Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Malaikat Kecil


__ADS_3

CKLEK!!


Pintu ruangan pun terbuka. Dengan cepat Anna membuka matanya dan mendorong dada Alex agar menjauh darinya yang membuat pria itu kecewa seketika,


"Selamat siang" sapa seorang Dokter pada mereka.


Anna berdiri dari duduknya dan hendak menjawab sapaan Dokter itu. Namun, seketika pandangannya mengarah pada dua box bayi yang di bawa oleh perawat di belakang Dokter itu.


Seketika Anna pun membelalakkan matanya dan melihat Donna dan juga William yang berada di belakang box bayi itu dengan senyuman penuh haru mereka.


Perawat itu meletakkan kedua box bayi di dekat ranjang Alex..


Seketika Anna tidak bisa menahan air matanya saat melihat kedua buah hatinya yang sedang terlelap,


"Ini... Ini malaikat kecil kalian" ucap Donna sambil menahan tangisnya.


Anna semakin mendekatkan dirinya pada box bayi itu dan menatap kedua bayinya satu persatu dengan penuh haru. Begitu juga dengan Alex..


Ini adalah pertama kalinya bagi Alex melihat langsung kedua buah hatinya,


"Mereka sangat mirip dengan kalian.. Cantik dan tampan" ucap Donna sambil menghapus air mata di pipinya.


Alex tidak bisa membendung air matanya..


Setetes air mata pun mengalir di pipinya. Namun, pria itu dengan cepat menghapusnya kembali,


"Halo sayang.. Ini papa.." ucap Alex lembut.


Anna menatap kearah suaminya dan tersenyum haru. Alex pun balik menatap Anna dan menggenggam tangan gadis itu dengan erat,


"Terimakasih, sayang.." bisiknya lalu mengecup dalam tangan Anna.


"Kondisi kedua bayi sudah sangat membaik dan sehat. Tapi, mereka masih kurang dalam menyusu. Mungkin sekarang Nona harus mulai belajar menyusui mereka secara langsung agar ASI Nona juga keluar" ucap Dokter itu.


Anna pun mengangguk pada Dokter itu,


"Iya Dokter" jawabnya.


Dokter pun tersenyum mendengar jawaban Anna,


"Apakah, Nona dan Tuan sudah mempunyai nama untuk mereka???" tanya Dokter itu.


Anna seketika menatap Alex dan menggeleng pelan,


"Belum... Kami masih memikirkannya" jawabnya.


Dokter pun mengangguk mengerti,


"Baiklah, semoga segera ada nama yang cocok untuk si kembar ini" ujarnya tersenyum.


"Kalau begitu... Aku permisi dulu" pamitnya.


Anna dan Alex pun menegakkan tubuh mereka dan mengangguk pada Dokter,


"Terimakasih Dokter" ujar Anna.


Dokter pun mulai melangkah kearah pintu dan keluar.


Anna dan Alex kembali memandangi wajah kedua bayi mereka dengan senyuman yang tak pernah lepas dari keduanya, begitu juga Donna dan William,


"Ya Tuhan, mereka sangat lucu-lucu" ucap Donna gemas.


William tersenyum dan menatap kedua mata cucunya,


"Mata mereka... Mirip sekali dengan mata Diana" ucap William pelan.


Donna menatap pria itu dan mengangguk,


"Iya.. Mata yang sama seperti Alex" jelasnya lagi.


Alex menatap takjub kedua bayi mungil itu sambil menggenggam tangan Anna,


"Aku masih tidak percaya bahwa aku sudah menjadi seorang ayah" ujarnya pelan.


Anna menatap sang suami dan tersenyum padanya,


"Kau akan menjadi ayah yang hebat.." ucap Anna menatap Alex dalam.


Alex membalas tatapan Anna dan menyentuh pipi istrinya dengan lembut,

__ADS_1


"Kau juga akan menjadi ibu terbaik di dunia ini.." ucap Alex dalam sambil menatap wajah istrinya dengan intens.


Seketika Donna dan William pun mengarahkan pandangan mereka pada kedua suami istri itu yang seakan lupa bahwa mereka berdua sedang ada di hadapan mereka,


"Ekhem!!!" dehem Donna sambil menahan senyumnya.


Anna pun langsung mengarahkan pandangannya pada Donna dan melepaskan tangannya dari genggaman Alex sambil tersenyum canggung. Sedangkan Alex hanya menatap Donna dengan tatapan tidak bersalahnya.


William tersenyum dan menggeleng pelan melihat tingkah mereka. Ia pun mendekati kedua box bayi itu dan mencoba menggendong salah satu bayi. Donna pun tidak mau kalah..


Ia mengambil satu bayi lagi dan menggendongnya dengan gemas,


"Ya Tuhan.. Dia cantik sekali" ucap Donna pada bayi yang perempuan.


William tersenyum menatap bayi yang laki-laki dengan gemas,


"Dia juga tampan... Seperti kakeknya" ucap William bangga yang membuat Alex melongo seketika.


"Lelucon ayah tidak lucu.. Tentu saja dia mirip dengan ayahnya" ucap Alex tidak terima.


Anna yang melihat tingkah kedua pria itu hanya dapat menggeleng dan tersenyum,


"Oh iya, kalian benar-benar belum memikirkan nama untuk mereka???" tanya Donna.


Anna terdiam sejenak menatap Alex dan menggeleng pelan,


"Belum Bi" jawabnya.


Donna pun terlihat berpikir dan seketika tersenyum,


"Bibi akan membantu kalian memilih nama.." ucapnya tiba-tiba.


"Hmm... Bagaimana dengan Leo dan Lia??? Atau Markus dan Markisa???" tanya Donna.


Alex mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Donna,


"Markisa??? Apa Bibi pikir anakku seperti buah?? Nama macam apa itu.." ucap Alex datar yang membuat Donna langsung menatapnya kesal.


"Bibi kan hanya memberi saran!! Lagipula nama Markisa terdengar sangat lucu.. Iya kan Anna??" tanyanya tidak terima pada Anna.


Anna hanya dapat tersenyum melihat tingkah Alex dan Donna yang selalu berdebat. Begitu juga dengan William,


William menatap Anna dan menghampirinya,


"Ini, gendonglah" ucapnya sambil memberikan bayi laki-laki itu pada Anna.


Dengan perlahan Anna mengambil bayinya dan tersenyum penuh haru,


"Dia sangat lucu dan tampan.." ucap Anna sambil menatap bayi laki-lakinya dalam.


Donna pun juga menghampiri Alex dan memberikan bayi perempuannya pada pria itu,


"Ini.. Kau juga harus menggendongnya" ucapnya sambil memberikan bayi itu pada Alex.


Alex pun dengan kaku mencoba mengambil bayi itu dari tangan Donna dengan hati-hati,


"Dia sangat cantik bukan??" tanya Donna saat bayi itu sudah berada di gendongan Alex.


Alex tersenyum penuh haru sambil mengecup pelan pipi bayi perempuannya,


"Dia sangat cantik.. Seperti ibunya" ucap Alex jujur sambil menatap kearah istrinya dengan lembut.


Alex dan Anna duduk berdampingan di tepi ranjang sambil memangku anak-anak mereka. Rasa bahagia dan syukur sangat mereka rasakan sekarang.


Setelah melewati hari-hari yang berat dan penuh ujian, akhirnya sekarang mereka dapat berkumpul dan bersama-sama dengan malaikat-malaikat kecil mereka.


Donna menatap kedua pasangan suami istri itu dengan perasaan penuh haru. Akhirnya masa-masa sulit itu telah berlalu..


Dan, semoga ke depannya kehidupan Alex dan Anna akan diwarnai dengan penuh warna dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan..


"Oh iya, apa ASI mu sudah keluar??" tanya Donna tiba-tiba pada Anna.


Anna seketika terdiam dan menggeleng pelan,


"Sepertinya belum.." jawab Anna.


"Bibi, bagaimana caranya agar ASI ku keluar??" tanya Anna.


Donna pun terlihat terdiam sejenak,

__ADS_1


"Coba kau susui mereka dan biarkan mereka menyedotnya, lama kelamaan ASI nya akan keluar" ucapnya.


Tiba-tiba suara handphone terdengar dari saku William. Ia pun mengambil handphonenya dan melihat rekan bisnisnya yang menghubungi,


"Ah.. Ayah akan keluar sebentar.." ucapnya sambil melangkah keluar dan mengangkat teleponnya.


Anna pun mengangguk dan kembali menatap Donna. Namun, tiba-tiba bayi yang ada di pangkuan Anna menangis dan membuat Anna terkejut sekaligus bingung,


"Oweekkk"


"Bibi, dia menangis" ucap Anna khawatir dan bingung.


Donna pun langsung menuntun Anna untuk berdiri,


"Mari ikut Bibi.. Waktunya kau menyusui bayimu" ucap Donna pada Anna sambil membawa gadis itu kearah sofa yang ada di sudut ruangan.


Alex mengernyitkan keningnya melihat Donna yang membawa Anna menjauh darinya,


"Kenapa harus disana???" tanya Alex sedikit protes.


Donna mendelik pada Alex,


"Sudah diam saja disana!!" ucapnya.


Donna pun menyuruh Anna untuk membuka kancing bajunya,


"Sekarang biarkan dia menyusu padamu" ujar Donna.


Anna terlihat gugup sejenak dan langsung terkejut saat bayinya menyedot langsung padanya,


"Akhh!!" rintih Anna yang membuat Alex langsung menatapnya dengan khawatir.


"Ada apa??" tanya Alex cemas.


Anna menatap Donna sambil menahan sakit,


"Bibi.. Ini sangat perih" rintih Anna.


Anna pun mencoba melepaskan mulut bayinya dan melihat tidak ada air susu yang keluar,


"ASI nya juga tidak keluar" keluh Anna.


Donna menatap Anna dan menghela nafasnya,


"Coba biarkan dia menyusu lagi" ucapnya.


Anna pun membiarkan anaknya menyusu lagi..


Namun, lama kelamaan rasa perihnya semakin sakit.


"Ini sangat perih Bibi" ujarnya merintih menahan sakit.


Dan, lagi-lagi ASI nya belum keluar juga..


Donna menatap milik Anna yang terlihat lecet. Sepertinya tidak ada cara lain, pikirnya.


"Sepertinya ASI nya belum keluar juga, dan kau sudah lecet" ujarnya.


Donna pun menatap Anna dengan serius,


"Cara terakhir satu-satunya untuk memancing ASI mu keluar sekarang adalah.... Alex!!" ucapnya yang membuat Anna mengernyitkan keningnya seketika.


"Alex???" tanyanya tidak mengerti.


Alex yang mendengar hal itu juga mengernyitkan keningnya tidak mengerti. Donna pun membalikkan tubuhnya dan menatap Alex penuh arti,


"Alex... Kau harus memancing ASI istrimu untuk keluar... Kau, mengerti maksudku kan???" tanya Donna penuh arti yang seketika membuat Alex langsung bersemangat..


Bersambung..


Hallo jangan lupa dukung selalu cerita ini ya ☺️


Author minta banget dukungannya seperti vote, hadiah, apalagi like dan komentarnya.. Selalu bikin semangat 😁


Jangan lupa bantu dukung juga novel kedua author yang judulnya "Mysterious Man" Ya...


Please... 🥺🙏


Terimakasih banyak ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2