Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Another World


__ADS_3

Langit terlihat begitu cerah..


Hembusan angin yang lembut menerpa wajah cantiknya yang tengah terlelap di hamparan bukit yang di penuhi dengan bunga-bunga yang indah.


Gadis itu tersenyum dalam tidurnya. Entah mimpi apa yang ada di dalam tidurnya. Yang jelas, gadis itu terlihat tertidur sangat nyenyak.


"Mama.."


Terdengar samar-samar suara anak kecil di telinga gadis itu yang mau tidak mau membuat dirinya seketika perlahan bangun dan menyadarkannya dari dalam mimpi.


Gadis itu perlahan membuka matanya dan mengarahkan pandangannya ke sekitar.


"Apa... tadi aku salah dengar??" gumamnya pada diri sendiri.


Gadis itu mengangkat bahunya pelan dan memilih untuk mengabaikan suara tadi.


Perlahan ia pun bangun dan memandang pemandangan yang sangat indah di depannya dengan tersenyum kagum.


Gadis itu menutup matanya dan menghela nafasnya perlahan, menghirup aroma bunga yang begitu wangi di sekitarnya.


"Hahh.... Aku merasa, aku bisa hidup di tempat indah ini selamanya.." ujarnya tersenyum bahagia.


Gadis itu melangkah ke sebuah kursi putih di depannya yang menghadap langsung ke arah danau yang di kelilingi oleh bunga-bunga berwarna-warni yang sangat indah.


Ia pun duduk dan memandangi pemandangan di depannya dengan kagum.


Terlihat di atas langit ada sebuah pelangi yang sangat jelas dengan warna-warna yang indah. Rasanya sudah lama sekali ia tidak melihat pelangi sejelas dan seindah ini.


Namun, saat gadis itu sedang mengagumi pemandangan di depannya, tiba-tiba suara anak kecil tadi terdengar kembali di telinganya,


"Mama... Mama..."


Kali ini bukan hanya satu suara, tetapi dua...


Gadis itu dengan cepat membalikkan tubuhnya dan mengarahkan pandangannya ke sekitar untuk mencari dimana sumber suara itu. Namun nihil, tidak ada siapapun disana kecuali dirinya.


"Suara siapa itu???" tanyanya lagi sambil bangkit dari duduknya untuk mencari sumber suara itu..


Gadis itu telah berjalan cukup jauh dari tempatnya duduk tadi, tetapi dia tidak menemukan siapapun disana.


Saat gadis itu hendak berbalik, tiba-tiba pandangannya mengarah pada sebuah ayunan di balik pohon tempatnya berdiri.


Terlihat seorang wanita cantik yang tengah bermain di ayunan itu dengan gaun putihnya yang indah.


Gadis itu menajamkan pandangannya dan mencoba melihat jelas kearah wajah wanita di ayunan itu,


"I.. Ibu..." bisiknya terkejut.


Gadis itu pun dengan cepat melangkah ke arah ayunan itu dengan tidak sabaran.


Wanita yang sedang berada di ayunan itu seketika mengarahkan pandangannya pada gadis tadi dan tersenyum lembut kearahnya.


Gadis itu berdiri di depan wanita di ayunan itu dengan mata yang terbelalak tidak percaya,


"I.. Ibu... A.. Apakah benar ini kau???" tanyanya tidak percaya dengan mata yang berkaca-kaca.


Wanita yang di panggil ibu tadi pun tersenyum pada gadis itu dan mengangguk pelan,


"Iya sayang... Ini aku..." jawabnya.


Dan tanpa menunggu lama, gadis itu dengan cepat mendekati wanita tadi dan memeluknya dengan erat sambil tersedu.


Wanita di ayunan itu membalas pelukannya dan mengusap punggung gadis itu dengan lembut tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Dia membiarkan gadis itu menangis di dalam pelukannya.


"Aku merindukanmu bu..." bisik gadis itu tersedu.


Wanita itu tersenyum mendengarnya dan mengangguk pelan,


"Aku juga merindukanmu putriku..." jawabnya.

__ADS_1


Wanita itu melepaskan pelukannya dan menakup wajah putrinya dengan tersenyum sambil menghapus air mata di pipi gadis itu,


"Kau telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.." pujinya.


Wanita itu menelisik lekat wajah sang putri dengan kagum,


"Matamu... Matamu mirip sekali dengan mata ayahmu.." ujarnya pelan.


Gadis itu mulai berhenti menangis dan menatap wajah ibunya dengan penuh kerinduan,


"Aku senang akhirnya kita bisa kembali bertemu, ibu.." ucapnya terharu.


Wanita yang di panggil ibu itu tersenyum pada putrinya dan mengusap pipinya dengan lembut,


"Aku juga sangat senang, akhirnya bisa kembali bertemu dengan putriku.." jawabnya.


"Ibu benar-benar senang bisa bertemu denganmu disini... Anna..." lanjutnya dengan mata yang berkaca-kaca.


Anna tersenyum haru dan mengangguk pelan sambil mengecup tangan ibunya (Merry)


"Aku juga bu..." jawabnya lirih.


Setelah saling menyalurkan kerinduan mereka. Anna dan Ibunya pun duduk di salah satu kursi sambil menatap pemandangan yang sangat indah di depan mereka.


Tangan mereka saling bertaut dan senyuman tidak pernah lepas dari keduanya.


Anna menyandarkan kepalanya pada paha sang ibu dan menutup matanya menikmati sentuhan tangan sang ibu yang membelai lembut rambutnya,


"Ibu... Apakah kita akan tinggal bersama disini??" tanya Anna tiba-tiba.


Merry terdiam sejenak dan tersenyum pada Anna,


"Iya..." jawabnya.


Anna seketika tersenyum mendengar jawaban Merry dan kembali menikmati belaian tangan sang ibu yang berada di kepalanya,


"Tapi...." ujar Merry tiba-tiba.


"Tapi???" tanya Anna penasaran.


Merry pun tersenyum pada Anna dan menghela nafasnya pelan. Wanita itu membawa tubuh Anna untuk duduk dan berhadapan dengannya.


Tangan Merry terangkat dan membelai lembut rambut Anna sambil menatapnya dalam,


"Kita akan tinggal bersama disini sayang... Tapi, tidak sekarang.." ujar Merry.


Anna seketika mengernyitkan keningnya dan menatap Merry tidak mengerti,


"Tidak sekarang??? Apa maksud ibu???" tanyanya.


Merry tersenyum lembut dan menyentuh kedua pundak Anna,


"Anna.. Ini bukan saatnya kau berada disini.." jelas Merry.


Anna terdiam dan masih menatap tidak mengerti pada Merry.


Merry yang mengerti tatapan Anna pun tersenyum lembut padanya dan menatap gadis itu dalam,


"Dengarkan ibu.. Masih ada tempat yang jauh lebih indah untukmu.." jelas Merry.


"Dan.. Tempat itu bukan disini, sayang" lanjutnya.


Anna masih terdiam dan tidak mengerti dengan ucapan Merry,


"Dimana??? Memangnya kemana aku harus pergi??" tanya Anna.


Merry tersenyum pada Anna dan seketika suara anak kecil yang di dengarnya tadi kembali terdengar,


"Mama... Mama...."

__ADS_1


Anna pun mengarahkan pandangannya ke sekitar dan mencoba mencari dimana sumber suara itu,


"Ibu... Apa ibu dengar suara itu???" tanya Anna pada Merry.


Merry yang mendengar pertanyaan Anna seketika tersenyum padanya dan mengangguk.


Merry seketika menyentuh perut Anna dan mengusapnya dengan lembut. Anna mengikuti arah tangan Merry dan menatapnya tidak mengerti,


"Disini.... Suara itu ada disini..." ujar Merry lembut.


Seketika Anna pun tersadar dan mengingat bahwa sebelumnya ia tengah mengandung,


"A... Anakku!!!!" ujar Anna panik sambil menyentuh perutnya yang rata.


Merry menggenggam tangan Anna dan menatapnya lembut,


"Anakmu baik-baik saja sayang.." ujarnya menenangkan.


Ingatan Anna pun seketika juga kembali teringat pada suaminya Alex,


"A.. Alex.." bisik Anna khawatir.


Merry tersenyum pada Anna dan membawa wajah gadis itu untuk berhadapan dengannya,


"Tempat terbaikmu saat ini.. ada di tempat suami dan anakmu berada.." ujarnya lembut.


"Jadi.. Kau harus segera kembali kesana" lanjut Merry.


Anna menatap Merry dengan mata yang berkaca-kaca,


"Tapi... Bagaimana dengan ibu???? Apa aku tidak bisa kembali bertemu dengan ibu???" tanyanya lirih.


Merry tersenyum mendengar pertanyaan Anna dan menggenggam tangan gadis itu dengan erat,


"Sayang.. Kau tau, ibu selalu ada bersamamu.." ujarnya lembut.


Merry mengangkat tangannya dan menyentuh dada Anna,


"Disini.... Ibu selalu ada disini..." lanjutnya.


Anna pun tidak bisa menahan air matanya dan memeluk Merry dengan erat. Merry mengusap lembut punggung putrinya dan tersenyum menenangkan,


"Sudah jangan menangis... Kau harus segera kembali" ujar Merry.


Anna pun melepaskan pelukannya dan mengangguk pelan.


Merry menuntun tangan Anna untuk bangkit dari duduknya dan membawanya ke sebuah portal berwarna putih di depan mereka.


Setelah berada di depan portal, Anna terlihat enggan melepaskan genggaman tangan ibunya. Namun, Merry menatap Anna dan mengangguk pelan.


Anna pun akhirnya melepaskan genggaman tangan Merry dan menghampiri portal itu.


"Sampai bertemu lagi..." ujar Merry tersenyum.


Anna kembali menahan tangisnya dan mengangguk pelan sambil melambaikan tangannya pada Merry,


"Jaga cucu ibu.. Mereka anak-anak yang pintar dan menawan sepertimu dan juga suamimu..." ujar Merry tiba-tiba sambil tersenyum penuh arti.


Dengan cepat portal itu pun menarik tubuh Anna dan semua pun menjadi gelap...


Bersambung..


Hallo, tolong di bantu like, komen, vote dan hadiahnya ya ☺️


Huhu.. sedih ni pembaca makin hari makin kurang, mungkin karena author jarang up juga 🤧


Tapi buat yang udah baca jangan lupa tinggalin jejak ya, dan kasih hadiahnya buat author walaupun recehan 🥲


Oh iya, novel kedua author yang judulnya Lelaki misterius (mysterious man) juga bakal author up lagi 😁 Tolong bantu dukungannya juga ya 🙏☺️

__ADS_1


Terimakasih ❤️


__ADS_2