Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Mengingkari Janji


__ADS_3

Matahari terlihat mulai terbenam...


Hari sudah menunjukkan pukul 6 sore.


Anna tengah duduk di ruang tamu sambil menatap kearah jam dengan resah. Mengapa Alex belum kembali?? pikirnya.


Gadis itu telah memakai gaun nya yang cukup sederhana namun terlihat sangat elegan di tubuh Anna. Dirinya juga telah berdandan tipis dan mengikat setengah rambutnya yang di buat sedikit bergelombang.


Anna terlihat sangat cantik dan anggun..


Pesta reuni akan di mulai pada pukul 7 malam ini. Anna terlihat mulai bosan menunggu dan mencoba menghubungi suaminya itu.


Namun sebelum gadis itu mengambil handphonenya, Bibi Van pun datang sambil membawa telepon di tangannya,


"Nona.. Ini, Tuan Alex ingin berbicara dengan Nona" ujarnya.


Anna pun menghela nafasnya dan mengambil telepon itu,


"Hallo.." ujar Anna pelan.


Alex pun dengan segera menjawab sapaan Anna,


"Hallo sayang..." ujarnya lesu.


Anna seketika mengernyitkan keningnya mendengar suara Alex yang terdengar tidak bersemangat. Perasaannya pun mulai tidak enak,


"Sayang... Maafkan aku, sepertinya aku akan pulang telat hari ini.. Apa tidak apa jika pengawal yang mengantarmu ke pesta reuni itu??? Setelah pekerjaanku selesai aku akan langsung menyusul kesana" ujarnya merasa bersalah.


Anna seketika terdiam dan merasa kecewa mendengar ucapan Alex. Jadi.. Pria itu lebih memilih menyelesaikan pekerjaannya di kantor dari pada menemaninya?? pikir Anna sensitif.


Alex terdengar menghela nafasnya dari balik sana,


"Maaf sayang.. Ada sesuatu hal yang terjadi di kantor. Harry lupa mengatur ulang jadwal rapatku dengan petinggi dari luar negri hari ini.. Padahal kemarin aku sudah mengatakan padanya bahwa hari ini aku hanya setengah hari dan ada urusan penting. Tapi, sayangnya si bodoh itu lupa dan membuat rapat itu terpaksa harus di adakan sore ini juga" ujarnya sedih.


"Maafkan aku... Maaf, aku juga tidak menghubungimu sejak tadi. Karena awalnya aku berpikir pekerjaan ini akan selesai dengan cepat dan aku memutuskan akan langsung pulang setelah itu.. Tetapi, ternyata tidak.." jelasnya lagi.


Anna menghela kembali nafasnya dan terdiam. Sebenarnya ada sedikit rasa kecewa di hatinya. Tetapi bagaimanapun juga Alex tetap harus menjalankan kewajibannya di kantor. Dia tidak boleh egois dan membuat Alex semakin merasa bersalah.


Anna yakin suaminya itu juga pasti sangat merasa bersalah sekarang..


"Tidak apa-apa.. Aku mengerti.." ujar Anna pelan.


Di balik sana, Alex terlihat menutup matanya dan merasa amat sangat bersalah pada istrinya itu. Ini adalah pertama kalinya ia tidak menepati janjinya pada Anna.


Dan, ini juga pertama kalinya Alex merasa sangat mengecewakan istrinya itu. Jika saja Harry tidak melakukan kesalahan, mungkin semua tidak akan berakhir seperti ini, pikirnya.


Awalnya Alex berpikir rapat hari ini bisa di tunda besok hari. Tetapi sayangnya, para petinggi itu tidak mau mentolelir dan menganggap Alex egois karena mementingkan urusan pribadinya. Padahal mereka semua telah datang jauh-jauh dari luar negri.


Dan, Alex pun akhirnya pasrah dan terpaksa mengalah. Dia berpikir mungkin rapat kali ini hanya akan berlangsung sebentar.


Tetapi ternyata dugaannya salah..


Rapat hari ini sangat.. sangat membuang waktu..


Apalagi di tambah dengan acara makan malam yang mereka rencanakan malam ini.


Alex menghela nafasnya dan menunduk,


"Maafkan aku sayang..." bisiknya dalam.


Anna yang mendengar suara lirih suaminya pun seketika mencoba untuk menghibur Alex agar tidak terlalu merasa bersalah,


"Tidak apa-apa Alex, sungguh... Aku mengerti.." ujarnya meyakinkan.


"Tidak usah khawatir.. Aku akan ke pesta dengan supir sebentar lagi" lanjutnya.


"Aku tidak marah.." ujarnya lagi.


Alex pun terlihat sedikit merasa lega,

__ADS_1


"Terimakasih sayang... Aku akan menyusulmu nanti. Setelah pekerjaanku selesai, aku pasti akan langsung kesana" ujarnya.


Anna pun tersenyum tipis dan mengangguk pelan,


"Iya.. Kalau begitu aku akan bersiap-siap dulu. Sebentar lagi aku akan berangkat" ucap Anna.


Alex pun tersenyum mendengar suara istrinya,


"Baiklah.. Hati-hati sayang... Tunggu aku ya.." ujarnya lagi.


Anna kembali tersenyum dan berdehem pelan untuk membalas ucapan Alex.


Setelah itu Anna pun mematikan teleponnya dan terdiam sesaat. Gadis itu menghela nafasnya dan mulai merasa suasana hatinya berubah. Awalnya dia sangat bersemangat untuk pergi ke acara reuni itu, tapi sekarang rasanya gadis itu sangat malas.


Namun akhirnya Anna pun memaksakan dirinya untuk tetap hadir. Ia pun segera berjalan ke kamarnya untuk mengambil tas.


Dua orang pengawal suruhan Alex telah menunggu Anna di depan pintu. Mereka membungkukkan tubuhnya pada Anna ketika gadis itu melangkah menghampiri mereka.


Anna terlihat tidak bersemangat dan menganggukkan kepalanya sedikit pada para pengawal itu. Salah satu pengawal pun membukakan pintu mobil untuk Anna. Gadis itu pun masuk dan duduk di kursi belakang.


Mungkin sepertinya Anna hanya akan menghabiskan waktunya sebentar saja disana, pikirnya.


Mobil pun perlahan mulai melaju dan meninggalkan pekarangan rumah.




Alex terlihat resah di kursinya sejak tadi. Setiap semenit sekali pria itu menatap jam di tangannya dan semakin resah.



Rapat sedang berlangsung sekarang. Terlihat beberapa petinggi yang kebanyakkan dari luar negri sedang berdiskusi sekarang.



Salah satu petinggi yang sedang berbicara menatap kearah Alex dengan tatapan tidak sukanya,




Alex mendelik tajam pada pria paruh baya itu dan tersenyum sinis,



"Kau benar.." ujarnya singkat dan tak kalah tajam.



Pria yang bertanya tadi seketika menatap tak suka pada jawaban Alex,



"Sekarang apa yang ada di dalam pikiranmu?? Bukankah tidak profesional jika kita sedang berdiskusi serius seperti ini lalu salah satu orang yang sangat berpengaruh tidak menganggap serius perbincangan kita kali ini?? Bukankah ini membuang-buang waktu???" tanyanya lagi cukup keras.



Alex tersenyum sinis mendengar pertanyaan pria itu. Lalu dia pun menegakkan posisi duduknya dan melipat tangannya di atas meja sambil menatap tajam pada pria tadi,



"Kau tau... Sejujurnya aku telah berjanji untuk menemani istriku malam ini ke suatu acara. Tapi sayangnya.. Karena kebodohan sekretarisku, aku tidak bisa menepati janjiku itu..." ujar Alex menahan kesalnya.



"Dan kau tau bagaimana perasaanku sekarang??" tanya Alex tajam.


__ADS_1


Pria paruh baya itu terdiam dan masih menatap tajam pada Alex,



"Aku merasa menjadi seorang yang tidak berguna dan payah.. Bagaimana bisa aku membiarkan istriku yang sedang hamil pergi sendiri ke acara itu??" lanjutnya cukup keras.



Alex pun mencoba untuk menenangkan dirinya dan menghela nafasnya dalam.



Pria paruh baya yang bertanya tadi seketika tersenyum sinis dengan tatapan mencemoohnya pada Alex,



"Lalu????" tanyanya tajam.



"Aku tidak menyangka seorang Tuan Alexander Wijaya tidak seprofesional itu.. Hanya karena istrimu kau bahkan mengabaikan rapat penting ini??" ujarnya merendahkan.



Seketika emosi Alex pun memuncak saat pria paruh baya itu menyindir istrinya,



"Lagipula istrimu itu sudah dewasa Tuan, kurasa tidak perlu ada yang di khawatirkan saat dia pergi sendiri.. Kau saja yang terlalu berlebihan dan memanjakan istrimu!!" sindirnya lagi.



BRAK!!!



Seketika Alex berdiri dari duduknya dan menggebrak meja dengan kuat sampai membuat para petinggi disana terkejut dan menatap wajah Alex yang terlihat sangat emosi.



"APA KATAMU????" tanya Alex tajam.



Para petinggi disana menatap Alex dengan takut. Sedangkan pria paruh baya yang bertanya tadi masih menatap Alex dengan santai dan tidak gentar sedikit pun.



Sepertinya pria paruh baya itu sudah bosan hidup, pikir yang lain...



Bersambung..



Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️


Banyakin komentarnya ya dan jempolnya juga 😁🙏



Oh iya, author juga mau minta dukungan buat novel kedua author ya, yg judulnya 'Mysterious Man' 🙏



Terimakasih..


__ADS_1


Dan jangan lupa pesan author, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya..


Apalagi ibadahnya sampai terlewat 😁


__ADS_2