
"Coba yang ini! Yang ini! Yang ini juga terlihat sangat cantik!! Ya Tuhan, kau pasti akan terlihat sangat cantik dengan gaun ini!!" ujar Donna bersemangat.
Anna hanya tersenyum tipis dan pasrah saat Donna menyuruhnya mencoba berbagai macam gaun pengantin. Gadis itu pun masuk ke dalam ruang ganti dan mulai mencoba beberapa gaun pilihan Donna.
Pelayan yang membantu Anna berdecak kagum saat melihat Anna yang terlihat cocok dengan berbagai macam gaun pengantin. Pada dasarnya Anna memang sudah cantik dan tubuhnya pun sempurna. Jadi, memakai gaun apapun akan terlihat sangat cocok untuknya.
SRET!!
Saat pintu ruang ganti di buka, Donna berdecak kagum melihat kecantikan Anna. Gadis itu sangat cocok dengan gaun manapun. Donna sampai bingung di buatnya.
"Ya ampun!!!! Yang ini juga sangat cocok untukmu!!! Kau sangat cantik!!!" puji Donna.
Anna tersenyum pada Donna dan menatap pantulan dirinya di depan cermin. Gaun yang di kenakan nya saat ini sangat pas untuknya,
Sebenarnya gaun-gaun disini sangat indah, tetapi sejujurnya belum ada gaun yang benar-benar Anna sukai.
"Apa kau suka dengan gaun ini???" tanya Donna.
Anna hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Donna. Donna yang paham pun menghampiri Anna,
"Aku tau kau sangat bingung sekarang... Baiklah, pilihlah yang benar-benar kau sukai" ujar Donna lembut.
Pelayan yang membantu Anna berganti pakaian tadi kembali membantu Anna ke dalam ruang ganti. Dia membantu Anna melepaskan gaunnya kembali. Tiba-tiba pelayan itu teringat sesuatu,
"Nona, sebenarnya ada satu gaun yang kurasa sangat cocok dengan Nona" ujarnya.
Pelayan itu pun masuk ke dalam salah satu ruangan dan mengambil gaun yang dimaksudnya tadi.
"Ini Nona, ini adalah gaun limited edition dari tempat kami. Ini adalah gaun klasik yang baru saja kami buat. Kami belum menjualnya. Gaun ini terkesan elegan dan sederhana. Namun sebenarnya pembuatan gaun ini cukup rumit dengan detail-detail kecilnya... Aku merasa, gaun ini akan sangat cocok untuk Nona" ujarnya.
Anna pun melihat gaun itu dan menyentuhnya. Sebuah senyuman terlihat jelas di wajahnya. Jujur, Anna sangat menyukai gaun ini. Gaun ini terlihat sederhana dan elegan.
"Mari, aku bantu Nona untuk memakainya" ujar pelayan tadi.
Donna dan Key terlihat sedang menunggu di salah satu sofa ruang ganti. Mereka terlihat tidak sabar untuk melihat gaun selanjutnya yang akan di pakai oleh Anna.
Sebenarnya ini sudah menjadi gaun yang ke 5 kalinya. Donna terlihat bingung juga untuk memilih, karena semua gaun yang telah di coba oleh Anna tadi terlihat sangat cocok untuk gadis itu.
SRET!!!
Gorden di depannya pun terbuka. Dengan cepat Donna dan Key pun mengarahkan pandangannya ke depan.
Seketika Donna pun menutup mulutnya dan berdiri dari duduknya,
"Ya Tuhan!!!!" ujarnya terkejut.
Donna pun menghampiri Anna dan menatap gadis itu dengan kagum,
"Sayang.... Gaun ini... Gaun ini sangat cocok sekali untukmu!!! Ya Tuhan kau cantik sekali!!!!" ujarnya histeris.
Anna pun tersenyum dan menatap pantulan dirinya di depan cermin,
"Dimana kau menemukan gaun ini??? Aku rasa aku tidak melihat gaun ini sebelumnya" lanjutnya.
__ADS_1
Pelayan itu pun mengangguk dan tersenyum pada Donna,
"Ini adalah gaun limited edition kami.. Sebenarnya gaun ini baru kami buat dan belum di luncurkan. Tapi, entah mengapa aku merasa Nona ini sangat cocok dengan gaun kami. Dan kurasa, Nona ini harus menjadi orang pertama yang memakai gaun khusus ini" ujarnya.
Donna yang mendengar hal itu pun semakin senang di buatnya,
"Kau benar!! Gaun ini sangat cocok untuknya!!!" ujarnya.
Donna pun dengan segera mengambil handphonenya dan memfoto Anna dengan gaun itu,
"Ya Tuhan!!! Kau benar-benar cantik!! Tunggu sampai aku mengirim foto ini pada Alex. Pria dingin itu pasti akan tergila-gila di buatnya" ujarnya tidak sabar.
Namun tiba-tiba tangan Donna berhenti saat hendak mengirim foto itu pada Alex,
"Tunggu!!! Aku tidak boleh mengirimnya sekarang... Biarkan pria itu terpesona saat di hari pernikahan kalian nanti" ujar Donna cepat.
Donna pun kembali menyimpan handphone nya ke dalam tas. Key menghampiri Anna dan tersenyum padanya,
"Kakak.... Kau sangat cantik" pujinya tulus.
Anna pun menatap Key dan tersenyum padanya,
"Terimakasih...." ujarnya.
Setelah selesai memilih gaun pengantin mereka pun mencarikan jas yang cocok untuk Alex. Sejak tadi Alex terus menelpon pada Donna untuk melihat dan bertanya tentang Anna. Namun Donna sengaja mematikan teleponnya untuk memancing Alex dan membuat pria itu mati penasaran.
Hari pun sudah mulai gelap.. Anna, Donna dan Key sudah tiba di rumah petang tadi.
Saat ini Anna tengah berada di balkon dan menatap pemandangan di taman.
Entah mengapa jantung Anna semakin berdebar mengingat hari pernikahannya dengan Alex nanti.
Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Anna dan langsung memeluk tubuhnya dari belakang,
GREP!!!
Anna yang terkejut pun langsung membalikkan wajahnya dan melihat wajah Alex yang sangat dekat dengan wajahnya,
"Alex..." ujar Anna pelan.
Pria itu menyandarkan dagunya di bahu Anna dan mencium pipi gadis itu dengan lembut,
"I miss you...." bisik Alex dalam.
Anna pun tersenyum tipis dan menyentuh tangan Alex yang berada di perutnya,
"Kau pasti sangat lelah" ujar Anna pelan.
Alex pun mengangguk pelan di bahu Anna,
"Tadinya... Tapi, sekarang semua lelahku telah menghilang saat aku memelukmu seperti ini" bisik Alex.
Pria itu menghirup leher Anna sambil menutup matanya. Entah mengapa hanya dengan memeluk gadis ini, rasa lelah dan penat Alex menghilang seketika.
Mereka saling terdiam beberapa saat dengan posisi seperti itu sambil menutup mata mereka, menikmati kehangatan yang menjalar di tubuh keduanya,
__ADS_1
"Aku sangat tidak sabar menunggu hari pernikahan kita" ujar Alex pelan.
"Apa kau gugup??" bisik Alex.
Anna menghela nafasnya sesaat dan menatap langit malam di atasnya,
"Lumayan" jawab Anna singkat.
Alex pun tersenyum tipis dan membalikkan tubuh Anna agar menghadap kearahnya. Pria itu mendekatkan tubuhnya sambil merangkul pinggang Anna. Sebelah tangannya terangkat untuk mengusap lembut pipi gadis itu,
"Sayang... Jangan khawatirkan apapun. Semuanya akan berjalan dengan baik..." bisik Alex.
Pria itu menatap kedua mata Anna dengan intens,
"Kau tau, menikahimu adalah hal yang paling aku inginkan di dunia ini... Aku ingin selalu bersama denganmu... Aku ingin kau hidup bahagia hanya denganku, hanya itu..." ujarnya dalam.
Anna pun menyentuh tangan Alex yang berada di pipinya dan mengangguk pelan,
"Aku juga" bisik Anna.
Alex pun tersenyum lembut dan mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Anna. Namun, saat bibir pria itu hampir menyentuh bibir Anna, suara seseorang tiba-tiba menghentikan pergerakannya,
"Alex!!!!!!" panggil seseorang dengan nada tinggi.
Alex pun membuka matanya dan mendengus kesal sambil membalikkan tubuhnya kearah pintu. Pria itu menatap bibinya Donna yang sedang menyilangkan tangannya di depan dada sambil menatapnya dengan tajam,
"Bukankah sudah ku bilang jangan temui Anna sampai hari pernikahanmu!!!!!" ujarnya kesal.
"Sekarang lihat!! Kau malah ingin menciumnya juga!!! Dasar lelaki keras kepala!!!" lanjutnya lagi sambil melangkah mendekati Alex.
Alex hanya mendengus kesal dan menatap Donna dengan datar,
"Aku tidak ingin menuruti aturan bodohmu!!" kesal Alex.
Donna pun mendengus kesal dan menarik tangan Anna agar menjauh dari Alex,
"Memang seperti itu aturannya!!! Sebaiknya kau turuti itu, atau aku yang akan menyembunyikan Anna darimu!!!" ancam Donna.
Alex seketika membelalakkan matanya tidak terima dan mendengus kesal. Anna yang menatap keributan antara Bibi dan keponakannya itu hanya dapat menggeleng pelan,
"Kau menyebalkan!!!" dengus Alex.
Pria itu pun hendak pergi meninggalkan balkon. Namun sebelum itu, Alex dengan cepat menghampiri Anna dan mencium pipinya,
CUP!!
"Selamat malam" bisik Alex pada Anna.
Anna pun menyentuh pipinya dan melihat kepergian Alex sambil menggeleng pelan,
"Dasar pria dingin keras kepala!!!!" gerutu Donna lagi.
Bersambung...
Halo, dukung terus cerita ini, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya ☺️
__ADS_1
Terimakasih ❤️