Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Keseriusan


__ADS_3

Alex kembali melangkah masuk menuju apartemennya dengan perasaannya yang kacau. Entah mengapa sekarang ada perasaan takut di hatinya. Dia takut akan kehilangan Anna. Perasaan bersalah juga masih menggerogoti hatinya tentang masa lalunya saat pertama bertemu dengan Anna.


Mungkin jika di katakan tidak tau malu, itu memang benar. Setelah segala perlakuan buruknya pada Anna dulu, Alex merasa tidak pantas dicintai oleh gadis itu.


Sial!!! Perkataan pria tadi benar-benar telah mempengaruhinya, dia merasa dirinya begitu buruk untuk Anna.


Saat Alex sudah menaiki lift dan berada di lantai atas, dia berpapasan dengan seseorang yang hendak mengantarkan pakaian yang di pesan Alex untuk Anna.


"Tuan, ini pakaian yang Tuan pesan tadi" ujar pria itu memberikan kantong berisi pakaian untuk Anna.


Alex pun mengangguk dan mengambilnya,


"Terimakasih" ujar Alex singkat, lalu kembali melangkah menuju pintu kamarnya.


Saat Alex membuka pintu, tatapannya langsung terarah pada Anna yang sedang fokus menonton televisi. Seketika hatinya menjadi lebih tenang saat melihat gadis yang dia cintai itu berada di hadapannya.


Alex pun melangkah pelan menghampiri Anna. Anna yang menyadari kehadiran Alex langsung mengarahkan pandangannya pada pria itu.


"Kau sudah kembali??" tanya Anna tersenyum lembut.


Alex menyimpan kantong yang di bawanya tadi di atas meja lalu berlutut di hadapan gadis itu dan menyentuh kedua tangannya dengan lembut. Anna yang sedikit terkejut dengan tingkah Alex pun hanya terdiam dan menatap pria itu dengan heran.


"A.. Alex, ada apa??" tanya Anna bingung.


Alex menggenggam tangan Anna dan menatap wajah gadis itu dengan lembut dan serius.


"Anna... Maafkan aku.." ujar Alex pelan.


Anna yang tidak mengerti dengan maksud ucapan Alex hanya dapat mengernyitkan keningnya tidak mengerti menatap pria itu.


"Apa maksudmu?? Maaf untuk apa??" tanya Anna bingung.


Alex menghela nafasnya pelan lalu menatap mata Anna dengan lembut dan tulus.


"Maaf atas segala tindakanku di masa lalu. Aku tau aku sudah berbuat hal yang tidak pantas untukmu, bersikap kasar dan memperlakukanmu dengan sangat buruk" ujarnya merasa bersalah.


Anna terdiam sesaat mendengar ucapan Alex. Kenapa pria ini tiba-tiba mengungkit hal itu?? pikir Anna. Sepertinya ada sesuatu hal yang terjadi dan membuat pria itu seperti saat ini sekarang.


"Anna... Aku...."


Ucapan Alex terputus oleh Anna yang langsung menyentuh lembut bibir Alex dengan jari telunjuknya.


"Ssshh.... Alex, Kau tidak perlu mengungkit masa lalu. Seharusnya kita bersyukur atas segala kejadian yang telah terjadi, karena jika tidak seperti itu mungkin kita tidak bisa saling bertemu dan memahami satu sama lain seperti sekarang. Mungkin Tuhan sudah menakdirkan jalannya seperti ini untuk mempersatukan kau dan aku" ujar Anna lembut menghibur Alex.


Alex menatap Anna dengan lembut dan penuh cinta. Gadis ini... Walaupun usianya masih muda tetapi pikirannya sangat dewasa. Berbanding terbalik dengannya. Seharusnya Alex tidak semudah itu termakan omongan pria brengsek tadi. Tapi, setidaknya hatinya sudah lega karena bisa mengungkapkan kegelisahan hatinya selama ini pada kekasihnya itu.


"Terimakasih..." bisik Alex pada Anna.

__ADS_1


Lalu Alex pun mencium lembut tangan Anna yang berada di genggamannya. Dia tidak ingin kehilangan wanita yang sangat dia cintai ini. Alex ingin terus bersama dengan Anna seumur hidupnya. Menjadikan gadis ini wanita pertama dan terakhir di dalam hidupnya.


Mungkin sekarang saatnya Alex harus menghadapi penghalang hubungan mereka secara langsung. Dan mencari jawaban atas masa lalu hubungan antara kedua orang tuannya dan William yang tidak dia ketahui.


Alex pun bangkit dan duduk di samping Anna dengan masih menggenggam erat tangan gadis itu.


"Anna... Aku akan mengantarmu pulang dan bertemu dengan ayahmu" ujar Alex serius.


Anna pun menatap Alex dengan pandangan tidak percayanya. Apa maksud dari perkataan pria ini?? pikir Anna tidak mengerti. Apa yang dia rencanakan??


"Apa... maksudmu??" tanya Anna sedikit cemas.


Alex mengangkat tangannya lalu mengelus pipi gadis itu dengan lembut dan tersenyum.


"Apa yang kau pikirkan?? Aku tidak akan melakukan hal yang aneh dan berbahaya" ujar Alex tersenyum menggoda.


Alex pun kembali menatap Anna dengan serius,


"Aku tidak ingin menjadi seorang pecundang yang hanya bisa membawamu lari karena ayahmu tidak merestui hubungan kita. Aku ingin hubungan kita serius dan berjalan tanpa penghalang dari siapapun" ujarnya.


Alex terdiam sesaat lalu menatap Anna dengan serius. Tiba-tiba jantungnya berdebar tidak karuan. Seumur hidupnya Alex tidak pernah merasakan kegugupan seperti saat ini.


Perlahan dia pun menghela nafasnya dengan pelan untuk menenangkan kegugupannya.


"Anna.. Aku ingin menikah denganmu!!" ujar Alex menatap Anna dengan tatapan seriusnya.


Seketika Anna membelalakkan matanya dan menatap Alex dengan tidak percaya.


"Sshhh" bisik Alex.


Ucapan Anna terpotong oleh tangan Alex yang mengusap lembut bibirnya. Lalu pria itu menyentuh kedua pipi Anna dan mendekatkan keningnya pada kening gadis itu.


"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang. Aku hanya ingin mengungkapkan keseriusanku padamu. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku hanya denganmu Anna. Tidak peduli bagaimana tanggapan ayahmu nanti, aku tidak akan pernah menyerah" tekad Alex.


Anna perlahan menjauhkan wajahnya dari wajah Alex dan menatap pria itu sedikit khawatir.


"Tapi... Bagaimana dengan balas dendam mu??" tanya Anna ragu.


Alex pun menyentuh pipi Anna mencoba menenangkan gadis itu. Walaupun sebenarnya dia masih memiliki dendam dengan William, tetapi sekarang saatnya bagi Alex untuk menyelesaikannya. Dia harus bertanya langsung pada William tentang alasannya membunuh kedua orang tuanya.


Walaupun hatinya masih sangat sakit atas perlakuan William, namun dia harus menyelesaikan balas dendamnya sekarang juga.


"Kau tidak perlu khawatir.. Yang harus aku lakukan sekarang adalah bertemu langsung dengan ayahmu" ujar Alex.


Anna terlihat sedikit ragu dan cemas. Namun dia menyembunyikannya dari Alex dan mengangguk perlahan pada pria itu. Dia berharap masalah antara Alex dan ayahnya bisa segera berakhir.


"Baiklah..." ujar Anna pelan.

__ADS_1


Alex pun tersenyum dan mengecup kening gadis itu dengan perlahan dan lembut.


"Terimakasih kau sudah percaya padaku" ujar Alex tulus.


-


Daniel memarkirkan mobilnya di halaman rumah William. Lalu bergegas turun untuk menemui pria itu.


Seorang pelayan membuka pintu dan membungkuk pada Daniel,


"Dimana Pamam William???" tanya Daniel langsung pada pelayan itu,


"Tuan William berada di ruang kerjanya" jawab pelayan itu,


Daniel pun bergegas masuk dan melangkah ke arah ruang kerja William. Setelah sampai di depan pintu ruang kerja William, Daniel pun mulai mengetuk pintunya.


Tok... Tok...


Daniel menunggu jawaban dari balik pintu untuk mempersilahkannya masuk. Namun, tidak terdengar suara apapun dari dalam. Kembali pria itu mencoba mengetuk pintunya,


Tok... Tok..


"Paman, ini aku Daniel. Apa aku boleh masuk???" ujar Daniel di balik pintu.


Tok.. Tok..


Namun kembali tidak terdengar suara apapun dari dalam. Dengan ragu Daniel mencoba membuka pintunya yang ternyata tidak terkunci. Pria itu perlahan masuk dan mengarahkan pandangannya ke setiap sudut ruangan untuk mencari keberadaan William.


"Paman..." seru Daniel.


Namun, ruangan itu terlihat sepi dan seperti tidak ada siapapun di dalam ruangan ini. Daniel hendak membalikkan badannya kembali untuk melangkah keluar. Namun, sesuatu di atas meja kerja William menghentikan langkahnya.


Perlahan Daniel melangkah ke arah meja dan melihat sebuah lencana emas disana. Dengan ragu Daniel mengambil benda itu dan melihatnya.


Matanya seketika terbelalak tidak percaya saat melihat sebuah tulisan di lencana itu.


"Wijaya????" bisik Daniel pelan.


Bukankah ini seperti sebuah lencana milik keluarga??


Dan sepertinya ini milik keluarga Wijaya, pikirnya.


Mengapa lencana ini ada pada Paman William??? pikir Daniel tidak mengerti.


Bersambung....


Hai, dukung terus cerita ini dengan kasih like dan komen yang banyaknya 🤗

__ADS_1


Itu adalah mood booster aku, supaya semangat lagi up nya hehe


Thank you untuk yang selalu setia menunggu kelanjutan cerita ini ☺️🙏


__ADS_2