
Sebuah mobil melaju cukup kencang ke dalam sebuah halaman rumah yang megah. Mobil itu berhenti di dekat pintu masuk dan dengan segera para pengawal yang berjaga disana mulai melangkah menghampiri mobil itu dan membuka pintunya.
Pengawal itu langsung membungkukkan badannya pada Alex yang baru saja keluar dari dalam mobil.
Alex mengabaikan pengawal di depannya lalu membalikkan tubuhnya hendak melangkah masuk ke dalam rumah dengan terburu-buru.
Pria itu membawa sesuatu di dalam kantong plastik di tangannya. Alex yakin istrinya akan menyukai apa yang dia bawa saat ini.
Namun, tiba-tiba langkah pria itu terhenti saat dia melihat sebuah mobil yang cukup familiar sedang terparkir tidak jauh dari mobilnya.
Alex memicingkan matanya lalu melangkah ke dalam rumah.
Setelah pria itu berada di dalam rumah, Alex melihat istrinya Anna tengah duduk di ruang tamu bersama Bibinya Donna, Jonas, Key dan juga kakeknya Peter yang sedang duduk di kursi roda.
"Makanlah yang banyak Anna, sekarang kau makan bukan hanya untuk dirimu sendiri, tapi juga untuk calon anakmu" ujar Donna semangat sambil memberikan Anna sepiring buah-buahan.
Anna mengangguk pelan dan tersenyum pada Donna,
"Terimakasih Bibi" ujarnya.
Alex berjalan kearah sofa untuk menghampiri keluarganya. Peter yang menyadari kedatangan Alex pun langsung tersenyum dan menyapa cucunya itu,
"Kau sudah pulang???" tanyanya.
Alex berdiri di depan Peter dan membungkuk pelan kearahnya,
"Iya" jawabnya singkat.
Donna menghampiri Alex dan menepuk pundak keponakannya itu dengan sebuah senyuman penuh arti,
"Selamat siang calon ayah!!!" ujarnya dengan tersenyum senang.
"Wahh.. Aku tidak menyangka, keponakanku yang sedingin es ini akan segera mempunyai seorang anak.." lanjutnya sedikit terharu.
Alex menghela nafasnya dan hanya bisa pasrah mendengar ocehan-ocehan Bibi nya itu yang selalu menggodanya.
"Selamat Alex, akhirnya aku akan segera mempunyai seorang cicit" ujar Peter tersenyum senang.
Alex membalas senyuman Peter dan mengangguk pelan,
"Terimakasih Kakek" ujarnya.
Setelah itu Alex pun menatap kearah Anna yang sedang tersenyum sambil memakan buah yang di berikan oleh Key.
Senyuman Alex pun mengembang dan pria itu mulai melangkah untuk mendekati istrinya.
"Sayang..." sapa Alex lembut pada Anna.
Anna mengarahkan pandangannya pada Alex dan tersenyum pada suaminya. Namun, saat Alex hendak mencium kening istrinya, tiba-tiba saja Anna langsung menutup mulutnya seperti hendak memuntahkan sesuatu,
"Hoekk.."
Anna dengan segera menutup mulutnya dan langsung bangkit dari duduknya untuk melangkah ke wastafel yang berada di dapur.
"Apa yang terjadi?? Kau mual??" tanya Donna panik sambil mengikuti Anna dari belakang.
__ADS_1
"Hoekkk... Hoekk"
Anna terlihat mulai muntah-muntah di atas wastafel. Donna dan Key dengan segera mengusap punggung gadis itu untuk membuatnya merasa lebih baik.
Alex yang terkejut dengan panik menyusul istrinya dan mengusap punggung Anna dengan lembut,
"Sayang kau baik-baik saja???" tanya Alex cemas.
Anna terlihat tidak menjawab pertanyaan Alex dan masih terlihat mual dan muntah.
"Tidak apa Alex.. Orang yang hamil muda memang sering mengalami muntah-muntah seperti ini" ujar Donna menenangkan.
Alex menghela nafasnya dan masih terus mengusap punggung istrinya dengan lembut.
Setelah Anna selesai, gadis itu langsung mencuci mulutnya dengan air. Dengan sigap Alex langsung mengusap air mata istrinya dan mengelap mulut Anna yang basah.
"Apakah sudah lebih baik??" tanya Alex lembut.
Anna mengangguk pelan sambil merapihkan rambutnya. Terlihat Alex hendak menggendong tubuh Anna namun dengan cepat gadis itu menahan dada Alex sambil menutup mulutnya,
"Tidak apa-apa.. Aku bisa berjalan sendiri" ujar Anna pelan.
Seketika Alex pun langsung terdiam sambil menatap Anna yang terlihat seperti ingin menghindarinya. Apakah aroma tubuhnya begitu tidak enak sampai Anna menolak untuk dekat dengannya??? pikir Alex sedih.
"Apakah kau tidak menyukai aroma tubuhku??" tanya Alex pelan.
Anna seketika menatap Alex dan menggeleng pelan,
"Bu.. Bukan seperti itu... Aku hanya..." ujar Anna ragu dan terdiam untuk beberapa saat.
Gadis itu menatap suaminya dengan rasa bersalah. Dia juga tidak mengerti, mengapa setiap dirinya berada di dekat Alex atau mencium aroma tubuhnya, tiba-tiba saja perutnya terasa sangat mual dan kepalanya pun mendadak menjadi pusing.
"Alex, orang yang sedang hamil memang sangat sensitif dengan hal apapun.. Mungkin untuk saat ini aroma yang terlalu harum atau semacamnya membuat dia menjadi mual dan pusing" terang Donna.
"Sekarang, biarkan Anna untuk beristirahat dulu ya" lanjutnya sambil menatap Alex dengan senyuman lembutnya.
Alex terlihat menghela nafasnya pasrah dan mengangguk pelan. Donna dan Key menuntun tangan Anna dan mulai membawanya untuk beristirahat di dalam kamar.
Setelah beberapa saat Alex pun keluar dari dalam dapur dan berjalan ke sebuah jendela besar yang menghadap langsung ke taman.
Pria itu menutup matanya sambil menghela nafasnya frustasi,
'Apakah dirinya harus terus menghadapi hal seperti ini ke depannya??' pikirnya sedih.
Tidak berada di dekat istrinya sebentar saja sudah membuat Alex gila. Apalagi dirinya harus sedikit menjauh dari Anna dan tidak memeluk bahkan mencium istrinya itu, sepertinya Alex tidak akan sanggup, pikirnya gusar.
Setelah beberapa lama, Alex terlihat masih diam dalam lamunannya. Lalu seseorang mulai mendekatinya sambil menyentuh pundaknya dengan lembut.
Alex seketika membalikkan tubuhnya dan menatap Donna yang sudah berdiri di belakangnya dengan senyuman yang menenangkan.
"Ada apa denganmu?? Kau terlihat sedang memikirkan sesuatu??" tanya Donna.
Alex seketika memalingkan wajahnya dan kembali menatap jendela sambil menghela nafasnya,
"Apa... Anna akan tetap seperti itu padaku???" tanya Alex pelan.
__ADS_1
Donna mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan Alex. Seperti itu??? apa maksudnya?? pikir Donna.
Alex kembali menatap Donna,
"Anna... Selalu merasa mual dan tiba-tiba muntah saat aku berada di dekatnya. Apakah.. hal itu akan berlangsung lama???" tanya Alex.
Pria itu menghela nafasnya dan memijat pelan keningnya dengan wajah yang frustasi,
"Aku tidak sanggup jika Anna menjauhiku seperti ini.." ujarnya pelan.
Seketika Donna pun mulai mengerti maksud dari ucapan Alex dan tersenyum kecil,
"Alex... Wanita hamil memang sangat sensitif. Dan terkadang, kita sulit untuk mengerti sifat mereka yang tiba-tiba bisa saja berubah... Dulu aku pun sama seperti Anna, aku tidak suka mencium aroma tubuh Jonas" ujar Donna.
Alex seketika kembali menatap Donna dengan penasaran,
"Benarkah???" tanya Alex.
Donna pun mengangguk pelan,
"Benar... Dan hal seperti itu hanya berlangsung sebentar, setelah itu semua akan kembali normal seperti biasa" jawab Donna.
Alex kembali terdiam dan menghela nafasnya lega,
"Sudah tidak usah dipikirkan... Sekarang kau hanya harus fokus pada kehamilan istrimu dan menjaganya dengan baik" lanjut Donna sambil mengusap bahu Alex.
Alex pun mengangguk pelan,
"Bibi benar... Aku harus fokus pada kehamilan Anna" ujar Alex.
Donna pun tersenyum dan mengangguk bangga pada keponakannya itu,
"Tadinya.... aku sangat frustasi dengan sifat Anna yang seolah-olah selalu berusaha untuk menjauhiku.. Aku takut... Aku takut, Anna akan membenciku dan bisa saja tiba-tiba dia meminta cerai padaku.." ujar Alex polos sambil bergidik ngeri.
Seketika Donna pun membelalakkan matanya sambil menatap tidak percaya pada ucapan Alex.
Cerai????? pikirnya.
"Phff..... Bwahahahahahahaha!!!!!!!!!!!!"
Seketika tawa Donna pun pecah mendengar ucapan Alex tadi. Wanita itu memegang perutnya dan terus tertawa terbahak-bahak.
"HAHAHAHAHAHAHA"
Alex seketika menatap tajam pada Donna sambil menutup telinganya dengan sebal. Kenapa dia tertawa?? Memangnya ada yang lucu??? pikir Alex.
"Kenapa Bibi tertawa??" tanya Alex tidak suka.
Donna masih terus tertawa sambil mengelap air matanya. Wanita itu tidak habis pikir bahwa keponakannya yang super cool dan kaku itu bisa berpikiran polos seperti ini.
'Ternyata dia masih bisa di bodohi' pikir Donna dalam hatinya sambil tertawa puas.
Bersambung..
Support terus cerita ini ya,
__ADS_1
Jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ☺️
Terimakasih..