
Seorang wanita tengah duduk di atas kursi sambil menyilangkan kakinya. Pakaian minimnya membuat hampir seluruh kaki mulusnya terlihat.
Sebatang rokok terselip di jemari tangannya yang lentik. Wanita itu menghisap rokoknya pelan dan menghembuskan asapnya.
Tangannya meraih segelas wine yang berada di atas meja dan meneguknya dengan perlahan. Wanita itu menutup matanya sambil menikmati rasa wine yang masuk ke dalam mulutnya.
Tok..
Tok..
Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Wanita itu membuka matanya dan menyimpan gelas wine nya kembali ke atas meja.
"Masuk!!" ujarnya tajam.
Seorang pria berbadan kekar masuk dan membungkuk hormat pada wanita itu,
"Nona... Pria itu telah tiba... Saat ini terpantau mobilnya sedang berada di luar gedung" ujarnya melapor.
Miranda menekan rokoknya ke atas asbak dan menyeringai pelan,
"Bagus!!! Sekarang lakukan seperti apa yang aku perintahkan sebelumnya!!!" ujarnya tegas.
Pria kekar itu mengangguk pelan dan kembali membungkukkan badannya lalu keluar dari ruangan itu.
Miranda berdiri dari duduknya dan melangkah kearah cermin besar di depannya.
Wanita itu merapihkan riasan dan rambutnya, lalu tersenyum penuh percaya diri,
"Ini saatnya..." bisiknya pada diri sendiri.
-
Alex memasuki gerbang hotel dan memarkirkan mobilnya di halaman depan gedung itu.
Pria itu membuka pintu mobil dan keluar. Alex terdiam sesaat dan melihat gedung hotel yang sudah cukup tua di depannya dengan tajam.
Hotel ini memang sudah tidak beroperasi dari beberapa tahun yang lalu. Tetapi dekorasi hotel ini masih terlihat bagus dan cukup mewah.
Alex melangkahkan kakinya menuju pintu masuk. Terlihat dua orang pria berbadan kekar tengah menunggunya disana.
Alex menatap tajam dua orang pria itu dan melangkah mendekati mereka,
"Dimana dia???" tanya Alex tajam.
Kedua pria itu saling menatap dan tersenyum penuh arti,
"Dia berada di lantai 4, di salah satu kamar paling sudut" ujar salah satu dari mereka.
Alex pun dengan cepat hendak melangkah masuk ke dalam hotel namun, kedua pria kekar tadi menahan tubuhnya.
Seketika Alex pun menatap sinis pada keduanya,
"Maaf, kami harus memeriksa mu terlebih dahulu!!!" ujar mereka.
Kedua pria itu pun menggeledah seluruh pakaian milik Alex dan memeriksa mobilnya.
Setelah dirasa tidak mencurigakan, mereka pun mengizinkan Alex untuk masuk.
Alex menatap tajam kedua pria itu dan melangkah masuk ke dalam hotel.
Dari dalam sebuah kamar, Miranda melihat layar cctv dan tersenyum puas saat melihat Alex yang sedang berjalan ke sebuah lift.
Alex masuk ke dalam lift menuju lantai 4. Pria itu terlihat begitu tenang dengan sorot mata yang sulit diartikan.
TING!!
Pintu lift pun terbuka..
Alex melangkah keluar dari lift dan berjalan mencari sebuah kamar yang berada di sudut lantai ini.
Suasana di lantai 4 ini terlihat sedikit gelap dengan lampu remang yang sudah berkedip.
Setelah berada di sudut ruangan, Alex pun menatap tajam pada pintu di depannya.
__ADS_1
Pria itu terlihat terdiam sejenak, lalu mulai membuka pintu yang ternyata tidak terkunci itu,
CKLEK!!
Alex menatap ruangan yang gelap di depannya. Tanpa ragu pria itu pun melangkah masuk ke dalam,
KLIK!!!
Tiba-tiba pintu di belakang Alex pun tertutup dan lampu pun menyala.
"Akhirnya anda datang juga..." ujar seseorang tiba-tiba.
Alex pun mengarahkan pandangannya ke samping dan melihat seorang wanita yang sedang duduk di atas sofa dengan santai.
Miranda meneguk wine nya dengan perlahan, lalu menatap Alex dengan senyum menggodanya.
"Apakah anda terkejut.. Tuan Alex???" tanya Miranda dengan seringainya.
Wanita itu bangkit dari duduknya dan menyimpan gelasnya di atas meja.
Alex tersenyum sinis dan menatap Miranda dengan tajam,
"Seperti yang kuduga..." ujar Alex sinis.
Miranda pun dengan cepat menatap Alex dan tersenyum tipis,
"Jadi... rupanya kau sudah tau..." bisik Miranda pelan.
Dengan perlahan wanita itu pun melangkah mendekati Alex dengan pakaian super sexy nya.
Wanita itu berdiri di hadapan Alex dengan berani dan menatapnya dalam,
"Coba perhatikan wajahku.... Apakah kau tidak mengenaliku???" tanyanya penuh harap.
Alex menatap tajam wanita di depannya itu dengan tatapan yang berkilat bagaikan sebuah pedang yang siap menebas musuhnya,
"Apakah penting bagiku untuk mengenalimu????" tanya Alex sinis.
Miranda pun menunduk sedikit dan tersenyum miris mendengar ucapan Alex.
PLAK!!
Tubuh Miranda terdorong ke samping cukup kuat. Wanita itu terlihat terkejut dengan tindakan Alex tadi.
Miranda menyentuh tangannya yang memerah dan tersenyum miris,
"Huh.... Apakah aku se menjijikan itu di matamu???" tanya Miranda menutupi kesedihannya.
Wanita itu pun kembali tersenyum sambil membalikkan tubuhnya dan melangkah ke sofa.
Miranda mengambil gelas wine nya dan meneguknya cepat,
"Apakah kau ingin mendengar satu cerita yang menyedihkan???" tanya Miranda sambil menatap Alex dengan senyumnya.
Alex menggertakkan giginya dan menatap tajam pada Miranda.
Miranda berjalan ke arah jendela sambil membawa gelasnya. Wanita itu memandang pemandangan di luar dan menerawang jauh,
"Ada seorang gadis muda yang sangat pemalu dan jarang bergaul... Suatu hari dia ikut ayahnya menemui rekan bisnisnya yang ternyata masih sangat muda dan tampan..." ujarnya pelan.
"Saat pertama melihat pria itu, gadis ini langsung merasakan sesuatu yang berbeda di hatinya... Dia merasakan jantungnya berdebar kencang..."
"Pria itu sangat tampan, pintar dan juga cerdas... Sejak saat itu gadis ini mulai mengaguminya.... atau lebih tepatnya... jatuh cinta padanya...." lanjutnya.
Miranda terdiam sesaat dan kembali meneguk wine nya,
"Namun sangat disayangkan.... Setelah beberapa kali pertemuan, pria itu tidak pernah menatap kearahnya sedikit pun... Bahkan mungkin, pria itu tidak pernah menyadari kehadirannya.." ujarnya sambil tersenyum miris.
"Dan sejak saat itu, gadis ini bertekad untuk merubah dirinya dalam segala hal. Dia mulai belajar giat, mulai bersosialisasi dan mulai mempelajari tentang dunia bisnis agar dia bisa setara dengan pria itu dan berharap pria itu dapat melihat kearahnya suatu saat nanti..." lanjutnya.
Miranda pun membalikkan tubuhnya pada Alex dan tersenyum,
"Tapi.... sepertinya usaha gadis ini sia-sia" ujarnya miris.
__ADS_1
Miranda meletakkan gelasnya dan melangkah kembali mendekati Alex dengan perlahan,
"Selama bertahun-tahun menunggu dan menunggu..... Sampai akhirnya.... Gadis itu di kejutkan dengan berita pernikahan pria itu dengan gadis lain" ujarnya sinis.
Miranda kembali berdiri di hadapan Alex dengan senyumannya,
"Gadis yang malang bukan?????" ujarnya menahan sakit.
Miranda menatap Alex dalam dengan matanya yang mulai berkaca-kaca,
"Dan sekarang..... Pria itu berada di hadapannya... Dan.. Pria itu mulai memandang kearahnya.... Walaupun dengan tatapan penuh dengan kebencian" bisik Miranda.
Wanita itu meneteskan air matanya dan dengan cepat memeluk tubuh Alex,
GREP!!!
"Hiks... Tidak bisakah kau mencintaiku!!!" ujarnya sambil menangis.
"Tidak bisakah kau melihatku seperti kau melihat gadis sialan itu!!!!!" teriaknya lagi.
Alex menggertakkan giginya kuat, matanya seketika berkilat penuh amarah saat mendengar wanita itu menghina istrinya.
Dengan geram Alex mendorong tubuh Miranda dengan kuat,
BRUK!!
PRANG!!!
"Aakkhhh" teriak Miranda saat wanita itu membentur meja dan terjatuh dengan kuat.
Miranda merintih kesakitan dan menyentuh kepalanya yang mengeluarkan darah karena membentur meja. Dan tangannya yang terkena pecahan gelas yang terjatuh.
Alex menatap wanita itu dengan tatapan membunuhnya. Dia menghampiri Miranda dengan perlahan,
"Beraninya kau berkata seperti itu pada istriku!!!!!!" geram Alex.
Miranda menatap takut pada Alex dan merangkak mundur menjauhi pria itu yang terlihat di penuhi amarah,
"Ja.. Jangan!! Maafkan aku!!!" ujar Miranda ketakutan.
Alex tidak mengidahkan ucapan Miranda dan semakin berjalan kearahnya.
Punggung Miranda membentur tembok, membuatnya tidak bisa menjauh lagi.
Badan wanita itu bergetar ketakutan melihat langkah Alex yang semakin dekat padanya,
"Kau telah salah menyukai seseorang sepertiku!!!!" ujar Alex tajam.
Saat langkah Alex hampir mendekati Miranda, tiba-tiba pria itu menyentuh kepalanya yang terasa sakit,
"Aarrghh!!!" desis Alex kesakitan.
Alex merasakan kepalanya terasa berat dan sakit. Penglihatannya pun mulai berputar dan menggelap.
'Sial!!! Apa yang terjadi???' pikir Alex.
BRUK!!!
Lalu setelah itu tubuh Alex pun jatuh di atas lantai dan tak sadarkan diri.
Sebuah seringai pun muncul di bibir Miranda.
Wanita itu menghapus air matanya dengan pelan dan mulai berdiri sambil menatap Alex yang tak sadarkan diri.
Wanita itu berjongkok dan menyentuh wajah Alex dengan lembut,
"Maaf sayang, aku harus menyakitimu sedikit..." bisik Miranda sambil mencabut sebuah jarum kecil yang tertancap di leher Alex.
Bersambung....
Halo, keep support this story ya...
Jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya, dan kasih 5 bintangnya untuk vote ☺️
__ADS_1
Terimakasih readers tercinta, support kalian sangat berarti buat author ❤️❤️