
Alex telah tiba di kantornya, dia langsung melangkah cepat ke ruang kerjanya dan mengacuhkan beberapa pegawai yang menyapanya.
Dengan cepat Alex pun membuka pintu ruang kerjanya dan masuk. Di dalam sana sudah berdiri Harry yang langsung membungkukkan badannya sambil menahan rasa takutnya. Boss nya ini terlihat sedang tidak dalam suasana hati yang baik, pikir Harry.
"Se... Selamat siang Tuan" sapa Harry gugup.
Alex tidak menjawab sapaan Harry dan langsung duduk di kursinya. Dengan cepat Harry pun memberikan beberapa berkas untuk di tunjukkan pada Alex.
"I... Ini Tuan data-datanya" ujar Harry.
Dengan serius Alex membuka berkas itu dan membacanya satu persatu. Seketika Alex langsung menggertakkan giginya dengan kuat menahan emosi.
"Kenapa bisa jadi seperti ini???" tanya Alex marah.
Harry menggelap keringat yang menetes di keningnya lalu mencoba menerangkannya pada Alex,
"Ja... Jadi Tuan, beberapa investor ingin menarik kembali saham mereka karena ada rumor yang mengatakan bahwa perusahaan kita telah menggelapkan uang mereka" ujar Harry.
Alex memicingkan matanya dan menatap Harry dengan tajam,
"Alasan yang konyol!!! Bagaimana mungkin mereka percaya dengan rumor bodoh seperti itu!!!!" ujar Alex tajam.
Harry pun menelan ludahnya dan mencoba kembali menerangkan pada Alex,
"Mereka mempercayai rumor itu karena ada data keuangan yang bocor dan memperkuat tuduhan itu Tuan" ucap Harry.
Harry pun menunjukkan beberapa lembar kertas yang berisi data keuangan itu. Alex mengerutkan keningnya dan menatap Harry dengan tatapan tidak percayanya.
"Apa ini???? Data ini bukanlah data asli perusahaan kita!!!! Aku yakin pasti ada yang telah memanipulasi data ini!!!!" geram Alex.
Harry menatap Alex dan mengangguk cepat,
"Benar Tuan, sepertinya seseorang telah sengaja melakukan hal ini untuk menjatuhkan perusahaan kita!!!" ujar Harry.
Alex melempar berkas itu ke atas meja dan menyentuh keningnya. Siapa yang telah berani melakukan hal ini??? pikirnya.
Saat Alex sedang berpikir keras tiba-tiba handphone di dalam saku jas nya bergetar. Dengan cepat Alex pun mengambil handphonenya dan menatap nomor yang tidak dia kenal tertera disana.
Dengan ragu Alex pun mengangkat panggilan itu,
"Hallo, siapa ini???" tanya Alex tajam.
("Apa kau suka dengan kejutan ku???") tanya seseorang di balik sana.
Seketika Alex memicingkan matanya, suara ini..... pikirnya. Alex pun menghela nafasnya dan tersenyum sinis,
"Ohh... Ternyata kau!!!" ujar Alex dingin.
"Tidak ku sangka kau yang melakukan hal kekanak-kanakan seperti ini... Sama sekali tidak sesuai dengan usiamu yang sudah renta!!" lanjut Alex sinis.
Terdengar seseorang di balik sana menghela nafasnya dan terdiam sesaat,
__ADS_1
("Aku tidak punya cara lain untuk membuatmu menyerah!!") ujarnya.
Alex pun menggertakkan giginya,
"Apa yang kau inginkan?? Kau tau, aku sama sekali tidak takut dengan rencana murahan mu ini!!! Lakukan apapun yang kau suka!! Tapi ingat.. aku bukanlah orang yang mudah di kalahkan" ujar Alex tajam.
Dengan cepat Alex pun ingin mematikan panggilan itu, namun ucapan seseorang di balik sana menghentikannya.
("Baiklah, mungkin ini memang tidak mempan. Tapi.... Bagaimana jika aku sedikit bermain-main dengan kekasihmu??? Sepertinya hal itu cukup mempan untuk memancingmu!!") ujarnya sinis.
Mata Alex seketika menajam dan tangannya pun mengepal kuat,
"Bajingan!!! Jangan berani kau menyentuhnya sedikitpun!!!!" geram Alex.
Dibalik sana Peter pun tersenyum puas, sepertinya kelemahan cucunya itu ada pada kekasihnya.
("Kalau begitu sekarang juga aku menunggumu untuk datang ke rumah!! Jika tidak, maka jangan salahkan aku jika aku mengusik kekasihmu itu!!") ujar Peter lalu dengan cepat menutup panggilannya.
Alex mengeram kesal dan melempar semua berkas itu dari mejanya. Harry yang terkejut pun seketika mundur dan terlihat gemetar ketakutan.
Sial!!!! Peter sudah tau kelemahannya ada pada Anna. Sekarang dia tidak bisa menghindar lagi darinya. Alex memijat keningnya pelan dan mulai bangkit dari duduknya.
"Kau bereskan semua ini!!! Aku harus pergi ke suatu tempat" ujar Alex.
"Dan... Kau tidak perlu khawatirkan hal ini. Aku akan membereskannya" lanjut Alex lalu berlalu pergi.
Harry menghela nafas panjangnya yang sejak tadi tertahan karena ketakutan. Boss nya itu memang sangat menyeramkan jika sedang emosi. Harry pun mengelap keringatnya dan mulai merasa lega.
Walaupun galak dan kejam, tetapi Boss nya itu memang bisa di andalkan. Dia adalah tipikal orang yang tidak pernah takut dan tak gentar menghadapi apapun. Semoga saja semuanya akan kembali normal seperti semula, ujar Harry dalam hatinya.
-
Peter sedang duduk bersandar di ruang kerjanya sambil membaca sebuah buku. Seseorang mengetuk pintu dari luar.
Peter pun menatap kearah pintu,
"Masuk!!!" ujarnya.
BRAK!!!!!
Seketika pintu pun terbuka dengan keras dan memperlihatkan beberapa penjaga yang sedang mengejar dan mencoba menghentikan Alex yang masuk ke dalam ruang kerja Peter dengan tiba-tiba.
"Ma.. Maaf Tuan, pria ini masuk secara tiba-tiba" ujar pengawal itu pada Peter.
Peter pun mengangkat tangannya memberikan kode pada para pengawal itu untuk melepaskan Alex.
"Biarkan dia masuk" ujar Peter.
Pengawal itu pun mengangguk dan melangkah ke luar ruangan meninggalkan Alex dan Peter di dalam sana.
"Duduklah" ujar Peter tenang.
__ADS_1
Alex tidak mengindahkan ucapan Peter dan menatap pria itu dengan tajam,
"Aku tidak punya banyak waktu, cepat katakan apa yang kau inginkan!!!!!" ujar Alex tajam.
Peter pun menghela nafasnya dan tersenyum tipis mendengar ucapan Alex,
"Kenapa kau begitu terburu-buru?? Memangnya kau mau kemana??? Toh kau juga akan kembali tinggal di rumah ini kan..." ujar Peter santai.
Alex memicingkan matanya dan tersenyum sinis pada Peter,
"Jangan bermimpi!!!! Jika tidak ada hal penting yang ingin kau ucapakan, maka aku akan pergi!!!" ujar Alex tajam lalu membalikkan badannya dan membuka pintu ruangan kerja Peter.
Saat Alex membuka pintu, para pengawal Peter telah berjejer dan menutupi jalan pria itu. Alex menatap para pengawal itu dengan tajam lalu tersenyum sinis,
"Jadi ini yang sebenarnya kau rencanakan???" tanya Alex mencemooh.
Alex pun terlihat tidak gentar dan kembali menatap tajam pada para pengawal Peter,
"Minggir!!!!!!" tegas Alex dingin.
Para pengawal itu tidak bergeming dan masih berdiri menghalangi jalan Alex.
"Apakah aku harus mengotori tanganku dulu untuk keluar dari sini??? Baiklah....." ujar Alex dan dengan cepat hendak menghajar para pengawal itu.
Namun suara Peter menghentikan pergerakan Alex,
"Jika kau mencoba keluar dari rumah ini selangkah saja.... Maka aku akan melakukan sesuatu hal yang tidak kau inginkan pada kekasihmu itu!!!!" ancam Peter tajam.
Seketika Alex terdiam dan membalikkan badannya menatap Peter dengan tatapan membunuhnya,
"Bajingan!!!! Jika kau berani menyentuhnya sehelai rambut pun, maka aku akan melakukan hal yang lebih mengerikan padamu!!!!!!" ujar Alex tajam.
Peter pun tersenyum dan menatap puas pada wajah Alex yang terlihat telah terpancing oleh ancamannya.
"Kalau begitu berhentilah melawan!!!" ujar Peter.
"Bawa dia ke kamar di lantai 3" perintah Peter.
Lalu dengan cepat para pengawal itu mencengkram tangan Alex dan hendak menuntunnya untuk pergi. Namun, Alex dengan kasar menghempaskan tangan para pengawal itu,
"Lepaskan!!!! Aku bisa berjalan sendiri!!!!!!" geram Alex lalu melangkah terlebih dahulu.
Peter menatap kepergian Alex dan seketika terdiam. Ternyata Alex begitu mencintai putri William itu. Bahkan dia tidak bergeming hanya demi melindungi gadis itu.
Peter menghela nafasnya dan terlihat berpikir. Dia harus memisahkan cucunya dengan putri William. Dia tidak ingin Alex memiliki hubungan dengan keturunan dari pembunuh itu!!!
Bagaimanapun caranya, Peter akan membuat hubungan Alex dan gadis itu segera berakhir!!!!
Bersambung....
Halo, dukung selalu cerita ini, jangan lupa kasih like dan komen yang banyak!!! 😁
__ADS_1
Thank you 🙏❤️
Ternyata masih ada ujian dulu nih untuk Alex dan Anna menuju halal.. Kita doakan semoga masalahnya segera berakhir ya 😁✌️