Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Back Home


__ADS_3

Pagi ini Alex dan Anna telah berada di atas pesawat untuk kembali pulang. Anna menatap Alex yang terlihat sedikit resah di tempat duduknya sejak mereka berangkat tadi. Alex mengambil handphone nya lalu menghubungi seseorang.


"Berjaga di Bandara sekarang!! Aku masih berada di perjalanan!!" ujar Alex terlihat serius pada seseorang di ujung sana.


Setelah selesai, Alex pun mematikan telepon nya dan memasukkannya ke dalam saku jas miliknya.


"Kau baik-baik saja??" tanya Anna tiba-tiba pada Alex dengan lembut.


Alex seketika menatap Anna lalu tersenyum lembut padanya,


"Aku tidak apa-apa. Apa kau mengkhawatirkan ku??" goda Alex.


Anna hanya menghembuskan nafasnya pelan menatap Alex,


"Sedikit..." ujar Anna berbohong.


Alex pun tersenyum lembut pada Anna dan mengusap pipinya perlahan.


"Aku senang kau mengkhawatirkanku.." bisik Alex lembut lalu mencium pipi Anna.


Ada ke khawatiran di dalam hati Alex jika saja tiba-tiba William datang kembali dan mencoba membawa Anna darinya. Walaupun dia bisa menghadapi pria tua itu sendirian, Namun Alex takut jika Anna akan mengikuti perkataan William, karena bagaimanapun pria itu adalah ayah kandungnya. Anna tidak boleh tau bahwa ayahnya itu telah datang ke Paris untuk membawanya kembali dari Alex.


Tiba-tiba Anna merasakan perutnya terasa mulas. Anna mencoba memegang perutnya untuk menahan rasa sakit.


'Kenapa perutnya tiba-tiba terasa sangat mulas??' pikir Anna.


Alex menatap Anna yang terlihat tidak nyaman di kursinya.


"Ada apa?? Apa perutmu sakit??" tanya Alex khawatir dan mencoba menyentuh perut Anna.


Namun Anna menahan tangan Alex dan memaksakan sebuah senyuman pada pria itu.


"Aku tidak apa-apa. Mungkin hanya masuk angin" ujar Anna.


Alex pun membawa tubuh Anna dalam pelukannya sambil mengusap pelan rambut gadis itu.


"Tidurlah, agar rasa sakitnya menghilang" ujar Alex lembut.


Anna pun merasakan kenyamanan di dalam pelukan Alex, dan tidak lama kemudian gadis itu pun tertidur.


Setelah perjalanan yang cukup lama, akhirnya pesawat mereka telah tiba di Bandara.


Alex menggenggam tangan Anna lalu menuntunnya untuk keluar bersama-sama. Setelah keluar dari pesawat, terlihat beberapa orang suruhan Alex telah menunggunya disana.


Anna menatap heran pada orang-orang itu. Kenapa Alex menyuruh orang-orang nya menjemput mereka sebanyak ini? pikir Anna tidak mengerti. Lalu Alex pun menuntun Anna untuk masuk ke dalam mobil.


Dari kejauhan Daniel yang sudah berada di Bandara sejak tadi menatap kepergian Alex dan Anna dengan tangannya yang terkepal kuat. Sepertinya Paman William tidak berhasil membawa Anna kembali. Jika begitu, dia harus turun tangan sendiri untuk membawa Anna nya kembali!! pikirnya Daniel marah.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang menghabiskan waktu beberapa jam. Akhirnya Alex dan Anna telah tiba di kediaman Alex.


Beberapa penjaga menyambut kedatangan mereka termasuk Bibi Van. Alex bernafas lega karena akhirnya mereka telah tiba di rumah tanpa ada tanda-tanda dari keberadaan William. Alex menatap Anna yang terlihat tidak bersemangat.


"Apa perutmu masih sakit?? Kalau begitu aku akan memanggil dokter untuk datang" ujar Alex khawatir.


Anna pun menahan tangan Alex yang hendak menelpon dokter.


"Tidak perlu! Aku baik-baik saja, aku hanya butuh istirahat" ujar Anna sedikit mengeraskan suaranya.


Penjaga pun membukakan pintu mobil untuk Anna dan Alex. Dengan cepat Anna pun turun dari mobil tanpa menunggu Alex.


Alex mengernyitkan keningnya melihat tingkah Anna. Ada apa sebenarnya dengan gadis nya itu? pikir Alex risau. Kenapa dia terlihat marah saat Alex bertanya tadi??


Bibi Van terlihat menyapa Anna yang berjalan kearahnya dengan terburu-buru.


"Selamat datang kembali Nona" sapa Bibi Van tersenyum senang.


"Terimakasih Bibi. Emm.... Apakah Bibi bisa membantuku??" tanya Anna pelan pada Bibi Van.


Bibi Van menatap Anna heran sejenak, lalu akhirnya menganggukkan kepalanya. Mereka pun berjalan bersama memasuki rumah.


Alex menatap heran pada tingkah Anna. Kenapa dia menghampiri Bibi Van dan masuk terlebih dahulu tanpa menunggunya?? pikir Alex sedikit kesal.


Alex pun melangkah dengan cepat menyusul Anna dan Bibi Van yang berjalan ke lantai atas menuju kamar Anna.


"Selamat datang kembali Tuan" ujar Bibi Van.


Alex terlihat mengangguk pelan lalu menatap pintu kamar Anna yang tertutup.


"Ada apa dengannya?? Apa dia sakit?? Aku akan masuk!!" ujar Alex tidak sabaran.


Namun Bibi Van menahan Alex sejenak,


"Nona sedang datang bulan. Tadi dia memintaku untuk mengambilkannya pembalut. Mungkin sekarang perutnya masih terasa mulas" ujar Bibi Van.


"Wanita yang sedang datang bulan memang sedikit sensitif" lanjutnya pada Alex.


Seketika Alex terdiam mendengarkan perkataan Bibi Van. Datang bulan? pikirnya.


"Begitukah??" tanya Alex pelan.


"Lalu.. Apa yang harus aku lakukan??" tanya Alex polos.


Bibi Van hanya tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan Alex,


"Terserah Tuan saja. Lakukan hal apa saja yang sekiranya bisa membuat Nona merasa nyaman dan mengurangi rasa mulas di perutnya" ujar Bibi Van.

__ADS_1


Alex pun hanya mengangguk mendengarkan perkataan Bibi Van,


"Kalau begitu aku permisi dulu. Aku akan membuatkan Nona sup hangat" ujar Bibi Van lalu berlalu pergi.


Alex pun perlahan membuka pintu kamar Anna dan melihat gadis itu tengah berbaring di atas tempat tidur sambil meringkuk memegang perutnya.


Alex melangkahkan kakinya mendekati Anna dan duduk di sampingnya.


"Apakah perutmu masih sakit??" tanya Alex lembut.


Anna menatap Alex sekilas,


"Sedikit" ujar Anna singkat.


Alex menatap khawatir pada Anna. Dia sama sekali tidak tau jika seorang wanita yang sedang datang bulan akan merasakan perutnya mulas seperti ini. Alex merasa tidak tega melihat gadis yang dia cintai merasakan kesakitan.


Perlahan Alex duduk dan bersandar di atas tempat tidur sambil menjulurkan kakinya.


"Kemarilah" ujar Alex lembut sambil menaruh kepala Anna di atas pahanya.


Anna hanya menurut dan meletakkan kepalanya di paha pria itu. Dengan perlahan Alex menyentuh perut Anna lalu mengusapnya dengan lembut.


"Apakah begini lebih baik??" tanya Alex pada Anna.


Anna merasakan kenyamanan saat pria itu mengusap perutnya dengan lembut dan hati-hati. Anna menganggukkan kepalanya pelan menjawab pertanyaan Alex.


"Seharusnya kau bilang padaku jika kau sedang datang bulan" ujar Alex lembut.


Anna menundukkan kepalanya sejenak,


"Tentu saja aku malu. Memangnya jika aku menyuruhmu untuk membelikan aku pembalut, apa kau akan melakukannya?" tanya Anna.


Alex mengernyitkan keningnya mendengarkan pertanyaan Anna,


"Tentu saja aku akan melakukannya! Kenapa aku harus malu??" tanya Alex tidak mengerti.


Lalu Anna pun terdiam mendengarkan perkataan Alex.


"Aku akan melakukan apapun demi seseorang yang aku cintai!" ujar Alex tulus.


Diam-diam Anna pun tersenyum mendengar ucapan Alex. Ada kehangatan yang menjalar menyelimuti seluruh hatinya. Pria ini benar-benar membuat hatinya luluh..


Alex pun terus mengusap perut dan pinggang Anna sampai gadis itu tertidur pulas di atas pahanya. Perlahan Alex membelai rambut Anna dan menatap wajah gadis itu dengan lembut. Dia tidak ingin melihat gadis yang dia cintai ini merasakan kesakitan seperti tadi. Apapun akan dia lakukan agar membuat gadis ini bahagia bersamanya..


Bersambung...


Mohon dukung terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like dan komen yang banyak 🙏😁❤️

__ADS_1


__ADS_2