Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
You're The Only One


__ADS_3

"Sekarang katakan padaku, apa yang menganggu pikiranmu?? Kau tidak bisa membohongiku sayang.." ujarnya.


Anna masih enggan menatap Alex dan tidak menjawab pertanyaan suaminya.


Ada apa ini?? Mengapa sekarang rasanya ia ingin menangis?? pikir Anna dalam hatinya.


Ya ampun..


Mengapa dirinya sangat sensitif sekali sekarang... keluhnya.


TES!!


Tiba-tiba air mata Anna pun menetes di pipinya. Anna yang sadar pun dengan cepat langsung menghapusnya dengan kasar.


Alex menatap wajah istrinya dengan khawatir. Pria itu menyentuh pipi Anna dan membawa wajah gadis itu untuk berhadapan dengannya,


"Sayang.. Apa kau menangis??" tanya Alex terkejut.


Anna menghapus air matanya dan menggeleng dengan cepat. Ya Tuhan.. ada apa dengan dirinya?? Mengapa sekarang dia mudah sekali menangis, keluh Anna dalam hatinya.


Alex menghapus pelan air mata istrinya dan menatapnya dalam,


"Katakan padaku apa yang menganggu pikiranmu sayang??" tanyanya lembut dengan cemas.


Anna kembali menggeleng untuk menjawab pertanyaan Alex,


"Tidak.. Aku tidak apa-apa" ujarnya mengelak.


Alex menggeleng pelan dan mengarahkan wajah Anna untuk menatap padanya,


"Aku tau kau tidak sedang baik-baik saja sejak kita makan siang tadi.." ujarnya.


Pria itu menghela nafasnya dan menatap kedua mata istrinya dalam,


"Sekarang katakan padaku, ada apa??" tanyanya lagi lembut.


Anna menatap wajah Alex dengan ragu,


"Saat.. saat aku pergi ke toilet tadi.. Aku.. Aku tidak sengaja bertemu dengan Nyonya Brenda disana.." ujarnya terdiam sesaat.


Alex masih menatap wajah Anna dengan lembut dan menunggu gadis itu untuk melanjutkan ceritanya,


"Lalu.. Apa yang dia katakan??" tanya Alex tiba-tiba.


Anna sedikit terkejut mendengar pertanyaan Alex. Sepertinya pria itu sudah tau, bahwa Nyonya Brenda pasti telah mengatakan sesuatu yang tidak-tidak pada istrinya,


"Dia.. Dia hanya bercerita tentang sesuatu hal.." ujar Anna pelan.


Alex masih menatap Anna dengan lembut,


"Tentang apa??" tanya Alex lagi.


Anna terdiam sesaat dan menundukkan sedikit wajahnya,

__ADS_1


"Dia bercerita tentang para pebisnis kaya yang suka berselingkuh.." lanjut Anna.


Alex seketika mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Anna,


"Nyonya Brenda bilang, kebanyakan para pebisnis yang kaya dan tampan itu suka berselingkuh. Bahkan yang sudah berumur pun akan berselingkuh, karena mereka mempunyai banyak uang dan pasti akan di kelilingi oleh para wanita yang cantik dan sexy.. Bahkan yang sudah beristri pun pasti mempunyai wanita simpanan di luar sana.." ujar Anna pelan.


Alex seketika tersenyum kecil dan masih menatap wajah istrinya yang murung,


"Lalu.. Setelah Nyonya Brenda berkata seperti itu.. Aku.. Aku mulai berpikir yang tidak-tidak tentangmu.. Bahkan Nyonya Brenda bilang, wanita bernama Erika yang cantik dan sexy pun di selingkuhi oleh suaminya karena dia sedang hamil dan tubuhnya mulai berisi.." lanjut Anna sambil menatap wajah Alex.


"Dia bilang, pria tidak akan pernah puas dengan satu wanita. Apalagi pria itu kaya dan tampan.." sambungnya.


Seketika Alex pun tertawa pelan sambil menatap wajah Anna dengan gemas,


"Ya ampun sayang.. Jadi itu yang menganggu pikiranmu??" tanya Alex tak habis pikir sambil tertawa dan mengusap pipi istrinya.


Anna mengernyitkan keningnya dan terlihat sedikit kesal melihat reaksi Alex yang menertawakannya,


"Kenapa kau tertawa?? Apakah menurutmu itu lucu??" tanya Anna kesal.


Alex pun menatap Anna dengan lembut dan membawa tangan istrinya itu ke dalam genggamannya,


"Bukan begitu sayang..." ujarnya.


Alex mengangkat dagu Anna membuat keduanya saling bertatapan dengan jarak yang cukup dekat,


"Hey, dengarkan aku sayang.. Sejak saat aku bertemu denganmu, aku baru merasakan yang namanya perasaan jatuh cinta, rasa sayang, rasa ingin memiliki seutuhnya dan juga rasa cemburu.." ujarnya lembut.


Anna menatap kedua mata Alex dan melihat tidak ada kebohongan disana. Alex meraih tengkuk Anna dan menatapnya dalam,


"Kau lah satu-satunya wanita yang ingin aku miliki.. Saat pertama bertemu denganmu, hatiku sudah bertekad bahwa kau lah satu-satunya yang ingin aku miliki untuk selamanya.. Dan, saat kita menikah.. Aku juga sudah bertekad dan berjanji kepada Tuhan untuk selalu setia padamu dan mendampingimu dalam suka maupun duka sampai maut yang memisahkan kita.." ujarnya dalam.


"Bahkan.. Jika maut memisahkan kita di dunia ini pun... aku akan berdoa kepada Tuhan agar kelak aku bisa kembali bersama denganmu di keabadian sana.."


"Aku rela kehilangan apapun di dunia ini, asalkan aku bisa terus bersama denganmu.." bisiknya lembut.


Anna menatap wajah Alex dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Gadis itu merasa bersalah karena telah menaruh curiga pada Alex. Dan juga mudah terpengaruh dengan ucapan orang lain yang belum terbukti kebenaranya,


"Maafkan aku.." ujar Anna bergetar.


Alex menangkup wajah Anna dan mengusap air mata gadis itu dengan lembut,


"Sstt.. Tidak perlu meminta maaf sayang... Aku mengerti bagaimana perasaanmu, itu hal yang wajar. Tapi, aku hanya ingin kau tau.. Aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu padamu.. Aku mencintaimu dengan kesungguhan hatiku.. Aku hanya menginginkan dirimu di dalam hatiku, tidak ada yang lain.." ujarnya tulus.


"Jika kau bisa melihat isi hatiku, kau akan tau, hanya ada namamu disana sayang.." lanjutnya jujur.


Anna pun mengusap air matanya dan menatap Alex dengan tatapan polosnya,


"Bagaimana caranya aku bisa melihat isi hatimu?? Apakah aku harus membelahnya dengan pisau??" tanyanya sambil tersedu.


Alex seketika tertawa pelan mendengar ucapan Anna lalu mengelus rambut gadis itu dengan lembut,


"Sayang... Terserah jika kau berpikir bahwa ucapanku ini berlebihan ataupun menganggapnya hanya sebagai rayuan semata.. Tetapi aku hanya ingin kau tau, segala yang aku ucapkan itu adalah kesungguhan dari hatiku yang paling dalam untukmu.." ujar Alex lembut.

__ADS_1


Pria itu menatap mata Anna dengan dalam dan intens,


"Aku mencintaimu.. Aku sungguh-sungguh mencintaimu.." ujarnya lembut dan dalam.


Anna menatap ketulusan dari tatapan Alex dan menahan tangisnya,


"Aku juga mencintaimu.." balasnya bergetar.


Alex tersenyum lembut lalu membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya. Pria itu menutup matanya dan merasakan kehangatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


Semua yang di katakan pria itu adalah ketulusan hatinya yang paling dalam. Dia sangat.. sangat.. mencintai istrinya. Bahkan Alex tidak bisa membayangkan bagaimana jika dirinya hidup tanpa Anna, wanita yang amat sangat dia cintai itu.


Alex selalu berdoa di dalam hatinya, jika suatu hari harus ada salah satu diantara mereka yang di panggil oleh Tuhan, maka Alex akan meminta agar dirinya yang lebih dulu di panggil. Karena Alex tidak akan sanggup jika harus hidup tanpa istrinya.


Alex melepaskan pelukannya dan meraih tengkuk Anna sambil menghapus air mata di pipi istrinya. Mereka saling bertatapan dan menyalurkan rasa cinta mereka.


Alex mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Anna sambil menutup kedua matanya,


CUP!!


Bibirnya pun menempel sempurna pada bibir Anna. Satu tangannya meraih tengkuk Anna dan satunya lagi meraih pinggang istrinya dan mendekapnya dengan erat.


Alex ******* bibir manis istrinya dengan sangat lembut dan hati-hati. Anna pun mulai membuka mulutnya dan membalas ciuman Alex. Ciuman itu terasa begitu lembut dan penuh cinta.


Setelah beberapa lama mereka pun akhirnya melepaskan ciumannya. Alex menatap wajah Anna dalam dan tersenyum padanya,


"Sekarang jangan berpikir yang macam-macam lagi.. Ingat, fokus saja pada kehamilanmu dan calon anak kita.." ujarnya sambil mengelus perut istrinya dengan lembut.


Anna pun menatap tangan Alex yang menyentuh perutnya dan mengangguk pelan,


"Jadi.. Apa sekarang masih ada lagi yang menganggu pikiranmu??" tanya Alex sambil menyentuh pipi istrinya.


Anna terlihat berpikir dan kembali menatap Alex dengan ragu,


"Hmm.. Erika.. Apa, Apa kau dekat dengan wanita itu??" tanya Anna tiba-tiba.


Bukan tanpa alasan Anna menanyakan hal itu. Anna berpikir demikian karena wanita tadi hanya memanggil Alex dengan sebutan nama, tanpa embel-embel 'Tuan' seperti yang lainnya, jadi wajar Anna menanyakan hal itu pada suaminya.


Alex seketika terdiam dan kembali menatap Anna. Sepertinya sekarang dirinya harus menceritakan tentang Erika pada Anna, pikirnya.


Bersambung..


Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️


Banyakin komentarnya ya dan jempolnya juga 😁🙏


Oh iya, author juga mau minta dukungan buat novel kedua author ya, yg judulnya 'Mysterious Man' 🙏


Terimakasih..


Dan jangan lupa pesan author, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya..


Apalagi ibadahnya sampai terlewat 😁😘

__ADS_1


__ADS_2