
Hari sudah menunjukkan pukul 11.30 malam. Anna terlihat gelisah di atas tempat tidurnya. Sejak tadi dia tidak bisa tidur walaupun sudah meminum obatnya.
Otaknya masih terus berpikir tentang siapa wanita yang berada di samping ayahnya pada foto yang dia temukan tadi. Anna bangun dari tidurnya lalu mengambil foto tadi yang dia bawa diam-diam dari ruangan Alex.
Wajah wanita ini terlihat sangat cantik. Matanya mengingatkannya pada mata seseorang..
Anna kembali mengamati foto itu. Seketika terbayang wajah Alex di pikirannya.
Benar!!! Mata wanita ini mirip sekali dengan mata pria itu. Anna menutup mulutnya menahan keterkejutan. Apakah ayahnya pernah mempunyai hubungan dengan ibu Alex?? Apa karena ini pria itu begitu membenci ayahnya??
Tapi... Jika hanya karena hal itu, seharusnya pria itu tidak harus se marah dan se benci itu pada ayahnya. Alasan itu tidak masuk akal untuknya. Mungkin itu hanya masa lalu mereka..
Tunggu!!? Atau jangan-jangan...
Pria itu adalah anak terlarang dari ayahnya???
Anna menggelengkan kepalanya kuat. Tidak!!! Itu tidak mungkin!!!
Tok.. Tok...
Seketika Anna sadar dari pikirannya setelah mendengar ketukan di pintu. Dengan cepat Anna menyembunyikan foto itu di saku gaun tidurnya.
"Nona... Apa kau belum tidur??" ucap seseorang di balik pintu.
Dengan cepat Anna bangkit dari tempat tidur dan melangkah kearah pintu untuk membukanya.
"Ada apa?" tanya Anna pada penjaga yang berdiri di depan pintu.
Penjaga itu langsung membungkukkan badannya pada Anna.
"Nona, Tuan Alex sedang menunggu Nona di lantai atas" ujarnya.
Anna menatap penjaga itu sedikit ragu. Untuk apa pria itu menunggunya di atas? pikirnya.
"Aku akan mengantar Nona kesana" lanjutnya.
Dengan ragu, akhirnya Anna mengikuti penjaga itu.
Penjaga itu membawa Anna kearah lift lalu menekan tombol angka 4 untuk menuju ke lantai paling atas.
Setelah sampai, pintu lift itu pun terbuka.
"Nona, aku hanya mengantar Nona sampai sini saja, silahkan Nona masuk ke pintu balkon di ujung sana" ujar penjaga itu meninggalkan Anna sendirian.
Anna menatap ke sekeliling, disini terlihat sedikit gelap karena hanya ada beberapa lampu kecil saja yang menerangi.
Dengan pelan Anna melangkahkan kakinya menuju pintu balkon..
Anna membuka pintu itu sedikit ragu. Untuk apa pria itu menyuruhnya kesini? pikir Anna.
CKLEK!!
Anna membuka pintu itu dengan pelan. Saat pintu terbuka Anna melihat banyak sekali lilin-lilin kecil yang berjejer menjadi sebuah jalan untuknya. Balkon di lantai ini cukup luas. Anna mengikuti arah lilin itu yang mengarah ke ujung balkon.
Saat Anna sudah sampai di ujung balkon, tiba-tiba lampu pun menyala. Anna memicingkan matanya karena silau.
Saat pandangannya sudah jelas, Anna melihat Ada sebuah kue besar yang bertuliskan 'Selamat ulang tahun Anna Elizabeth Pratama'
Anna menutup mulutnya kaget melihat pemandangan itu..
"Selamat ulang tahun" ujar seseorang tiba-tiba dari belakangnya.
Anna membalikkan badannya melihat Alex berdiri disana dengan senyuman di wajahnya. Pria itu terlihat tampan dengan kemeja berwarna hitam dan rambutnya yang ditata sedikit berantakan namun sangat cocok untuknya.
__ADS_1
Alex menghampiri Anna yang masih terlihat bingung dengan apa yang di lihatnya.
"Maaf, apakah aku menganggu tidurmu?" ujar Alex yang menatap Anna dengan lembut.
Anna terlihat menundukkan wajahnya lalu menggeleng. Anna menahan air mata yang keluar dari matanya. Dia tidak menyadari bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya.
Sejujurnya Anna sangat benci dengan hari ulang tahunnya. Kenangan saat dia masih kecil dulu terlintas di pikirannya.
Saat itu adalah ulang tahunnya, para pelayan dan pengasuhnya menyiapkan sebuah pesta kecil untuknya dan berkata ibu dan ayahnya akan tiba dan ikut merayakan pesta bersamanya. Namun, sudah lama dia menunggu, orang tuannya tidak pernah muncul.
Saat Anna sudah lelah menunggu tiba-tiba dia mendengar suara mobil dari luar. Apakah orang tuanya sudah kembali? pikirnya sedikit senang.
Namun sayang, saat masuk ke dalam rumah kedua orang tuannya malah saling cekcok dan berteriak satu sama lain.
Saat mereka melihat Anna yang menunggu di depan kue ulang tahunnya, mereka hanya menatapnya sekilas lalu pergi dengan acuh dan terus bertengkar.
Sejak saat itu Anna membenci ulang tahunnya. Orang tuanya sama sekali tidak peduli padanya. Begitupun dengan ulang tahun di tahun-tahun berikutnya. Tetap sama, dan bahkan mungkin kedua orang tuannya tidak ingat sama sekali tanggal ulang tahunnya.
Alex menatap Anna yang menundukkan wajahnya. Alex mengangkat wajah Anna perlahan.
"Ada apa? Apak kau tidak suka?" tanya Alex dengan hati-hati.
Anna mengusap air matanya cepat,
"Tidak apa-apa... Terimakasih" jawab Anna tersenyum tipis.
Alex menatap Anna dengan perasaan bersalah,
"Maafkan aku" ujar Alex pelan.
Anna tersenyum menatap Alex,
"Aku baik-baik saja. Hanya teringat masa lalu" ujar Anna.
"Aku sangat mengerti apa yang kau rasakan.." ujarnya.
"Kenapa kau melakukan hal ini?" tanya Anna menatap Alex.
Alex terlihat sedikit gugup dan malu,
"Aku hanya... Ingin membuatmu senang di hari ulang tahunmu. Kau tau.. Entah mengapa seharian ini aku selalu mengkhawatirkan mu" ujar Alex menatap Anna dalam.
Anna memalingkan wajahnya seketika mendengar ucapan Alex. Entah mengapa pipinya tiba-tiba merona.
Alex menahan senyumnya menatap Anna yang terlihat gugup mendengar ucapannya.
Alex menyentuh pipi Anna dan mengarahkannya untuk saling bertatapan.
DEG!!
Tiba-tiba Alex merasa jantungnya berdegup kencang. Mengapa setiap bersama wanita ini, jantungnya selalu berdebar? tanyanya dalam hati.
"Kau tau?? Seumur hidupku aku tidak pernah merasakan hal seperti ini. Jantungku selalu berdetak kencang saat berada di dekatmu. Hanya dengan melihatmu saja, segala lelah dan penatku menghilang seketika.." ujar Alex dalam, lalu mengarahkan tangan Anna untuk menyentuh dadanya.
Anna menatap Alex dan merasakan degupan jantung Alex yang berdetak cepat.
"Aku tidak tau perasaan apa ini.. Yang jelas, aku hanya ingin selalu berada di sampingmu" ujar Alex menatap Anna serius.
Anna menatap Alex dengan perasaan ragu. Apakah pria ini sedang mengungkapkan perasaannya? pikirnya.
"Bolehkah aku bertanya satu hal padamu?" tanya Anna tiba-tiba.
Alex menatap Anna sejenak lalu menganggukkan kepalanya. Anna mengeluarkan foto yang dia bawa dari ruangan Alex tadi siang lalu menunjukkannya pada Alex.
__ADS_1
Seketika tatapan Alex berubah menajam saat melihat foto yang ada di tangan Anna.
"Darimana kau mengambil foto itu!!" ujar Alex menahan emosinya yang tiba-tiba muncul.
Anna menatap takut pada perubahan wajah Alex,
"Maafkan aku, a.. aku mengambilnya dari ruangan mu. Aku hanya ingin tau masalah apa sebenarnya yang terjadi antara kau dan ayahku! Aku merasa, aku perlu tau tentang hal itu!" ujar Anna sedikit takut.
Alex merebut foto itu cukup kuat dari tangan Anna,
"Kau tau?? Kau sudah merusak suasana hatiku!!" ujar Alex membalikkan badannya menahan amarah.
"Tidak bisakah kau jelaskan sedikit padaku??? Aku tau pria itu adalah ayahku! Lalu siapa wanita itu??" ujar Anna memohon.
"Apakah dia ibumu?" lanjut Anna.
Alex membalikkan badannya dan menatap Anna tajam,
"Ya!! Dia adalah ibuku!!" geram Alex.
"Ayahmu telah membunuh kedua orang tuaku di depan mataku!!!" ujar Alex marah.
Anna membelalakkan matanya terkejut mendengar ucapan Alex. Membunuh??
"Arghh!!" teriak Alex tiba-tiba.
Alex menyentuh kepalanya yang sakit karena ledakan emosinya yang tiba-tiba.
Dengan cepat Anna mendekati Alex dan menahan tubuhnya.
"Kau tidak apa-apa??" tanya Anna cemas.
Alex menghempaskan tangan Anna yang berada di tubuhnya.
"Maaf.. Aku butuh waktu untuk sendiri" ujar Alex lalu berjalan pergi sambil memegang kepalanya meninggalkan Anna sendirian.
Anna menatap Alex dengan perasaan bersalah. Seharusnya dia tidak merusak suasana disaat seperti ini. Anna menahan air matanya, dia merasa bersalah pada pria itu.
Pria itu pasti kembali teringat dengan masa lalu kelamnya.
'Maafkan aku..' ujar Anna dalam hatinya.
-
Anna kembali turun ke lantai 2 dan berjalan kearah kamarnya dengan sedih.
Seseorang mengikutinya dari belakang, menatap Anna yang sedang tertunduk sambil terus berjalan.
Dengan cepat orang itu mengeluarkan sapu tangan di dalam sakunya.
Kemudian dia berjalan menyusul Anna, dan dengan cepat membekap mulutnya dengan sapu tangan itu.
"Hmmmmm!!!!" teriak Anna tertahan.
Anna yang terkejut mencoba melepaskan diri dari dekapan orang itu.
Namun sayang, kesadarannya perlahan menghilang..
Dan Anna pun terjatuh tak sadarkan diri...
Bersambung...
Halo, dukung selalu cerita ini ya dengan kasih like dan komen yang banyak!! 🤗
__ADS_1