Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Cooking


__ADS_3

Cahaya matahari mulai masuk melalui celah tirai sebuah kamar. Terlihat seorang pria dengan tubuh yang hanya tertutupi oleh selimut, masih terlelap dalam tidurnya.


Alex perlahan membuka matanya dan mencoba untuk memeluk sesuatu di sampingnya. Namun sayang, tangannya tidak merasakan tubuh istrinya di samping tubuhnya.


Dengan segera Alex pun bangkit dari tidurnya dan menatap ke sekitar kamar.


"Sayang..." panggil Alex dengan suara paraunya.


Alex mengusap rambutnya pelan dan mencoba memfokuskan pandangannya ke sekitar.


"Sayang..." panggil Alex lagi.


Pria itu pun meraih celana pendeknya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mencari istrinya.


Alex membuka pintu kamar mandi dan menatap kamar mandi yang kosong.


'Dimana Anna??' pikir Alex gusar.


Pria itu pun dengan segera memakai pakaiannya dan keluar dari kamar untuk mencari istri tercintanya.


Dari dalam dapur, terlihat Anna sedang memasak sesuatu dengan di bantu oleh Bibi Van. Gadis itu terlihat sedang fokus memasukan beberapa bahan masakan ke dalam wajan.


Aroma lezat tercium oleh hidung Alex yang baru sampai di lantai bawah. Pria itu dengan segera melangkah ke dapur dan melihat istrinya yang sedang memasak.


Sebuah senyuman pun muncul di wajahnya. Istrinya terlihat sangat cantik dengan rambut yang di gulung ke atas dan sedang fokus dengan masakannya.


Bibi Van yang melihat kedatangan Alex pun dengan segera membungkuk padanya. Alex mengangguk pelan pada Bibi Van dan melangkah mendekati istrinya.


Bibi Van pun meninggalkan dapur untuk membereskan meja makan. Alex menghampiri Anna dan dengan segera memeluk tubuh istrinya dari belakang,


GREP!!!


Anna sedikit terperanjat dan dengan cepat memalingkan wajahnya pada wajah Alex yang sedang bersandar di bahunya,


"A.. Alex, kau sudah bangun???" tanya Anna.


Alex mencium bahu Anna dan mengangguk pelan,


"Kenapa kau tidak membangunkan ku???" tanya Alex pelan.


Anna tersenyum pelan dan mengusap wajah Alex yang berada di sisinya,


"Maaf, aku tidak ingin membangunkan mu. Lagipula aku memang ingin memasak untukmu hari ini" ujar Anna lembut.


Alex pun mempererat pelukannya sambil menutup matanya,


"Terimakasih sayang...." bisik Alex.


Pria itu pun melepaskan pelukannya dan menatap ke sekitar,


"Apakah ada yang bisa aku bantu?? Aku ingin membantumu.." ujar Alex lembut.


Anna pun menatap ke sekitar dan menunjuk tomat yang ada di atas meja,


"Bisakah bantu aku memotong tomat itu???" tanya Anna.


Alex pun mengusap rambut Anna dengan lembut dan mengangguk pelan,


"Baiklah sayang..." ujarnya dengan tersenyum gemas.


Mereka pun mulai mempersiapkan makanan untuk sarapan bersama-sama.


Setelah selesai, Bibi Van membantu menyiapkan makanan di atas meja. Sedangkan Alex menarik Anna kembali ke kamar untuk membersihkan diri bersama.


Beberapa menit telah berlalu, mereka pun telah selesai membersihkan diri dengan diselingi kegiatan-kegiatan rutin yang biasa dilakukan suami istri.


Alex membantu menyisir rambut Anna. Dan gadis itu membantu Alex memasangkan dasi di kemejanya.


"Sayang... Apakah kau mau ikut denganku ke kantor hari ini???" tanya Alex sambil menatap wajah istrinya yang sedang fokus memasangkan dasi miliknya.


Anna terlihat berpikir sejenak dan menatap wajah Alex yang sedang menatapnya penuh harap,


"Hanya sebentar saja, setelah itu mari kita makan siang bersama di luar" bujuk Alex.


Anna kembali menatap wajah suaminya, lalu tersenyum jail padanya,


"Tidak!!" ujar Anna yang langsung membuat Alex terdiam.


"Tidak akan aku tolak..." bisik Anna lagi dengan senyum puasnya.


Alex yang mendengar hal itu pun tersenyum gemas dan mencubit pipi istrinya dengan lembut,

__ADS_1


"Kau mengerjaiku ya..." ujarnya pelan.


Anna pun tersenyum puas dan kembali merapihkan pakaian Alex.


Setelah selesai mereka pun melangkah bersama ke lantai bawah untuk sarapan.


Alex mencicipi masakan buatan istrinya dengan penuh selera,


"Bagaimana rasanya???" tanya Anna cemas.


Pria itu terlihat mengunyah makanannya dan tersenyum senang,


"Hmm.. Ini sangat enak" ujar Alex memuji.


Anna pun tersenyum dan mulai memakan makanannya,


"Aku tidak berbohong, ini sangat sangat enak" ujar Alex jujur.


"Terimakasih sayang..." lanjut Alex lembut.


Pria itu pun menyuapi istrinya dengan romantis dan memakan habis makanan yang telah di buat Anna pagi ini.


-


Pagi ini Miranda telah berada di kantornya. Wanita itu terlihat sedang melamun sambil menghisap rokoknya. Entah mengapa hidupnya sekarang sudah tidak bersemangat seperti sebelumnya.


Setelah mengetahui pernikahan Alex, hidupnya selalu di hantui dengan kecemasan dan kegalauan.


Tok...


Tok..


Terdengar suara ketukan pintu dari ruang kerjanya. Miranda mematikan rokoknya dan menatap pintu itu dengan datar,


"Masuk" ujarnya.


Seorang pengawal pria masuk ke dalam ruangannya sambil membawa sesuatu di tangannya,


"Selamat pagi Nona, aku sudah membawa kartu undangannya" ujarnya melapor.


Miranda pun mengambil kartu undangan itu dan tersenyum sinis,


"Bagus, hari ini aku yang akan mengantarnya langsung. Kau boleh kembali!!" ujarnya.


Wanita itu kembali menatap undangannya dan tersenyum senang,


"Baiklah Alex.. Aku akan memancing gadis itu keluar.. Setelah itu, aku akan mempengaruhinya dengan cara apapun agar dia meninggalkanmu... atau sebaliknya" ujarnya tersenyum licik.


-


Alex dan Anna telah tiba di kantor. Mereka melangkah menuju ruangan Alex dengan saling bergandengan mesra. Para karyawan yang melihat pemandangan itu pun tersenyum kagum di buatnya.


Boss dan istrinya itu terlihat sangat serasi..


Cantik dan tampan. Dan terlihat jelas juga bahwa Boss mereka sangat perhatian dan mencintai istrinya itu.


Setelah sampai di lantai atas, Harry dengan segera menyambut Alex dan juga Anna di depan ruangan.


"Selamat pagi Tuan.. Nona.. Wah, aku senang sekali Nona datang hari ini" ujar Harry ramah.


Alex mendelik pada Harry dan merangkul tubuh istrinya dengan posesif.


Anna pun tersenyum pada Harry dan mengangguk pelan,


"Selamat pagi Harry" ujar Anna.


Harry pun membukakan pintu untuk mereka berdua. Setelah itu, pria itu menyimpan beberapa berkas di atas meja Boss nya.


"Ini beberapa laporan yang harus di periksa Tuan" ujarnya.


Alex pun mengangguk cepat dan memberikan kode pada Harry agar pria itu segera meninggalkan ruangannya,


"Terimakasih Harry, kau boleh keluar sekarang" ujar Alex langsung.


Harry pun seketika mengangguk dan tersenyum penuh arti,


"Baiklah Tuan, aku permisi dulu" ujarnya pamit.


Setelah Harry keluar, Alex pun duduk di kursinya sambil menarik tubuh Anna agar duduk di pangkuannya.


"Alex, bukankah seharusnya kau menyapa karyawan mu saat berpapasan tadi dan tersenyum ramah pada mereka??" ujar Anna polos.

__ADS_1


Alex memeluk tubuh Anna dan menatapnya dengan intens,


"Tidak, aku tidak mau melakukannya. Lagipula.. apa kau tidak cemburu jika aku melakukan hal itu pada karyawan wanita???" tanya Alex menggoda.


Anna terlihat berpikir sejenak dan menggeleng pelan,


"Kenapa aku harus cemburu?? Bukankah mereka hanya menyapamu saja??" ujar Anna lagi dengan polosnya.


Alex pun tersenyum gemas dan memeluk istrinya dengan erat,


"Aku tidak bisa melakukannya.. bersifat ramah atau apapun itu pada orang lain... Aku hanya bisa melakukan itu semua padamu.." ujar Alex serius.


Anna pun menyentuh pipi Alex dan tersenyum padanya. Perlahan Alex menarik wajah istrinya itu dan mencium bibirnya dengan intens,


CUP!!!!


Alex ******* bibir Anna dengan dalam dan memainkan lidahnya disana. Tangannya mengusap lembut punggung gadis itu sampai ke pahanya.


Anna pun perlahan mengalungkan tangannya di leher Alex dan membalas ciumannya.


Suara decakan dari ciuman mereka terdengar memenuhi ruangan. Alex menurunkan tangannya kearah dada istrinya itu, meremasnya lembut dan pelan. Membuat Anna tersentak dan melenguh pelan.


Suara lenguhan Anna membuat Alex bergairah. Pria itu pun menggendong tubuh Anna dan mendudukkannya di atas meja. Memeluk dan mencium istrinya dengan gairah yang membuncah. Entah mengapa Alex selalu tidak bisa mengontrol dirinya saat bersama istrinya ini. Dia selalu menginginkannya lagi dan lagi...


"Sayang..... Kau selalu membuatku tidak bisa mengendalikan diri" bisik Alex dengan suara seraknya.


Anna dengan cepat menaruh tangannya di depan bibir suaminya itu,


"Alex... Kita baru tiba di kantor... Jangan sekarang..." bisik Anna sambil menggeleng pelan.


Gadis itu dapat melihat kilatan penuh gairah di mata suaminya. Anna mencium bibir Alex sekilas dan merapihkan rambut pria itu dengan lembut,


Namun hal itu membuat Alex semakin tidak bisa menahan dirinya. Pria itu kembali meraih tengkuk Anna dan menciumnya penuh gairah.


Ciumannya semakin intens dan dalam. Alex membuka kaki istrinya dan menyentuh lembut sesuatu disana.


Anna seketika membelalakkan matanya dan memeluk tubuh Alex dengan erat. Gadis itu melepaskan ciumannya dan mendesah pelan,


"A... Alex...." bisiknya.


Alex semakin bergairah dan terus menyentuh tubuh istrinya dengan intens. Anna mulai tergoda dengan sentuhan Alex dan memejamkan matanya kuat.


Namun suara pintu seketika kembali menyadarkannya,


Tok..


Tok..


Anna pun membuka matanya dengan cepat dan menahan bahu Alex,


"Alex...." ujar Anna mencoba menghentikan suaminya.


"Alex... ada yang mengetuk pintu" ujarnya lagi dengan susah payah.


Alex pun dengan terpaksa menjauhkan tubuhnya dari tubuh istrinya itu,


'Sialan!! Siapa yang telah mengganggunya!!!' pikir Alex marah.


Anna pun dengan cepat turun dari meja dan merapihkan baju serta penampilannya,


"Seharusnya aku tidak ke kantor hari ini!!" gerutu Alex sambil merapihkan penampilannya.


Anna pun tersenyum lembut dan merapihkan rambut Alex,


"Jangan marah.." ujar Anna menegur dengan lembut.


Alex pun menghela nafasnya dan menatap pintu dengan kesal,


"Masuk!!!!" ujarnya tajam.


Harry pun membuka pintu dan membungkukkan badannya pelan,


"Ma.. Maaf Tuan, di luar ada Nona Miranda. Dia bilang ingin bertemu dengan anda" ujar Harry.


Bersambung...


Halo dukung terus cerita ini, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya..


Terimakasih 🙏❤️


Oh iya cerita Roy terabaikan nih, abis authornya bingung masukin nya gimana, jadi ngak konsen 🤣

__ADS_1


Ntar aja ya, cerita nya di skip-skip aja 🤭


__ADS_2