Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Meet Roy


__ADS_3

"Bukan obati dengan cara seperti itu" ujar Alex.


Anna pun mengernyit dan menatap Alex dengan bingung,


"Apa maksudmu????" tanya Anna.


Alex pun mendekatkan wajahnya pada wajah Anna dan mendekatkan bibirnya pada telinga gadis itu,


"Obati aku dengan cara yang lain..." bisik Alex yang seketika membuat bulu kuduk Anna bergidik.


Anna yang mengerti dengan maksud ucapan Alex pun seketika mendorong tubuh pria itu dengan cepat,


"Alex!!! Kau ini...." gerutu Anna yang terputus saat jari telunjuk Alex menempel pada bibirnya.


"Ssshh... Bukankah kau ingin mengobatinya??" tanya Alex menggoda.


"Tenang saja, aku tidak akan memintanya sekarang, aku akan menagihnya setelah aku pulang dari kantor nanti" ujar Alex dengan senyumannya.


Alex pun mengangkat tangannya dan melihat jam di pergelangan tangannya,


"Aku harus berangkat ke kantor sekarang" lanjutnya serius.


Pria itu pun menggenggam tangan Anna dengan erat,


"Ayo, antar aku sampai depan" ujarnya.


Anna pun menghela nafasnya dan berjalan bergandengan bersama pria itu dengan pasrah.


Terlihat Donna juga sedang mengantar Jonas sampai di halaman depan. Wanita itu merapihkan sedikit dasi milik suaminya, lalu mereka pun berciuman sebelum Jonas masuk ke dalam mobilnya dan berangkat.


Alex menuntun tangan Anna agar merapihkan sedikit dasi di kemejanya dan tersenyum lembut pada kekasihnya itu. Anna pun merapihkan sedikit dasi milik Alex dan juga mengancingkan jas miliknya.


Alex memperhatikan setiap gerakan Anna dengan senyuman tipisnya. Setelah Anna selesai merapihkan pakaian Alex, pria itu pun meminta gadis itu untuk merapihkan sedikit rambutnya. Anna pun hanya menurut dan merapihkan sedikit rambut Alex.


"Aku bekerja dulu.. Hati-hatilah di rumah. Jangan lupa makan" ujar Alex pada Anna lembut.


Anna pun menatap Alex dan mengangguk pelan. Lalu dengan cepat pria itu memajukan wajahnya dan mencium bibir Anna.


CUP!!!


Anna yang terkejut pun seketika membelalakkan matanya. Setelah beberapa saat Alex pun melepaskan ciumannya pada gadis itu,


"Aku mencintaimu..." bisik Alex dengan senyumannya.


Lalu pria itu pun menjauhkan tubuhnya dari Anna dan mengusap rambut gadis itu dengan lembut,


"Aku berangkat..." ujar Alex.


Lalu pria itu pun masuk ke dalam mobilnya. Dari kejauhan Donna yang melihat hal itu hanya tersenyum geli melihat tingkah Alex. Ternyata pria kutub dan keras kepala itu bisa juga bersikap manis, bahkan terlihat manja pada kekasihnya, pikirnya.


Setelah Jonas dan Alex berangkat, Donna pun menghampiri Anna dan tersenyum menggoda padanya.


"Sepertinya pria kutub itu benar-benar bertekuk lutut padamu" ujar Donna.


Anna yang mendengar hal itu hanya tersenyum tipis pada Donna,


"Cepatlah menikah!!" bujuk Donna.


Anna lagi-lagi hanya tersenyum menanggapi ucapan Donna. Dia tidak tau ingin berkata apa untuk menanggapi perkataan wanita itu.

__ADS_1


"Oh iya, rencananya sebentar lagi aku akan mengantar Key ke rumah sakit untuk di periksa. Dia demam dan muntah-muntah tadi malam. Tadinya aku berencana memanggil dokter pribadi saja kemari. Tapi, dokter itu sedang ada pasien yang harus ditangani hari ini, jadi aku sudah membuat janji bertemu di rumah sakit saja pagi ini. Apa... kau mau ikut???" tanya Donna.


Anna terlihat berpikir sejenak lalu menggeleng pelan,


"Sepertinya aku akan tinggal di rumah saja" jawabnya.


Donna pun terlihat sedikit ragu mendengar jawaban Anna,


"Benarkah??? Apakah tidak apa-apa jika kau tinggal sendiri disini???" tanyanya lagi memastikan.


Anna pun tersenyum dan mengangguk pasti,


"Tidak apa-apa Bibi... Aku di rumah saja" ujarnya yakin.


Donna pun menghela nafasnya dan mengangguk pelan,


"Baiklah... Aku juga pergi hanya sebentar, setelah itu aku dan Key akan langsung pulang" ujar Donna.


Mereka pun masuk ke dalam rumah, lalu Donna bergegas ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke rumah sakit bersama Key.


Setelah beberapa saat Donna pun sudah bersiap bersama Key yang terlihat pucat di sampingnya. Akibat mabuk dan pulang larut semalam, tubuhnya langsung demam dan mual-mual.


Donna pun berpamitan pada Anna dan mengendarai mobilnya ke luar halaman rumah menuju rumah sakit. Saat mobil Donna sudah benar-benar pergi, Anna pun kembali masuk ke dalam rumah menuju kamarnya. Mungkin dia akan menghabiskan waktunya hari ini di dalam kamar saja, pikirnya.


-


Mobil Alex sudah tiba di parkiran khusus di perusahaannya. Dia pun bergegas turun dan menaiki lift menuju ruangannya di lantai paling atas.


Setelah sampai Alex pun melangkah menuju ruangannya. Hari ini Harry tidak masuk, dan rasanya ada yang kurang menurutnya. Biasanya pria itu akan langsung menyapanya dan membukakan pintu untuknya. Tapi hari ini pria itu tidak ada.


Alex pun mengabaikan hal itu dan membuka pintu ruangannya.


"Surprise!!!!!!!!!!!" teriak seseorang dari dalam.


Alex mengernyitkan keningnya menatap Roy yang sedang berdiri di depannya dengan senyuman 3 jarinya.


GREP!!!


Dengan cepat Roy pun memeluk tubuh Alex dengan erat,


"I miss you my brother!!!!!!" ujar Roy excited.


Alex yang merasa tidak nyaman pun langsung mendorong tubuh Roy dengan kuat agar menjauh dari tubuhnya,


"Menjijikkan!!" kesal Alex sambil merapihkan kembali pakaiannya.


"Kau ini!!!! Tidak bolehkah aku memelukmu?? Lagipula sudah lama kita tidak bertemu... Apa kau tidak merindukan temanmu yang paling tampan dan mempesona ini????" gerutu Roy pada sahabatnya itu.


Alex yang mendengar hal itu hanya mendengus kesal dan mengacuhkan Roy, lalu melangkah ke meja kerjanya.


"Hey!!! Dasar batu!!! Untung saja aku masih kuat berteman dengannya!!!" gerutu Roy pelan.


Lalu pria itu pun menghampiri Alex dan duduk di hadapan pria itu,


"Kemana saja kau??? Kemarin aku pergi ke rumahmu, tapi Bibi Van bilang kau pergi dan tinggal di rumah kakekmu untuk sementara?? Benarkah itu???" tanya Roy penasaran.


Alex membuka lembaran berkasnya dan menatap Roy sekilas tanpa menjawab pertanyaan pria di depannya itu.


"Hey!!! Aku sedang bertanya padamu!!!' kesal Roy.

__ADS_1


Alex pun mendengus dan kembali menatap Roy,


"Bukankah kau sudah tau jawabannya" ujar Alex singkat.


Roy pun menghela nafasnya dan mencoba bersabar menghadapi sikap Alex yang sangat menyebalkan menurutnya,


"Baiklah... Jika boleh aku tau, kenapa kau mau tinggal disana?? Apakah kakekmu sudah merestui hubunganmu dengan kekasihmu itu???" tanya Roy penasaran.


Alex menutup berkasnya dan terdiam sejenak mendengar pertanyaan Roy,


"Bibiku telah kembali dari Inggris.. Dia memintaku tinggal di rumah itu sementara waktu sampai kondisi Peter membaik" jawab Alex.


Roy pun mengernyitkan keningnya,


"Bibimu??? Aku tidak pernah tau kau mempunyai seorang bibi" ujar Roy terkejut.


Alex hanya menghela nafasnya dan menatap Roy sekilas,


"Ibuku mempunyai seorang adik yang tinggal di Inggris sejak dulu. Aku juga baru bertemu dengannya saat itu" jawab Alex acuh.


Roy pun mengangguk pelan. Sebenarnya banyak hal yang ingin di tanyakan oleh pria itu. Tapi Roy tau Alex adalah tipikal orang yang tidak suka jika seseorang terlalu banyak tau dan bertanya tentang kehidupannya.


"Untuk apa kau datang kemari???" tanya Alex tiba-tiba.


Roy pun memicingkan matanya dan menatap Alex dengan sebal,


"Memangnya kenapa??? Apa aku tidak boleh datang kemari?? Aku rindu padamu kau tau!!!!" gerutu Roy.


Alex menatap pria di depannya itu dan mendengus kesal,


"Sungguh menggelikan" ujar Alex acuh.


Roy yang mendengar hal itu pun hanya mencibir pada Alex,


"Aku datang kemari juga ingin mengundangmu ke suatu acara" ujar Roy.


Alex menatap Roy dan mengerutkan keningnya,


"Acara?? Acara apa???" tanya Alex acuh.


Roy pun menatap Alex dan tersenyum penuh arti,


"Pertunangan!!" ujar Roy senang.


Alex pun memicingkan matanya dan menatap Roy lagi,


"Pertunangan??? Pertunangan siapa???" tanyanya.


Senyuman pun terpampang jelas di wajah Roy,


"Pertunangan siapa lagi!!!!" ujar Roy excited.


Alex pun menatap ragu dan curiga pada Roy,


"Kau??? Apakah kau akan bertunangan???" tanya Alex tidak percaya.


Bersambung...


Halo, keep support this story ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiah nya 🙏☺️❤️

__ADS_1


Wah... Si playboy Roy beneran mau tunangan kah??? 🤔


__ADS_2