Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Sly Woman


__ADS_3

BRUK!!!


Lalu setelah itu tubuh Alex pun jatuh di atas lantai dan tak sadarkan diri.


Sebuah seringai pun muncul di bibir Miranda.


Wanita itu menghapus air matanya dengan pelan dan mulai berdiri sambil menatap Alex yang tak sadarkan diri.


Wanita itu berjongkok dan menyentuh wajah Alex dengan lembut,


"Maaf sayang, aku harus menyakitimu sedikit..." bisik Miranda sambil mencabut sebuah jarum kecil yang tertancap di leher Alex.


Miranda pun mengambil handphonenya untuk menghubungi seseorang,


"Cepat naik sekarang!! Dan bawa pria ini ke sebuah kamar di lantai 6!!" perintahnya.


Dia pun mematikan panggilannya dan kembali mendekati Alex. Wanita itu menyentuh wajah dan bibir Alex dengan penuh gairah,


"Aku akan membuatmu menjadi milikku" bisiknya penuh keyakinan.


CUP!!!


CKREK!!


Miranda pun mengecup bibir Alex sambil memotret close up wajah mereka berdua,


"Akhirnya aku bisa menyentuhmu seperti ini.." bisiknya lagi tersenyum haru.


Saat wanita itu hendak kembali mencium bibir Alex tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar,


Tok..


Tok..


Miranda menghentikan pergerakannya dan mendengus kesal. Wanita itu pun berdiri dan menatap tajam kearah pintu,


"Masuk!!!" teriaknya.


Terlihat beberapa pengawalnya membuka pintu lalu membungkukkan badannya pada Miranda,


"Bawa dia dengan hati-hati!! Setelah itu suntikan obat perangsang ini padanya!!" perintahnya.


Salah satu pengawal mengambil suntikkan itu dan mengangguk pelan,


"Baik Nona" ujarnya.


Miranda pun menyilangkan tangannya ke dada dan kembali menatap tajam pada para pengawalnya,


"Setelah selesai, tinggalkan dia disana, lalu matikan lampunya!!" lanjutnya.


"Dan jangan lupa mengunci pintunya kembali" tegasnya.


Para pengawal itu pun mengangguk mengerti dan mulai membopong tubuh Alex yang tak sadarkan diri.


Miranda menyeringai tipis dan berjalan kearah sebuah kaca besar di lemari. Wanita itu membuka lemari dan mengambil pakaian sexy terbaiknya.


Lalu wanita itu duduk di meja rias dan memoles wajahnya. Dia memakaikan lipstik berwarna merah di bibirnya. Setelah itu menyemprot wewangian ke seluruh tubuhnya.


Setelah selesai, wanita itu masih menatap pantulan wajahnya di depan cermin. Lalu sebuah senyuman pun muncul di wajahnya,


"Akhirnya... Aku akan segera menjadi milikmu, Alex.." ungkapnya haru.


Wanita itu menyentuh bibirnya dan kembali tersenyum,


"Dan akhirnya... Aku bisa mendapatkan ciuman pertamaku darimu" lanjutnya dengan wajah yang merona.


Wanita itu pun kembali merapihkan rambutnya dan menghela nafas perlahan,


"Baiklah Miranda.. Kau harus melakukannya dengan baik.. Setelah itu... Kau akan bisa menyingkirkan gadis brengsek itu dari sisi Alex untuk selama-lamanya!!" ujarnya sinis sambil menatap foto dirinya yang mencium Alex tadi.


-


-


Anna mengerjapkan matanya perlahan. Gadis itu menggeliat pelan sambil membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


Matanya sedikit terbuka dan menatap kondisi kamar yang masih gelap. Anna mempererat selimutnya dan menatap ke samping.


Seketika gadis itu pun mencoba memperjelas penglihatannya saat dirasa dia tidak menemukan keberadaan suaminya di tempat tidur.


Anna duduk dari tidurnya dan tidak menemukan keberadaan Alex di sampingnya.


Gadis itu menyalakan lampu di samping di tempat tidur dan menatap jam yang masih menunjukkan pukul 04:10 pagi.


Anna menatap kearah kamar mandi yang berada di sudut kamar. Apakah Alex sedang di kamar mandi?? pikir Anna.


Gadis itu meraih gaun tidurnya dan memakainya. Anna merasa ingin buang air kecil sekarang.


Gadis itu oun melangkah ke kamar mandi dan mengetuk pintunya pelan,


"Alex.. Apa kau di dalam???" tanya Anna pelan.


Namun tidak ada jawaban dari dalam. Gadis itu pun meraih ganggang pintu dan membukanya.


Anna mengerutkan keningnya saat melihat kamar mandi yang kosong. Gadis itu pun mengurungkan niatnya untuk ke kamar mandi sekarang. Dia merasa penasaran, dimana suaminya berada. Apakah dia ada di ruang kerjanya?? pikir Anna.


Gadis itu pun melangkah keluar kamar menuju ruang kerja Alex yang berada di samping kamar mereka sambil mengenakan kardigan panjangnya.


CKLEK!!


Anna membuka pintu ruang kerja dan melihat ruangan itu masih gelap dan tidak ada tanda-tanda keberadaan Alex disana.


Gadis itu pun melangkah ke lantai bawah mencoba mencari Alex kembali. Namun, lantai bawah pun masih terlihat gelap dan sepi.


Kekhawatiran pun seketika muncul di dalam hati Anna. Kenapa perasaannya tiba-tiba terasa tidak enak?? pikir Anna.


Anna pun menggeleng kepalanya dan membuang jauh-jauh pikiran itu.


Apa mungkin Alex pergi ke kantor?? pikir Anna lagi.


Gadis itu pun melangkah keluar rumah dan melihat langit yang masih terlihat gelap. Tiba-tiba seorang pengawal melangkah menghampirinya,


"Nona?? Apa yang Nona lakukan disini??" tanyanya sambil membungkuk.


Anna membalikkan tubuhnya dan menatap pengawal itu dengan ragu,


"Ah... Tidak..." ujar Anna ragu.


"Oh iya, apa... kau melihat Tuan Alex keluar tadi???" tanya Anna.


Pengawal itu menatap Anna dan mengangguk pelan,


"Iya Nona.. Tadi sekitar jam 3, Tuan Alex mengendarai mobilnya dan keluar" ujarnya.


"Tuan bilang, dia sedang ada urusan" lanjutnya.


Anna menatap pengawal itu dan mengangguk pelan,


"Ohh... begitu ya. Tapi... kenapa dia tidak memberitahuku" bisik Anna pelan.


Gadis itu pun menghela nafasnya,


"Baiklah... Aku akan kembali ke dalam" ujar Anna berpamitan.


Gadis itu pun kembali ke lantai atas menuju kamarnya. Anna duduk di samping tempat tidur sambil termenung,


'Kemana Alex pergi???' pikir Anna.


Gadis itu menghela nafasnya dan kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Drrtt...


Drrtt...


Tiba-tiba terdengar getaran handphone di atas meja. Dengan cepat Anna bangkit dari tidurnya dan mengambil handphonenya.


'Itu pasti Alex!!' pikir Anna senang, karena di dalam handphonenya hanya ada kontak Alex saja.


Namun Anna tiba-tiba mengernyitkan keningnya saat melihat sebuah nomor tidak di kenal memberikan pesan padanya.


Dengan ragu gadis itu pun membuka pesan tersebut...

__ADS_1


Seketika mata gadis itu pun terbelalak..


Anna menutup mulutnya dan kembali memperhatikan sebuah foto yang dikirim oleh nomor tidak di kenal tadi dengan sebuah pesan disana,


/Maaf.... Hari ini suamimu harus mengunjungi pacarnya 💋/


Setetes air mata pun menetes di pipi gadis itu. Anna mencoba kembali memperhatikan foto itu dan menelisik apakah benar itu Alex atau bukan.


Sebuah foto seorang wanita dan pria yang saling berciuman..


Anna mengamati wajah sang pria itu, dan benar!!! Anna tidak mungkin salah!!! Itu adalah Alex... Suaminya...


Dengan tangan bergetar Anna pun mencoba menghubungi nomor yang mengirim foto tadi,


Tut...


Tut...


(Nomor yang anda tuju sedang......)


Anna tidak menyerah dan mencoba kembali menghubungi nomor tersebut. Namun nihil..


Nomor tersebut tidak aktif.


Anna bangkit dari duduknya dan berjalan mondar-mandir dengan gelisah,


'Tidak!!! Alex tidak mungkin mengkhianatinya..' pikir Anna yakin.


Anna kembali membuka handphonenya dan mencoba menghubungi nomor Alex.


Namun nihil, nomor Alex juga tidak dapat di hubungi..


Segala macam pikiran buruk pun muncul di kepalanya. Anna mencoba menghela nafasnya dan menenangkan dirinya..


"Huh... Tenang Anna... Tenang..." bisiknya pada diri sendiri.


Anna pun kembali membuka pesan itu dan memperhatikan foto tadi.


Tunggu...


Sepertinya wanita di foto ini tidak asing, pikirnya.


"Ini..... Bukankah ini... Miranda????" bisiknya terkejut.


-


Miranda membuka sebuah pintu kamar dengan senyum cerahnya. Wanita itu melangkah ke dalam dan melihat seorang pria yang tertidur tak sadarkan diri di atas tempat tidur.


Keadaan di dalam kamar cukup gelap dengan lampu yang sengaja di matikan.


Miranda menaiki tempat tidur dan menyentuh kemeja pria itu lalu membuka kancingnya dengan perlahan.


Wangi tubuh pria ini sangat menggoda..


Wanginya sama seperti saat dia mencium bibirnya tadi.


Tangan Miranda dengan berani menyentuh dada pria itu dengan lembut,


"Sayang... Aku akan menjadikan kau milikku untuk selamanya" bisiknya.


Wanita itu pun membuka seluruh pakaiannya dan mulai menindih pria itu untuk bercinta dengannya.


Bibirnya mencium seluruh tubuh pria itu dan perlahan membuka celananya lalu memainkan lidahnya disana.


Tiba-tiba terdengar sayup-sayup ******* pria itu yang mulai sadar dan sudah terpengaruh oleh obat perangsang yang di berikan pengawalnya tadi.


Miranda menyeringai puas dan semakin liar,


"Sayang... Aku akan memuaskan mu malam ini." bisiknya.


Bersambung...


Halo, dukung selalu cerita ini ya,


Jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ☺️

__ADS_1


Bintang 5 nya juga ya 😁


Terimakasih banyak 🥰❤️


__ADS_2