
Anna perlahan mulai terbangun dari tidurnya..
Gadis itu mendudukkan kembali tubuhnya yang terasa sedikit pegal. Ia mengusap matanya pelan dan menatap kearah jam yang berada di dinding.
Anna sedikit terkejut melihat jam yang sudah menunjukkan pukul setengah satu malam.
Gadis itu pun menatap suaminya yang masih betah menutup matanya. Anna menggenggam tangan Alex dan mengecupnya pelan,
"Alex..." ucapnya pelan.
Anna mencoba untuk menahan air matanya dan tidak ingin menangis lagi,
"Sepertinya aku akan kembali ke kamarku dulu. Besok pagi aku akan kemari lagi untuk menemuimu" ucapnya lembut.
Anna mengangkat tangannya dan mengusap rambut Alex dengan lembut sambil memajukan wajahnya untuk mengecup kening pria itu,
CUP!!!
Anna mengecup kening Alex dengan lembut dan lama..
Setelah itu ia pun melepaskan ciumannya dan menatap wajah Alex dengan mata yang berkaca-kaca,
"Cepatlah bangun.. Aku menunggumu" bisiknya bergetar.
"Alex.. Aku mencintaimu..." lanjutnya tepat di telinga Alex.
Air mata pun mengalir di pipi gadis itu. Ia mengusap wajah Alex dan mulai menjauhkan wajahnya sambil menghapus air matanya.
Anna pun menghela nafasnya pelan. Gadis itu masih menggenggam tangan Alex untuk beberapa saat sebelum ia benar-benar meninggalkannya.
Setelah dirasa cukup lama, dengan berat hati Anna pun mulai membalikkan kursi rodanya dan hendak melepaskan genggamannya di tangan Alex.
Namun...
Saat Anna mencoba membalikkan tubuhnya sambil melepaskan genggamannya di tangan Alex. Tiba-tiba gadis itu merasa tangan Alex membalas genggaman tangannya dengan erat,
"A.... An... na....."
Dengan terkejut, Anna yang merasa tangannya di genggam oleh Alex pun seketika mengarahkan pandangannya pada Alex,
"A... Alex" ucap Anna tidak percaya.
Tangan Alex masih menggenggam tangan Anna, dan.. perlahan mata pria itu pun terbuka..
Anna yang terkejut seketika mendekatkan wajahnya pada Alex dengan tidak percaya. Gadis itu menatap mata Alex yang terbuka dengan tatapan kosongnya,
"Alex!! Kau sudah sadar???" ucap Anna merasa tidak percaya.
Gadis itu seketika berdiri dan mencoba memastikan bahwa ia tidak sedang bermimpi. Ia menyentuh wajah Alex dengan matanya yang mulai berkaca-kaca,
"Alex...." ucap Anna bergetar.
Alex dengan perlahan mengarahkan matanya pada Anna,
"A.... An... na...." bisiknya lagi pelan.
Anna menutup mulutnya dan mulai menangis sejadinya. Ia menggenggam tangan Alex dan mengusap wajah pria itu,
__ADS_1
"Kau benar-benar sudah sadar??? Ya Tuhan!!! Terimakasih..." ucapnya bergetar.
Dengan cepat Anna pun mengarahkan pandangannya kearah pintu untuk memanggil ayahnya dan Donna,
"AYAH!!! BIBI!!" teriak Anna sambil terisak.
William yang mendengar teriakan Anna dari luar pun dengan panik menatap kearah pintu,
"Anna!!!" ucapnya panik dan berlari masuk bersama Donna dan juga Jonas.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam dengan panik..
Saat mereka menghampiri ranjang Alex, seketika Donna pun menutup mulutnya dengan terkejut,
"A... Alex..." ucapnya tidak percaya.
William dan Jonas pun sama terkejutnya dengan Donna,
"Ya Tuhan!!!! Syukurlah.." ucap Jonas terharu.
William pun mendekati Anna yang terlihat masih menangis sambil menggenggam tangan suaminya,
"Cepat panggilkan dokter!!!!" ucap William pada Jonas.
Jonas pun dengan cepat bergegas keluar untuk memanggil dokter.
Donna menghampiri Alex dan menangis sejadinya,
"Ya Tuhan Alex...." isaknya sambil menyentuh rambut keponakannya itu dengan lembut.
Alex menatap kearah Bibinya dengan tatapan yang masih terlihat lemah. Tangan pria itu masih menggenggam tangan Anna dengan erat.
Pintu ruangan Alex pun terbuka dan memperlihatkan seorang Dokter dan dua orang perawat yang mengikutinya.
Dokter itu terlihat cukup terkejut melihat Alex yang telah sadarkan diri. Ia pun mulai mendekati Alex untuk memeriksanya,
"Bisakah Nona dan yang lainnya menunggu di luar??? Kami akan memeriksa Tuan Alex terlebih dahulu" ujarnya.
William pun mengangguk pelan dan mengajak Donna dan Anna untuk meninggalkan ruangan itu. Namun, saat Anna hendak melepaskan tangannya dari Alex, Alex terlihat enggan dan menggeleng pelan seperti mengisyaratkan istrinya itu untuk tetap berada di sampingnya,
"Nona boleh tetap tinggal disini.. Yang lainnya mohon untuk keluar sebentar" ucap Dokter itu yang mengerti dengan keinginan Alex.
William dan Donna pun mengangguk dan berjalan keluar ruangan.
Anna masih terisak di samping Alex dan balas menggenggam tangan Alex saat dokter dan para perawat tengah memeriksanya.
Dokter pun memeriksa detak jantung Alex, mata dan organ tubuh lainnya,
"Ini benar-benar keajaiban..." ucap Dokter itu.
"Tuan Alex berhasil sadar dari komanya, dan melalui masa kritis dengan waktu yang cukup cepat" lanjutnya.
Anna yang mendengar hal itu hanya dapat menutup matanya sambil terus memanjatkan rasa syukur yang tiada henti.
Dokter pun melepaskan alat oksigen Alex dan kembali memeriksa kondisi tubuh pria itu,
"Tuan Alex, apa anda bisa merespon ucapan saya??" tanya Dokter itu.
__ADS_1
Alex menatap kearah Dokter itu dengan pelan dan mengangguk sekali untuk menjawab pertanyaan Dokter itu.
Dokter pun tersenyum lega dan mengangguk pelan,
"Syukurlah, kondisi Tuan Alex benar-benar mendapat kemajuan yang cepat.. Biasanya orang yang sadar setelah koma akan sedikit kehilangan memorinya dan tidak akan langsung merespon. Tapi.. Tuan Alex benar-benar sangat kuat dan langsung mengingat sepenuhnya, walaupun pergerakannya belum terlalu pulih" ucapnya tidak percaya.
Anna tersenyum haru sambil terisak pelan,
"Syukurlah... Terimakasih Tuhan.." ucap Anna sambil mengecup tangan Alex yang masih menggenggamnya erat.
"Kalau begitu, sebentar lagi kemungkinan Tuan Alex akan di pindahkan ke ruang rawat biasa. Setelah itu aku akan meresepkan beberapa obat untuk di konsumsi oleh Tuan Alex dan juga beberapa treatment untuk memulihkan sepenuhnya kondisi Tuan Alex" ujar Dokter itu pada Anna.
Anna pun mengangguk menanggapi ucapan Dokter itu,
"Terimakasih Dokter" ucapnya.
Dokter itu pun mengangguk dan berpamitan pada Anna,
"Kalau begitu, aku permisi dulu" ucapnya.
Dokter pun keluar dari dalam ruangan dan meninggalkan Anna dan juga Alex di dalam.
Anna menatap Alex dengan mata yang berkaca-kaca. Jari mereka masih saling bertaut dan terlihat enggan untuk saling melepaskan,
"Syukurlah... Aku sangat senang melihatmu sudah siuman" ucap Anna menangis haru.
Alex menatap Anna dengan mata sayunya dan perlahan mengangkat tangannya untuk menghapus air mata di pipi Anna dengan pergerakannya yang masih belum sempurna,
"Ja..... ngan..... Me... na... ngis..." bisik Alex pelan namun dapat terdengar oleh Anna.
Anna semakin tersedu namun berusaha untuk menghapus air matanya dan mengangguk,
"Aku merindukanmu..." bisik Anna dalam.
Alex menatap Anna dalam dan seketika air mata mengalir dari sudut mata pria itu.
Anna yang terkejut melihat Alex yang mengeluarkan air mata seketika terlihat panik,
"Kenapa?? Apa ada yang sakit???" tanya Anna khawatir sambil mengusap pipi pria itu dengan hati-hati.
Alex menutup matanya dan mencoba sekuat tenaga mengangkat tangan istrinya dan mengecupnya lama,
CUP!!!
Anna semakin tidak bisa menahan air matanya dan membiarkan pria itu mengecup tangannya. Air mata Alex perlahan kembali mengalir saat pria itu membuka matanya dan menatap Anna dalam,
"A... Aku... san.... gat.... mer.... rin... du.... kan... mu...." ucapnya susah payah.
Anna pun mengangguk pelan dan mendekatkan wajahnya pada wajah Alex. Mereka berdua saling menempelkan kening mereka sambil menangis untuk menyalurkan kerinduan yang terasa amat berat diantara mereka..
Bersambung..
Hallo jangan lupa dukung selalu cerita ini ya ☺️
Author minta banget dukungannya seperti vote, hadiah, apalagi like dan komentarnya.. Selalu bikin semangat 😁
Jangan lupa bantu dukung juga novel kedua author yang judulnya "Mysterious Man" Ya...
__ADS_1
Please... 🥺🙏
Terimakasih banyak ❤️🙏