Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Evil Plan


__ADS_3

Seorang wanita tengah meneguk wine nya dalam sekali tegukan. Ini adalah botol wine kedua nya. Wanita itu terlihat seperti orang yang sedang depresi dan putus asa.


Setelah meneguk wine nya, wanita itu langsung menghisap rokok yang ada di tangannya.


"Heh.... Hidupku benar-benar memprihatinkan" ujarnya sinis pada dirinya sendiri.


Tok..


Tok..


Terdengar suara ketukan pintu. Wanita itu menatap pintu dengan malas dan kembali menuangkan wine nya ke dalam gelas,


"Masuk!!!" teriaknya.


Seorang pengawal membuka pintu dan membungkuk hormat pada wanita itu. Dia pun melangkah mendekati majikannya dan memberikan berkas yang ada di tangannya.


"Nona, aku menemukan informasi lagi tentang istri dari Tuan Alexander" ujarnya sambil memberikan berkas itu.


Miranda dengan cepat menatap berkas itu dan mengambilnya,


"Jika ini informasi tidak penting maka aku akan memecatmu!!!" ancamnya tajam.


Miranda pun membuka berkas itu dan membacanya dengan seksama. Wanita itu terlihat terdiam sejenak dan menatap pengawal di depannya,


"Daniel McCartney.. Siapa dia???" tanyanya tajam.


Pengawal itu menatap majikannya dan mulai menerangkan,


"Menurut informasi yang kudapat, pria itu merupakan teman kecil dari Nona Anna. Sempat ada rumor yang mengatakan bahwa mereka hampir bertunangan beberapa bulan yang lalu" terangnya.


Miranda seketika mengernyitkan keningnya dan menatap pengawal di depannya dengan penasaran,


"Bertunangan??? Jadi maksudmu, pria ini dan si ****** Anna itu pernah mempunyai suatu hubungan???" tanyanya lagi.


Pengawal di depannya pun mengangguk pelan,


"Sepertinya begitu Nona, saat pernikahan Tuan Alex dan istrinya, Tuan Daniel ini tidak hadir. Yang hadir hanya orang tuanya saja Mr dan Mrs McCartney" ujarnya.


"Tuan Daniel ini besar di Amerika. Setahun lalu dia kembali ke negara ini. Dan menurut informasi yang kudapat juga, pria ini kembali hanya untuk bertemu dengan Nona Anna" lanjutnya.


Miranda kembali terdiam dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Tiba-tiba sebuah senyuman licik muncul di bibirnya.


"Apakah pria ini kembali ke Amerika???" tanya Miranda penasaran.


Pengawal itu menggeleng pelan,


"Tuan Daniel kebetulan baru tiba dari Jepang. Dan sepertinya beberapa minggu lagi dia akan kembali ke Amerika" ujarnya.


Miranda pun tersenyum senang saat mendengar apa yang di katakan pengawalnya,


"Baiklah... Dengarkan aku!! Aku ingin pria ini hadir di pesta pembukaan kosmetik ku besok!! Bagaimana pun caranya!! Undang dia, dan buat dia datang!!" ujar Miranda tegas.


Pengawal itu terdiam sejenak lalu mengangguk pelan,


"Baik Nona" ujarnya.


Miranda tersenyum penuh arti sambil menatap foto Daniel di tangannya. Dia mempunyai rencana untuk menghancurkan pernikahan Alex dan istrinya. Dan Miranda yakin rencananya kali ini pasti berhasil.


-


Anna tengah memasangkan dasi di kemeja Alex dengan teliti. Sedangkan Alex sejak tadi terus menatap wajah istrinya dengan senyuman penuh arti.


CUP!!


Dengan cepat pria itu mengecup bibir Anna dan tersenyum manis padanya,


"Aku tidak tahan melihat bibir merah muda ini" ujar Alex menggoda sambil menyentuh bibir istrinya.


Anna pun menatap Alex dan tersenyum pelan padanya,


"Berhenti menggodaku Alex.." ujar Anna.


Seketika Alex pun memicingkan matanya,


"Alex???" ujar Alex sedikit merajuk.


Anna pun menatap wajah suaminya itu dan tersenyum kikuk,

__ADS_1


"Maksudku, sayang....." ujar Anna dengan wajah menggemaskannya.


Alex pun tersenyum senang dan memeluk pinggang istrinya dengan erat,


"Mengapa istriku ini sangat manis... dan selalu membuatku ingin memakannya" bisik Alex di telinga Anna.


Anna pun tersenyum geli dan mendorong bahu Alex,


"Sudahlah.. Kau harus ke kantor hari ini.." ujar Anna sambil merapihkan kembali dasi suaminya.


Alex masih memeluk pinggang istrinya dan kembali menciumnya dengan gemas,


"Apa kau mau ikut denganku lagi ke kantor???" tanya Alex penuh harap.


Anna menatap Alex dengan lembut dan menggeleng pelan,


"Hari ini aku tidak ingin ikut.. Aku tidak mau suamiku ini kembali mengabaikan pekerjaannya dan mengurungku seharian di dalam kamar" ujar Anna.


Alex pun tersenyum dan menyentuh pipi Anna dengan lembut,


"Salahmu karena kau selalu membuatku tergila-gila" ujar Alex menggoda.


Anna pun membalas senyuman Alex dan melepaskan pelukan pria itu dari pinggangnya,


"Ayo kita ke bawah dan sarapan. Nanti kau bisa terlambat" ujar Anna lembut.


Alex pun mengangguk pelan dan menggandeng tangan istrinya untuk melangkah bersama ke lantai bawah.


.


.


Setelah sarapan Anna pun mengantar suaminya itu sampai ke mobil.


CUP!!


Alex mencium bibir Anna lama dan seperti enggan untuk berpisah dari istrinya itu,


"Aku akan pulang cepat" ujarnya lembut.


Anna pun mengangguk pelan sambil menyentuh tangan Alex di pipinya,


Alex terlihat berpikir sejenak lalu menghela nafasnya dengan malas,


"Mungkin..." ujar Alex acuh.


"Kita tidak usah kesana saja.. Aku akan memberikan alasan yang masuk akal nanti" ujar Alex.


Anna menghela nafasnya dan menggeleng pelan,


"Tidak sayang.. Kita harus datang. Dia sudah menyempatkan waktunya untuk memberikan undangan secara langsung. Tidak baik jika kita tidak datang kesana" ujar Anna membujuk.


Alex pun menyentuh pipi Anna dan mengangguk pasrah,


"Baiklah, jika itu katamu maka aku akan menurutinya" ujar Alex lembut.


"Aku akan menyuruh perias untuk membantumu bersiap-siap seperti biasa" lanjutnya.


Anna pun mengangguk pelan dan memeluk tubuh Alex,


"Hati-hati di jalan" ujar Anna.


Alex membalas pelukan istrinya dan mengangguk pelan,


"Siap istriku!!" ujarnya lantang.


Anna pun melepaskan pelukannya dan tersenyum. Setelah itu Alex masuk ke dalam mobilnya dan melambaikan tangannya pada Anna,


"Aku mencintaimu..." ujarnya.


"Aku juga mencintaimu" balas Anna tulus.


Setelah itu mobil Alex pun melaju pergi keluar halaman. Anna menatap mobil Alex sampai tak terlihat dan kembali masuk ke dalam rumah. Dia harus bersiap-siap untuk pesta malam ini.


-


Setelah menempuh perjalanan beberapa pulu menit, akhirnya Alex telah tiba di kantornya.

__ADS_1


Pria itu melangkah cepat menuju ruangannya. Terlihat Harry sedang menunggunya di depan pintu.


"Selamat pagi Tuan" sapa Harry.


Alex pun mengangguk pada Harry,


"Selamat pagi" jawabnya singkat.


"Tuan, di dalam ada Tuan Roy. Sudah beberapa menit dia menunggu anda di dalam" terang Harry.


Alex mengernyitkan keningnya dan menatap pintu ruangannya yang masih tertutup. Untuk apa pria itu datang pagi-pagi seperti ini?? pikir Alex.


Alex kembali mengangguk pada Harry dan mulai masuk ke dalam ruangannya. Di dalam dia melihat Roy sedang berdiri sambil menatap pada jendela.


"Apa yang membawamu pagi-pagi seperti ini datang kemari???" ujar Alex datar.


Roy pun seketika membalikkan tubuhnya dan tersenyum melihat Alex,


"Pagi Bro hehe... Aku hanya merindukanmu saja" ujar Roy menggoda.


Alex menatap acuh pada Roy dan mulai duduk di kursinya. Perlahan Roy pun mendekati Alex dan duduk di hadapan pria itu,


"Sepertinya benar kata orang-orang, kalau sudah menikah aura mu akan terpancar dan bersinar" ujar Roy tersenyum menggoda sambil menatap wajah Alex.


Alex mengambil berkas di atas meja dan mulai membacanya,


"Benar!! Maka dari itu cepatlah kau menikah" ujar Alex tanpa ekspresi.


Seketika senyuman Roy pun menghilang dari wajahnya. Pria itu terlihat melamun dan menghela nafasnya frustasi,


"Sebenarnya... Aku kemari ingin meminta nasehatmu" ujar Roy tiba-tiba.


Seketika Alex pun mengalihkan pandangannya dari berkas di tangannya dan menatap Roy dengan heran,


"Nasehat?? Nasehat apa maksudmu??" tanya Alex tidak mengerti.


Roy kembali terdiam dan menatap Alex dengan serius,


"Sepertinya.... Aku telah jatuh cinta... Benar-benar jatuh cinta untuk pertama kalinya" ujar Roy.


Alex menatap Roy dengan teliti dan melihat keseriusan dari wajah temannya itu,


"Ada satu wanita yang membuatku tergila-gila saat ini, dan pikiranku selalu di penuhi olehnya" lanjut Roy.


Alex menghela nafasnya dan kembali membaca berkas di tangannya,


"Mungkin kau hanya sedang penasaran saja. Setelah kau mendapatkannya aku yakin kau akan bosan. Seperti itulah dirimu Roy.. Kau tidak pernah serius dengan wanita" sindir Alex.


Roy terdiam mendengar ucapan Alex dan menggeleng pelan,


"Aku tidak tau...." ujarnya pelan.


Roy pun menyandarkan tubuhnya sambil mengacak rambutnya,


"Kau benar.... Mungkin aku hanya sedang penasaran saja karena belum berhasil menaklukkannya" lanjutnya ragu.


Roy kembali menegakkan tubuhnya dan menggeleng keras,


"Sudahlah!!! Aku benar-benar bingung!!!!" kesal Roy.


Roy pun menatap pada meja Alex dan menemukan sebuah undangan disana. Pria itu mengambilnya dan membaca tulisan disana,


"Miranda Ghostfield?? Kau di undang olehnya???" tanya Roy.


Alex pun menatap acuh undangan di tangan Roy,


"Begitulah..." ujar Alex singkat.


Roy terlihat berpikir sejenak, sepertinya dia tidak asing mendengar nama ini.


Dimana dia pernah melihatnya ya??? pikir Roy.


Bersambung...


Halo, dukung selalu cerita ini, jangan lupa kasih like, vote, komen, dan hadiahnya..


Semua itu sangat berharga bagi author abal-abal ini 🥺

__ADS_1


Terimakasih readers tercinta 😘❤️❤️


__ADS_2