
'Lunak seperti Jelly???' pikir Alex.
'Dasar Roy sialan!!!' umpat Alex dalam hatinya.
Anna mencoba untuk menahan tawanya sambil menatap wajah Alex yang terlihat sedang menahan kekesalan pada Roy.
Alex menatap kearah istrinya dan menghela nafasnya,
"Dia memang pria yang kurang ajar!" ujar Alex kesal.
Anna pun kembali tertawa sambil menyentuh wajah suaminya,
"Dia hanya bercanda.." ujar Anna mencoba meredam kekesalan Alex.
Alex kembali menghela nafasnya dan seketika amarahnya pun menghilang saat tangan lembut Anna menyentuh wajahnya. Pria itu meraih tangan istrinya dan mengecupnya dengan lembut,
"Kenapa kau tidak menghubungiku dulu?? Seharusnya aku yang menjemputmu di rumah.." tanya Alex lembut sambil menyentuh pipi istrinya.
Anna tersenyum pada Alex dan menyentuh tangan Alex yang berada di pipinya,
"Aku hanya ingin memberimu kejutan.. Tadinya aku memang tidak akan ikut bersamamu ke kantor, tapi setelah kau berangkat, aku merasa kesepian di rumah dan memutuskan untuk datang kesini" ujar Anna tersenyum.
Alex pun ikut tersenyum dan membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya,
"Aku tau, sekarang istriku ini tidak mau jauh dariku kan??" tanya Alex percaya diri.
Anna terlihat berpikir sejenak lalu membalas pelukan suaminya sambil mengangguk,
"Sepertinya begitu..." jawab Anna jujur.
Entah mengapa beberapa hari terakhir ini, Anna merasa memang tidak ingin jauh dari Alex. Berbeda dengan beberapa bulan sebelumnya saat dirinya masih hamil muda dan mual-mual.
Sekarang kehamilan Anna sudah memasuki trimester kedua. Dan rasa mual dan muntahnya pun sudah berkurang, atau bisa di bilang sudah menghilang.
Di trimester kedua ini Anna merasa semakin manja pada suaminya dan tidak ingin jauh terlalu lama dengannya. Berbeda seperti 2 bulan lalu, dirinya selalu merasa mual saat berada di dekat Alex.
Alex mengusap lembut punggung Anna dan tersenyum senang,
"Aku sangat senang..." ujarnya pelan.
"Kau tau, aku sangat menantikan hal ini. Aku menantikan dimana istriku ini bersikap manja padaku dan tidak ingin jauh-jauh dariku.. Aku menyukainya" ujar Alex senang.
Anna pun tersenyum di dalam pelukan Alex,
"Benarkah?? Bukankah akan merepotkan??" pancing Anna.
"Bagaimana jika aku ingin selalu ikut bersamamu kemanapun?? Bukankah kau akan merasa terganggu??" tanya Anna.
Alex seketika melepaskan pelukannya dan menangkup wajah istrinya dengan lembut sambil menatapnya dalam,
"Aku sama sekali tidak merasa kerepotan sayang.. Justru aku sangat sangat menyukai saat kau bersikap manja dan selalu berada di dekatku" bisik Alex dalam.
Anna pun tersenyum dan mengangguk pelan,
"Baiklah.. Kalau begitu bersiap-siaplah untuk aku repotkan sayang.." ujar Anna menggoda.
Alex seketika tersenyum senang sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Anna,
"Dengan senang hati sayang... Aku tidak sabar untuk kau repotkan.." bisiknya intens.
CUP!!
Dengan cepat pria itu pun mengecup bibir istrinya dan ********** dalam.
__ADS_1
Anna memejamkan matanya dan membalas ciuman suaminya dengan lembut. Alex menuntun tubuh Anna menuju kursinya, lalu pria itu pun perlahan duduk disana sambil memangku tubuh Anna dengan perlahan dan hati-hati tanpa melepaskan ciuman mereka.
Anna menggeliat di atas tubuh Alex, membuat pria itu semakin liar ******* dan menyentuh tubuh istrinya.
Seketika Anna pun merasakan tubuhnya terasa panas dan geli secara bersamaan. Gadis itu merasa tubuhnya menginginkan hal yang lebih.
Entah mengapa di usia kandungan yang sekarang, Anna selalu merasa lebih bergairah dan selalu ingin di sentuh oleh suaminya.
Anna melenguh pelan saat tangan Alex meremas tubuh belakangnya. Seketika gadis itu pun melepaskan ciumannya dan menatap wajah Alex dengan mata yang berkilat penuh gairah.
DEG!!
Alex yang menatap wajah istrinya yang memerah seketika merasakan gejolak yang membuncah di dalam tubuhnya.
"Apa kau menginginkan aku sayang??" bisik Alex intens.
Anna terlihat menatap Alex dengan ragu sambil menggigit bibirnya.
Alex yang mulai tergoda seketika menggendong tubuh Anna dengan hati-hati,
GREP!!
"I want you.. and i know you want me too baby..." bisik Alex intens.
"Sepertinya kita harus segera ke kamar" bisik Alex sambil mengecup bibir Anna.
Anna pun hanya menurut sambil mengalunkan tangannya di leher Alex.
Dan mereka pun masuk ke dalam kamar untuk melakukan kegiatan favorit suami dan istri di pagi hari.
Walaupun Anna sedang mengandung, tetapi di usia kandungannya yang sekarang, dokter sudah memperbolehkannya untuk melakukan hubungan suami istri, asalkan tidak terlalu berlebihan dan membuat perutnya tertekan.
Dan Alex pun melakukannya dengan sangat lembut dan hati-hati..
~~
Pria itu menyisir rambutnya yang basah sambil di bantu oleh Anna yang terlihat sedang merapihkan dasi suaminya.
Setelah melakukan rutinitas mereka, Alex pun langsung membersihkan diri dan bersiap untuk menghadiri rapat yang akan di mulai pukul 10 nanti,
"Apa aku sudah tampan??" tanya Alex menggoda istrinya.
Anna terlihat terkikik geli sambil memperhatikan penampilan suaminya,
"Suamiku memang sudah tampan" balas Anna menggoda.
Alex pun tertawa pelan dan mengecup kening istrinya dalam,
CUP!!
"Dan suami tampan ini hanya milik istrinya seorang.." ujar Alex tersenyum lembut.
Anna pun tersenyum dan mengangguk pelan,
"Kalau begitu, aku akan ke ruang rapat sekarang.. Kau tunggu disini saja ya. Jika perlu sesuatu kau bisa meminta bantuan Harry. Aku akan menyuruhnya untuk menjagamu disini" ujar Alex.
Anna pun mengangguk pelan,
"Iya" jawabnya.
CUP!!
Alex kembali mengecup kening dan bibir Anna,
__ADS_1
"Aku ke ruang rapat dulu" ujarnya berpamitan.
Alex pun sedikit berjongkok dan menyentuh perut istrinya yang mulai terlihat menonjol,
CUP!!
"Papa pergi rapat dulu ya... Jaga mama mu disini" ujarnya lembut.
Setelah itu Alex kembali memeluk Anna dan melangkah ke arah pintu,
"See you sayang..." ujarnya tersenyum lembut lalu keluar dari kamar pribadinya.
Anna melambaikan tangannya dan setelah Alex benar-benar pergi, gadis itu pun berdiri dari atas tempat tidur dan bersiap untuk membersihkan dirinya juga.
Setelah selesai membersihkan diri, Anna pun keluar dari kamar pribadi Alex dan duduk di meja kerja suaminya sambil melihat-lihat.
Cukup lama Anna berdiam disana dan terlihat gadis itu mulai bosan. Sudah lebih dari satu jam setelah kepergian Alex ke ruang rapat Anna hanya duduk di meja suaminya tanpa melakukan hal apapun.
Anna memutuskan keluar dari ruangan Alex dan berjalan-jalan mengelilingi perusahaan suaminya itu untuk melihat-lihat,
"Nona, Nona mau kemana??" tanya Harry yang berada tidak jauh dari ruangan Alex.
Anna menatap kearah Harry dan tersenyum,
"Oh Harry, aku merasa bosan menunggu di dalam. Aku mau berkeliling sebentar" ujar Anna.
Harry terlihat cemas dan langsung menghampiri Anna,
"Apakah Nona ingin aku temani?? Aku takut terjadi sesuatu jika membiarkan Nona berjalan sendirian" ujarnya.
Anna pun terlihat berpikir sejenak dan mengangguk pelan,
"Baiklah.." jawabnya.
Setelah itu Anna pun berjalan-jalan sambil melihat-lihat tempat yang berada di perusahaan suaminya. Harry masih setia mendampingi Anna sambil menjelaskan sedikit tentang tempat-tempat yang mereka lewati,
"Nah, ini ruang rapatnya Nona. Sekarang para petinggi sedang mengadakan rapat disini" terang Harry pada Anna.
Anna pun mengangguk pelan dan mengintip sedikit dari balik kaca yang tidak tertutup tirai.
Dari sana Anna dapat melihat wajah tampan Alex yang tengah berbicara sambil menjelaskan sesuatu kepada yang lain di depan meja besar.
Anna tersenyum lembut melihat wajah suaminya itu.
Namun tiba-tiba pandangan Anna pun beralih kearah seorang wanita yang terlihat cantik dan berwibawa di dalam ruang rapat.
Tatapan wanita itu terlihat sedang menatap serius pada wajah Alex di depannya. Bahkan wanita itu terlihat tersenyum saat melihat penjelasan Alex.
DEG!!
Tiba-tiba perasaan cemburu pun memenuhi hati Anna. Entah mengapa gadis itu tidak menyukai tatapan wanita di dalam sana yang sedang menatap suaminya.
Lalu Anna pun mencoba memperhatikan beberapa orang di dalam sana dan kembali melihat ada wanita lain disana yang tak kalah anggun dan cantik sedang memperhatikan suaminya dengan wajah yang terpesona.
Lagi-lagi Anna merasa cemburu. Anna pun mengalihkan pandangannya sambil mencoba menahan rasa cemburunya.
Gadis itu menarik nafasnya dan membuangnya secara perlahan. Sebenarnya ada apa dengan dirinya sekarang, kenapa sekarang dirinya menjadi mudah cemburu dan sensitif?? pikirnya.
'Ternyata begini rasanya punya suami yang tampan...' keluh Anna dalam hatinya.
Bersambung..
Halo support selalu cerita ini ya dengan kasih like, komen,vote dan hadiahnya..
__ADS_1
Yuk di tunggu komennya, biar author semangat lagi ☺️
Oh iya, kalau baca novel jangan lupa waktu ya, dan jangan lupa ibadah 🥰❤️