Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Kematian


__ADS_3

Alex menatap tajam pada Lidya yang sedang mendekap leher Anna dengan pisau yang mengarah pada leher gadis itu.


"Aku tidak ingin bermain-main denganmu!!" geram Alex.


Lidya tertawa sinis mendengar ucapan Alex,


"Apa Tuan pikir aku sedang bermain-main??? Aku tidak akan segan-segan membunuh gadis ini!! Sekarang turunkan senjata Tuan!!!" teriak Lidya.


Alex menatap Anna yang terlihat lemas di dekapan Lidya. Dia tidak bisa membiarkan wanita itu melukai Anna. Alex harus memikirkan cara untuk melepaskan gadis itu.


Alex melempar senjatanya ke atas tanah,


"Asal kau tau, gadis itu adalah tawanan ku!! Anak dari musuh besar ku! Aku membawanya karena aku ingin memberi pelajaran pada pria tua itu dan memancingnya untuk keluar dari persembunyiannya. Tapi, selama gadis itu berada di rumahku ternyata pria tua itu tidak terpancing dan sama sekali tidak peduli dengan putrinya ini" ujar Alex tenang.


Lidya mengernyitkan matanya mendengar ucapan Alex,


"Apa maksud Tuan???" tanya Lidya tidak mengerti.


Alex memasukkan tangannya kedalam saku celananya dengan santai.


"Kau tidak mengerti maksudku?? Aku hanya memperalat gadis itu untuk memancing musuhku keluar. Segala yang aku lakukan padanya hanya sebuah sandiwara!! Jadi jika kau ingin membunuhnya, aku sudah tidak peduli lagi!!" ujar Alex tajam.


Anna menatap Alex dengan pandangan sendunya. Apakah pria itu benar-benar serius dengan ucapannya? Jadi selama ini semua yang dia lakukan hanya sebuah sandiwara? pikir Anna kecewa.


Lidya menatap Alex dengan ragu. Jadi, selama ini Alex hanya bersandiwara?


Lidya tidak ingin termakan oleh ucapan Alex. Siapa tau saja Tuan nya ini hanya berpura-pura agar dia melepaskan gadis ini.


"Buktikan padaku jika memang gadis ini tidak berarti apa-apa bagimu!!!" ujar Lidya tajam.


Alex menanggapi perkataan Lidya dengan acuh,


"Bunuh saja dia! Aku juga tidak peduli! Dia sudah tidak berguna!! Bukankah kau sudah mengenalku cukup lama?? Aku sama sekali tidak ingin membuang-buang waktuku hanya untuk seorang wanita!! Tujuanku hanya satu, yaitu untuk membalaskan dendam ku!!" ujar Alex lalu membalikkan badannya hendak melangkah pergi.


"Aku benar-benar akan membunuhnya!!!!" teriak Lidya mengancam.


Alex menatap Lidya sekilas,


"Aku tidak peduli!!!" ujar Alex singkat lalu melangkah pergi.


Anna menatap kepergian Alex dengan rasa kecewa. Apakah pria itu bersungguh-sungguh dengan ucapannya?? Apa dia akan membiarkan wanita ini membunuhnya??? pikir Anna sedih.


Lidya menatap Alex yang sudah pergi menjauh dan tak terlihat lagi.


Huh... Jadi semua ini hanya sandiwara Tuan Alex??


Gadis ini hanya sebuah umpan baginya!!


Sudah Lidya duga, Tuan Alex nya bukanlah tipikal orang yang mudah jatuh hati pada seorang wanita.


Lidya menghembuskan nafasnya pelan lalu tersenyum lega dalam hatinya. Tuan Alex nya tidak berubah! Dia masih sama seperti Alex yang dulu, kejam, dingin dan acuh pada semua wanita. Dia lebih menyukai sifat Alex yang seperti itu.


Lidya tersenyum senang, lalu melepaskan dekapannya pada Anna dan membuat Anna tersungkur di atas tanah.


"Huh... Kau dengar ucapannya tadi??? Kau tidak ada artinya bagi Tuan Alex!! Jangan terlalu besar kepala!!!!!" ujar Lidya mencemooh Anna.


Anna hanya terduduk lemas mendengarkan perkataan Lidya,


Lidya kembali menarik rambut Anna dan mengangkat pisaunya.


"Sekarang aku benar-benar akan membunuhmu!! Kau gadis tidak berguna!!! Matilah kau!!!" teriak Lidya mengangkat pisaunya mengarah pada Anna.


Anna hanya bisa pasrah dan menutup matanya kuat.

__ADS_1


DOR!!!!


Seketika suara tembakan yang memekakkan telinga membuat Anna menutup telinganya.


Pisau yang berada di tangan Lidya tiba-tiba terjatuh di hadapan Anna.


Anna mengangkat wajahnya dan melihat Lidya tengah memegang dadanya yang berlumuran darah.


Lidya seketika terduduk di atas tanah. Pandangannya mengarah ke arah Alex yang berada tidak jauh di belakangnya.


"Tu... Tuan..... Ka..... Kau....." ujar Lidya terbata-bata.


DOR!!!


Satu tembakan lagi Alex arahkan ke arah dada kiri Lidya, membuat Lidya memuntahkan darah dari mulutnya.


"Uhukk... Uhukkk..." Lidya terbatuk-batuk karena darah yang keluar deras dari dalam mulutnya.


Anna membalikkan badannya menatap Alex yang mengarahkan pistol ke arah Lidya dengan tatapan tajam dan membunuhnya.


Lidya terus terbatuk dan mengeluarkan banyak darah dari mulut dan dadanya.


Seketika air mata Lidya jatuh di pipinya, dan sebuah senyum miris terpampang di wajahnya.


"Ka... Kau... Me... Meni.... puku... uhukkk.... uhukkk....." ujar Lidya yang masih terus berusaha untuk berbicara.


Lidya menatap Alex kembali dengan air mata yang membasahi pipinya.


"A... Aku.... Me.... Mencin.... taimu.... " ujar Lidya terbata-bata sambil menahan sakit di tubuhnya.


Namun, saat ini yang lebih sakit bagi Lidya adalah hatinya..


Lidya tau mungkin sekarang ajalnya sudah tiba.


Setidaknya dia masih bisa melihat Tuan Alex untuk yang terakhir kalinya..


Seketika, segala kenangan saat dirinya pertama kali bertemu dengan Alex tiba-tiba kembali terekam di ingatannya..


Mata Alex..


Tubuh Alex..


Tatapan Alex padanya..


Semua kembali terlihat di ingatannya..


Dia membayangkan wajah Alex yang tersenyum tulus padanya..


Walaupun itu hanya khayalan, namun Lidya merasa senang dapat melihatnya..


Dia tidak pernah menyesal melakukan hal ini, setidaknya dia telah mengungkapkan isi hatinya pada Alex untuk yang terakhir kalinya.


DOR!!!!


DOR!!!


Alex kembali melayangkan beberapa tembakan ke arah kepala Lidya yang langsung membuatnya tergeletak tak bernyawa.


BRUK!!!


Anna menutup mulutnya menatap mayat Lidya yang berlumuran darah dengan mata yang terbelalak lebar di hadapannya.


Para penjaga yang sedang berpencar di dalam hutan, mendengar suara tembakan di dalam hutan. Seketika mereka semua berlari kearah asal suara tembakkan itu.

__ADS_1


Alex menatap mayat Lidya dengan tatapan tajamnya. Lalu pandangannya teralih pada Anna yang sedang menangis menatap mayat Lidya. Dengan cepat Alex melangkahkan kakinya ke arah Anna.


Anna mencoba berdiri lalu membalikkan badannya menghadap Alex yang tengah melangkah cepat kearahnya.


"Kenapa kau membu.....!!!!!!" teriak Anna terpotong karena dengan cepat Alex langsung memeluk tubuhnya dengan erat.


Alex memeluk tubuh Anna dengan erat seolah dia tidak ingin Anna menjauh darinya.


Anna yang terkejut seketika terdiam dengan tingkah Alex. Anna bisa mendengar detak jantung Alex yang memburu di telinganya.


"Maafkan aku..." lirih Alex sambil mempererat pelukannya pada Anna.


Anna perlahan membalas pelukan Alex dan menangis di pelukan pria itu.


"Ku kira perkataan mu pada Lidya tadi itu benar" bisik Anna.


Alex menggelengkan kepalanya lalu melepas pelukannya dan menatap Anna dalam.


"Kau tau, mengetahui bahwa kau menghilang membuatku gila! Aku merasa seluruh hidupku hancur berantakan! Aku merasa kehilangan arah!! Aku.. Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi lagi dari sisiku!" ujar Alex menatap Anna dalam.


Alex menghapus pelan air mata yang mengalir di pipi Anna,


"Aww!!" rintih Anna seketika saat tidak sengaja Alex menyentuh luka di pipi dan sudut bibirnya.


Seketika Alex menggertakkan giginya kuat menahan amarah yang tiba-tiba membuncah melihat luka-luka yang ada di wajah dan tubuh Anna.


"Apa yang telah wanita gila ini lakukan padamu!!" ujar Alex marah.


"Seharusnya aku membuat kematiannya lebih menyakitkan daripada ini!!" lanjut Alex menatap mayat Lidya dengan geram.


Anna menahan tangan Alex yang hendak melakukan sesuatu pada mayat Lidya,


"Sudah Alex! Aku baik-baik saja.. Lagipula dia sudah mati" ujar Anna menenangkan Alex yang emosi.


Lalu tiba-tiba para penjaga yang berada di dalam hutan, menemukan keberadaan mereka dan melihat mayat Lidya yang mengenaskan.


"Tu.. Tuan, Apa anda baik-baik saja??" tanya salah satu penjaga itu.


Alex menatap para penjaga itu dengan tajam, membuat mereka semua tertunduk ketakutan.


Anna kemudian menyentuh tangan Alex untuk menenangkannya.


Seketika amarah Alex perlahan menghilang. Pandangannya kembali melembut menatap Anna.


"Kalian bawa mayat wanita ini!! Dan jadikan mayat wanita ini sebagai santapan hewan-hewan buas!! Jangan biarkan potongan tubuh atau pun tulangnya tersisa sedikit pun!!! perintah Alex tegas.


Seketika Anna bergidik ngeri mendengar ucapan Alex pada para bawahannya itu.


Pria ini benar-benar mengerikan!! pikirnya.


Tapi... saat pria itu memeluknya tadi, Anna baru pertama kali melihat ekspresi Alex yang ketakutan seperti itu.


Entah mengapa tiba-tiba hati Anna menghangat saat melihat pria itu.


Apakah dia mulai menyukai pria ini??


Bersambung...


Support selalu cerita ini ya dengan kasih like dan komen yang banyak 🤗


Jangan lupa share dan rekomendasikan ke teman-teman yang lain.


Terimakasih untuk para pembaca yang selalu setia sama cerita ini 🙏❤️🤗

__ADS_1


__ADS_2