Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Bukti


__ADS_3

BRAK!!


Seorang wanita membuka pintu di depannya dengan cukup keras. Di dalam ruangan itu terlihat seorang pria yang tengah duduk dengan santai dan tersenyum kecil melihat wanita yang baru masuk tadi.


"Leo!!! Jelaskan padaku apa maksud semua ini????" ujarnya tidak sabar.


Leonard menatap Erika dan menyandarkan tubuhnya di atas kursi dengan santai,


"Apa yang harus aku jelaskan sayang.." ujarnya santai.


Erika menghampiri Leonard dan duduk di depan pria itu. Saat ini mereka berada di gedung tua, dimana Anna juga sedang terkurung di salah satu sudut ruangan kosong di gedung itu.


"Kenapa kau membawa Anna kemari??? Apa yang kau rencanakan padanya???" tanyanya lagi.


Leonard menegakkan tubuhnya dan tersenyum pada Erika,


"Sayang.. Bukankah rencana kita sudah jelas?? Aku membawa istrinya kemari untuk memancing pria itu datang. Karena.. kelemahan pria itu ada pada istrinya bukan??" ujarnya santai.


"Aku tau kau telah gagal memberikan cairan yang kuberikan itu bukan?? Dan.. sekarang aku membantumu merubah rencana kita. Kita akan menahan istrinya disini dan memancing Alex untuk datang kemari.." lanjutnya.


Erika terdiam mendengar ucapan Leonard. Entah mengapa wanita itu tidak menyukai rencana Leonard kali ini. Ini terlalu berlebihan menurutnya, dan sangat beresiko untuk Anna,


"Leo, urusan kita itu dengan Alex, bukan istrinya. Aku tidak mau orang yang tidak bersalah ikut terkena imbasnya. Lagipula istri Alex sedang hamil besar, aku tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi" ungkapnya khawatir.


Leonard menatap Erika sinis dan menyeringai pelan,


"Apa kau begitu peduli tentang hal itu??" tanyanya mencemooh.


"Gadis itu adalah istri dari musuh kita.. Dan otomatis dia juga menjadi musuh kita.. Ayolah, berhenti menjadi naif! Kau tidak benar-benar peduli kan pada gadis itu???" tanyanya meledek.


Erika menatap Leonard dan terdiam. Pria itu menyeringai dan menatap Erika dengan tajam,


"Aku yakin, kau akan senang juga jika seandainya istri dari pria itu mati bukan???" tanyanya sinis.


"Dan... Bukankah itu tandanya kau masih punya kesempatan untuk memiliki Alex??" lanjutnya dengan tatapan tajam.


Seketika Erika pun menatap Leonard dengan tatapan terkejutnya,


"Apa... maksudmu??" tanyanya gugup.


Leonard tersenyum sinis dan berdiri dari kursinya. Pria itu berjalan pelan kearah kursi Erika dan menyimpan tangannya di bahu wanita itu dengan perlahan,


"Lupakan... Aku hanya berbicara omong kosong" ujarnya santai.


Tangan Leonard mengusap lembut rambut Erika dan mengecupnya pelan. Erika masih terlihat gugup dengan jantungnya yang berdebar,


"Kau tidak perlu khawatir.. Aku tidak akan membunuh gadis itu. Aku hanya akan menghabisi Alex seperti rencana kita sebelumnya.. Nyawa dibalas dengan nyawa.." bisiknya lagi tajam.


Erika terlihat menelan air liurnya dan merasa ragu dengan rencana Leonard. Namun Erika kembali menutup matanya dan mengangguk pelan menanggapi ucapan Leonard.


Leonard seketika tersenyum dan membawa wajah Erika menghadap kearahnya,


"Ini yang seharusnya kita lakukan.. Ingat! Pria itu sudah membunuh orang yang kita sayangi. Jadi, kita harus balas dendam padanya.. Jangan biarkan dia hidup dengan tenang.. Dia harus mendapatkan balasanya!!" bisiknya lagi tajam.


Erika kembali menghela nafasnya dan mengangguk. Leonard tersenyum melihat Erika yang penurut dan mulai membawa tubuh wanita itu ke dalam pelukannya,


"Sebentar lagi... Sebentar lagi semua balas dendam kita akan terwujud" bisiknya yakin.




Alex turun dari dalam mobilnya dengan tidak sabar. Pria itu melangkah memasuki sebuah rumah yang cukup besar dengan diikuti para pengawalnya.



Dua orang petugas yang menjaga di depan gerbang terlihat langsung menghalangi Alex yang hendak masuk,



"Maaf, anda tidak bisa masuk!!" ujar petugas itu tegas pada Alex.



Namun Alex hanya menatap tajam pada petugas itu,



"Menyingkir dari hadapanku!!!" ujarnya tajam.

__ADS_1



Lalu dengan cepat para pengawal Alex melangkah ke depan dan menarik kedua petugas itu dengan kasar.



Si petugas terlihat mencoba melawan namun mereka tidak berdaya melawan kekuatan para pengawal Alex.



Alex melangkah cepat memasuki gerbang menuju kediaman Leonard. Wajah pria itu terlihat begitu emosi.



Sebelumnya Alex telah diberitahu oleh Harry bahwa Leonard tidak berada di kantornya. Bahkan setelah berhasil menggelapkan uang di perusahaannya Leonard tiba-tiba hilang kontak.



Alex tanpa basa-basi langsung mendatangi kediaman Leonard yang telah berhasil dia lacak.



Pria itu berdiri di depan pintu dan menendang keras pintu tersebut sampai rusak dan terbuka,



BRAK!!!!!



Beberapa petugas di rumah Leonard telah berhasil di lumpuhkan oleh anak buah Alex. Sekarang, Alex memberikan kode pada para pengawalnya untuk menggeledah segala isi rumah itu.



Tatapan Alex langsung mengarah pada lantai dua. Pria itu melangkah dengan cepat ke atas dan mencari ruangan pribadi Leonard.



Setelah di atas, Alex langsung melihat sebuah pintu ruangan yang cukup besar berwarna hitam. Tanpa ba bi bu, Alex pun mencoba untuk mendobrak pintu di depannya. Namun sayang, pintu itu cukup kuat dan memiliki kode untuk membukanya.




Sinar itu memperlihatkan beberapa tombol yang meninggalkan jejak sidik jari,



"Cepat cari tau berapa kode pintu ini!!!!" perintah Alex tajam pada bawahannya.



Dengan segera bawahan Alex langsung menghampiri kode tombol itu dan mulai mencari tau.



Selang beberapa menit, terlihat pengawal itu masih terlihat kebingungan dan mencoba mencari tahu berapa kira-kira kode pintu tersebut.



Alex yang tidak sabaran langsung mendorong tubuh pengawal itu dengan kesal,



"Dasar payah!!!" desis Alex tajam.



Pria itu menatap tajam pada tombol kode di depannya. Setelah melihat beberapa angka, Alex pun terlihat berpikir dan mencoba mencari sebuah kode.



Dan selang beberapa detik, pria itu langsung menekan tombolnya,



BIP!!!!


__ADS_1


Pintu di depannya pun secara otomatis terbuka. Alex langsung melangkah ke dalam dan mencoba mencari seseorang disana.



"Dimana si brengsek itu!!!!!" geramnya penuh emosi.



Pikiran Alex saat ini sedang sangat kalut. Hari sudah hampir gelap dan dia sangat mengkhawatirkan istrinya. Dia belum berhasil mencari dimana kira-kira pria itu membawa Anna.



Alex mengacak sebuah meja dan mengeluarkan semua isi berkas-berkas yang berada disana. Dia belum menemukan sesuatu hal yang bisa di jadikan petunjuk.



Tatapan Alex pun seketika beralih pada sebuah foto kecil yang tersimpan diatas meja. Alex menghampiri foto itu dan memicingkan matanya.



Disana terlihat sebuah foto seorang lelaki paruh baya dan seorang anak laki-laki yang masih kecil. Alex mengambil foto itu dan menatapnya tajam. Tidak ada yang terlalu istimewa dari foto itu. Namun Alex mengetahui siapa pria paruh baya yang berada di foto itu.



Alex memicingkan matanya saat melihat sebuah tato berukuran cukup besar berada di tangan pria paruh baya di foto itu.



Benar, dia mengingatnya sekarang..


Tato itu juga pernah Alex lihat di pergelangan tangan Leonard beberapa waktu lalu. Jadi.. Pria ini adalah ayah dari Leonard, pikir Alex.



"Tuan... Aku menemukan ini..." ujar bawahan Alex yang tiba-tiba menghampiri Alex sambil membawa sebuah topeng.



Alex mengambil topeng itu sambil mengernyitkan keningnya. Sepertinya dia pernah melihat topeng ini sebelumnya, pikirnya.



Alex terlihat berpikir keras..



Dan saat dia sudah mengingatnya, seketika Alex pun langsung mencengkram topeng itu dengan kuat.



Iya.. Benar..


Topeng ini adalah topeng yang di pakai seorang pria yang membunuh Tuan Morgan saat itu.



Jadi..



Pria bertopeng itu adalah Leonard!!



Bersambung..



Halo, support selalu cerita ini ya,


Jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️



Yuk, bikin author semangat lagi nulis dengan tinggalkan jejak di kolom komentar 🙏😁



Dan, jangan lupa kalau baca novel jangan lupa waktu ya, dan ibadah juga ☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2