Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
I Miss You


__ADS_3

CKLEK!!!!


BRUK!!!


"Aakkhhh!!!!" teriak Anna terkejut, saat seseorang menerobos masuk pintu kamarnya lalu memeluk tubuhnya kuat sampai tubuh Anna terdorong ke arah pintu dan membuat pintu kamarnya kembali tertutup.


Anna tidak bisa melihat siapa orang yang telah masuk ke kamarnya karena tadi dia sudah mematikan lampu kamarnya. Dengan sekuat tenaga Anna mencoba memberontak dan melepaskan diri dari pelukan orang itu.


Namun, bisikan orang itu di telinganya membuat Anna membelalakkan matanya dan terdiam seketika.


"I miss you......"


DEG!!!


Anna merasakan jantungnya berdetak dengan kencang, saat mendengar suara seseorang yang sangat dia rindukan selama ini.


"I miss you like crazy!!" bisik Alex dalam sambil mengecup leher Anna yang terbuka.


Seketika Anna merasakan hatinya terasa hangat saat mendengar bisikan pria itu di telinganya.


"A... Alex???" bisik Anna mencoba menyakinkan hatinya bahwa benar-benar Alex yang sedang memeluknya saat ini.


Anna mencoba mendorong tubuh Alex agar dapat melihat wajah pria itu. Lalu Alex pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Anna dalam.


"Kau.... benar-benar Alex???" tanya Anna tidak percaya.


Kamarnya saat ini dalam keadaan gelap, namun sinar bulan yang masuk melalui jendela kamarnya memberikan sedikit cahaya di ruangan itu.


"Ya, Ini aku, Alex!" ujar Alex yang merasakan jantungnya semakin berdetak kencang saat melihat kembali wajah cantik kekasihnya itu.


Anna menatap tidak percaya pada pria di depannya itu. Bagaimana dia bisa tau bahwa Anna tinggal disini?? pikir Anna.


"Bagaimana bisa kau......." ujar Anna terhenti saat jari telunjuk Alex menyentuh bibirnya.


"Sshhh..... Jangan bertanya bagaimana aku bisa berada disini. Pada akhirnya aku akan tetap menemukanmu sampai ke ujung dunia sekalipun" bisik Alex.


Tangan Alex pun beralih menyentuh pipi Anna dengan lembut,


"Apakah kau merindukanku???" tanya Alex menatap mata Anna dalam.


Anna terlihat salah tingkah dan hanya terdiam mendengar pertanyaan Alex.


"Katakan padaku jika kau juga merindukanku!" bisik Alex intens.


Anna merasakan jantungnya berdetak sangat kencang dan pipinya mulai terasa panas. Tentu saja dia sangat merindukan pria di depannya ini. Namun Anna terlalu malu untuk mengatakannya.


"A... Aku... Aku merindukanmu" bisik Anna pelan dengan mata yang berkaca-kaca.


Nafasnya terasa memburu karena jantungnya yang berdebar kencang. Tangan Alex perlahan menyusuri wajah Anna dan berakhir mengusap lembut bibir gadis yang dia cintai itu.


"Katakan sekali lagi..." bisik Alex.


Alex bisa merasakan tubuhnya yang bergejolak saat menyentuh Anna. Perasaan ini selalu muncul saat dia bersama dengan gadisnya itu. Entah mengapa Alex menyukainya, dan merasa sangat bergairah. Perlahan Alex pun menempelkan keningnya pada kening Anna.


"Aku.... juga merindukanmu..." bisik Anna sambil menutup matanya.

__ADS_1


Dengan lembut Alex pun menempelkan bibirnya pada bibir manis Anna. Alex merasakan gejolak dalam tubuhnya seperti ingin meledak saat ini juga. Ciuman ini adalah ciuman yang selalu membuatnya candu dan selalu membuatnya bergairah.


Alex ******* lembut bibir Anna dengan perlahan dan menuntun tangan Anna untuk memeluk lehernya. Anna yang merasakan kerinduan pada Alex pun dengan erat memeluk leher pria itu dan mulai membalas ciumannya.


Semakin lama ciuman itu semakin dalam dan sedikit ganas. Alex menggigit lembut bibir bawah Anna dan kembali **********.


Kemudian Alex pun menempelkan tubuhnya kuat pada tubuh Anna dan ******* bibir gadis itu dengan tidak sabaran. Alex menyalurkan segala kerinduannya pada gadis itu dalam ciumannya.


Perlahan tangannya beralih menyentuh pinggul Anna dan meremasnya dengan lembut. Anna yang merasakan hal itu seketika mengeratkan pelukannya pada Alex dan mendesah pelan.


Alex yang mendengarkan ******* Anna pun sontak menggeser tubuh Anna dan menuntunnya pelan ke arah tempat tidur. Suasana redup di kamar itu terasa sangat mendukung kegiatan dua insan yang sedang menyalurkan kerinduan mereka satu sama lain.


Perlahan Alex menuntun Anna ke tepi tempat tidur lalu mereka pun terjatuh bersama di atas tempat tidur tanpa melepaskan ciuman mereka.


Tangan Alex menyentuh paha Anna dan mengusapnya dengan lembut. Anna yang merasa mulai kehabisan nafas pun dengan perlahan mendorong tubuh Alex untuk melepaskan ciumannya.


Nafas Anna yang memburu menghembus lembut di wajah Alex. Mereka saling bertatapan dalam satu sama lain.


Lalu tangan Alex mengusap pipi Anna yang memerah.


"I love you so much!" bisik Alex dalam.


Anna pun perlahan mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Alex dengan lembut


"I love you too..." ujar Anna pelan.


Alex pun kembali ******* bibir Anna dan dengan senang hati Anna pun membalas ciuman Alex. Terdengar suara decakan dari ciuman mereka yang memenuhi kamar itu. Akhirnya kerinduan mereka selama ini telah terobati.


Alex dengan berani memasukan tangannya ke dalam gaun tidur milik Anna. Lalu dengan perlahan tangannya masuk dan menyentuh lembut perut datar Anna dengan lembut. Anna terlihat menggeliat karena sentuhan Alex disana.


Anna dapat merasakan di bawah tubuh Alex yang sudah menegang kuat. Dengan kasar Alex pun melepaskan jas yang dia curi dari seorang penjaga tadi dan membuangnya ke lantai. Lalu membuka kancing kemejanya dengan terburu-buru. Dan kembali ******* Anna dengan ganas. Menempelkan tubuhnya pada tubuh Anna dan sedikit menggeseknya.


"Aku tidak bisa menahannya" bisik Alex di telinga Anna dengan suara seraknya.


Anna yang mendengar itu pun seketika merasa gugup dan takut. Pria ini benar-benar sudah sangat bergairah. Anna tidak munafik karena dia juga merasakan gairah yang sama dengan Alex.


"Hentikan aku sekarang juga!" bisik Alex memohon.


Dia tidak tau apa yang akan dia lakukan jika gadis itu tidak menghentikannya sekarang juga.


Namun Anna dengan perlahan malah menyentuh dada telanjangnya dan mengecupnya dengan lembut. Hal itu membuat Alex semakin kehilangan kendali pada tubuhnya.


****!!!! geram Alex dalam hatinya. Sejak kapan gadis polosnya ini mulai bisa menggodanya???


Namun dengan sekuat tenaga Alex menahan gairahnya lalu mencium kembali bibir Anna dengan lembut.


"Maafkan aku" bisik Alex, lalu dia pun mengangkat tubuh Anna untuk duduk dan berhadapan dengannya.


Alex menatap dalam pada wajah Anna yang merona merah. Lalu mengusapnya dengan lembut.


"Aku tidak akan melakukannya sampai kita menikah nanti" ujar Alex lembut pada Anna.


Anna menatap mata Alex yang terlihat serius dengan ucapannya. Pria ini benar-benar bisa mengendalikan gairahnya. Walaupun Anna tau bagi seorang pria itu sangat sulit. Pria itu berkata akan melakukannya setelah menikah. Anna pun tersenyum lembut pada Alex.


Namun tiba-tiba terdengar pintu yang terketuk dari luar,

__ADS_1


Tok... Tok...


Anna pun sontak membelalakkan matanya dan menatap Alex dengan panik.


"Ada orang yang datang!! Bagaimana ini???" tanya Anna panik.


Tok... Tok...


"Anna, Apa kau sudah tidur??" tanya William di balik pintu.


Anna yang panik pun sontak berdiri dan menarik tangan Alex.


"Itu ayahku!! Kau harus bersembunyi!!" ujar Anna takut.


Namun berbanding terbalik dengan Alex yang terlihat santai dan tidak panik sama sekali. Anna pun menarik tangan Alex menuju lemarinya.


"Kau bersembunyi lah disini!!" ujar Anna pada Alex.


Alex terlihat menahan senyumnya karena gemas melihat wajah gadisnya yang sedang panik.


"Kenapa kau tertawa??? Tidak ada yang lucu, Alex!! Ini darurat!!!' ujar Anna tidak sabaran.


Alex pun tersenyum dan menyentuh pipi Anna.


"Baiklah.. Baiklah.. Aku akan bersembunyi disini" ujar Alex lembut.


Lalu dia pun mengambil jas di bawah lantai dan masuk ke dalam lemari Anna.


Anna pun mulai menutup lemarinya dan merapikan rambutnya. Lalu berjalan kearah pintu dan membukanya.


CKLEK!!!


"Huaa.... Ada apa ayah???" tanya Anna berpura-pura mengantuk.


William terlihat memicingkan matanya dan menatap Anna sedikit curiga.


"Aku tadi mendengar suara keras dari sini. Apa yang terjadi???" tanya William.


Anna pun sontak mencoba menyembunyikan rasa paniknya mendengar pertanyaan ayahnya itu.


"Tidak ada suara apapun. Mungkin ayah salah dengar" ujar Anna gugup.


"Benarkah??" tanya William curiga.


"Bolehkah aku masuk dan memeriksa??" tanya William lalu melangkah masuk ke dalam kamar Anna.


Anna menutup matanya rapat lalu merasakan jantungnya berdetak kencang.


Ya Tuhan bagaimana ini?? Semoga saja ayah tidak melihat Alex!! pikir Anna panik dalam hatinya.


Bersambung...


Dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like dan komennya ☺️


Terimakasih 🙏❤️😘

__ADS_1


__ADS_2