Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
William Pratama


__ADS_3

-


-


Setelah pesta romantis nan mewah Mr.Holland semalam berlangsung, keesokkan harinya, berita utama di berbagai koran dan majalah menampilkan foto-foto romantis dan ciuman Alex bersama Anna semalam.


'Pengusaha Muda Idaman Dan Kekasih Rahasianya', 'Ciuman Cinta Seorang Alex Pada Sang Kekasih' dan lainnya. Berbagai judul terpampang mengenai hubungan antara Alex dan Anna.


Diberbagai media online dan sosial media pun orang-orang membicarakan hal yang sama. Bahkan beberapa orang menanggapi berita itu dengan 'Hari Patah Hati' bagi mereka.


Seseorang memberikan majalah dengan judul yang sama pada seorang pria paruh baya yang sedang duduk di kursinya sambil menikmati kopi hangatnya.


"Tuan.. Orang-orang sedang membicarakan berita ini" ungkapnya.


Pria paruh baya itu menyeruput kopinya dengan tenang. Setelah itu dia meletakkan kopinya kembali di atas meja lalu mengambil majalah itu.


Dia mengenakan kacamata bacanya, lalu mulai mengambil majalah yang di berikan oleh bawahannya tadi.


Matanya mengamati dengan teliti setiap kata yang ada disana beserta foto-foto yang terpampang.


Ppraanggggg..!!!


Terdengar suara pecahan kaca yang memekakkan telinga.


Pria paruh baya itu melempar majalah tadi sampai membuat gelas yang berisi kopinya terjatuh dan pecah di atas lantai.


"Brengsek!!!!" teriak pria paruh baya itu.


Pria yang memberikan majalah tadi hanya menundukkan kepalanya melihat reaksi dari Tuan nya itu. Dia sudah menduga berita itu pasti akan membuat Tuan nya marah besar.


"Mengapa ada berita seperti ini??" ujarnya marah pada bawahannya.


"Tuan... Semalam.. Pria itu membawa Nona Anna ke pesta dan memperkenalkannya sebagai kekasihnya" ucap bawahannya sambil menunduk.


"Bajingan itu!!!" teriaknya marah.


"Aku yakin ini adalah ulah pria brengsek itu!! Anna pasti di bawah tekanan pria itu!!" ujarnya marah.


"Informasi apa yang kau dapat dari orang dalam suruhan ku?" tanya pria paruh baya itu pada bawahannya.


"Kemungkinan besar memang seperti itu Tuan! Menurut informasi orang dalam, Nona Anna sebelumnya mencoba kabur, namun gagal.. dan Nona Anna juga di kurung di dalam penjara bawah tanah tanpa di beri makan dan minum.. Tapi beberapa hari kemudian Nona Anna di keluarkan dari penjara bawah tanah dan datang ke pesta semalam bersama pria itu sebagai kekasihnya" terang pria itu.


Pria paruh baya itu terlihat mengepalkan tangannya mendengar penjelasan dari bawahannya.


'Penjara bawah tanah?' geramnya dalam hati.


Sial.. Pria kejam itu mengurung putrinya tanpa di beri makanan dan minuman?

__ADS_1


"Sial!! Ini semua salahku!!!!" geramnya sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Seharusnya aku tidak meninggalkan Anna sejak awal" sesalnya.


"Bukankan itu adalah rencana Tuan?" ucap bawahannya.


"Ya.. Aku memang sengaja meninggalkan Anna agar pria itu membawanya. Namun tetap saja aku merasa bersalah.. Aku yakin Anna pasti membenciku.. Dia pasti menderita" ujar pria paruh baya itu sedih.


"Bukankah hal ini akan mempermudah rencana Tuan selanjutnya?" ucap pria itu.


"Apa maksudmu?" tanya pria paruh baya.


"Jika Alex itu berpura-pura mempunyai hubungan dengan Nona Anna. Bukankah itu akan membuat Nona Anna akan banyak menghabiskan waktu dengannya? Dengan itu Nona Anna sedikit demi sedikit akan mengetahui tentang kebiasaan pria itu, bahkan mungkin akan mengetahui kelemahannya" ujarnya.


Pria paruh baya itu memikirkan perkataan bawahannya. Ada benarnya juga ucapannya. Namun dia sedikit ragu dengan rencananya, pria bernama Alex itu tidak akan mudah di taklukan oleh siapapun. Bahkan dia takut putrinya itu akan menjadi korban jika rencananya gagal.


"Dan kurasa.. Alex itu sedikit berbeda memperlakukan Nona Anna. Menurut informasi yang kudapat, pria bernama Alex itu bukanlah pria yang mudah tergoda oleh wanita manapun, bahkan dia tidak pernah berhubungan dengan satu wanita pun. Di dekati wanita saja dia akan sangat marah. Namun, semalam sepertinya dia sama sekali tidak risih menyentuh dan mencium Nona Anna. Kita bisa memanfaatkan situasi saat ini dan menggali informasi dari Nona Anna" ujarnya pada Tuannya.


Pria paruh baya itu memikirkan perkataan bawahannya. Tapi apakah Anna akan mau bekerjasama dengannya? Keraguan juga muncul dalam benaknya. Dia mengorbankan Anna untuk tujuannya. Tapi jika dia memberitahu Anna alasannya mungkin Anna akan membantunya..


"Bagaimana caranya?" ujar pria paruh baya itu.


"Kita harus memberitahu Nona Anna rencana ini dan biarkan dia mempertimbangkannya" ujar bawahan itu.


"Baiklah.." ujar pria paruh baya.


"Oh iya.. Apakah informasi dari orang dalam itu akurat? Apakah kau yakin dia tidak akan berbohong dan menjebak kita?" tanyanya.


"Jika begitu.. Ku serahkan semuanya padamu.." ujar pria paruh baya itu lalu pergi meninggalkan ruangan.


Pria bawahan paruh baya itu mengambil handphone di dalam saku celananya dan menghubungi seseorang..


"Halo! Ada tugas untukmu.." ujarnya.


-


-


Anna membuka matanya yang terasa berat. Kepalanya terasa sangat sakit. Anna mencoba bangun dan memijit kepalanya. Apa yang terjadi? Dia tidak bisa mengigat apapun tentang kejadian semalam. Yang Anna ingat kemarin setelah pria kejam itu menciumnya dia meminum sesuatu, lalu setelahnya Anna benar-benar tidak tau apa yang terjadi..


Seseorang membuka pintu kamarnya dan masuk. Anna menatap kearah pintu dan melihat Lidya datang dengan membawa makanan dan minuman di atas nampan.


"Selamat pagi Nona" ujar Lidya lalu meletakkan makanannya di atas meja di samping tempat tidur Anna.


"Oh.. Selamat pagi Lidya" ujar Anna sambil masih memijit kepalanya yang sakit.


Lidya merapikan kamar yang sedikit berantakan dalam diam.

__ADS_1


Anna menatap Lidya, sejak kemarin sikap Lidya sedikit berubah padanya. Dia seperti menjaga jarak dengannya.


"Hmm Lidya.. Apa kau tau siapa yang mengantarku ke kamar?" tanyanya sedikit berbasa-basi.


Lidya berhenti sejenak mendengar pertanyaan Anna,


"Oh.. Tuan Alex yang mengantar Nona" jawabnya singkat.


"Tapi.. Aku sempat melihat Tuan Alex sepertinya sangat marah setelah mengantar Nona ke kamar. Maaf Nona.. Aku hanya menyarankan jangan membuat masalah dengannya. Jangan membuatnya kesal, dia cukup lelah dengan pekerjaannya. Bukan bermaksud apa-apa.. Kau tau kan Tuan Alex orang yang seperti apa.." ujar Lidya tanpa menatap Anna.


Anna menatap Lidya sejenak. Lidya sedikit berbeda dari sebelumnya. Apakah karena dia takut mendapat hukuman lagi?


Anna juga tidak ingat apa yang telah dia lakukan semalam sampai membuat Alex marah..


"Maaf Nona aku tidak bermaksud apa-apa. Hanya mengingatkan saja" sambungnya.


"Aku mengerti.." jawab Anna.


Lidya mengambil segelas susu dan memberikannya pada Anna,


"Silahkan diminum Nona" ujarnya.


Anna meminum sedikit susu itu,


"Terimakasih.." ujar Anna.


Lidya kembali meletakkan susu itu ke atas meja,


"Oh iya Nona, Aku tidak akan mengunci kamar ini lagi.. Mulai hari ini Tuan Alex mengizinkan Nona untuk keluar kamar" ujar Lidya.


Anna membelalakkan matanya. Apa dia tidak salah dengar? Pria kejam itu mengizinkannya keluar dari kamar?


"Benarkah?" tanya Anna.


Lidya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Anna.


Anna merasa tidak percaya, kenapa pria itu membiarkannya bebas berkeliaran di rumah ini? Apakah ini bagian dari rencananya?


Sebenarnya apa tujuan pria itu?


Bersambung...


Keep support this story!!


Mohon maaf makin kesini update nya makin lama 😅


Entah mengapa otak ini makin blank..

__ADS_1


Beberapa hari liburan jadi melupakan cerita ini hehe..


Jangan lupa like dan komen ya, biar semangat lagi nih lanjutin cerita ini 😌


__ADS_2