
Hari menunjukkan pukul 4 pagi. Terlihat Alex sedang merapihkan pakaiannya dan bersiap untuk pergi. Dengan cepat pria itu melangkah ke arah pintu dan membukanya. Dia ingin menjemput Anna hari ini. Alex merasa sangat bersalah karena tidak mengabari keberadaannya pada kekasihnya itu kemarin.
Handphonenya diambil oleh pengawal Peter. Dan tadi malam dia tidak bisa tidur karena memikirkan hal itu. Semalam dia mencoba mencari telepon di rumah ini, namun entah mengapa dia tidak berhasil menemukannya satu pun. Entah dimana pria tua itu menyembunyikan semua telepon di rumah ini.
Alex melangkah menuruni tangga menuju lantai paling bawah. Dan saat di bawah dia berpapasan dengan Donna yang sedang duduk sambil membaca buku di ruang tamu.
Donna pun mengarahkan pandangannya pada Alex dan membuka kaca mata bacanya dengan cepat,
"Alex, Kau mau kemana????" tanya Donna.
Alex berhenti di hadapan Donna dan menatap datar padanya,
"Bukankah kau bilang kau akan menjemput kekasihku?? Mengapa sangat lama sekali!!! Biar aku saja yang menjemputnya!!!" ujar Alex kesal.
Donna menatap Alex dan menghela nafasnya pelan. Pria ini benar-benar tidak sabaran, pikir Donna.
"Ya ampun Alex, tenang saja, aku pasti akan menjemputnya. Lagipula di luar masih gelap" ujar Donna menenangkan.
Alex membuang nafasnya kasar dan kembali menatap Donna,
"Aku belum menghubunginya sejak kemarin!! Dia pasti sedang mengkhawatirkanku!!" ujar Alex.
"Dan juga.... Tidakkah kalian memiliki telpon di rumah ini??? Handphoneku di ambil oleh pria tua itu!! Jadi aku tidak bisa menghubunginya!!!!" gerutu Alex.
Donna mengerutkan keningnya dan menahan tawanya mendengar kekesalan Alex,
"Maaf Alex, sejak kemarin kakekmu memerintahkan semua telpon di rumah ini dimatikan... Sudahlah kau tenang saja, aku akan menjemputnya sebentar lagi... Lalu, apa kau akan ke kantormu hari ini??" tanya Donna.
Alex menghela nafasnya dan kembali menatap Donna,
"Tidak bisakah kau kembalikan handphone dan barang-barangku dari pria tua itu???" tanya Alex tidak sabaran.
Donna terdiam sesaat dan menggeleng pelan,
"Maaf Alex, aku tidak tau dimana kakekmu menyimpannya" sesal Donna.
Alex pun membuang mukanya dan terlihat kesal. Dia kembali menatap Donna dan menengadahkan tangannya pada wanita itu,
"Aku ingin menjemputnya sekarang juga!! Berikan kunci mobilmu!!!" ujar Alex tajam.
Donna pun menghela nafasnya menyerah,
"Baiklah... Baiklah ayo kita jemput sekarang" ujar Donna.
Putra Kakaknya ini memang sangat keras kepala dan tidak sabaran. Entah sifat siapa yang turun padanya..
Mungkin sifat keras kepalanya turun dari kakeknya, Peter, pikir Donna.
Donna pun melangkah ke kamarnya untuk bersiap-siap. Alex terlihat menunggu dengan tidak sabaran di dekat sofa. Dari arah lantai 2, Key tengah melangkah ke lantai bawah dan menatap punggung Alex dengan penasaran.
Key pun turun dan mendekat pada Alex. Siapa pria ini?? pikir Key penasaran.
"Permisi...." ujar Key.
Alex pun membalikkan wajahnya dan menatap Key dengan tatapan tajamnya.
Seketika Key membelalakkan matanya dan merasakan jantungnya mulai berdetak tidak karuan. 'Siapa pria tampan ini???' pikir Key dalam hatinya.
Selama dirinya hidup dan tinggal di Inggris, dia belum pernah melihat pria setampan ini dan memiliki tubuh yang profesional. Bahunya yang lebar dan tangannya yang kekar, serta dadanya yang bidang.
Key mengerjapkan matanya dan menutup mulutnya yang sejak tadi menganga tanpa dia sadari. Mata tajam pria di depannya ini seperti menghipnotisnya..
__ADS_1
"Pe... Permisi... Anda siapa ya??? Apakah anda sedang mencari seseorang???" tanya Key gugup.
Alex terlihat membuang mukanya dan tidak menjawab pertanyaan Key.
Lalu tiba-tiba Donna kembali ke ruang tamu dengan pakaian yang sudah rapih, dan menatap pada Key yang sedang fokus memandang Alex dengan tatapan terpesona nya.
"Key, kau sudah bangun???" tanya Donna menyadarkan Key.
Dengan cepat key mengerjapkan kembali matanya dan menatap ibunya yang berada disampingnya,
"I... Ibu, Ada apa??" tanya Key balik.
Donna menghela nafasnya dan menyentil kening Key untuk menyadarkannya,
"Kau ini!!! Aku yang sedang bertanya padamu!!!" kesal Donna.
"Awww!!!! Ibu!!! Kenapa memukulku!!" kesal Key.
Donna menggelengkan kepalanya dan kembali mengarahkan pandangannya pada Alex,
"Maaf Alex, kau harus menunggu... Oh iya, kenalkan ini putriku Key.. Key kenalkan ini Alex, dia adalah kakak sepupumu" ujar Donna.
Seketika Key pun menatap pada Alex,
"Sepupu???" ujar Key pelan.
Donna pun mengangguk dan tersenyum,
"Iya, dia adalah anak dari mendiang kakak ibu yang sering ibu ceritakan itu..." ujar Donna menjelaskan.
Alex terlihat tidak tertarik dan membalikkan badannya hendak melangkah ke arah pintu,
Donna pun menatap Alex dan menghela nafasnya melihat tingkah Alex,
"Pria itu benar-benar....." keluhnya.
"Baiklah Key, ibu akan keluar sebentar. Tolong kau jaga kakekmu, dia masih terlalu lemah dan harus banyak beristirahat.." ujar Donna pada Key.
"Ibu pergi dulu" lanjutnya lalu berjalan cepat menyusul Alex.
Key menatap kepergian Donna dan Alex. Lalu sebuah senyum merekah di bibirnya. Kenapa ibunya tidak pernah cerita bahwa dirinya mempunyai seorang sepupu yang sangat tampan seperti tadi?? pikir Key.
Key pun bertekad dalam hatinya untuk mendekati Alex dan mendapatkan hatinya. Pria tadi telah membuatnya jatuh cinta hanya dalam pandangan pertama. Setelah ini, dia berharap untuk lebih sering bertemu dengan Alex.... harap Key.
-
Anna sedang bersiap untuk pergi ke kantor Alex. Dia sangat khawatir dan memutuskan untuk menemui pria itu di kantornya.
Dengan tergesa-gesa Anna turun ke lantai bawah dan bersiap untuk berangkat. Namun suara pintu yang terbuka membuat langkahnya terhenti.
CKREK!!!!
Anna mengarahkan pandangannya kearah pintu dan tersenyum lega menatap Alex yang sedang berjalan cepat sambil menatapnya dengan intens.
"Alex...." ujar Anna senang.
BRUK!!!
Dengan cepat Alex memeluk tubuh Anna dengan erat. Merasakan kelegaan di dalam hatinya karena bisa kembali bertemu dengan kekasihnya ini.
"I miss you......" bisik Alex di telinga Anna.
__ADS_1
Anna tersenyum lembut dan membalas pelukan Alex,
"Aku juga merindukanmu" balas Anna.
Alex mengecup pundak Anna dan merasakan hatinya kembali menghangat,
"Maafkan aku, aku tidak mengabarimu kemarin" bisik Alex merasa bersalah.
Anna pun mengangguk pelan,
"Aku tau kau pasti sangat sibuk" ujar Anna.
Alex pun melepaskan pelukannya dan menyentuh pipi Anna dengan lembut,
"Kau tau, aku hampir gila karena tidak bisa pulang dan bertemu denganmu" ujar Alex pelan.
Lalu dengan perlahan Alex pun mendekatkan bibirnya pada bibir Anna dan menciumnya dalam, menyalurkan kerinduan bercampur rasa bersalahnya.
Seketika Alex merasakan hatinya menghangat dan gejolak di dalam tubuhnya pun meningkat. Gadis ini benar-benar bagaikan heroin baginya..
Alex ******* bibir Anna dengan lembut sambil mempererat pelukannya pada gadis itu. Perlahan Anna pun membalas ciuman Alex dan memeluk leher pria itu dengan erat.
Mereka saling berciuman dengan intens dan mesra tanpa menyadari kehadiran seseorang dari arah pintu yang menatap mereka dengan wajah tersipu malu.
"Orang yang sedang jatuh cinta memang seakan berpikir dunia ini hanya milik mereka berdua" bisik Donna pada dirinya sendiri.
Donna pun berdehem kencang untuk mengganggu keromantisan dua sejoli ini..
"Ekhem!!!!!!!!"
Seketika Anna yang menyadari kehadiran seseorang pun mencoba mendorong dada Alex. Namun, Alex mengacuhkan suara Donna dan enggan melepaskan ciumannya dari bibir Anna.
Anna membuka matanya dan menatap seorang wanita yang tengah berdiri tidak jauh dari mereka dan sedang melihat kearah dirinya dan Alex yang sedang berciuman.
Dengan sekuat tenaga Anna pun mendorong tubuh Alex agar melepaskan ciuman mereka.
Ciuman mereka pun terlepas, membuat Alex kesal dan langsung menatap pada Donna yang berada di belakangnya,
"Kau benar-benar mengganggu!!!" geram Alex.
Donna pun tertawa puas,
"Maaf Alex, tetapi jangan lupakan bahwa aku juga sedang berada disini" ujar Donna.
Anna menatap Donna penasaran dengan wajah memerahnya karena malu. Siapa wanita ini??? pikir Anna.
Donna yang mengerti tatapan penasaran Anna pun perlahan mendekati gadis itu dan mengulurkan tangannya pada Anna,
"Hallo, Aku Donna Zivanna Wijaya.... Aku adalah bibi dari Alexander" ucap Donna.
Anna pun membelalakkan matanya dan menatap Donna dengan tidak percaya,
'Bibi Alex????' pikir Anna terkejut.
Bersambung....
Hai, support terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan gift nya kalau boleh 🤭
Views story ini makin anjlok nih, bikin galau ngak karuan 😩 Boleh bantu untuk para readers, untuk share cerita ini dan ajak temen2nya buat baca juga ya 😅 bisa rekomendasikan hehe
Thank you buat readers uang selalu sabar menunggu dan menunggu cerita ini 🙏❤️❤️
__ADS_1