Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Negatif Thinking


__ADS_3

"Apakah Nona tau.." ujarnya terputus.


"Wanita bernama Erika tadi adalah seorang janda.." bisiknya pelan.


Anna pun seketika menatap Brenda sambil membelalakkan matanya,


'Apa??? Janda??' pikirnya terkejut.


"Erika itu seorang pebisnis sekaligus model yang cukup terkenal. Dia sangat cantik dan banyak di puja oleh para lelaki. Dulu, ada seorang pebisnis muda bernama Leonard.. Dia sama seperti Tuan Alex, muda, kaya dan tampan.." ujar Brenda.


"Suatu hari mereka berkenalan dan bekerjasama. Lalu selang beberapa bulan mereka menjalin hubungan dan tidak lama setelah itu mereka menikah.. Banyak yang bilang mereka menikah hanya untuk saling menguntungkan satu sama lain. Tetapi akhirnya gosip itu hilang karena mereka selalu terlihat harmonis dan mesra. Mereka pasangan yang sangat serasi, tampan dan juga cantik.. Beberapa bulan setelah menikah, Erika pun hamil. Nah, saat kehamilan Erika masih muda, dia tidak sengaja melihat suaminya berselingkuh di salah satu hotel bersama seorang wanita. Gosip perselingkuhan suaminya itu sempat heboh pada masanya. Sampai suatu hari Erika pun mengalami keguguran, dan selang beberapa lama kemudian, dia dan suaminya pun bercerai.." lanjut Brenda.


Anna terlihat cukup terkejut dengan cerita Brenda tentang Erika. Padahal Erika itu wanita yang cantik dan cukup sempurna di mata Anna. Tetapi mengapa bisa dia di khianati oleh suaminya seperti itu?? pikirnya tidak mengerti.


Brenda menatap Anna dan kembali menghela nafasnya,


"Aku tidak habis pikir wanita secantik Erika saja bisa di selingkuhi oleh suaminya.. Ada yang bilang, Leonard berselingkuh karena tubuh Erika terlihat mulai berisi saat dia hamil, jadi Leonard merasa Erika sudah tidak mempunyai tubuh yang ideal lagi, makanya dia berselingkuh dan mencari wanita lain yang lebih sexy dan bisa memuaskannya.. Tapi, yah.. memang tabiat kebanyakan pria seperti itu.. Mereka tukang selingkuh, apalagi jika mereka kaya dan tampan. Mereka bisa sesuka hati bermain api.." ujarnya memanas-manasi Anna.


Brenda menatap wajah Anna yang terlihat sedikit cemas dengan seringainya,


"Ekhem.. Maaf Nona Anna, bukan maksudku untuk menakut-nakutimu.. Aku hanya sedikit bercerita saja. Lagipula, aku yakin Tuan Alex bukanlah pria seperti itu.. Tapi, kebanyakan para pengusaha memang suka begitu.." lanjutnya.


"Contohnya para rekan-rekan bisnis disini.. Lihat, kebanyakan dari mereka itu sudah beristri, tetapi asal Nona tau mereka sering bermain dengan para wanita lain.. Bahkan ada yang menikah lagi dengan wanita lain tanpa sepengetahuan istri pertamanya.. Sungguh mengerikan!!" ujarnya miris.


"Yah.. Sekali lagi, begitulah lelaki.. Jika sudah banyak uang mereka akan melakukan apapun yang mereka sukai, termasuk bermain wanita" lanjutnya.


Anna seketika menggigit bibirnya. Entah mengapa ucapan Brenda membuatnya sedikit khawatir dan cemas. Tiba-tiba saja pikirannya melayang dan membayangkan kalau Alex sebenarnya juga mempunyai wanita lain tanpa sepengetahuannya..


Dengan cepat Anna pun menggelengkan kepalanya. Tidak!! Alex tidak mungkin seperti itu!! pikirnya.


Anna pun menatap Brenda dengan tatapan tidak sukanya. Ada apa dengan wanita paruh baya ini, mengapa dia berbicara seolah-olah ingin menakut-nakutinya, pikir Anna.


Apa dia juga di selingkuhi oleh suaminya?? pikirnya lagi.


"Kurasa tidak semua pria seperti itu Nyonya.." ujar Anna pelan.


Brenda tertawa pelan dan mengangguk pada Anna,


"Ya.. Ya.. Memang mungkin tidak semua pria seperti itu, tetapi kebanyakan dari mereka seperti itu.." ujarnya tegas.


CKLEK!!


Seketika pintu kamar mandi pun terbuka dan memperlihatkan Erika yang masuk ke dalam.


Anna terdiam dan tersenyum canggung pada Erika, begitu juga dengan Nyonya Brenda. Erika membalas senyuman Anna dengan singkat lalu masuk ke dalam salah satu toilet.


Anna pun menghela nafasnya dan menatap Brenda,


"Kalau begitu aku keluar duluan Nyonya" ujar Anna pamit lalu berlalu keluar dari kamar mandi.


Brenda mengangguk pelan lalu mendelik pelan dan kembali menatap wajahnya di cermin,


"Dasar naif!!" bisiknya pelan.

__ADS_1


Anna kembali ke mejanya dan duduk di samping suaminya. Alex menatap kearah Anna dan tersenyum padanya,


"Sudah selesai??" tanyanya lembut.


Anna pun menatap kearah Alex dan mengangguk pelan. Entah mengapa ucapan Nyonya Brenda tadi kembali terngiang di pikirannya.


Anna sekarang menjadi menaruh curiga pada Alex.


'Bagaimana kalau sebenarnya di belakang dirinya, Alex mempunyai wanita simpanan??' pikirnya.


Gadis itu seketika menggeleng kuat dan mencoba menjernihkan pikirannya. Tidak!! Itu tidak benar!! pikirnya.


Ya Tuhan.. Mengapa di usia kehamilannya yang sekarang, dirinya selalu overthinking dan sensitif?? pikirnya.


Alex memperhatikan wajah istrinya dan menyentuh pipinya dengan lembut,


"Ada apa sayang?? Kau baik-baik saja??" tanyanya.


Anna pun menatap Alex dan menggeleng pelan,


"Tidak.. Aku baik-baik saja" ujarnya tersenyum canggung.


Alex pun menghela nafasnya lega dan menggenggam tangan Anna dengan erat,


"Sebentar lagi kita pulang ya.." ujarnya lembut.


Anna mengangguk pelan dan membalas genggaman tangan Alex sambil mencoba menghapus segala pikiran buruk di kepalanya pada Alex.


Tidak terasa waktu sudah berjalan cukup lama. Akhirnya makan siang pun selesai dan mereka pun mulai membubarkan diri,


"Terimakasih atas traktirannya Tuan Alex.." ujar para rekan bisnisnya.


Alex pun mengangguk pelan dan berjalan kearah mobilnya sambil menggandeng tangan Anna.


Brenda dan Erika menghampiri Alex dan berpamitan padanya,


"Terimakasih atas makan siangnya Tuan Alex" ujar Brenda tersenyum kearah Alex dan juga Anna.


"Terimakasih atas traktirannya Alex.." ujar Erika lembut.


Alex pun mengangguk pada kedua wanita itu. Namun seketika Anna pun sedikit gagal fokus dengan panggilan Erika pada suaminya.


'Alex??' pikir Anna.


Mengapa Erika memanggil suaminya dengan nama saja dan terkesan tidak formal, sedangkan yang lain memanggil Alex dengan panggilan 'Tuan' Alex?? pikir Anna sedikit curiga. Bahkan Alex terlihat tidak keberatan dengan panggilan itu..


Erika dan Brenda pun berpamitan dan melangkah pergi.


Alex dengan segera membukakan pintu mobil untuk istrinya,


"Masuklah sayang.." ujarnya lembut.


Anna terdiam sesaat lalu masuk ke dalam mobil tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

__ADS_1


Alex pun menyusul masuk dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan restoran itu untuk kembali pulang ke rumah.


Terlihat selama perjalanan, Anna memilih diam dan mengarahkan pandangannya keluar jendela. Alex memperhatikan ekspresi wajah istrinya, lalu pria itu pun meraih tangan Anna dengan sebelah tangannya dan menggenggamnya dengan lembut,


"Apakah makanan tadi enak??" tanya Alex pada Anna untuk menghilangkan keheningan di antara mereka.


Anna masih mengarahkan pandangannya pada jendela dan hanya berdehem kecil untuk menjawab pertanyaan suaminya itu.


Alex mengernyitkan keningnya dan kembali menatap Anna dengan sedikit khawatir,


"Ada apa sayang?? Apa perutmu sakit??" tanya Alex sambil menyentuh perut istrinya dengan lembut.


Anna menepis pelan tangan Alex dan menggeleng pelan dengan pandangan yang masih mengarah keluar jendela,


"Aku baik-baik saja" ujarnya singkat.


Alex semakin di buat bingung dengan tingkah Anna yang berbeda. Pria itu pun menatap wajah istrinya,


"Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu??" tanya Alex lagi.


Anna pun menghela nafasnya dan menggeleng pelan,


"Tidak ada Alex!" jawabnya sedikit ketus.


Alex pun seketika terdiam, pria itu menghela nafasnya dan langsung menyampingkan mobilnya ke pinggir jalan dan berhenti.


CITT!!


Mobil Alex pun berhenti. Pria itu melepaskan sabuk pengamannya dan menatap Anna dengan lembut,


"Sekarang katakan padaku, apa yang menganggu pikiranmu?? Kau tidak bisa membohongiku sayang.." ujarnya.


Anna masih enggan menatap Alex dan tidak menjawab pertanyaan suaminya.


Ada apa ini?? Mengapa sekarang rasanya ia ingin menangis?? pikir Anna dalam hatinya.


Ya ampun..


Mengapa dirinya sangat sensitif sekali sekarang... keluhnya.


Bersambung..


Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️


Banyakin komentarnya ya dan jempolnya juga 😁🙏


Oh iya, author juga mau minta dukungan buat novel kedua author ya, yg judulnya 'Mysterious Man' 🙏


Terimakasih..


Dan jangan lupa pesan author, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya..


Apalagi ibadahnya sampai terlewat 😁😘

__ADS_1


__ADS_2