Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Kata Tak Terduga


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan pukul 5 sore. Anna sedang membantu Donna memasak untuk makan malam nanti.


Setelah pembicaraannya dengan Peter tadi siang, Anna tidak melihat kembali pria itu keluar dari kamarnya. Entah apa yang sedang dipikirkannya, tapi setelah Anna berbicara dengannya di taman, pria itu terlihat tertunduk lesu dan menyuruh pengawal untuk membawanya kembali ke kamarnya.


Semoga saja perkataannya tadi tidak menyakiti Peter, harap Anna dalam hatinya.


"Nah, sudah selesai!!!" ujar Donna yang menyadarkan Anna dari lamunannya.


"Ayo kita susun di atas meja" lanjutnya.


Anna pun mengangguk dan membawa beberapa makanan tadi ke atas meja. Mereka mulai menyusun makanan untuk makan malam nanti.


"Wah... aromanya enak sekali" ujar Jonas yang tiba-tiba muncul di meja makan.


Donna pun menatap Jonas dan tersenyum senang,


"Sayang, kau sudah pulang??" ujarnya menghampiri suaminya itu, lalu mencium bibirnya cepat.


Anna memalingkan wajahnya dan kembali menyusun makanan di atas meja.


"Dimana Alex?? Apa dia belum pulang??" tanya Jonas.


Anna menatap Jonas dan hendak menjawab pertanyaan pria itu. Namun, sebuah suara menghentikannya,


"Aku disini" ujar Alex datar sambil melangkah mendekati Anna.


Dengan cepat pria itu menghampiri Anna dan mencium pipinya.


CUP!!!


"Aku pulang" ujar Alex lembut.


Anna yang sedikit terkejut dengan tindakan Alex pun menatap kesal pada pria itu. Seketika wajahnya memerah saat menyadari bahwa Jonas dan Donna sedang memperhatikan mereka dengan tersenyum geli.


"Pria kutub!! Ternyata kau bisa romantis juga" ujar Donna meledek.


Alex yang mendengar itu hanya mendelik pada Donna dan merangkul pinggang Anna dengan erat.


"Sudahlah... Jangan mengganggu mereka. Aku akan ke kamar dulu untuk membersihkan diri" ujar Jonas lalu berlalu ke kamarnya.


Anna pun menatap Alex yang juga sedang menatapnya dengan intens,


"Kau juga sebaiknya bersihkan dirimu dulu sebelum makan malam" ujar Anna pelan.


Alex pun tersenyum dan menarik pinggang gadis itu agar semakin menempel pada tubuhnya,


"Temani aku" bisik Alex di telinga Anna dengan seringainya.


Anna pun membelalakkan matanya dan memukul pundak Alex,


"Kau ini!!! Berhenti bermain-main" ujar Anna kesal.

__ADS_1


Alex pun tersenyum dan kembali mencium pipi gadis itu,


"Baiklah, aku ke atas dulu" ujar Alex lalu berlalu ke kamarnya.


Donna menahan senyumnya dan menatap kepergian Alex dengan menggeleng pelan,


"Ckck... Kurasa setelah kalian menikah nanti, Alex tidak akan membiarkanmu keluar kamar sedetik pun. Kau... tau maksudku kan???" ujar Donna dengan senyum menggodanya.


Anna yang mendengar hal itu pun menatap Donna dengan wajah yang memerah. Apa-apaan ini... Bibi dan keponakan ini sama-sama senang sekali menggoda dirinya, pikir Anna.


Hari pun sudah mulai gelap. Orang-orang mulai berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama.


Terlihat Key juga ikut berada di meja makan dengan wajahnya yang sedikit pucat. Sebenarnya gadis itu sangat malas untuk makan malam bersama, apalagi dia harus bertemu dan bertatap muka kembali dengan Alex. Dia merasa sangat takut dan juga malu dengan kejadian malam itu.


Saat ini Alex dan Anna tengah duduk di hadapannya. Tapi, sikap Alex terlihat normal dan masih dingin seperti biasanya.


Key pun mencoba melupakan kebodohannya waktu itu dan menganggap hal itu tidak pernah terjadi. Tapi... Setidaknya, sebenarnya dia sangat ingin meminta maaf pada Alex. Malam itu dia juga sedikit terpengaruh oleh alkohol. Dia menyadari apa yang dia lakukan saat itu adalah salah..


Donna memperhatikan sikap Key dan mencoba untuk mencairkan suasana.


"Ayo silahkan di makan. Aku dan Anna yang telah membuat makanan spesial ini... Rasanya sangat lezat!!" ujar Donna semangat.


Mereka pun mulai mengambil makanan mereka..


Namun, tiba-tiba Peter muncul di meja makan sambil di dorong oleh pengawalnya. Seketika Donna yang terkejut langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Peter.


"Ayah... Apakah ayah ingin makan malam bersama kami??" tanya Donna.


Peter pun mengangguk menjawab pertanyaan Donna. Wanita itu menatap tidak percaya mendengar jawaban Peter. Sebuah senyuman pun terpampang di wajahnya.


"Baiklah, ayo kita makan malam bersama" ujar Donna sambil mendorong kursi roda Peter ke arah meja makan.


Donna dan Jonas pun menyiapkan makanan untuk Peter di atas meja. Setelah itu mereka duduk di kursinya masing-masing.


"Aku sangat senang, kita bisa berkumpul dan makan malam bersama malam ini dalam keadaan sehat" ujar Donna terharu.


Setelah berdoa bersama, mereka pun mulai memakan makanan mereka. Suasana terlihat cukup canggung, hanya terdengar suara sendok yang beradu dengan piring saja.


Peter berdehem sebentar dan mengarahkan pandangannya pada Jonas,


"Bagaimana dengan kondisi perusahaan??" tanya Peter tiba-tiba.


Jonas pun menelan makanannya dan menatap Peter dengan cepat,


"Baik... Semua baik-baik saja ayah" ujar Jonas.


Peter pun mengangguk dan kembali fokus pada makanannya,


"Bagaimana dengan perusahaanmu???" tanya Peter pada Alex.


Alex terlihat masih fokus pada makanannya dan tidak mengacuhkan pertanyaan Peter. Anna yang menyadari hal itu langsung menyentuh paha Alex untuk menegurnya.

__ADS_1


Alex pun menatap Anna yang memberikan isyarat padanya. Dan dengan malas pria itu menatap Peter lalu mengangguk pelan,


"Baik, sangat baik" ujar Alex dingin.


Peter pun menatap Alex dalam diam dan mengangguk pelan.


"Oh... Bagaimana kabar William?? Ku dengar dia sekarang tinggal di Jepang" ujar Peter tiba-tiba pada Anna.


Anna yang terkejut dengan pertanyaan Peter pun seketika terbatuk pelan dan dengan ragu menatap Peter. Begitupun dengan yang lainnya. Mereka sedikit terkejut dengan pertanyaan Peter yang tak terduga itu.


"I... Iya, ayahku sekarang menetap di Jepang" jawab Anna canggung.


Alex memicingkan matanya dan menatap Peter dengan tajam. Untuk apa pria tua itu bertanya pada Anna?? Apa rencananya?? pikir Alex curiga.


Peter yang mendengar jawaban Anna pun mengangguk kembali dan memfokuskan pandangannya pada Anna,


"Kira-kira... Kapan ayahmu akan kembali ke negara ini??? Aku ingin mengundangnya makan bersama di rumah ini" ujar Peter.


Seketika pandangan semua orang pun kembali terbelalak dan menatap Peter dengan tidak percaya.


"Ayah.... Apakah ayah serius????" tanya Donna tidak percaya.


Begitu pun dengan Anna, dia menatap Peter dengan tatapan tidak percayanya. Ada apa ini??? pikir Anna sedikit khawatir.


BRAK!!!


Seketika Alex menyimpan sendoknya ke atas meja dengan kasar, dan menatap Peter dengan tatapan tajamnya.


"Apa yang kau inginkan????" tanya Alex tajam.


Peter pun menghela nafasnya dan menyimpan sendoknya perlahan di atas meja. Dia mengangkat tangannya di atas meja dan menatap Alex dengan seringainya.


"Kenapa kau terlihat begitu terkejut dan tidak suka???" tanya Peter sinis.


Alex tidak menjawab pertanyaan pria tua itu dan masih menatapnya tajam.


Peter pun mengambil lap dan membersihkan mulutnya, dia memberikan kode pada pengawal untuk membawanya pergi dari meja makan.


"Aku sudah selesai" ujar Peter.


Seorang pengawal pun menghampirinya dan mendorong kursi rodanya untuk pergi. Namun Peter pun menyuruh pengawalnya untuk berhenti sesaat dan membalikkan wajahnya pada Alex.


"Bukankah kau ingin melamar kekasihmu??? Jadi, aku mengundang William kemari untuk menentukan tanggalnya" ujar Peter yang membuat semua orang disana kembali terbelalak tak percaya.


Bersambung...


Hai, dukung terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya 🤗


Oh iya ada beberapa yang nagih cerita nya si Roy, jadi bingung mau lanjut di sini aja atau di judul lain 🤔🤔


Oke mari kita berpikir saja dahulu 😅

__ADS_1


__ADS_2