan aku ingin selalu bersama denganmu selamanya" bisik Alex sambil menatap mata gadis itu sangat dalam.
Alex menyentuh bibir Anna dengan ibu jarinya dan mengusapnya lembut,
"I love you........ i really love you...." bisiknya.
CUP!!!
Perlahan bibirnya mulai menempel pada bibir Anna dengan lembut dan intens. Tangannya menyentuh pipi gadis itu dan memperdalam ciumannya. Mereka saling ******* dengan lembut dan menyalurkan cinta mereka satu sama lain.
Anna menutup matanya dan setetes air mata pun menetes di pipinya. Alex yang merasakan pipinya basah pun perlahan melepaskan ciumannya dan menatap wajah Anna dengan cemas.
"Kau menangis?? Apa aku menyakitimu???" ujar Alex cemas sambil menghapus air mata di pipi Anna.
Anna pun dengan cepat menggeleng dan menatap mata Alex dalam,
"Tidak, Aku hanya merasa tersentuh" ucap Anna jujur.
Alex pun perlahan menghela nafasnya dan menempelkan keningnya pada kening Anna,
"Kupikir aku telah menyakitimu" ujar Alex sambil menutup matanya lega.
__ADS_1
Anna pun tersenyum dan menggeleng pelan. Perlahan Alex pun menjauhkan wajahnya dan menyentuh pipi Anna dengan lembut,
"Baiklah, hari ini aku akan mengajakmu jalan-jalan. Kau mau kita pergi kemana???" ujar Alex lembut.
Anna pun terlihat berpikir sambil menggigit bibirnya,
"Hmmm.... Kemana ya...." ujar Anna pelan.
Alex menatap wajah Anna dengan gemas dan tiba-tiba mengecup bibir gadis itu,
CUP!!!!
Anna yang terkejut pun seketika menatap Alex dengan cepat,
"Jangan gigit bibirmu seperti itu, aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak mencium bibir manis ini" ujar Alex sambil menyentuh bibir Anna.
Anna pun mendengus kesal pada Alex,
"Aku sedang berpikir...." ujar Anna kesal.
Alex pun tersenyum dan kembali mendekatkan wajahnya pada Anna,
"Kuberi waktu 5 detik, jika tidak menjawab maka aku akan kembali mencium mu" ujar Alex menggoda.
Anna pun dengan panik mencoba berpikir keras,
"1.....2....." ujar Alex mulai menghitung.
"Tunggu sebentar!!!! Kau curang!!!!" ujar Anna kesal.
"3....4......" lanjut Alex yang sudah siap mendekatkan wajahnya pada Anna.
Namun dengan cepat Anna menahan wajah Alex,
"Baiklah!!!? Aku sudah tau mau kemana!!!" ujar Anna cepat.
Alex pun menjauhkan wajahnya dan menghela nafasnya kecewa,
"Baiklah.... Kau mau kemana???" ujar Alex.
Anna pun tersenyum dan menatap Alex dengan tatapan penuh semangatnya,
"Aku ingin..... pergi ke Universal Studio!!" ujar Anna senang.
Alex pun menatap Anna dengan tidak percaya. Gadis ini lebih memilih pergi ke tempat bermain itu daripada ke tempat romantis bersamanya. Alex pun menghela nafasnya dan mengangguk,
"Baiklah, ayo kita kesana"
Bersambung....
Halo, support selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan gift nya juga boleh 🤭
Terimakasih 🙏❤️🥰
Gimana nih.... Apa kita nikahin aja nih dua sejoli ini?? 🤔🤭
__ADS_1