Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Erika Flashback


__ADS_3

"Bagaimana?? Apa aku boleh datang ke reuni ini??" tanya Anna penuh harap.


Alex terlihat sedang bergelut dengan pikirannya. Di satu sisi dia sangat tidak tega menolak permintaan istrinya itu. Dan satu sisi lagi dia tidak mau mata pria-pria ingusan disana menatap wajah cantik istrinya nanti. Apalagi sekarang tubuh Anna sudah mulai sedikit berisi karena nafsu makannya yang bertambah. Istrinya itu jadi terlihat dua kali lebih sexy dan menawan.


Alex menghela nafasnya pelan dan menatap Anna,


"Kapan acara reuni itu akan di adakan??" tanyanya.


Anna pun dengan cepat membaca lagi undangannya,


"Sekitar.. satu minggu lagi" ujarnya.


Alex kembali terdiam dan berpikir,


"Apa kau benar-benar ingin pergi??" tanyanya pada Anna.


Anna pun dengan cepat mengangguk dengan semangat,


"Iya, aku sangat ingin datang ke acara ini.. Sudah lama sekali rasanya aku tidak bertemu dengan teman-temanku" ujarnya excited.


Alex pun menghela nafasnya dan mengangguk pasrah,


"Baiklah.. Aku izinkan, dan aku juga akan ikut menemanimu ke acara reuni itu" ujarnya.


Anna pun tersenyum senang dan dengan segera memeluk erat suaminya,


"Terimakasih..." ujarnya kegirangan.


Alex pun membalas pelukan Anna dan tersenyum. Asalkan istrinya ini bahagia, Alex rela melakukan hal apapun untuknya.




Erika tengah terduduk di meja riasnya sambil menatap bayangan wajahnya disana. Wanita itu termenung saat melihat kalender kecil yang berada di atas meja.



Hari ini tanggal 25 november, tepat hari dimana ayahnya meninggal dunia. Setetes air mata pun mengalir di pipinya. Segala kenangan buruk di hari itu kembali berputar di kepalanya,



~***FLASHBACK***~



Setelah turun di Bandara, Erika pun dengan segera berjalan cepat keluar untuk segera pergi dan bertemu ayahnya.



Sebelumnya ayahnya memutuskan untuk kembali ke negara ini sebulan yang lalu. Ayahnya bilang, dia telah mendapatkan bantuan dari seseorang untuk membangkitkan kembali perusahaannya dan mengembalikan kembali rumahnya yang dulu telah di segel bank.



Erika berjalan keluar dan melihat seorang pria berjas hitam tengah menunggunya di depan sebuah mobil,



"Selamat malam Nona, aku diutus Tuan Morgan untuk menjemputmu" ujarnya.



Erika pun menghela nafasnya dan mengangguk pelan. Dia pun masuk ke dalam mobil, dan mobil pun melaju untuk membawanya kembali ke rumah.



Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, Erika pun hampir tiba di dekat rumahnya.



Namun seketika pandangan Erika pun mengarah pada beberapa mobil pemadam kebakaran yang berlalu cepat melewati mobilnya,



'Mengapa begitu banyak mobil kebakaran??' pikirnya.



'Mungkin sedang terjadi kebakaran..' pikirnya lagi tidak mau ambil pusing.



Mobil yang di tumpanginya pun hampir tiba di dekat rumah. Namun, seketika jantung Erika pun berdetak dengan cepat ketika melihat mobil-mobil pemadam kebakaran tadi berbelok ke arah rumahnya.



DEG!!!



Erika pun membelalakkan matanya saat melihat api yang berkobar besar di rumahnya. Tangannya seketika bergetar hebat melihat kejadian itu,



"Nona.. Sepertinya telah terjadi kebakaran" ucap sopir itu.



Erika membeku untuk sesaat dan tidak mendengar ucapan sopir di depannya,



"A.. Ayah..." bisiknya.



Dengan cepat Erika pun membuka pintu mobil dan berlari keluar,



"Nona!!!!" teriak sopir itu.


__ADS_1


Erika tidak mengidahkan panggilan sang sopir dan terus berlari mendekati rumah untuk mencari ayahnya.



Salah satu petugas yang berjaga melihat kearah Erika dan menahannya,



"Nona jangan mendekat!!! Bahaya!!!" cegahnya sambil menahan Erika.



Erika terlihat meronta-ronta dan mulai menangis histeris,



"Tidak!!!! Dimana ayahku!!!! AYAH!!!!" teriaknya.



"Kau tidak boleh mendekat!!! Biarkan petugas yang mencari ayahmu!!" ujarnya.



Erika menggeleng kuat dan semakin histeris. Gadis itu mencoba melepaskan diri dari petugas untuk mencari ayahnya.



"AYAHH!!!! DIMANA AYAHKU!!!!" teriaknya histeris.



Beberapa petugas pun terlihat berlari dengan panik mendekati rumah,



"ADA KORBAN JIWA!! CEPAT BAWA DIA KELUAR!!!" teriak petugas itu yang membuat Erika langsung memandang kearahnya dengan tubuh yang bergetar hebat.



Seketika pikiran buruknya pun mulai menghantui. Erika menggeleng kuat dan tidak berani membayangkan jika korban jiwa yang di maksud petugas itu adalah ayahnya.



"Tidak....." bisiknya bergetar.



Para petugas tadi pun mulai keluar dari dalam rumah sambil membawa kantong kuning berisi korban yang di maksud. Erika pun melepaskan diri dari petugas yang sebelumnya menahannya dan mendekati petugas lain yang sedang membawa korban.



"Nona jangan mendekat!!!!" ujarnya menahan Erika.



Namun Erika dengan kuat menampik tangan petugas itu,




Para petugas itu mencoba menenangkan Erika,



"Tenang Nona!!! Tenang!!!" ujar petugas itu.



Erika menggeleng kuat dan mencoba untuk melihat siapakah korban yang di bawa para petugas tadi,



"AKU INGIN LIHAT!!! DIMANA AYAHKU!!!!" teriaknya lagi.



Para petugas pun akhirnya pasrah dan iba melihat Erika. Salah satu petugas pun akhirnya membuka perlahan kantong mayat itu,



"Aku tidak tau ini ayahmu atau bukan, tapi hampir seluruh tubuhnya telah terbakar" ujar petugas itu.



SRET!!!



Kantong mayat itu pun terbuka, dan seketika Erika pun membelalakkan matanya dengan tubuh yang bergetar hebat.



Gadis itu menggeleng kuat dan mulai tidak dapat menopang tubuhnya karena kakinya yang lemas. Air mata mengalir hebat di pipinya saat Erika melihat tubuh seseorang yang berada di kantong itu.



Ya, benar itu adalah ayahnya. Walaupun tubuh dan wajahnya telah terbakar tapi Erika sangat tau dengan jelas bahwa itu adalah tubuh ayahnya,



"A.... Ayah...." bisiknya bergetar.



"AYAAAAHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!" teriaknya lagi histeris.



Erika pun mendekati mayat itu dan mencoba untuk menyentuhnya. Namun salah satu petugas menahannya dengan kuat,


__ADS_1


"Jangan di sentuh Nona!! Tubuhnya masih panas!!!" ujarnya menahan kuat tubuh Erika yang meronta.



Erika terlihat seperti orang yang kehilangan akal. Gadis itu meronta kuat sambil berteriak histeris,



"AYAAAAAHHHHHHH!!!!!!!!!" teriaknya lagi.



Erika pun seketika merasakan tubuhnya melemah dan pandangannya pun mulai menghitam. Suara keributan dan juga sirine yang melengking pun perlahan mulai tenggelam dan menhilang..



Erika pun jatuh pingsan dan tak sadarkan diri..



~



Dan, setelah dirinya sadar kembali, Erika sudah berada di rumah sakit dan di rawat.



Setelah sadar dirinya masih histeris dan mencari keberadaan ayahnya. Namun seorang dokter pun menenangkannya dan mengatakan bahwa ayahnya telah tiada.



Dokter juga mengatakan bahwa ayahnya bukanlah satu-satunya korban. Ada seorang pria juga yang menjadi korban luka bakar namun selamat.



Erika pun meminta kepada dokter itu untuk mengantarnya kepada pria tadi. Dan setelah itu dokter pun mempertemukan Erika dengan seorang pria yang mempunyai luka bakar cukup parah di sebelah wajahnya, dada dan juga kakinya.



Polisi pun datang ke rumah sakit untuk menyelidiki kasus kebakaran itu. Polisi juga sedikit meminta keterangan Erika selaku anak Morgan.



Dan dari keterangan polisi Erika tau bahwa pria yang mempunyai luka bakar di wajahnya itu bernama Leonard. Leonard saat itu sedang bersama ayahnya di dalam rumah. Dan menurut keterangan polisi lagi, Leonard saat itu tengah berusaha menyelamatkan Morgan dari serangan seseorang yang mengakibatkan kebakaran itu terjadi.



Polisi mengatakan pada Erika bahwa sebelumnya ayahnya tengah diserang seseorang dan di tembak, dan seseorang yang menembak Morgan jugalah yang mengakibatkan kebakaran itu terjadi.



Setelah beberapa hari, Erika pun kembali menemui Leonard yang sudah siuman. Wajah Leonard terlihat sedang di perban hampir seluruhnya.



Erika menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Leonard yang telah berusaha menyelamatkan ayahnya. Dan Erika juga baru tau bahwa Leonard lah seseorang yang dimaksud ayahnya yang akan menolong perusahaan miliknya.



Dan..


Sejak saat itulah Erika dan Leonard mulai dekat. Gadis itu merawat Leonard sebagai ucapan terimakasihnya.



Hari pun terus berlalu, hubungan Erika dan Leonard semakin dekat. Leonard membantu Erika untuk menjadi seorang model dan sukses.



Sampai suatu hari, Erika kembali bertanya pada Leonard siapakah yang menyerang ayahnya saat itu. Dan.. Jawaban Leonard pun membuat Erika tercengang sekaligus terkejut dan tidak percaya,



"Alex!! Pria itu adalah Alexander Wijaya!!" ucap Leonard tajam.



~***FLASHBACK END***~



Erika menghapus air matanya dengan kasar. Sejujurnya, sampai sekarang Erika masih tidak percaya bahwa Alex lah yang menyerang dan membunuh ayahnya. Tapi, bukti-bukti yang di berikan Leonard benar-benar mengarah pada Alex.



Wanita itu telah bertekad akan menuntut balas pada siapapun yang telah membunuh ayahnya. Dan, sekarang dia dan juga Leonard telah bekerjasama untuk membalaskan dendam mereka pada Alex.



"Aku akan membuat kau menyesal..." bisiknya sambil menghapus kasar air matanya.



Bersambung....



Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️


Banyakin komentarnya ya dan jempolnya juga 😁🙏



Oh iya, author juga mau minta dukungan buat novel kedua author ya, yg judulnya 'Mysterious Man' 🙏



Terimakasih..



Dan jangan lupa pesan author, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya..

__ADS_1


Apalagi ibadahnya sampai terlewat 😁


__ADS_2