
"Apa kau bisa merasakan debaran di jantungku??" tanya Alex berbisik lembut di telinga Anna.
Anna hanya kembali terdiam mendengarkan ucapan Alex. Entah mengapa jantungnya semakin berdegup kencang setiap pria itu membisikkan kata padanya.
Ada apa dengan jantungnya???? pikir Anna resah.
Alex mempererat pelukannya dan menyandarkan dagunya pada bahu Anna.
"Menurutku, jika dibandingkan denganmu, pemandangan disini tidak ada apa-apanya" ujar Alex serius.
Anna menahan debaran jantungnya dan menghembuskan nafasnya perlahan.
"Kau terlalu mengada-gada" ujar Anna menyangkal dengan gugup.
Alex hanya terdiam, dan merasa sedikit tersinggung dengan perkataan Anna. Gadis ini mungkin berfikir perkataannya hanya sebuah gombalan semata. Padahal Alex benar-benar serius dengan perkataannya.
"Anna.. Kau tau, aku bukanlah pria yang pandai berkata-kata. Seumur hidupku, sampai saat ini aku belum pernah bersama dengan wanita manapun" ujar Alex pelan.
"Dulu aku sempat berpikir, mungkin aku akan hidup melajang seumur hidupku. Entah mengapa tidak ada wanita yang membuatku merasakan perasaan yang kurasakan saat bersamamu saat ini" ujarnya pelan.
"Aku tidak bisa membayangkan apa jadinya jika tiba-tiba kau menghilang dari sisiku" lanjutnya serius.
Anna merasakan pelukan Alex yang semakin erat di tubuhnya. Pria ini seperti benar-benar takut jika gadis itu menghilang dari sisinya.
Alex tidak berkata apa-apa lagi. Tidak ada kalimat yang keluar dari mulut mereka berdua. Mereka hanya menikmati hembusan angin dan sebuah pelukan yang menghangatkan perasaan satu sama lain.
"Anna... Ada satu hal yang ingin aku katakan padamu" ujar Alex tiba-tiba.
Anna mengarahkan pandangannya ke samping mencoba untuk menatap Alex. Namun Alex menahannya,
"Tutup matamu" bisik Alex pada Anna.
Anna yang terlihat bingung akhirnya menurut dan menutup matanya perlahan.
Alex mempererat pelukannya dan menghembuskan nafasnya perlahan, jantungnya berdetak dengan kencang. Lalu Alex pun perlahan mendekatkan bibirnya pada telinga Anna.
"Aku.. Aku mencintaimu" bisik Alex bergetar.
Seketika Anna membelalakkan matanya, lalu mengarahkan wajahnya ke samping untuk menatap Alex.
"Aku mencintaimu, Anna!" ujar Alex menatap Anna serius dan dalam.
Anna merasakan jantungnya berdebar dengan kencang. Perasaan hangat yang tiba-tiba datang menyelimuti hatinya setelah pria itu mengucapkan kalimat tadi.
Anna membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu. Namun dengan cepat Alex mendekatkan jari telunjuknya pada bibir Anna.
"Sstt.... Aku tidak akan memaksamu untuk membalas perasaanku. Aku tau, kau masih ragu dan bimbang dengan perasaanmu padaku. Aku akan menunggu sampai engkau benar-benar bisa menerimaku di hatimu seutuhnya" bisik Alex dalam.
Anna menatap dalam pada mata Alex yang menatapnya. Tatapan pria ini terlihat tulus dan jujur. Anna memang masih ragu dengan perasaannya pada Alex. Yang dia tau hanya, dia merasa nyaman berada disisi pria ini. Dia juga ingin selalu berada di samping Alex.
Tapi, apakah itu semua juga bisa disebut dengan cinta?? pikir Anna bingung.
Anna juga belum pernah dekat dengan pria manapun. Dan belum pernah merasakan perasaan yang dia rasakan saat bersama pria ini.
Alex mengangkat tangannya dan mengusap pipi Anna dengan lembut.
"Aku akan meyakinkan hatimu dan membuatmu menjadi milikku selamanya" ujar Alex serius.
Mereka saling bertatapan dan saling mengungkapkan isi hatinya melalui tatapan itu.
__ADS_1
Perlahan wajah Alex mendekat pada wajah Anna. Debaran di jantung mereka sama-sama berdebar dengan kencang.
Alex bisa merasakan nafas Anna yang menghembus lembut di wajahnya. Tangannya menahan pipi Anna dengan lembut, lalu dengan refleks Anna menutup matanya. Merasakan kehangatan yang menyelimuti tubuhnya.
CUP!!!!
Perlahan bibir Alex menempel pada bibir Anna. Dan tangan sebelahnya memeluk perut Anna dengan erat.
Bibir Alex mulai ******* bibir Anna dengan lembut dan perlahan.
Dengan pelan Alex membalikkan tubuh Anna agar berhadapan dengannya tanpa melepaskan ciuman mereka.
Dengan lembut Alex mendekap dan memeluk tubuh Anna lalu memperdalam ciumannya. Perlahan Anna pun mulai membalas ciuman Alex.
Mereka pun menghabiskan perjalanan di kapal pesiar dengan berbagi kehangatan dan saling mengungkapkan isi hati mereka lewat ciuman itu.
-
Disisi lain William terlihat menggertakkan giginya kuat saat bawahannya memberikan informasi bahwa Alex tengah membawa putrinya Anna ke Paris.
BRAK!!!!!!
"Pria itu!!!! Apa tujuannya membawa putriku kesana!!!" geram William.
Tok.. Tok...
Terdengar suara pintu terketuk dari luar,
"Masuk!!!!" ujar William menahan amarah.
Seorang pengawal masuk dan membungkukkan badannya pada William.
William terlihat memijit keningnya frustasi,
"Biarkan dia masuk!" ujar William.
Tak berselang beberapa lama Daniel pun masuk ke dalam ruangan William.
"Paman!! Anna...." ujar Daniel tiba-tiba terpotong saat William mengangkat tangannya.
"Aku sudah tau!!" ujar William.
Daniel pun duduk di depan meja William dan menatapnya cemas.
"Aku akan menyusulnya!!" ujar Daniel tiba-tiba.
William terdiam sesaat lalu menatap Daniel. Pria itu terlihat sekali sedang mengkhawatirkan putrinya. Dia tidak bisa diam saja seperti ini. Dia harus segera bertindak!
"Jangan!" ujar William tegas.
Daniel pun menatap William dengan emosi dan penuh tanya. Kenapa Paman melarangnya untuk menyusul Anna?? tanya Daniel dalam hatinya.
"Aku yang akan menyusul mereka!!" ujar William tegas.
Daniel membelalakkan matanya mendengar ucapan William.
"Apa yang Paman rencanakan?? Bukankah terlalu beresiko jika Paman yang menyusulnya??" tanya Daniel khawatir.
William terdiam sesaat lalu menatap Daniel dengan yakin.
__ADS_1
"Yang bisa menghadapi pria itu adalah aku!! Maka aku akan mengambil putriku kembali dengan tanganku sendiri!!" ujar William tegas.
"Aku akan ke Paris hari ini!!" lanjutnya lagi.
Daniel menatap William sesaat,
"Kalau begitu aku ikut!" ujar Daniel tegas.
"Tidak!!! Pria itu tidak boleh tau kau bekerja sama denganku!! Aku akan membereskannya sendiri!!" ujar William tegas.
Akhirnya Daniel pun pasrah dan menyerah mendengar ucapan William. Dia yakin William pasti bisa membawa Anna kembali...
-
Setelah turun dari kapal pesiar. Alex dan Anna pun berjalan bergandengan untuk kembali ke hotel.
Senyuman tidak pernah lepas dari wajah Alex. Dia menggenggam tangan Anna dengan erat sambil terus berjalan.
Berbeda dengan Anna yang terlihat canggung dan berusaha menghindari tatapan Alex.
Setelah sampai di hotel, mereka pun menaiki lift menuju kamar mereka.
Alex mengantarkan Anna sampai pintu kamarnya.
"Istirahatlah, jangan lupa mimpikan aku" ujar Alex menggoda.
Seketika pipi Anna tersipu lalu dengan cepat memalingkan wajahnya.
"Dasar kau....." ujar Anna kesal dan gugup.
Dengan cepat Anna mencoba melepaskan genggaman tangannya dari tangan Alex. Namun pria itu tak kunjung melepaskannya.
"Bisakah kau lepaskan tanganmu?" tanya Anna menatap Alex.
Alex sesaat terdiam menatap Anna, lalu perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Anna.
CUP!!!
Seketika Alex mengecup kening Anna cukup lama. Anna hanya diam mematung dengan perlakuan Alex yang tiba-tiba.
Setelah beberapa lama akhirnya Alex melepaskan ciumannya pada kening Anna. Lalu mengangkat tangannya untuk menyentuh pipi Anna dengan lembut.
"Masuklah" ujar Alex pelan.
Anna pun menatap wajah Alex sesaat dengan debaran di jantungnya. Lalu membalikkan badannya kearah pintu dan masuk ke kamarnya.
Setelah pintu tertutup, Alex masih setia berdiri di depan pintu kamar Anna. Matanya menatap pintu itu dalam. Di dalam hatinya Alex berdoa semoga Tuhan bisa meluluhkan hati gadis itu dan menjadikannya sebagai pendamping hidupnya untuk selama-lamanya.
Dan di balik pintu itu, terlihat Anna sedang bersandar disana. Dia memegang dadanya dan bisa merasakan detak jantung yang berdegup kencang disana. Ada perasaan yang tiba-tiba muncul disana.
Dan...
Anna sudah yakin dengan perasaannya pada pria itu...
Bersambung..
Hayo, gimana nih ada yang sudah baper kah dengan mereka berdua 🤭
Jangan lupa kasih like dan komennya ya, dukung terus cerita ini. Jangan lupa juka bantu share dan rekomendasikan ke teman-teman yang belum baca ya...
__ADS_1
Terimakasih 🙏❤️