
Pagi ini terlihat dedaunan sedikit di basahi oleh embun. Matahari tidak terlalu begitu terang menerangi langit dan terlihat gumpalan awan cukup tebal menyelimuti langit.
Di sebuah rumah yang terlihat megah, tepatnya di sebuah kamar yang cukup luas, sepasang suami istri masih terlelap di bawah satu selimut dengan tubuh polos mereka.
Perlahan sang istri terlihat menggeliat di dalam pelukan sang suami. Matanya berkedip beberapa kali dan tangannya perlahan menggosok matanya.
Anna membuka matanya perlahan, mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam kamar. Gadis itu menatap dada telanjang Alex yang berada tepat di depan matanya. Pria itu masih tertidur pulas sambil memeluk tubuhnya dengan nyaman.
Anna menatap wajah Alex dan tersenyum. Ingatannya seketika kembali pada kejadian tadi malam..
Semalam setelah mereka berdansa di acara reuni. Alex dengan cepat mengajaknya untuk segera pulang. Pria itu telah tergoda dengan penampilan istrinya serta ada perasaan cemburu dan tidak rela juga karena Anna harus di tatap oleh pria-pria ingusan disana.
Bahkan sebelum pulang, Alex sempat berpapasan dengan Brian. Alex masih sangat ingat dengan jelas wajah Brian. Pria yang saat itu menyebutnya sebagai paman Anna saat mereka tengah makan siang dulu.
Alex semalam merangkul tubuh Anna dengan mesra melewati pria itu sambil berkata,
"Jauhkan matamu dari istriku!!" ujar Alex pelan dan tajam pada Brian.
Brian sedikit terkejut dengan ucapan Alex dan menatap pria itu sambil menggertakkan giginya. Alex mendelik pada Brian lalu berlalu pergi sambil merangkul tubuh Anna.
Anna hanya dapat terdiam dan tidak melihat kearah Brian sedikit pun. Gadis itu hanya menurut pergi dan menatap wajah Alex yang terlihat memendam amarah...
Anna mengangkat tangannya dan mengusap rambut Alex dengan lembut. Pria itu masih terlelap dan tidak terganggu sedikitpun dengan usapan tangan Anna di kepalanya.
Anna menatap kearah jam di dinding. Waktu menunjukkan pukul 8 pagi. Sekarang waktunya bagi mereka untuk bangun..
"Sayang.. Sudah pagi.." bisik Anna lembut, mencoba untuk membangunkan suaminya itu.
Alex tidak bergeming sedikitpun dan malah mempererat pelukannya pada pinggang Anna,
"Alex.. Ayo bangun..." bisik Anna lagi.
Alex pun menggeliat pelan dan menenggelamkan wajahnya pada dada Anna.
Anna tersenyum kecil dan mencoba mengusap kembali rambut suaminya dengan lembut sambil mencoba terus untuk membangunkannya,
"Sayang.. Ayo bangun.. Ayo kita sarapan, aku lapar.." ujar Anna dengan nada yang sedikit merajuk.
Alex pun seketika mengerjapkan matanya pelan dan mencoba untuk menyesuaikan pandangannya dengan cahaya yang masuk ke dalam kamar,
"Hmm..." gumamnya dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.
Pria itu kembali menggeliat dan mulai membuka matanya. Alex mengecup pelan dada istrinya dan mengangkat wajahnya untuk menatap wajah Anna,
"Selamat pagi.." ujar Anna tersenyum.
Alex menatap wajah istrinya dan tersenyum lembut,
"Selamat pagi sayang..." balasnya.
CUP!!
Alex mengecup pelan bibir Anna secara berulang-ulang dan membelai rambut istrinya dengan lembut,
"Aku lapar.." ujar Anna pelan.
Alex pun tertawa kecil dan mencubit pelan hidung Anna dengan gemas,
"Istriku lapar ya.." ujar Alex gemas.
Lalu tatapan pria itu pun mengarah ke perut istrinya dan membelainya dengan lembut,
"Apa anak papa juga lapar??" tanyanya lembut.
__ADS_1
Anna tersenyum pelan dan menatap kearah perutnya sambil mengusapnya juga,
"Iya papa.." jawab Anna dengan suara yang di buat seperti seorang anak kecil.
Alex mengarahkan pandangannya pada Anna dan tertawa dengan gemas. Pria itu pun mengecup kembali bibir istrinya,
CUP!!
"Baiklah.. Kalau begitu biar papa yang membawa makanan kemari" ujar Alex lagi.
Namun Anna pun menggeleng pelan,
"Tidak usah.. Kita ke bawah bersama saja untuk sarapan" ujar Anna.
Alex pun tersenyum dan mengangguk pelan,
"Baiklah.." jawabnya lembut.
Setelah itu Alex pun bergegas bangkit dari tidurnya,
"Kalau begitu..." ujarnya terputus sambil turun dari atas tempat tidur.
Anna menatap sedikit bingung kearah Alex. Gadis itu mengikuti setiap pergerakan Alex yang berjalan ke sisi tempat tidur dimana ia berada. Lalu setelah itu dengan cepat Alex pun sedikit menyikap selimut Anna dan menggendong tubuhnya.
Anna yang terkejut seketika mengalungkan tangannya ke leher Alex,
"Alex apa yang kau lakukan!!!!!" teriak Anna terkejut.
Alex menyeringai jahil dan membawa tubuh Anna berjalan kearah kamar mandi,
"Kita harus segera membersihkan diri dulu sebelum sarapan.." ujar Alex tersenyum puas.
"Jadi sekarang.. Mari kita mandi bersama dulu.." lanjut Alex dengan suara yang menggoda.
Anna pun seketika hanya dapat menghela nafasnya dengan pasrah saat suaminya itu membawa tubuhnya ke dalam kamar mandi dan langsung menguncinya.
Sebuah mobil melaju memasuki sebuah rumah megah yang berada di tengah hutan yang cukup lebat. Mobil itu berhenti sejenak di depan gerbang saat beberapa penjaga menghalangi jalannya.
Kaca mobil itu pun terbuka dan memperlihatkan seorang wanita cantik dengan kacamata hitam yang bertengger di matanya,
"Permisi... Apa benar ini rumah Tuan Alexander Wijaya??" tanyanya ramah.
Pengawal itu menelisik wajah sang wanita dengan tatapan tajamnya,
"Siapa anda?? Dan ada urusan apa anda datang kemari??" tanyanya tajam.
Wanita itu tersenyum dan membuka kacamatanya dengan anggun,
"Aku Erika.. Rekan bisnis Alex di kantor. Aku datang kemari untuk memberikan laporan penting kepadanya dan juga ingin bertemu dengan istrinya, Anna" ujarnya.
Pengawal itu masih menatap curiga pada Erika lalu dia pun memencet earphone di telinganya untuk menghubungi seseorang dan berbicara padanya.
Erika menatap pengawal itu dan tersenyum pelan sambil menunggu pengawal itu selesai berbicara dengan seseorang yang dia hubungi.
Setelah selesai, pengawal itu pun kembali menatap Erika dan memeriksa mobil wanita itu dengan alat sensor yang ada di tangannya.
Setelah di rasa tidak ada yang mencurigakan, pengawal itu pun menatap Erika dan membukakan gerbang di depannya,
"Silahkan masuk" ujarnya singkat.
Erika pun tersenyum dan kembali menyalakan mobilnya,
"Terimakasih.." ujarnya ramah.
__ADS_1
Mobil Erika pun masuk ke halaman rumah Alex yang luas dan berhenti disana. Wanita itu menatap sejenak kediaman Alex dengan tatapan yang sulit di artikan.
Setelah itu, Erika pun menghela nafasnya dan mulai turun dari dalam mobil.
Di dalam rumah, terlihat Anna dan Alex baru saja turun ke lantai satu sambil berpegangan tangan dengan romantis. Alex menuntun istrinya turun dari tangga dengan hati-hati.
Bibi Van yang tengah menyimpan beberapa makanan di atas meja pun menatap kearah pasangan suami istri itu dengan tersenyum,
"Selamat pagi, Tuan dan Nona.." sapanya.
Anna menatap kearah Bibi Van dan tersenyum,
"Selamat pagi Bibi.." sapanya.
Alex menarik salah satu kursi di meja makan dan mempersilahkan Anna untuk duduk disana.
Anna menatap kearah meja makan dengan semangat,
"Wahh... Pasti makanannya enak-enak" ujar Anna excited.
Bibi Van yang mendengar hal itu tersenyum dan mengambilkan beberapa sayuran ke piring Anna,
"Seperti biasa.. Ini spesial Bibi buatkan untuk Nona" ujarnya.
Anna tersenyum senang dan terlihat sudah tidak sabar untuk memakan makanannya,
"Terimakasih Bibi..." ujarnya.
Alex mengambil piring yang di berikan Bibi Van dan bersiap untuk menyuapi istrinya. Namun dengan cepat Anna menahan pergerakan Alex,
"Kali ini aku akan makan sendiri" ujarnya lembut.
Anna menatap kearah Alex dan tersenyum,
"Kau juga harus makan bersamaku.." lanjutnya.
Alex pun tersenyum dan mengusap pipi Anna dengan lembut,
"Baiklah... Kita makan satu piring bersama" ujarnya.
Mereka pun bersiap untuk memakan sarapannya. Namun sebelum itu, tiba-tiba saja bel rumah berbunyi.
Anna menatap kearah pintu sambil mengernyitkan keningnya, sedangkan Bibi Van langsung segera berjalan kearah pintu untuk membukanya.
Alex yang melihat istrinya menatap kearah pintu pun dengan segera menyentuh tangannya,
"Itu Erika.." ujarnya memberitahu Anna.
Anna pun menatap kearah Alex dengan kening yang masih berkerut,
"Erika???" tanyanya lagi.
Alex mengangguk pelan,
"Iya, tadi pengawal menghubungiku dan memberitahuku" jawab Alex.
Anna seketika terdiam sambil berpikir di dalam hatinya,
'Untuk apa wanita itu datang pagi-pagi seperti ini??' pikir Anna.
Bersambung..
Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️
__ADS_1
Banyakin komentarnya ya dan jempolnya juga 😁🙏
Terimakasih..