Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Burn


__ADS_3

Leonard mundur seketika saat melihat rambut Erika yang terbakar oleh api.


Wanita itu terlihat mencoba mematikan api yang menjalar di rambutnya sambil berteriak meminta tolong.


Leonard hanya menyeringai melihat kejadian itu dan perlahan mundur untuk menjauh dari Erika,


"Wanita bodoh!! Itu salahmu sendiri!!" desis Leonard tajam.


Pria itu pun berjalan menjauh kearah pintu untuk segera keluar dari ruangan itu sebelum api semakin menyebar. Namun, seketika Leonard berhenti di depan pintu dan menatap kearah bawah meja dimana benda yang di ambil Erika tadi terlempar kesana.


Itu adalah benda penting yang selama ini Leonard inginkan. Benda itu adalah benda keramat peninggalan ayahnya yang di sembunyikan Alex selama ini.


Dan tanpa menunggu lama, Leonard pun kembali berlari kearah meja untuk membawa benda itu dengan cepat.


"AAKKHH!!!"


Masih terdengar jeritan Erika yang terlihat terbakar oleh api. Api itu mulai menjalar ke seluruh tubuh wanita itu dan membuat Erika terjatuh ke lantai.


Api pun mulai menyebar di lantai dan menjalar cepat ke semua benda yang ada disana.


Leonard yang melihat hal itu dengan cepat berjongkok ke bawah meja untuk mengambil benda peninggalan ayahnya.


Tangan pria itu terlihat menggapai ke bawah meja untuk menjangkau benda itu,


"Ayo cepat!!!!!!" geram Leonard tidak sabaran.


SRET!!!


Pria itu pun menarik benda yang diincarnya dan menatapnya dengan tersenyum bangga. Sebuah kalung berlambang naga emas besar bertuliskan nama kelompok serta gelar dari keluarganya.


Leonard pun segera bangkit dan kembali berlari kearah pintu. Asap terlihat mulai memenuhi ruangan itu. Leonard mulai terbatuk dan berlari kearah pintu.


Pria itu mencoba membuka kunci pintu itu dengan tidak sabaran, namun pintu itu tak kunjung terbuka,


BRAK!!!


BRAK!!!


"KEPARAT!!! AYO TERBUKA!!!" teriak Leonard tidak sabaran.


KREK!!!


Pintu itu pun perlahan terbuka dan dengan cepat Leonard menarik pintunya dan hendak keluar.


Namun, tiba-tiba langkah Leonard terhenti saat ia merasa sesuatu tengah menahan kakinya dari bawah.


GREB!!!


Leonard pun menatap ke bawah dan membelalakkan matanya saat melihat Erika yang tengah terbakar menahan kakinya untuk keluar,


"AAKKKHHHH!!!! KAU HARUS MATI DENGANKU!!!!!" teriak Erika mengerikan.


Seketika celana Leonard pun mulai terkena api..


Dengan panik pria itu mencoba melepaskan pegangan Erika dari kakinya dan mematikan api yang berada di celananya,


"LEPASKAN BAJINGAN!!!!!" teriak Leonard sambil menginjak-injak tubuh Erika agar melepaskan tangannya dari kakinya.

__ADS_1


Leonard pun dengan sekuat tenaga menginjak kepala Erika dan menendang tubuh wanita itu menjauh. Membuat tubuh Erika seketika menabrak meja di belakangnya dan membuat api yang ada di tubuhnya menjalar cepat ke seluruh ruangan itu,


BRUK!!!


"AKKKHHHH!!!!"


Teriakan Erika semakin terdengar memekakkan telinga. Tubuh wanita itu sekarang seluruhnya telah terkena oleh api.


Erika menggeliat di atas lantai dengan kepanasan. Mungkin inilah hukuman untuknya karena ia telah berbuat jahat pada orang yang tidak bersalah, pikirnya dalam hati.


Erika seketika berdoa di dalam hatinya,


'Ya Tuhan, jika ini akhir hidupku.. Maka ampunilah aku atas segala dosa-dosa ku selama ini... Dan, tolong pertemukan aku dengan ayahku di surgamu nanti... Dan, selamatkanlah orang-orang yang tidak bersalah dari pria jahat itu...' doanya dalam hati.


'Ya Tuhan... Berilah pria itu hukuman yang setimpal...' lanjutnya.


BRUK!!!


Tubuh Erika pun semakin menggeliat terkena api yang panas. Dan perlahan gerakan wanita itu semakin memelan dan.. tubuhnya pun berhenti bergerak.


Wanita itu telah terbakar oleh api..


Leonard dengan panik melepaskan celana luarnya dan melemparnya menjauh. Pria itu pun menatap tubuh Erika yang sudah habis terbakar dengan emosi.


Lalu Leonard pun kembali membuka pintu dan mencoba keluar untuk melarikan diri.


Namun, api semakin cepat menyebar ke seluruh gedung di lantai itu. Pandangan Leonard tertutup oleh asap dan membuat pria itu terbatuk.


Api semakin menyebar ke seluruh ruangan dan dengan cepat mengenai saluran listrik yang berada disana.


Tiba-tiba sebuah ledakan pun terdengar begitu keras dan membuat api semakin kencang menyebar ke seluruh gedung itu.


Leonard mulai panik dan mencoba berlari untuk menyelamatkan diri. Pria itu masih dengan setianya memegang benda keramat milik ayahnya sambil terus berusaha mencari jalan untuk keluar.


DUARR!!!


JLEB!!!


Seketika ledakan kembali terdengar dan membuat listrik di seluruh gedung itu padam. Api semakin liar menjalar ke seluruh gedung.


Disisi lain,


Roy dan anak buahnya dengan cepat membopong tubuh Alex yang lemah dan membawanya untuk turun ke lantai bawah dengan sebuah senter.


"AYO CEPAT!!!!" teriak Roy panik.


Mereka mulai menuruni tangga ke lantai bawah..


Terlihat asap hitam mulai menjalar di seluruh gedung itu. Api menyebar semakin cepat dan ledakan-ledakan kembali terdengar.


Suara sirine polisi perlahan mulai terdengar mendekati gedung itu.


Harry yang datang bersama para polisi seketika terkejut melihat gedung di depannya itu telah terbakar.


"AYO CEPAT!!!" teriak Harry yang mulai panik.


Dari lantai bawah terlihat Bibi Van yang mulai cemas melihat Anna yang semakin merintih kesakitan, wajah gadis itu terlihat berkeringat dingin dan semakin memucat. Darah juga masih terus keluar dari kakinya,

__ADS_1


"NONA BERTAHANLAH!!! SEBENTAR LAGI BANTUAN TIBA!!!" teriak Bibi Van mencoba menyadarkan Anna yang perlahan menutup matanya.


"A... Anakku...." bisik Anna lemah.


Bibi Van menangis melihat keadaan Anna dan melihat ke sekitar dengan tidak sabar. Salah seorang anak buah Alex seketika menghampiri Bibi Van dengan panik,


"Kita harus keluar dari sini!!! Di lantai atas telah terjadi kebakaran, dan api telah menyebar ke seluruh gedung!!" ujarnya.


Bibi Van seketika membelalakkan matanya dan kembali menatap Anna.


Anna yang masih bisa mendengar ucapan anak buah Alex seketika mencoba membuka matanya dan terlihat panik walaupun dengan keadaan lemah,


"A... Alex..." bisiknya khawatir.


Bibi Van menyentuh tangan Anna dan mencoba menenangkannya,


"Iya Nona.. Tuan pasti baik-baik saja. Kita harus keluar terlebih dahulu dari sini" ucapnya.


Anna menggeleng pelan dan pikirannya semakin cemas mengingat Alex yang belum turun sejak tadi,


"A... Alex Bi.... Akkhhhh!!!!" ujarnya yang semakin kesakitan.


"Sa.... sakit....." ujar Anna lagi sambil memegang tangan Bibi Van.


Bibi Van semakin panik melihat kondisi Anna,


"NONA!!! NONA BERTAHANLAH!!!" teriak Bibi Van.


Anna semakin merintih dan darah masih terus mengalir keluar dari kakinya. Gadis itu mulai merasa seluruh tubuhnya mulai melemas. Pandangannya pun perlahan mengabur dan suara-suara keributan di sekitarnya mulai menghilang.


WIUUU!!!


WIUUU!!!


Dari kejauhan Anna dapat mendengar suara sirine yang semakin mendekat kearahnya. Namun seketika suara itu semakin menghilang dan menghilang dari pendengarannya.


Terakhir yang Anna dengar adalah suara teriakan Bibi Van yang terus memanggil namanya,


Dan....


JLEB!!!


Anna pun tak sadarkan diri...


Bersambung...


Hallo, jangan lupa kasih komen, like, vote dan hadiahnya ya ☺️


Itu sangat-sangat berarti bagi author receh ini 🥲


Setidaknya kasih jejak juga di kolom komentarnya 😁


Author juga mau ngucapin terimakasih buat readers yang masih setia nungguin cerita ini, walaupun up nya agak lama hehe..


Terimakasih ya ❤️🙏


Oh iya, author juga minta dukungannya ya buat novel kedua author yang judulnya 'Mysterious Man' ☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2