Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Pertempuran


__ADS_3

Di meja itu hanya tertinggal mereka berempat. Alex menggenggam tangan Anna hendak berpamitan juga. Namun suara langkah kaki seseorang yang baru masuk menghentikan gerakannya.


Seketika Anna mengarahkan pandangannya kearah pintu dan membelalakkan matanya menatap seseorang disana.


"A... Ayah!!" bisik Anna terkejut.


Seketika Alex menatap William yang masuk ke dalam ruangan itu dengan tatapan tajamnya. Alex mempererat pegangan tangannya pada Anna.


Perlahan William melangkahkan kakinya mendekati meja Anna dan Alex. Matanya saling bertatapan tajam dengan mata Alex.


"Aku tidak tau jika Tuan Daniel mengundang seorang tamu kehormatan pada makan malam ini!!" ujar Alex sinis lalu mengarahkan pandangannya pada Daniel yang menatap Alex dengan tatapan dinginnya.


Lalu dengan perlahan Alex berdiri dari duduknya sambil menggenggam tangan Anna.


"Tapi sayangnya aku tidak punya waktu untuk menyambut kedatangannya!!!" lanjut Alex menatap William dengan tajam.


Anna yang gugup hanya terdiam sambil menggenggam tangan Alex kuat. Tatapan William terarah pada tangan mereka yang saling menggenggam satu sama lain.


"Lepaskan tanganmu dari putriku!!" ujar William tajam.


Alex hanya membalas tatapan William dengan acuh dan semakin mempererat genggaman tangannya pada Anna.


"Aku tidak akan pernah melepaskannya!!!" ujar Alex tegas.


William menggertakkan giginya dengan kuat mendengar ucapan Alex yang berani itu. Lalu tatapannya mengarah pada Anna yang sedang tertunduk diam.


"Lepaskan tanganmu dari pria brengsek itu!!" ujar William pada Anna.


Anna hanya tertunduk diam dan tidak melepaskan tangannya dari Alex.


"Kau tau siapa pria di sampingmu itu?? Dia adalah pria berdarah dingin yang sudah membunuh banyak orang di dalam rumahnya. Dia telah membunuh Billy, Nina dan masih banyak lagi!! Dia juga telah menculik mu!! Dan aku tau kau mungkin masih ingat kekejaman apa saja yang telah dia lakukan padamu saat itu!!" ujar William tajam.


Alex menggertakan giginya kuat mendengar ucapan William. Terbesit di pikirannya saat awal-awal dia memperlakukan Anna dengan sangat kejam.


Ada perasaan bersalah yang teramat besar si hatinya.


Lalu tatapannya mengarah pada Anna yang hanya tertunduk diam. Apakah gadis itu akan terpengaruh oleh perkataan ayahnya? pikir Alex risau.


"Lalu bagaimana dengan ayah??" tanya Anna tiba-tiba. Dan mengarahkan pandangannya pada William.


"Ayah juga telah membunuh kedua orang tuanya!!" ujar Anna sinis.


William membelalakkan matanya terkejut mendengar ucapan putrinya itu. Jadi pria itu telah memberitahukan segalanya pada putrinya?? pikir William.


"Jadi, pria ini mengatakan hal seperti itu padamu??" tanya William sinis.


Lalu William terlihat tertunduk sesaat mengingat kembali kejadian-kejadian menyakitkan saat itu. Jadi, putri Diana ini memang berpikir bahwa dirinya telah membunuh kedua orang tuannya?? pikir William.


"Aku memang membunuh Frans!! Dan aku punya alasan yang kuat untuk membunuhnya!! Dia pantas untuk mati!!" ujar William tajam.


Seketika Alex menatap William dengan marah. Pria tua bangka itu mengakui perbuatannya dengan tidak merasa bersalah sedikitpun!! Apakah dia tidak tau betapa kacaunya hidup Alex setelah kepergian orang tuannya!!! pikir Alex marah.


Anna merasakan kemarahan Alex saat pria itu mencengkram tangannya dengan kuat.


"Bajingan!!!" umpat Alex pada William.


Tiba-tiba William mengeluarkan pistol dari balik jas nya.

__ADS_1


"Aku tidak ingin bermain-main denganmu!! Cepat lepaskan putriku!!!" teriak William tajam.


"Anna! Lepaskan tanganmu darinya!!" lanjutnya.


Namun Alex semakin kuat mencengkram tangan Anna dan membawanya ke balik tubuhnya.


"Sampai mati pun aku tidak akan melepaskannya!!!" ujar Alex tajam.


Anna pun menatap wajah Alex yang terlihat bersungguh-sungguh dengan perkataannya.


Alex mencoba menekan tombol perintah yang terselip di telinganya untuk memanggil anak buahnya. Namun tidak ada tanda-tanda kemunculan mereka.


Sial!!! geram Alex.


William pun menatap sinis pada Alex,


"Apa kau menunggu orang-orangmu untuk kemari??? Itu tidak akan terjadi!! Karena aku telah menjebak mereka semua!!" ujar William sinis.


Dengan cepat Daniel pun berdiri dari duduknya, lalu menatap Alex yang tidak terlihat gentar sama sekali dengan ancaman William.


"Menyerahlah!! Kembalikan Anna sekarang juga!!!" geram Daniel.


Alex pun menatap Daniel dengan sinis,


"Aku tidak punya urusan denganmu!!" jawab Alex dengan tatapan tajamnya.


"Kalau begitu aku akan mengambilnya paksa darimu!!!" ujar William tajam.


William pun mengangkat tangannya untuk memanggil para anak buahnya datang. Lalu dalam sekejap anak buah William dan Daniel masuk ke dalam ruangan mengepung setiap sudut ruangan itu.


William pun menatap putrinya itu,


"Sekarang pilihan ada di tanganmu! Lepaskan tangan pria itu dan kemarilah! Atau aku akan memberi pelajaran pada pria itu!!" ucap William tegas.


Anna pun terlihat bimbang dengan pilihan yang di berikan ayahnya. Jika dia melepaskan tangan Alex dan menghampiri ayahnya, Anna tidak menjamin jika ayahnya akan membiarkannya kembali bersama dengan Alex. Tapi jika dia tidak menurutinya, Alex bisa berada dalam bahaya. Dia tidak ingin pria itu terluka.


Anna pun dengan perlahan mencoba melepaskan genggaman tangannya pada Alex. Namun dengan cepat Alex menahan tangannya kuat, lalu menatap Anna.


"Apa kau percaya padaku??" tanya Alex menatap Anna dalam.


Anna pun menatap Alex dengan pandangan bimbangnya.


"Kau bisa terluka" ujar Anna pelan.


"Aku tidak akan terluka! Selama kau percaya padaku dan yakin pada perasaanku padamu. Aku bisa menghadapi apapun!!" ujar Alex lalu menyentuh pipi Anna dengan lembut.


Lalu setelah diam beberapa saat, Anna pun menatap Alex dengan yakin dan menganggukkan kepalanya.


Alex pun tersenyum bahagia menatap Anna,


"Terimakasih" bisik Alex tulus.


William yang melihat pemandangan itu pun bertambah geram di buatnya.


"Sepertinya kau memilih pilihan yang kedua! Maka aku tidak punya pilihan lain" ujar William.


"Beri pria itu pelajaran!!" perintah William pada anak buahnya.

__ADS_1


Lalu dengan cepat anak buah William mulai melangkah cepat menghampiri Alex.


Alex menatap Anna sekejap lalu mengangkat tangan Anna yang di genggamnya dan menciumnya dengan lembut.


"Kau tunggu disini" bisik Alex.


Lalu dia pun melepaskan tangannya dari genggaman Anna dan mulai menghadapi anak buah William sendirian.


BUGH!!!


BUGH!!!


Alex mulai meninju dan menendang anak buah William yang menyerangnya secara bersamaan. Dia terlihat lihai dan tidak lengah sedikitpun.


Anak buah William pun mulai tumbang satu-persatu.


Salah satu dari mereka mencoba menendang wajah Alex, namun dengan sigap Alex menghindarinya dan menendang kuat balik pria itu sampai tersungkur.


Daniel memerintahkan anak buah lainnya untuk masuk dan mulai membantu untuk menghajar Alex dengan brutal.


Alex terlihat mulai kewalahan. Tenaganya sudah terkuras cukup banyak, keringatnya mulai membasahi pakaiannya. Tetapi walaupun begitu, belum ada salah satu dari mereka yang berhasil memukul Alex.


BUGH!!


BUGH!!


William menatap tajam pada setiap pergerakan Alex yang luar biasa cepat dan bisa menghindari serangan musuh. Lalu pandangannya mengarah pada Anna yang sedang menangis dan menatap Alex dengan cemas.


Dengan cepat William menyuruh anak buahnya yang lain untuk menghampiri Anna dan membawanya padanya. Alex yang melihat hal itu mencoba untuk menghalangi, namun musuh di depannya masih banyak dan tidak berhenti untuk menyerangnya.


"Tidak!!! Lepaskan aku!!!" teriak Anna yang sudah ditahan oleh dua pria tadi.


Alex yang mendengar teriakan Anna semakin brutal menghajar orang-orang di depannya.


"Jauhkan tangan kotor kalian darinya!!!!!" teriak Alex.


Namun, pria-pria itu telah menyeret Anna dan membawanya pada William.


"Bajingan!!!!!" teriak Alex.


Lalu Alex yang sedang lengah pun tiba-tiba merasakan sebuah jarum yang menancap di lehernya. Tiba-tiba matanya terasa kabur dan berat. Kesadarannya sedikit demi sedikit mulai menghilang. Samar-samar Alex dapat mendengar teriakkan Anna yang memanggil namanya.


'Sial!!!' umpat Alex dalam hatinya.


Lalu Alex pun terjatuh dan benar-benar tak sadarkan diri.


BRUK!!


"Alex!!!!!!!!!!!!!!" teriak Anna sambil menangis.


Daniel pun menarik kembali jarum suntiknya yang telah di beri obat bius sebelumnya dari leher Alex. Lalu menatapnya dengan tajam. Dia tidak akan membiarkan Anna kembali bertemu dengan pria ini untuk selama-lamanya!! tekad Daniel dalam hatinya.


Bersambung...


Halo, akhirnya bisa up lagi setelah 2 hari libur lebaran hehe. Mohon maaf untuk keterlambatannya. Semoga selalu support terus cerita ini ya ☺️


Jangan lupa kasih like dan komennya, terimakasih 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2