
"Lelucon ya.." ujar Alex pelan dengan gugup.
Anna pun terlihat mengangguk tidak sabar. Entah mengapa saat ini dia sedang ingin mendengar sebuah lelucon seperti yang di ceritakan Roy tadi pagi sampai membuat dirinya tertawa terbahak-bahak.
Keringat dingin pun mulai membasahi kening Alex. Pria itu terlihat berpikir keras. Lelucon apa yang harus dia ceritakan pada Anna, pikirnya bingung.
Seketika Alex pun mengingat salah satu lelucon yang pernah Roy ceritakan padanya,
"Ba.. Baiklah.. Ekhem... Pada suatu hari, ada seorang ibu yang mempunyai insomnia. Dia.. tidak bisa tertidur semalamam. Lalu.. Lalu keesokkan harinya, ibu itu menyuruh anaknya untuk membelikannya obat tidur. Setelah itu, anak itu pun pergi ke apotek untuk membeli obat..." ujar Alex lalu terdiam sejenak dan mencoba kembali mengingat lelucon itu.
"Cukup lama ibu itu menunggu dan akhirnya sang anak pun pulang..." lanjut Alex dengan nada kakunya.
Anna terlihat serius mendengar ucapan Alex dan mengangguk pelan menunggu kelanjutan cerita itu,
"Lalu... Lalu ibu itu bertanya pada anaknya "Mengapa begitu lama membeli obat??" Dan.. Dan anak itu pun menjawab, "Aku membawa obat itu pulang dengan pelan dan hati-hati agar.. agar obat itu tidak bangun" ujar Alex menyelesaikan ceritanya dengan nada datar yang tidak berubah.
Krik..
Krik..
(Terdengar suara jangkrik dari kejauhan)
Anna terlihat sedikit membuka mulutnya dan menatap Alex dengan tanda tanya. Alex yang sadar dengan tatapan istrinya pun seketika tersenyum dengan gugup,
"Ma.. Maksudnya adalah, anak itu membawa obatnya dengan perlahan agar obat itu tidak bangun.. Karena.. karena dia kan membeli obat tidur.." ujar Alex menerangkan dengan gelagapan.
"Kau... mengertikan maksudku???" tanya Alex dengan panik.
Anna pun seketika mulai mengerti dengan lelucon yang Alex sampaikan,
"Ohh... Jadi begitu maksudnya.." ujar Anna pelan sambil mengangguk.
Alex pun bernafas lega dan menatap Anna dengan perasaan bersalah,
"Tidak lucu ya?? Maaf, aku memang payah dalam hal ini" ujar Alex merasa bersalah.
Anna pun seketika menggeleng dan menyentuh pipi suaminya,
"Ha.. Ha.. Tidak Alex, leluconmu sangat lucu.. Aku saja yang lambat berpikir" ujar Anna menghibur dan mencoba tertawa.
Pria itu pun menghela nafasnya dan menyentuh tangan Anna dengan lembut,
"Tidak usah merasa bersalah.." lanjut Anna.
Alex hanya dapat menghela nafasnya dan mengecup tangan istrinya.
Anna kembali memperhatikan wajah Alex dan tertawa kecil. Alex yang melihat istrinya tertawa pun seketika menatap Anna dengan kening yang berkerut,
"Ada apa??" tanya Alex tidak mengerti.
Anna pun menutup mulutnya dan kembali tertawa cekikikan,
"Hahaha" tawanya.
Alex menatap istrinya dengan heran lalu mencoba sedikit menarik tangan Anna yang sedang menutup mulutnya,
"Ada apa sayang?? Apa yang lucu??" tanya Alex penasaran.
Anna pun menghapus air mata di sudut matanya dan menatap Alex dengan geli,
"Maaf Alex, aku teringat kembali dengan ekspresi wajahmu saat bercerita tadi haha.." ujarnya tertawa geli.
Alex pun menatap istrinya dengan bingung,
__ADS_1
'Memangnya ada apa dengan wajahnya tadi???' pikir Alex tidak mengerti.
Anna pun berhenti tertawa dan menangkup wajah Alex dengan kedua tangannya,
"Alex... Kau tau.. Kau adalah satu-satunya orang yang menceritakan sebuah cerita lelucon dengan ekspresi seperti menceritakan sebuah cerita horor haha.." ujar Anna kembali tertawa.
Alex yang sudah mengerti pun seketika tersenyum kecil melihat istrinya yang sedang tertawa geli. Di dalam hatinya Alex merasa sedikit bersyukur, karena setidaknya dia bisa membuat istrinya itu tertawa.
"Kau meledekku ya??" tanya Alex jail.
Anna pun menghapus air mata di sudut matanya dan menggeleng pada Alex,
"Tidak sayang..." ujarnya sambil menyentuh pipi Alex.
Alex pun seketika mendekatkan tubuhnya pada Anna,
"Benarkah?? Aku akan memberikanmu hukuman karena telah meledekku" ujar Alex jail sambil menggelitik tubuh istrinya.
"Alex!!! Tidak!! Hahahaha..." teriak Anna sambil tertawa kegelian.
Alex pun ikut tertawa dan masih menggelitiki tubuh istrinya. Tawa keduanya pun terdengar memenuhi ruangan.
Anna mencoba melepaskan diri dari Alex, namun dengan cepat pria itu mengurung tubuh istrinya di atas tempat tidur.
Alex menahan tubuh Anna di bawah tubuhnya. Pria itu seketika terdiam dan menatap wajah Anna dengan dalam.
Anna yang melihat perubahan wajah Alex pun seketika terdiam dan membalas tatapan dalam suaminya.
Tangan Alex terangkat untuk menyentuh wajah Anna dengan ibu jarinya. Sentuhan pria itu pun terhenti saat jarinya berada di bibir merah muda Anna.
Perlahan Alex pun mendekatkan wajahnya pada wajah Anna. Pria itu dapat merasakan nafas lembut istrinya yang menerpa wajahnya,
"I love you..." bisiknya dalam.
Anna menatap kedua bola mata Alex dan tersenyum lembut,
Alex pun tersenyum senang dan mulai menempelkan bibirnya pada bibir Anna dengan lembut,
CUP!!
Keduanya mulai menutup mata dan saling ******* untuk menyalurkan cinta mereka.
******* yang semula terasa lembut dan pelan pun tiba-tiba berubah menjadi sedikit liar dan tergesa-gesa.
Anna dapat merasakan tubuh suaminya yang telah bergairah di atas tubuhnya. Tangan Alex menahan berat tubuhnya agar tidak menindih tubuh istrinya.
Setelah beberapa lama akhirnya Alex pun melepaskan ciumannya dan menatap Anna dengan tatapan penuh gairah,
"Aku menginginkanmu.. Tapi.. Aku tau sekarang bukan waktu yang tepat" bisiknya sedikit kecewa.
Anna yang merasakan kekecewaan Alex pun langsung menyentuh dada suaminya dengan lembut. Gadis itu tau suaminya sudah sangat bergairah.
"Tidak apa-apa.. Aku bisa melakukannya dengan cara lain" bisik Anna yang membuat Alex semakin bergairah.
Pria itu pun tersenyum pada Anna dan mengecup bibir istrinya,
CUP!!
Anna pun mendorong tubuh Alex dan merubah posisi mereka. Kini posisinya telah berada di atas tubuh suaminya.
Setelah itu gadis itu pun tersenyum menggoda pada Alex dan mulai menutup tubuh keduanya dengan selimut.
Dan..
__ADS_1
Dimulailah 'cara lain' Anna untuk memuaskan suaminya itu...
~~
1 minggu kemudian..
Hari ini adalah tepat usia kandungan Anna menginjak 8 minggu. Dan, selama 1 minggu ini Alex masih konsisten untuk berpenampilan seperti Roy di rumah. Pria itu masih takut jika dia kembali ke penampilan aslinya, maka Anna akan kembali mual dan muntah saat berada di dekatnya.
Beberapa hari terakhir memang Anna sudah mulai jarang muntah. Gadis itu paling hanya mual saat memakan makanan yang tidak disukainya, seperti beberapa sayuran yang harus terpaksa dia makan saat hamil seperti sekarang.
Alex tengah membersihkan dirinya di kamar mandi. Hari ini dia dan istrinya akan kembali pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan Anna.
Setelah beberapa lama di kamar mandi, Alex pun keluar dengan handuk yang melilit di bawah tubuhnya. Rambut pria itu masih terlihat basah.
Anna tengah mempersiapkan barang-barang kecil yang akan dia bawa ke rumah sakit ke dalam tasnya.
Alex menatap Anna yang tengah sibuk sambil tersenyum lembut. Perut Anna telah terlihat mulai sedikit menonjol ke depan. Dan entah mengapa tubuh istrinya itu malah semakin seksi menurut Alex.
Pria itu berjalan menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang,
GREP!!
Anna yang merasa tubuhnya di peluk pun seketika memalingkan wajahnya menatap Alex,
"Sayang.. Ayo cepat bersiap-siap" ujar Anna.
Alex menyandarkan wajahnya di bahu Anna dan mengecupnya lembut. Anna dapat merasakan tubuh telanjang Alex yang memeluk tubuhnya dan tetesan air dari rambut basah pria itu yang mengenai tubuhnya.
Alex membalikkan tubuh Anna dan menatapnya dalam,
"Mengapa tubuhmu ini seakan selalu menggodaku.." bisik Alex menggoda.
Anna pun tertawa kecil dan sedikit mendorong dada Alex,
"Cukup Alex... Kita bisa terlambat. Cepat pakai pakaianmu" ujar Anna.
Alex pun menghela nafasnya dan tersenyum,
"Baiklah sayang...." ujarnya.
Saat Alex hendak melepaskan pelukannya, tiba-tiba saja pria itu terdiam dan mengingat sesuatu.
Tunggu!!
Bukankah dirinya sekarang belum memakai baju dan parfum seperti biasanya?? pikirnya.
Alex pun menatap Anna dengan ragu,
"Sayang.. Apa kau merasa mual sekarang???" tanya Alex.
Anna terlihat berpikir sejenak dan menggeleng,
"Tidak, memangnya kenapa??" tanya Anna.
Alex pun seketika terdiam sambil berpikir,
'Jadi, Apa sekarang Anna sudah tidak mual lagi dengan penampilan biasanya??' pikir Alex bingung.
'Atau... Malah sebenarnya tanpa harus berpenampilan seperti Roy pun, Anna memang sudah tidak mual lagi saat berada di dekatnya??' pikirnya lagi.
Bersambung..
Hai, support selalu cerita ini ya,
__ADS_1
Jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️
Oh iya, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya, apalagi ninggalin sholat 😁👍